Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Celah Dalam Situasi Tertentu [Revisi]


__ADS_3

Pada akhirnya rencana mereka berhasil Evan ketahui, dan ia pun menangkalnya dengan cara menghambat pergerakan musuh.


Ramuan yang Evan lempar tadi adalah ramuan Sains berupa bom asap yang dibuat dengan bertindak balas kalium nitrat (saltpeter) dengan gula di atas api pembakar yang rendah pada saat pembuatannya.


Asap pun keluar, Nick merasa heran melihat aksi Evan yang dilihat olehnya.


Perangkap yang musuh gunakan untuk menangkap mereka bertiga kandas, karena sudah di ketahui oleh Evan. Sekarang Evan menyuruh Syria untuk pergi ke bagian belakang tembok yang di tandai dengan huruf miring, Evan mendapatkan petunjuk dari buku yang pertama ia lihat dari deretan buku yang dilihatnya seperti mengarah ke suatu tempat. Dan benar saja, rupanya memang mengarah langsung ke tempat rahasia.


Syria dan Nick pun memasuki ruangan tersebut , sementara Evan memilih untuk melawan para penjaga bersenjata yang hampir sampai ke tempatnya sekarang.


Terjadi beberapa perdebatan diantara mereka berdua. Evan dan Syria, akan tetapi karena Evan menjelaskan secara rinci maupun penuh harapan kepada Syria, akhirnya Syria percaya sepenuhnya kepada Evan dan dengan berat hati.


Mereka berdua pun menutup pintu itu kembali dan berpisah.


Beberapa saat kemudian para penjaga yang akan melewati jalan menuju ruang jaringan terhambat, karena asap dari ramuan Sains yang Evan lempar beberapa saat lalu.


"Sial, kenapa banyak sekali asap disini!, apa mungkin ulah mereka?" ucap salah satu penjaga yang marah


"Priyan mengatakan jika salah satu diantara mereka, ada yang pintar dalam mengunakan ilmu Sains!" temannya membantu menjelaskan lebih rinci.


"Maksud mu Priyan sudah pernah melihatnya?" ia menanyakan kembali supaya jelas kepada rekannya.


"Priyan sudah memahami reaksi ramuan yang di minum oleh salah satu dari mereka, dan hasilnya sama ketika meminumnya, kekuatan mereka akan bertambah dua kali lipat. hal tersebut membuatnya faham kalau ada dari mereka yang pandai dalam ilmu Sains yang membuat ramuan itu, dia juga sudah memahami salah satu dari mereka yang pandai dalam Sains tersebut, dan Priyan menyuruh kita supaya tidak sampai membunuhnya, karena orang sepertinya sangat di butuhkan!" seru salah satu penjaga kepada rekannya.


"Lalu senjata yang kita pakai saat ini, apakah cuma untuk menakutinya saja?" temannya menanyakannya lebih lanjut.


"Ada benarnya juga, dengan pasukan bersenjata sekarang ini bisa saja membuat mental mereka menjadi melemah dan pada saat itu kita bisa menangkap serta memberikan suatu dorongan atau kesepakatan kepadanya!" jelasnya.


"Wow, rencana yang luar biasa dari seorang kutu buku sepertinya," gumam rekannya.


Saat ini Evan berada tepat di depan para penjaga, dengan ekspresi percaya dirinya, ia pun terlihat seperti seorang kesatria.

__ADS_1


Langkah para penjaga terhenti, mereka lalu mencoba menutup hidungnya ketika melewati asap dari ramuan yang Evan lempar.


Evan pun berkata.


"Kalian boleh saja menangkap ku sekarang!, tetapi aku ingin salah satu diantara kalian menjelaskan kepada ku sedikit cerita yang menarik?" ucap Evan menatap para penjaga, ia mendapatkan ide untuk pengalihan.


"Dia adalah ahli Sains itu!, dia sekarang menyerahkan diri," ucap salah penjaga kepada rekannya dengan berbisik.


Rekannya membalasnya dan berkata.


"Dia mungkin berkata demikian, namun belum di ketahui maksud dari tujuannya, jangan sampai kita dibodohi olehnya!" tegas salah satu penjaga.


"Hmm, benar juga, orang sepertinya pasti mempunyai tipu muslihat," sahut rekannya.


Evan pun berkata lagi karena salah dari mereka tidak membalas perkataannya.


"Bagaimana jika saat-saat terakhirku diisi dengan cerita yang menarik dari salah satu diantara kalian!" ucap Evan kembali untuk menyakiti.


"Baliklah, apa boleh buat aku akan berusaha sebisa mungkin untuk mengalahkan kalian, tidak peduli akan ada kematian, setidaknya aku tak akan menyerah!" ucap Evan.


Penjaga lain terdiam.


"Dia sangat sulit untuk bernegosiasi!, apa lagi untuk menangkapnya harus sampai tidak membunuhnya, perintah Priyan kali ini sangat berlawanan dengan sifat yang dia miliki," ucap Kapten dalam hati menggerutu.


"Baliklah..., aku akan menceritakan kepada mu kisah dua orang sahabat!"


Salah satu penjaga lain memotong perkataan Kapten dan berkata.


"Kapten, apakah ini termasuk rencana Kapten untuk menangkapnya hidup-hidup dan dalam keadaan baik-baik saja, lalu setelah cerita selesai, apa langkah selanjutnya yang akan kita lakukan?" ucap salah satu penjaga yang di sampingnya, perkataannya terlalu banyak.


Kapten pun mendengarkan perkataan pasukannya, yang akhirnya ia memikirkan sebuah negosiasi kepada Evan.

__ADS_1


"Bagaimana jika aku menambahkan sebuah kesempatan, jika aku selesai menceritakan kisah tersebut maka kamu harus menyerahkan dirimu, bagaimana?" tanya kapten.


"Baiklah, setidaknya kita sama-sama dalam posisi menguntungkan," ucap Evan.


"Hehehe benar juga, aku suka pemikiran mu," ucap Kapten dengan senyum liciknya.


Mereka para penjaga sebelumnya tidak menghiraukan efek dari asap yang mereka lewati. Mereka hanya menunggu perintah dari Kapten saja.


Perkataan Evan tadi membuat mereka lupa serta lengah, sehingga sekarang ini Kapten dari penjaga mau tidak mau harus menceritakan suatu kisah kepada Evan.


Menuju dua menit Kapten menceritakan kisahnya kepada Evan. Tak lama dia mengalami


efek Demensia yang membuatnya lupa terhadap apa yang ia lakukan, begitu pun para penjaga yang lain. Rupanya ramuan Evan tadi memiliki efek khusus selain mengeluarkan asap.


Selang beberapa menit, akhirnya para penjaga jatuh pingsan. Dalam kesempatan tersebut ia manfaatkan untuk menuju ruangan lain.


...****************...


Di waktu sebelumnya, Ken mengirimkan pesan morse kepada Hyouga yang pada saat ini dia masih menghadapi The Mask, setelah mengalahkan K.L dan Mesy.


Hyouga menyerang The Mask dengan jurus karate-nya yang di kombinasikan dengan trik andalan dari Hyouga sendiri. The Mask pun sama dia mencoba untuk serius menghadapi Hyouga, karena sebelumnya dia terkena tendangan keras darinya.


Singkat cerita, Hyouga berhasil mengalahkan The Mask dengan gerakan tendangan. Hanya saja luka yang tadi ia perban kembali terbuka. Luka tersebut disebabkan oleh pergerakan Hyouga selama pertarungan tadi.


Hari pun seakan memihak tim Evan, langit terlihat bersih tanpa awan yang menutupi.


Beberapa saat setelah Ken berhasil mengalahkan para penjaga di area kedua, sekarang ini ia bergegas menuju ke tempat di mana para perempuan di tahan. Ken mendapat informasi tempat tersebut dari salah satu penjaga.


Bangunan tempat markas musuh sangatlah besar dan banyak ruangan-ruangan Ken sendiri baru mengetahuinya. Untung saja dia sempat menanyakan beberapa tempat kepada para penjaga yang berhasil ia kalahkan.


Selain besar bangunan tersebut memiliki dekorasi yang unik didalamnya. Arsitekturnya juga memiliki nilai seni yang dapat di kategori kan sebagai karya arsitektur langkah pada abad ini.

__ADS_1


Sebelumnya, Evan dan yang lain sempat memikirkan tentang asal-usul bangunan tersebut, sayangnya Ken dan juga Hyouga lebih memfokuskan misinya kali ini.


__ADS_2