Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Buah Jatuh tidak Jauh dari Pohonnya


__ADS_3

Menuju jam istirahat kedua Evan terlihat melamun di tengah jam pelajaran di kelas, guru yang melihatnya pun menegurnya. Hanya saja Evan melihat ibu guru dengan menunjukkan tatapan datarnya, lalu ia pun meminta maaf kepada ibu guru setelahnya.


Sherly yang melihat Evan hari ini agak berbeda dari yang biasanya, membuatnya jadi mencemaskan Evan sekarang. Dalam hatinya ia berkata.


"Ada dengan Evan, apa dia sedang tidak enak badan tapi tadi ketika dia di perpus dia terlihat baik-baik saja, apa mungkin ada masalah yang membuatnya jadi kepikiran terus, hmm kalau begitu aku akan menanyakannya sendiri nanti setelah bel istirahat berbunyi."Ucap Rahel dia terlihat mencemaskan Evan.


Rahel pun sama dia melihat Evan dari kejauhan, rasanya ada yang berbeda. Evan terlihat tidak seperti biasanya, kalau saja menurut Rahel tempat duduknya tidak di ubah dan masih di dekat Evan. Rahel pasti sudah menanyakan hal yang menjadi masalah dengannya.


"Sepertinya aku harus membicarakan sesuatu kepada Evan pada jam istirahat kedua, entah kenapa dia tidak seperti biasanya padahal pelajaran IPA adalah pelajaran kesukaannya tapi dia tidak bersemangat."Ucap Rahel dalam hatinya.


Jam istirahat kedua.


Secara bersamaan Rahel dan Sherly bertatapan muka di depan Evan yang hendak akan mengatakan sesuatu.


Namun terjadilah rasa canggung di keduanya karena secara kebetulan mereka bisa menanyakan hal sama yang ingin di katakan kepada Evan.


Evan pun memulainya dengan berkata kepada Rahel, setelah itu Rahel menanyakan sesuatu hal kepada Evan dengan tatapan penasaran.

__ADS_1


Evan pun menjawabnya.


"Aku sedang tidak bersemangat hel, terimakasih sudah menanyakannya kepadaku!"Ucap Evan dengan tatapan kosong.


Saat itu Rahel mengalah dia pun tidak melanjutkan pembicaraannya kepada Evan.


Tak disangka Evan menjadi tidak bersemangat setelah mendapatkan SMS dari pak Gory, beliau mengatakan jika dulu Ayah Evan sempat bercita-cita ingin menjadi Ilmuwan. Cita-cita tersebut sama dengannya padahal waktu itu Ayah Evan pernah berkata, bahwa dia sangat membenci apa yang berhubungan dengan Sains tapi walaupun begitu Ayahnya tidak melarang Evan untuk mewujudkan mimpi yang ingin menjadi Ilmuwan.


"Baiklah kurasa jika aku menunjukkan ekspresi ini akan menimbulkan kerepotan bagi diriku sendiri, lebih baik aku fokus ke pentunjuk yang mengarah ke misteri hutan Dark forest, oh ya aku lupa menelpon Sein untuk mengatakan beberapa informasi yang aku dapat tadi."Ucap Evan dalam hatinya.


"Evan.., jika kamu punya sesuatu masalah pribadi, sebaiknya kamu ceritakan saja kepadaku, aku siap kok mendengarkannya, siapa tau aku bisa memberimu solusi!"Ucap Sherly perkataannya agak keliru dengan sifatnya, mungkin karena Rahel sedang ada didekatnya, siapa tau.


"Untuk itu terimakasih Sher, saranmu bagus kok hanya saja aku ingin dapat menyelesaikannya sendiri, baiklah aku pergi ke Kantin dulu kawanku pasti sudah ada sana!"Ucap Evan.


Evan juga sama mengatakan hal tersebut kepada Rahel, bahwa dia akan pergi ke Kantin.


Biasanya Evan pergi ke Laboratorium untuk melakukan percobaan ekperimen kecil. Saat ini Evan menuju ke Kantin, pada saat di perjalanan ia mendapatkan panggilan dari Sein.

__ADS_1


Tadi sewaktu menuruni tangga Evan mengirimkan pesan kepada Sein, terlihat dia langsung membacanya.


Dalam sambungan ponsel itu Sein memulai pembicaraan.


"Kurasa informasi yang tuan dapat sangat membantu, informasi tersebut merujuk kepada letak surat wasiat terakhir dari sang raja di tambah sekarang ini tim arkeolog sudah menemukan suatu catatan tentang tujuan sang raja mewarisi warisan itu kepada keturunannya!"


Dalam hati Evan berkata.


"Lagi-lagi tuan muda bukanya waktu itu Sein sudah aku suruh untuk memanggilku dengan biasa saja, maksudku nama panggilan ku saja."


Di lanjutkan dengan Evan yang bertanya kepada Sein.


"Kamu sendiri apa sudah dapat memprediksi di mana letak dari warisan sang raja Sein?"


"Ya, letaknya aku tahu dari makna yang kamu berikan, hehehe aku rasa kita akan bertemu dengan harta kerajaan!"


Evan pun melanjutkan pembicaraannya.

__ADS_1


__ADS_2