Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Salah Sangka


__ADS_3

Siapa sangka ribuan pesan tersebut adalah ulah dari teman sekelas Evan yang usil. Di grup dia spam pesan.


Evan agak tersenyum, ketika di melihat temannya yang spam pesan di keluarkan dari grup. Evan mengetahuinya karena loncat dari beberapa pesan, secara tak sengaja.


"Itulah konsekuensi dari apa yang telah kita perbuat. semoga saja itu menjadi efek jera baginya, meski bisa saja dia tidak pernah menyesali perbuatannya," ucap Evan.


Di waktu scroll bagian ke 304 pesan topik pembicaraan mereka berganti. Mereka membahas bom yang meledak di beberapa tempat.


Ada dari mereka yang memberikan informasi terkait kabar meledaknya bom. Yang meledak di berbagai tempat berbeda.


"Jadi seperti ini, konsepnya mereka bertujuan untuk menciptakan reinkarnasi dari dirinya yang telah mati. Melalui bom bunuh diri tersebut, singkatnya mereka percaya akan kepercayaan tertentu!" jelas salah seorang teman sekelas Evan.


Evan mencerna informasi dari temannya itu, yang mengingatkannya kepada salah seorang dari penjahat yang sudah di amankan saat ini.


Yaitu dari perkataannya, dia mengatakannya seolah sedang menyampaikan pesan perpisahan kepada Evan saat itu. Dia mengatakannya dengan jelas, sebuah kata yang memiliki maksud yang merujuk kepada kehidupan setelah kematian.


Dan yang biasa kita sebut sebagai reinkarnasi atau suatu kepercayaan bahwa seseorang itu akan mati dan dilahirkan kembali dalam bentuk kehidupan lain. Yang dilahirkan itu bukanlah wujud fisik sebagaimana keberadaan kita saat ini.


Jika di hubungkan dengannya, maka terjawab lah sudah mengapa mereka memilih mati dengan cara yang seperti itu.


Di pesan ke 646 Evan melihat salah satu video yang tengah viral. Terlihat ada sebuah ledakan di dekat rumah kosong yang sudah lama tidak di huni.


Tidak ada korban jiwa, namun ledakan tersebut memicu terjadinya reaksi was-was masyarakat setempat. Apalagi ada saksi mata yang sebelumnya melihat seseorang masuk kedalam rumah kosong tersebut.


Berbeda dengan obrolan lainnya, di pesan 1010 ada yang mengpost poto di mana Evan saat itu sedang mengendap. Dia mengatakan " Poto ini aku dapat dari salah satu akun di media sosial,"


"Bagaimana bisa dia mendapatkan poto tersebut, apa benar dari media sosial. atau mungkin... sewaktu aku mengendap-endap,ada orang yang secara diam-diam memotret,"


Dari fotonya terlihat dengan jelas perawakan tubuh Evan. Seperti seorang pelajar pada umumnya.


Bukan hanya perawakannya saja melainkan momen saat memfotonya. Yang menurut Evan orang tersebut memfotonya ketika cahaya kilat muncul.


Tapi untungnya saat itu Evan memakai jaket yang juga menutupi wajahnya. Alhasil sebagian indentitas dari dirinya masih aman untuk sekarang.


Percakapan mereka di grup mendadak di cekal oleh admin grup, karena membahas hal-hal dari kejadian viral menurut perspektif mereka masing-masing. Admin yang tidak ingin anggotanya berdebat, mencoba untuk menghentikannya dengan mencekal obrolan grup sementara.


Apalagi ada salah satu anggota grup cewek yang ngeluh dengan chat pesan-pesan spam.


Ada juga yang kesal karena obrolan mereka di grup sangatlah tidak penting dan menggangu waktunya sekarang. Bisa jadi dari jumlah pesan yang mencapai ribuan lah yang telah menganggunya.


"Agak telat sih menurutku admin grup mencekal obrolan, dan lagi pesannya sudah banyak. ' huh.., itu karena adminnya Chelsea dia adalah cewek yang lemot,"

__ADS_1


Setelah Evan menyiapkan baju yang akan di kenakan nya nanti.


Evan keluar dari kamarnya menuju tempat pemandian spesial di hotel. Meski di kamarnya memiliki fasilitas yang sangat memadai tapi Evan memilihnya, karena bertujuan untuk membicarakan sesuatu dengan kawannya.


Di perjalanannya Evan bertemu dengan Rahel.


Rahel keliatannya memang akan menuju ke tempat kamar Evan.


"Rahel?"


"Ev..an?"


"Uhm..aku mau..,"


Karena Evan melihat Rahel yang berat berbicara ia pun jadi..


"Mengajakku sarapan pagi!!" ucap


Rahel pun memandang Evan seolah-olah Evan dapat membaca isi hatinya. Sehingga Rahel semakin malu untuk menatap Evan, meskipun bisa jadi itu adalah sebuah kebetulan.


Tampang malu Rahel sangatlah imut sehingga Evan terpesona olehnya. Untuk sesaat.


Berusaha untuk bangkit dari lamunannya. Evan mengatakan sekali lagi kepada Rahel.


Rahel membalasnya dengan anggukan.


Akhirnya Evan menjadwalkan momen sarapannya.


Mereka berdua pun berjalan bersama sambil membicarakan sesuatu.


"Hel, apa kamu tahu siapa orang di balik dalang pengeboman selama ini?"


"Eh, orang yang..., uhm, menurut aku sih dia adalah orang ada di foto grup. Garfield nge-share lagi dari media sosial ke Chat grup,"


"Apa kamu yakin hel, dialah orangnya,"


"Engga juga sih, tapi semenjak foto itu di unggah, fotonya menjadi viral di media sosial lain!"


"Bahkan orang lain beranggapan jika orang di balik foto tersebut adalah dalangnya,"


"Apa semudah itu netizen berkata!!"

__ADS_1


"Yah, namanya juga netizen. mulut mereka memang terkadang sangat pedas, di sisi lain juga ada yang menghancurkan kehidupan seseorang,"


"Rahel..., dia terlihat sangat keren ketika serius," ucap Evan dalam hatinya.


Evan merasa kesal, bukan kepada Rahel melainkan orang yang telah memfotonya.


Ada suatu kesimpulan yang Evan dapat sewaktu perjalanannya bersama Rahel. Evan berspekulasi jika orang yang memfotonya, bisa jadi adalah seorang fotografer. Dan bisa di katakan sebagai Sang Fotografer Handal.


Evan berpisah kemudian dengan Rahel.


Di tempat pemandian air panas.


Ken dan yang lain rupanya ikut gabung bersama dengan Evan.


Hingga pada saat itu Hyouga mengajak Evan untuk mengobrol dengannya.


Hyouga rupanya tahu, Evan lah orang yang ada di foto. Yang saat ini menjadi ramai di perbincangkan.


Padahal dalam kurun waktu semalaman saja.


"Harusnya kau langsung memberitahukannya kepada kami Evan, misi itu aku pikir sangat berbahaya. jadi apa alasanmu sekarang?"


"Sebelumnya aku minta maaf, bukan karena aku egois, gegabah dan sebagainya. tapi aku lakukan hanya karena tidak ingin, menganggu waktu istirahat kalian!"


"Apa.. ,"


Meski begitu Hyouga masih belum percaya seratus persen kepada Evan.


Selesai mandi.


Evan kembali menuju kamarnya untuk bersiap sarapan pagi dengan Rahel.


Namun ketika ia membuka kamarnya dia di kejutkan dengan apa yang telah di lihatnya. Matanya pun terbelalak.


Di kamarnya ada seorang perempuan cantik yang masuk ke kamarnya.


Dia mengenakan gaun selutut berwarna merah dan berdandan cantik. Layaknya sedang bercopslay.


"Aku menunggu mu Evan!!, selama ini aku mencarimu. dan tidak ku sangka akhirnya kita bertemu kembali," ucap perempuan itu dengan ekspresi agak sedih dan berubah menjadi senang.


"Maaf, sebenarnya siapa kamu ini?" Evan langsung bertanya kepadanya.

__ADS_1


"Eh..., kamu tidak mengenaliku. aku kan..., uhm... nggak deh. aku nggak jadi memberitahumu, karena aku nyakin kamu pasti mengingatnya!,"


Kata-kata perempuan itu pun semakin membuat Evan penasaran kepadanya. Dan berniat untuk mengetahui identitas sebenarnya.


__ADS_2