
Setelah kalah melawan Tsuki, Bas di bawah olehnya ke suatu tempat. Tak luput ia juga membawa tas milik Bas.
"Enak sekali, aroma-aroma khas tanah kering yang di siram oleh air hujan, entah kenapa pikiranku jadi tenang di buatnya!"Ucap Ken bersandar di kursi.
"Btw materi yang kamu ringkas di selembar kertas ini sangat membantu, Sharashi!"Ucap Evan.
"Bukan apa-apa kok!"Ucap Sharashi agak malu.
"Aku juga sama, dengan materi ringkasan ini aku jadi lebih mudah untuk memahami inti materi!"Ucap Ken.
...****************...
Hujan deras pun kian menurun Evan dan yang lain membereskan buku-buku dan menata rapi tempat bekas belajar tadi.
Mereka pun turun bersama, ternyata masih ada siswa yang belum pulang dari Sekolah. Tak banyak siswa yang belum pulang hanya sebagian kecil dari siswa per kelas saja.
Evan sudah menelepon supir pribadinya beberapa menit yang lalu, Hyouga pulang dengan sepedanya. Sedangkan Ken dan Sharashi pulang bersama dengan mobil pribadi milik ken, sebab arah Ken pulang sejalan dengan rumah Sharashi.
Di dalam mobil Evan merasa ada yang aneh, supirnya memakai penutup kepala di seluruh wajahnya. Evan merasa jika ada yang tidak beres, mana mungkin dia bisa sampai di Sekolah dengan mengendarai mobil dengan wajah yang di tutup, kecuali dia melakukan kebohongan kecil.
Untuk menjawab rasa penasaran itu Evan berpikir sejenak, lalu pikirannya mengarahkannya ke momen di mana Sein mengobrol dengannya di mobil.
Saat itu pas saja, Sein mengatakan kepada Evan jika ia bisa mengendarai mobil dengan mata tertutup, karena ia hafal rute yang menuju ke Sekolah.
Saat itu Evan tidak percaya kalau Sein hanya bercanda. Evan memberinya sebuah kritikan jika dia bisa membawa mobil ke Sekolah dengan mata tertutup itu pasti karena beberapa alasan. Seperti ia sudah menghafal rute, tetapi dengan menghafal rute saja tidak cukup, lalu Evan menjawab masalah tersebut lagi. Pasti pada saat kondisi tertentu dimana jalan sepi tanpa kendaraan yang memungkinkan Sein bisa saja berkendara dengan mata tertutup, selebihnya Evan menjelaskannya lagi kepada Sein.
Evan mengacungkan sopirnya begitu saja, karena dia sudah menebak siapa dia sebenarnya.
Hingga akhirnya Sein membuka kedoknya di perjalanan menuju ke rumah. Dengan satu tangannya yang memegang kemudi stir, ia pun melepaskan penutup yang ada di kepalanya.
"Argh, lega sekali setelah melepasnya!"Ucap Sein setelah membuka penutup wajahnya.
__ADS_1
"Heh, kenapa ngak dari tadi kamu melepasnya Sein?"Ucap Evan.
"Aku cuma ingin mengejutkan mu saja tuan..eh maksudku Evan!"
Sein menjelaskan kepada Evan tentang bagaimana ia bisa menemukan warisan sang raja di hutan Dark forest. Sein mencarinya bersama seorang Arkeolog dan satu lagi ahli dalam bidang sejarah, mereka mencarinya dengan menggalih informasi yang ia dapat dari reruntuhan bangunan maupun catatan yang masih tersimpan rapi di dalam kerajaan.
Peluang pun di dapat setelah Sein dan ahli sejarah memecahkan arti dari kata-kata sang raja dalam teks yang di duga adalah pidatonya.
Arkeolog juga mencurahkan pengetahuan bahasa sastranya untuk dapat memahami isi teks sebelumnya.
Hingga di keesokan harinya, Sein dan Arkeolog serta ahli sejarah mulai menuju ke tempat warisan tersebut. Letaknya di dalam kerajaan namun sangat sulit untuk di jangkau, karena aksesnya yang lumayan sulit.
Tidak mudah melewati jalan yang satu itu, Sein mencoba mencari jalan melingkar. Di sana sangat banyak jebakan setelah Sein dan yang lain memasukinya, walaupun usianya sudah puluhan tahun tapi jebakan yang ada di ruang tersebut masih berfungsi dengan baik.
Di ruang tersebut Sein mengusulkan untuk berhati-hati dan waspada dengan apa yang akan semua lewati.
Seperti jebakan pertama terdapat sebuah ranjau berkedok lantai, jebakan kedua panah yang muncul dibalik dinding jika ada salah seorang yang melewati, maka akan muncul panah di dinding tersebut. Jebakan ketiga adalah blok yang berjatuhan ketika mereka bertiga melewati ruang bawah tanah, Sein memastikan blok tersebut seberat 2 ton.
Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke tempat dimana warisan sang raja berada.
"Ya, kami menemukan ruang bawah tanah yang di penuhi emas!"Ucap Sein.
"Huh, tapi aku yakin salah satu dari kalian ada yang tertinggal!"Ucap Evan.
"Bagaimana kamu mengetahuinya, apa kamu sudah mendengar informasi dari rekanku?"Tanya Sein.
"Ah tidak, aku mengetahuinya dari data yang kau sebutkan kemarin, di kolom grup yang meneliti ke dalam bangunan. Saat itu berjumlah 2 orang di grup 2E, dan waktu itu kau memberitahukan kepadaku kalau kau bersama dua orang!"Ucap Evan.
"Masuk akal juga, tapi apa kau tau bagaimana kondisinya sekarang?"Ucap Hyouga menggertak.
"Huh, kau nyakin bertanya kepadaku Sein?Tanya balik Evan dengan tatapan datar.
__ADS_1
"Ya, siapa tau kamu mendapatkan informasi terbaru dari pusat, aku sekarang belum mendapatkan informasinya. Evan apa kau mau tau kenapa dia tertinggal disana?"Ucap Sein.
"Boleh saja"
Pada saat itu, setelah kami melihat harta di sana. Sih ahli sejarah mencoba mendekati harta itu, lalu di pertengahan dia jatuh karena lantai yang di sana sangat rapuh yang pada akhirnya kami pun ikut membantu.
Tapi sayang kami harus memilih antara menyelamatkan teman atau menyelamatkan diri.
Karena di depan, tepat kami akan mengangkat badan si sejarah ada batu besar yang berasal dari suatu lubang di dinding.
Pada akhirnya kami memilih menyelamatkan diri, kemungkinan terbesarnya kami bisa mati jika melakukan secara bersamaan. Maka lebih dari itu aku memutuskan secara langsung kepada arkeolog.
Kami lalu melihat kebawah dan ternyata dia..dia masih selamat, dengan mulutnya yang terlihat tersenyum ke arah kami.
Kami pun berjanji akan membawa bantuan kemari untuk menyelamatkannya. Dia pun percaya sepenuhnya kepada kami dan kami pun meninggalkannya.
...****************...
"Sudah berapa lama kayaknya dia di bawah?"Ucap Evan.
"Mungkin, saat itu sekitar 2 jam 43 menit!"Ucap Sein.
Evan terdiam.
Setelah 2 hari Bas tidak masuk ke Sekolah, Evan pergi mengunjungi rumahnya. Setelah mengetuk pintu beberapa lamanya, tak ada sahutan sama sekali.
Lalu Evan bertanya kepada tetangga terdekat, siapa tau ada yang mengetahui Bas atau melihatnya.
Dan jawabannya nihil, semua tetangga dekatnya bilang kalau mereka tidak mengetahui Bas sejak dua hari terakhir ini.
Evan saat itu merasa agak kesal, karena musuh sudah bertindak duluan dari yang ia prediksi. Namun saat yang bersamaan dengan raut kesal ternyata Evan menunjukkan wajah menyeringai jahatnya.
__ADS_1
Pihak Sekolah yang tidak bisa menghubungi Bas hanya berharap penuh kepada teman-temannya, yang sebelumnya wali kelas Bas pergi mengunjungi rumahnya.
Hyouga menunggu Evan bertindak di situasi saat ini.