Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Maksud Tersembunyi The Mask [Revisi]


__ADS_3

Mendengar hal yang di katakan oleh Mesy, Hyouga pun segera bertindak untuk menghentikan mereka berdua. Ia pun bergerak karena naluri yang mendengarkan ucapan dari Mesy tadi.


Pada saat Hyouga akan memisahkan mereka berdua, The Mask dan K.L sedang dalam pertarungan yang sengit. Dengan pedangnya ia


menyerang The Mask secara bertubi-tubi di tambah gerakannya yang gesit membuat The Mask agak kesulitan untuk menyerang balik.


Dalam posisi tersebut The Mask berusaha mengamati beberapa pergerakan K.L dia mencoba mencari kelemahan dari gerakannya.


Ting...ting...ting


Hyouga pun menuju ke arah mereka, yang berada di sebelah kanan atas pohon.


Mereka berdua pun melihat Hyouga yang mendekatinya.


The Mask berkata dalam hatinya.


"Mungkin dia datang untuk membantu, itu bagus."


Sementara K.L juga berkata dalam hatinya.


"Bocah itu kembali bangkit lagi, kurasa akan sangat sulit untuk melawan mereka berdua secara bersamaan, aku harus pandai memainkan situasi dan kondisi!"


Hal yang mengejutkan membuat mereka berdua kaget, lantas The Mask yang sudah mengira bahwa Hyouga akan membantunya mala menyerangnya. Hal tersebut juga sama di rasakan oleh K.L dia pun tidak menduga bahwa Hyouga menyerang The Mask dan dirinya secara bersamaan.


Hyouga menyerang mereka berdua dengan menemukan celah di antara pertarungan yang mengarah ke salah satu celah tersebut.


Mereka berdua pun menghindari serangan dari Hyouga tersebut.


"Hahaha, rasakan itu Mask kamu sendiri mengalami apa yang aku rasakan, aku jadi kasian kepadamu," ucap K.L seraya menertawai The Mask.


The Mask terdiam, sementara K.L mengamati Hyouga.


Tidak membutuhkan waktu lama Hyouga langsung menyerang keduanya.

__ADS_1


Tap.


Hyouga meloncat menuju ke arah K.L terlebih dahulu, mendekati K.L dia pun bergerak mencari celah. Saat Hyouga menemukan celah tersebut K.L menyadarinya, ia pun mengelak serangan Hyouga yang mengarah ke badannya.


Menghindar dari serangan tadi, K.L menyerang balik Hyouga dengan pedangnya.


Stack..


Hyouga pun dengan cepat menangkis serangan pedang K.L dengan kunai yang dia keluarkan dari sakunya. Bersamaan dengan Hyouga yang terpojok, K.L bergerak melawan balik dengan cepat, namun sayang K.L terkena tendangan dari Hyouga.


Tak lama K.L pingsan akibat serangan Hyouga tadi.


The Mask yang melihat hal tersebut hanya memandanginya saja, dia bahkan tidak menyerang Hyouga ketika serangan pertama mengarah kepada K.L.


"Ternyata kamu sangat hebat juga dalam mencari celah ya, aku melihatnya, kau dari awal memang sudah berhasil mengambil kunai tersebut dari K.L dan untuk penyerangan tadi kau membuatnya jadi terkejut hingga dia lengah untuk persekian detik. awalnya aku berniat membantumu. Namun karena kau menyerang ku tadi, aku sendiri jadi berubah pikiran dan akan mengalahkan mu segera!" senyum jahat menyelimuti diri The Mask dari beberapa perkataannya.


Sadar akan waktunya yang tidak banyak Hyouga memilih mengabaikan perkataan The Mask.


...****************...


Di perjalanan menuju ruangan yang akan di datangi oleh mereka bertiga, Nick mencoba berbicara kepada Syria mengenai temannya. Syria pun menjawab bahwa teman dekatnya Nick ada di suatu tempat dan Syria tidak melakukan apa-apa terhadapnya, hanya di sembunyikan di sekitar area penjagaan ketiga.


Sampai di tempat yang di tuju, Evan memasuki sebuah ruangan yang sangat besar berisikan buku-buku serta alat-alat kuno maupun alat modern sekarang.


Diikuti oleh Syria dan Nick. Setelah Evan memasuki ruangan besar tersebut, Syria pun terkejut melihat isi dari ruangan yang besar di hadapannya sekarang, Nick pun juga sama karena selama dia bekerja di sini belum pernah melihat ruangan yang dilihatnya sekarang.


Ruangan tersebut memiliki bau khas seperti bau ambar. Evan melihat buku-buku yang ada di rak, ia mengambil salah satu buku dan membacanya sekilas lalu menaruhnya kembali.


Syria mendekati sistem jaringan yang ada ruangan tersebut, benar saja sistem jaringan tersebut digunakan untuk berkomunikasi dari jarak jauh. Yang menjadi pertanyaan adalah saat ini ruangan tersebut tidak ada orang sekalipun yang menjaganya dan jika di sebabkan karena berita penyusupan seharusnya masih ada seseorang yang berada di sini. Atau jika mereka memang sengaja melakukannya dari perintah atasan.


"Menurutku sistem jaringan ini menggunakan jaringan tanpa kabel yang menghubungkan satu wilayah atau kota, bisa di bilang jaringan ini adalah jaringan terobosan terbaru yang di buat oleh mereka dan hebatnya mereka mengabaikan area yang saat ini menjadi pusat jaringan nirkabel mereka, sinyal yang dipakai sebagai perangkat komunikasi memiliki frekuensi tinggi, Kelebihannya memang dapat membawa suara dengan noise yg tinggi, tapi rentan akan obstacle, Ini juga menjawab kenapa sinyal jelek kalau di dalam ruangan dengan tembok tebal!" ucap Evan sambil menatap Syria dan Nick.


"Bukannya daerah hutan pedalaman yang sedikit orangnya memang tidak memiliki pemancar, karena biaya yang begitu besar, kecuali Bos memikirkan untuk mempertimbangkan membangun jaringan?" ucap Nick sambil berpikir dalam pikirannya.

__ADS_1


"Tentu saja, itu semua menjawab pertanyaan mengapa di hutan tidak ada sinyal maupun jaringan. baiklah, untuk itu kita kesampingkan kan dulu, kita sekarang sudah di ketahui oleh mereka kalau kita ini penyusup, dan mungkin saja mereka sudah memiliki strategi untuk menangkap kita!" ujar Evan.


Syria memotong pembicaraan Evan.


"Lalu dari komputer tersebut mereka para penjaga baru meninggalkan ruangan ini beberapa menit yang lalu, seharusnya kita bertemu dengan mereka penjaga ruang ini di pertemuan ruang yang tadi!" ucap Syria.


"Kalau itu cuma satu kemungkinan untuk menjawabnya, yaitu ruangan rahasia!" ujar Evan.


Evan dan Syria maupun Nick sekarang, sedang mencari ruangan rahasia yang di lalui oleh penjaga dari ruangan sistem jaringan tersebut.


...****************...


Di satu sisi Ken bergerak sedikit demi sedikit untuk mengalahkan para penjaga yang dia temui. Lalu membuatnya pingsan dan menyembunyikannya sesuai rencana dari Evan.


Sementara Sein dan Vin sudah berhasil mengambil alih anak buah Franlate dan sekarang sedang menuju ke markas yang ada di dalam hutan Dark forest.


Kembali kepada Evan dan yang lain, yang masih mencari ruangan rahasia yang di lalui oleh para penjaga. Baru 4 menit mereka mencari, terdengar suara langkah kaki para penjaga yang menuju kearah mereka.


"Gawat para penjaga yang lain menuju ke sini, mereka pasti membawa senjata!" ujar Nick panik dan terpampang cemas di wajahnya.


Dalam hati Evan berkata.


"Tempat ini dilengkapi dengan CCTV didalamnya, namun letaknya sangat sulit untuk dilihat maupun di temukan. bahkan Syria saja tidak mengetahuinya, mereka pasti sudah tau aku dan yang lain berada di ruangan ini, rencana mereka adalah supaya kita semua masuk ke dalam perangkapnya," ujar Evan.


"Persenjataan mereka mungkin berbeda dari yang tadi, bunyinya pun sangat keras, apa benar mereka akan menembaki kita dengan itu?" tanya Syria.


"Ya tentu, senjata mereka saat ini berbeda dan lebih mematikan!" ujar Evan dengan tatapan kosong.


Beberapa saat kemudian Evan berjalan ke arah pintu ke luar dan berhenti tepat di pintu seraya memegang alat yang di rancangannya tadi.


Tiba-tiba monitor di layar pengawas CCTV mati.


"Apa yang terjadi?, layar monitor mati?, tunggu apa dia yang melakukannya?" ucap pengawas CCTV dalam hatinya, dia terkejut dan menuduh Evan yang telah melakukannya.

__ADS_1


Evan mengambil sebuah ramuan dengan wadah kecil di saku baju dalamnya. Lalu melemparkannya ke arah jalan yang akan di lalui oleh para penjaga.


__ADS_2