
Melanjutkan bicaranya dalam sambungan ponselnya, Sheila.
"Cewek ya, apa dia dari kelas mu Evan, maaf aku jadi penasaran aja, boleh kah?"Ucap Sheila.
"Hmm, dia bernama Rahel dan dia dari kelasku, aku diajaknya untuk pergi jalan-jalan ke pasar raya, dia yang meminta aku tuk menemaninya, lalu aku mau!"Ucap Evan.
"Bagaimana pun juga aku tidak rela, dengan apa yang kamu sekarang lakukan!"Ucap Sheila dengan suara kecil.
"Apa, tadi kamu berbicara apa, disini sangat ramai banyak orang yang lalu lalang sambil berbicara!"Ucap Evan.
"Bukan apa-apa kok Evan, oh ya besok aku akan kesana bersama Kakakku!"Ucap Sheila dia agak sedikit senang dan tersenyum disana.
"Tapi sepertinya kamu tadi mengatakan sesuatu, huh.. kamu mau pergi ke Sekolah?"Ucap Evan.
"Bukan, aku mau pergi ke rumahmu, Vin mau membicarakan sesuatu dengan mu Evan, aku harap besok kamu ada di rumah jam 14:30, kurasa di jam itu kamu sudah ada di rumah, oh ya Evan besok kamu mau ngak jalan bareng sama aku?"Ucap Sheila dia agak malu untuk mengungkapkannya jadi mengurangi tinggi nadanya.
"Untuk besok aku siap kapan saja, lagi pula aku juga ingin menyampaikan sesuatu kepada Vin, dan untuk ajakan mu aku menerimanya!"Ucap Evan.
Lalu setelah mendengar hal yang di ucapkan Evan di akhir katanya, membuat hati Sherly sangat senang. Sampai-sampai ia menutup sambungan ponselnya, diakhiri menutup panggilan Sheila berkata "terimakasih Evan sayang" dan pada saat itu Rahel mendengarnya.
Evan tidak menyangka jika Rahel ada di sampingnya.
Evan kaget lantas ia pun canggung, yang pada akhirnya Rahel.
"Siapa tadi Evan?, aku dengar kalian romantis sekali berbicara di sambungan tadi."Ucap Rahel dia memegang sebuah pisau yang entah dari mana dia mendapatkannya.
"Itu..itu..temanku, dia menelpon aku karena ada urusan yang harus aku bahas, ngomong-ngomong kamu mendapat pisau itu dari mana?"Ucap Evan dia agak takut dengan Rahel.
"Ini punya temen aku, pisau palsu, memang mirip sih seperti aslinya, tapi kayaknya masih bisa untuk melukai seseorang!"Ucap Rahel seakan mendesak Evan.
"Huh, oh ya tadi dia bilang akan pergi ke rumahku dan juga bersama Kakaknya, dia juga sangat akrab dengan Lili!"Ucap Evan.
__ADS_1
Mendengar itu pun Rahel menurunkan pisaunya. Tapi dia terlihat kaget mendengar Lili akrab dengan perempuan yang berbicara kepada Evan (Sheila) tadi.
Evan menjelaskan kepada Rahel secara terus terang kepadanya, bahwa besok ia juga akan pergi jalan bersama temannya itu.
****************
Di sebuah gang kecil dekat rel kereta api, Tsuki berjalan di gang tersebut.
Di perjalanannya ia bertemu dengan orang yang terlihat seperti preman. Bukannya merasa panik Tsuki menyapanya.
"Permisi tuan-tuan!"Ucap Tsuki seraya melewati para preman yang sedang duduk di kursi yang ada disana.
Preman tadi tidak menyapa balik, mala salah satu dari mereka ada yang hendak memukul Tsuki dari belakang.
Tsuki langsung mengetahui pergerakannya dia mengelak nya, lalu membalasnya dengan tendangan.
Dash...
Preman yang menyerangnya pun jatuh tersungkur. Sementara preman lain yang melihatnya merasa marah dan bangun dari tempat duduknya.
Tsuki melihat langsung preman yang mengatakan itu kepadanya. Dan dia adalah murid dari SMA Oregami, dia bernama Kelin.
Tsuki berkata kepadanya dengan tatapan dinginnya.
"Aku tidak punya waktu untuk meladeni mu Kelin!"Ucap Tsuki.
"Ternyata kamu mengenalku juga ya, murid baru, aku pun tidak menduganya sama sekali, yang pasti hari ini aku akan memberimu pelajaran karena sudah menghajar temanku!"Ucap Kelin dengan sombongnya.
"Bukannya kau sendiri yang memulainya,( diam untuk sesaat), baiklah maju kalian semua, aku tidak punya waktu?"Ucap Tsuki.
Akhirnya mereka semua menyerang Tsuki secara bersamaan yang berjumlah 15 orang.
Pertama Tsuki menghajar seseorang yang pertama menyerangnya dengan pukulan keras darinya, sehingga orang itu pun tumbang. Dilanjutkan dengan seseorang yang akan memukulnya dengan botol minuman alkohol, tapi Tsuki berhasil menghindarinya dan membalas serangan darinya.
__ADS_1
Kedua serangan secara bersamaan menuju ke arahnya. Ketiga dari mereka menyerang Tsuki dari belakang, depan, dan samping. Namun hal itu tidak membuat Tsuki kehabisan akal dia mengunakan trik pada saat mereka menyerangnya.
Alhasil sekarang Tsuki sudah mengalahkan 6 orang dari 15 orang preman, yang pada awalnya memulai Tsuki untuk menyerangnya.
Preman lain agak menjauh darinya namun masih memasang kuda-kuda, maupun hendak menyerangnya. Disaat itu Tsuki berkata.
"Kelin, bagaimana jika kita berkerja sama?"Ucap Tsuki.
"Bekerja sama, lalu apa hubungannya dengan yang sekarang?"Tanya balik Kelin dengan wajah yang tak sabar untuk memukul Tsuki.
"Bukannya kamu sendiri sangat membenci Evan, aku juga sama, bagaimana jika kita membuat rencana untuk mengalahkannya?"Ucap Tsuki masih dengan ekspresi dingin di wajahnya
Pada saat itu Kelin terdiam, lalu.
"Apa kamu berkata jujur atau menghindari dari ini, aku katakan jika kau berani berbohong kepadaku kau pasti tau akibatnya!"Ucap Kelin.
"Kurasa aku tau, tapi aku berkata sesuai dengan hatiku, jika kita sepakat besok kita lakukan penyerangan kepadanya?"Ucap Tsuki.
"Penyerangan itu terlalu mendadak dan mencolok, apa kau tahu Evan adalah anak pemilik Perusahaan terkenal, jika saja kita diketahui telah menyerangnya.."
"Penyerangan yang aku maksud adalah penyerangan sosial yang berdampak pada dirinya, lalu saat itu aku akan memikirkan sebuah rencana supaya Evan di benci oleh semua orang!"Ucap Tsuki.
"Oke, aku terima tawaran mu itu, mulai sekarang kita berkerja sama, lalu aku juga menawarkan mu untuk masuk ke dalam gang ku, tidak tertarik tak apa, aku tidak memaksa!"Ucap Kelin.
"Aku akan masuk ke geng mu, tapi dengan suatu julukan?"Ucap Tsuki.
"Boleh saja, itu akan semakin baik jika ada, aku juga punya julukan di geng ini, oh ya aku adalah ketua di geng ini untuk nama kau sudah tau, lalu kalau tidak salah namamu adalah.."
"Namaku Tsuki tapi julukan aku di geng ini adalah " L " , besok kita bertemu di Kantin belakang, aku akan menjelaskan semua rencananya!"Ucap Tsuki dengan ekspresi datar.
"Baiklah, selamat datang di geng ku dan aku sangat mengapresiasi mu, jika aku pikir kau bukan sekedar murid baru bukan, kau pasti punya tujuan tersendiri untuk masuk ke SMA Oregami?"Ucap Kelin.
__ADS_1
"Itu urusan ku sendiri!, dan untuk yang tadi aku rasa menjadi syarat jika aku layak masuk di geng mu, baiklah aku akan pergi sekarang!"Ucap Tsuki.
"Kel, dia sangat-sangat dingin, aku sampai tidak bisa menebak sifatnya, tapi yang dia katakan tadi tidak bohong, aku liat dari eskpresi wajahnya!"Ucap Jero wakil penasehat ketua geng.