
Para pria itu berusaha menghajar Evan secara bersamaan, dan di waktu yang sama Evan menghindari setiap serangan darinya.
Ada dari mereka yang berbadan besar dan juga kekar, ada lagi yang berambut panjang pirang dengan membawa pedang di belakangnya.
Pria kekar itu mendekati Evan dan melayangkan pukul jitu kearahnya, karena Evan berusaha menghindar dari serangan pedang pria berambut pirang itu, Evan jadi tidak bisa menghindar dari serangan si pria kekar. Alhasil ia sendiri harus menerima pukulan tersebut atau berusaha menghindari pukulan itu dengan timing yang pas.
"Tamatlah riwayatmu bocah....."
Dab
Serangan pria kekar di tangkap langsung oleh Evan dengan satu tangannya.
"Apa mustahil kau bisa menahannya, siapa kau ini?"Ucap pria kekar dengan ekspresi heran.
Melihat serangan dari si pria kekar di patahkan oleh Evan mereka jadi membatu terkecuali si pirang, di tampak senang melihatnya.
"Anak itu ternyata dapat menahan serangan bigger, ini untuk yang pertama kalinya, ada yang bisa menahan serangannya, lebih lagi di posisinya tadi."Ucapnya dalam hati.
"Sial dia kuat sekali bisa menahan bigger, apa dia sangat kuat sekali?"
"Kita lihat dulu seberapa hebat dia, apa bisa mengalahkan si pirang!"
Evan menariknya dan langsung bergerak cepat menyerang bagian belakang leher si pria kekar dengan melompat di atasnya.
Tap
Evan berhasil mengalahkan pria kekar dengan serangan balasan tadi. Barusan teknik tersebut Evan pelajari sewaktu berlatih di tempat pelatihan milik Ayah Hyouga.
"Kamu bukan bocah biasa dan sudah terlatih ilmu beladiri dan dari caramu menahan serangan tadi sudah terbukti kalau tingkat beladiri mu sangat tinggi, kamu sangat luar biasa dapat mengalahkan Bigger sampai dia tumbang olehmu, kau tahu dia itu petarung amatir yang sangat kuat, tak di sangka hanya dengan serangan biasa seperti itu dia bisa kalah, mengecewakan!"Ucap pria pirang.
"Kalian akan membayarnya!"Ucap Evan dengan tatapan tajam.
"Hahaha sudah saatnya!"
__ADS_1
"Liat tatapan itu mengerikan sekali?"
"Berhenti untuk bersikap seperti anak kecil, kau tidak lihat kita ini menang jumlah dan ada si pirang, kita pasti bisa mengalahkannya!"
Evan bergerak cepat menuju ke arah si pirang dengan tatapan kosong di matanya, dengan ekspresi datar dia sendiri sedang mencari arah serangan yang tepat.
Si pria pirang mengambil pedangnya kembali dan menghunuskan pedangnya, ia melihat arah serangan Evan dengan tepat. Meskipun demikian dia tidak bisa membaca pergerakan serangan dadakan Evan, sehingga dengan pukulan dari Evan yang mengarah langsung ke wajahnya seketika dia terhempas.
Di lanjutkan dengan mereka yang tersisa Evan menyerangnya dengan sekali serang.
Evan mendekati Rahel dia masih menangis di wajahnya, berharap Rahel tidak di sakiti terlalu dalam oleh mereka. Evan menghawatirkan Rahel setelah mendengar hal di jelaskan oleh Airi tadi, matanya terbelalak dan langsung berlari menuju ke tempat Rahel sekarang, namun sayang Evan mungkin terlambat dan Rahel sudah di sakiti oleh keempat pria tadi.
Keesokan harinya Evan bangun pagi untuk bergegas berangkat ke Sekolah, hari ini ada pameran hasil klub di Sekolah. Biasanya klub-klub memamerkan hasil dari klubnya kepada murid di Sekolah, diantaranya hasil tahun kemarin seperti klub memasak dengan hasil hidangan yang mereka sajikan, klub poster dengan menunjukkan poster-poster berbagai jenis kepada seluruh siswa, dan juga berbagai klub lain di SMA Oregami.
Tahun lalu klub Evan hanya menghasilkan beberapa hasil saja tidak seperti tahun ini, berkat ide Sharashi kayaknya tahun ini akan membuat klub menulis semakin di kenal, walaupun Evan sendiri tidak mau klubnya banyak diminati.
Saat sarapan Evan memikirkan Rahel kembali saat kejadian kemarin yang menimpanya, Rahel memang selamat, akan tetapi hal yang dia alami kemarin membuatnya trauma sampai saat Evan mengantarkan Rahel pulang terlihat dimatanya tatapan kosong seperti kehilangan jati dirinya, meskipun sudah mengucapkan terimakasih kepada Evan.
Pria yang menjebak Rahel sudah di tangkap oleh pihak kepolisian setelah Evan menelpon panggilan darurat 110 , mereka dengan cepat menuju ke lokasi Evan. Lalu menangkap pria itu dan membawanya masuk ke mobil untuk di periksa lebih lanjut di kantor polisi.
Selesai makan dan minum susu Evan berangkat ke Sekolah, hari ini dia jalan kaki.
Di perempatan jalan Evan melihat Hyouga dengan sepeda yang di naikinya, terlihat dia sedang berhenti di depan zebra cross sambil menuggu lampu hijau muncul( lampu lalu lintas).
Evan menyapanya ketika Hyouga sudah di dekatnya, karena Hyouga juga melihat Evan. Lalu mereka pun bersama untuk menuju ke Sekolah.
Evan tidak menceritakannya hal kemarin, kejadian yang menimpa Rahel kepada Hyouga.
...****************...
Sebenarnya yang mengutus kelima pria kemarin untuk menjebak Rahel adalah Kelin dan Otak di balik penjebakan dan pengiriman surat merupakan ide Tsuki.
Dengan surat cinta yang di tulis dengan tulisan tangan milik Evan sebagai kedoknya, Rahel jadi
__ADS_1
terpacu untuk pergi ke tempat yang di katakan di dalam surat serta membuatnya lengah.
Tulisan tangan tersebut di tulis oleh Max teman Kelin dia sangat pandai dalam meniru tulisan tangan seseorang, bahkan sama persis dengan tulisan yang di tiru-nya.
...****************...
Sampai di gerbang Sekolah dan memasukinya Evan dan Hyouga langsung menuju ke ruang klubnya. Di ruang klub pun sudah ada Sharashi dan Ken yang sudah lebih dulu sampai disana.
"Kalian berdua tumben datang secara bersamaan, apa kalian saling bertemu?"Tanya Ken.
"Hari ini aku jalan kaki untuk menuju ke Sekolah Ken dan kebetulan aku bertemu Hyouga di jalan, lalu kami menuju ke Sekolah bersama!"Jawab Evan.
"Alasan yang jelas, tapi kenapa kamu sampai jalan kaki Evan apa mobil pribadimu bermasalah atau..?"Ucap Ken.
"Tidak, aku hanya sedang mencari udara segar saja!"Ucap Evan.
"Huh!"
Sharashi sedang fokus membereskan hasil karya klub menulis jadi dia tidak sempat memperhatikan pembicaraan Evan dan Ken tadi.
"Beberapa harga untuk setiap pembelian satu Komik ini Sharashi?"Ucap Evan sambil memegang komik di tangannya.
"Komik buatan Ken akan di jual dengan harga 15 perbuah, Ken juga memberi diskon untuk tiga pembelian sekaligus!"Ucap Sharashi.
"Hmm, harganya cukup mahal tapi mari kita liat bagaimana kualitasnya!"Ucap Evan.
Dan ternyata.
"Sungguh ini komik buatanmu Ken, gambarnya sangat bagus layak untuk harganya!"Ucap Evan sambil melihat komik di tangannya tersebut.
"Benar, aku yang membuatnya sendiri, ya walaupun ada sedikit bantuan di jalan ceritanya tapi untuk gambar aku yang melakukannya sendiri hehehe!"Ucap Ken dengan bangganya.
"Baguslah, usahamu kemarin membuahkan hasil, selanjutnya cerpen buatan Sharashi, Sharashi boleh aku lihat cerpen mu?"Ucap Evan.
__ADS_1
Sharashi mengambil cerpen yang di buatnya.