Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Malam Berbintang [Revisi]


__ADS_3

Hujannya begitu deras terlihat langit senja yang gelap gulita seakan malam telah tiba. Pada jam 18:38 segala aktivitas di kota sudah sepenuhnya terhenti, sebab hujan yang mengguyur kota saat ini adalah hujan yang sangat deras dalam satu tahun terakhir.


Jalanan di kota pun tidak terlihat terlalu ramai seperti biasanya, kendaraan berkurang dan jika dilihat jalanan di kota sangat sepi.


*Sebuah Berita Di Kota*


Hutan Dark forest masih sempat menjadi trending topik di dunia Maya, apalagi di tambah sebuah artikel mengenai misteri-misteri bangunan bersejarah yang berdiri kokoh di tengah hutan.


Ada juga sebuah konspirasi yang mengatakan jika hutan Dark forest di bangun oleh makhluk asing yang kita sebut sebagai alien. Dalam konspirasi tersebut menyeret sekelompok para Ilmuwan dan para Arkeolog serta para ahli yang lain untuk membantah konspirasi tersebut maupun membenarkannya.


Selain konspirasi mengenai makhluk asing, ada juga yang menyebut jika hutan Dark forest adalah hutan dengan seribu misteri di dalamnya. Pasalnya baru-baru ini Ilmuwan menemukan sebuah Anomali di sekitar padang rumput Express.


Berita hot juga muncul di koran Grana dengan tema "Setelah Bangkit dari Keterpurukan Kini Perusahaan Han Bangkit Lagi: Saham Perusahaan Naik Hingga 12,6M per Minggu."


Saat ini semua hasil jerih payah mereka terbayarkan sudah. Berkat bantuan Evan dan kawannya waktu itu. Ada kabar jika Perusahaan juga merekrut orang-orang yang ahli dalam bidang Manajemen. Lowongan pekerjaan itu pun tersebar di seluruh penjuru kota.


Saat ini polisi masih memburu Peruchen bos di balik organisasi yang bermarkas di hutan Dark forest. Bukan hanya dia saja tapi beberapa orang lain yang kabur pada saat penangkapan.


...****************...


Hotel Plaza.


Evan berhenti di sebuah hotel berbintang, kini mobil pribadi yang di kendarai oleh para bodyguardnya pun memasuki area parkir.


Turun dari sana para bodyguard mengambil payung cadangan dari bagasi mobil.


Evan dan yang lain pun masuk ke dalam Hotel. Bersamaan dengan para bodyguard, juga ada dari mereka yang memegangi payung.


Hotel Plaza juga dekat dengan Kepolisian Westonia.


Pada saat di mobil Evan mengirimkan sebuah pesan kepada pihak kepolisian. Salah satunya kepada teman Ayah Evan, jika kasus pembunuhan keji yang sudah lama di tutup sekarang terpecahkan.


Pada saat penemuan mayat pihak kepolisian juga curiga jika kasus yang ditutup pada bulan lalu akan di buka lagi, karena menemukan mayat dalam kondisi yang sama persis dengan kasus pembunuhan keji waktu itu.


Walaupun Kakak Bas baik kepada Adiknya dan juga saat ini di ingin memulai hidupnya kembali, akan tetapi segala perbuatannya harus di mintai pertanggungjawaban.

__ADS_1


...****************...


Pukul 19:45 mereka semua makan di sebuah tempat di hotel, dengan menu spesial di hadapan mereka yang semuanya sudah ada di meja makan, banyak sekali makanan mewah yang di jamu oleh pihak hotel untuk menyambut mereka. Makanannya pun lezat-lezat dan menggugah selera.


Tak lama mereka pun menyantap hidangan di depannya yang tampak sangat mengiurkan.


Ada rasa tersendiri bagi Bas dan juga Kakaknya, kebersamaan ini seakan muncul kembali ke dalam kehidupan mereka berdua.


Kadang di sela-sela makan Ken sempat membahas cerita, sehingga suasana pun seimbang dengan kebersamaan mereka semua saat ini.


Tak kala Asami pun ikut bercerita, dengan cerita versinya sendiri dari sebuah buku yang ia baca, lalu menambahkannya sedikit rasa agar menjadi menarik.


...****************...


Hingga sudah saatnya mereka beristirahat.


Di dalam sebuah kamar Evan duduk di kursi belajar yang di sediakan oleh pihak hotel.


Evan membaca buku lalu mencatat sebuah hal penting ke dalam buku tulisnya.


Rahel pun menelpon Evan dan hal yang pertama kali ia tanyakan adalah bagaimana keadaan Evan sekarang, Rahel memang selalu menghawatirkan Evan. Perhatian Rahel membuat Evan menjadi tenang sehingga segala pemikiran yang membuatnya terlarut dalam pikirannya kini hilang perlahan. Menjadi obat tersendiri bagi Evan.


Ada kalanya Rahel berkata romantis kepada Evan, Evan hanya tersenyum di depan handphone. Evan pun melontarkan sebuah kata-kata yang membuat suasananya berbeda, mendengar ucapan Evan, Rahel pun terdiam sambil tertawa sedikit kepada Evan. Mereka pun melanjutkan pembicaraan sampai jam 20:13.


Pada pukul 21:24 cuaca di luar kembali cerah, malam-malam berbintang pun terlihat menghiasai kota.


Tepat pada hari ini ada sebuah cahaya yang menarik di langit yang sangat bagus untuk dilihat.


Hyouga yang masih belum tertidur, jelas menyaksikan sendiri fenomena antariksa itu.



Namun di balik itu semua, di malam hari yang begitu cerah.


Kakak Bas pergi keluar dari kamarnya, kala itu pikirannya sedang kacau.

__ADS_1


Dirinya masih menyesali apa yang dia perbuat. Dalam pikirannya, ada sebuah bisikan-bisikan kecil yang mengatakan jika dia sangat jahat dan penuh dosa.


Bisikan tersebut kadang selalu muncul di pikirannya. Namun kini terasa seperti berbeda dari yang sebelumnya, bagaikan meminum obat dengan dosis yang tinggi.


Rasa bersalah yang amat besar tersebut menuntunnya untuk pergi ke atap hotel.


...****************...


Di kamarnya, Lili mengingat masa lalunya kala bersama dengan Evan, ketika mereka berdua masih kecil. Pada saat itu Evan mengajaknya untuk pergi melihat bintang-bintang di langit, yang terlihat sangat indah.



Tak di sangka pada saat itu Evan menceritakan sebuah kisah kepadanya dan juga Evan mengatakan kepada Lili jika suatu hari nanti ia akan menjadi seorang Ilmuwan hebat.


Lili kala itu mengangguk, walaupun Evan tidak mengetahuinya.


Kenangan itu Lili simpan dalam kenangannya. Ingatan kadang sewaktu-waktu bisa terlupakan, Namun kenangan akan terus tersimpan dan menunggu saatnya untuk di ingat.


Di Malam ini Lili mencoba mengingat kembali kisah yang di ceritakan Evan waktu itu. Dulu Lili hanya mendengarkannya saja dan tidak mengerti makna yang ada di dalamnya.


"Sekarang aku mengerti kisah yang Kakak ceritakan kepadaku dulu," ucap Lili sambil berbaring di tempat tidurnya.


Kisah itu menceritakan tentang gadis yang berjalan di dinginnya malam. Sepulang dari Sekolah gadis itu bersiap untuk pergi ke sebuah tempat yang selama ini ia impikan. Keinginan itu seperti sebuah bekas luka yang jika tidak terpenuhi maka akan menyakitkan baginya.


Ia pun memaksakan dirinya menuju tempat itu.


Hingga pada suatu Malam, karena di mengikuti hasrat pribadinya, membuat jadi tersesat dan tidak tahu arah jalan pulang. Ia pun berjalan di dinginnya Malam.


Seorang diri di gelapnya Malam yang dihiasi cahaya bintang. Kelap-kelip nya membuat ia tenang walaupun sekarang ia tersesat.


Dengan membawa alat musik yang di bawahnya, ia pun memainkannya sembari melihat bintang-bintang di langit.



Impian gadis tersebut tercapai, namun ia hanya menikmatinya untuk sesaat.

__ADS_1


__ADS_2