Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Kasus Pembunuhan [Revisi]


__ADS_3

Hyouga dan Ken membicarakan tentang kasus pembunuhan yang terjadi di kota Westonia, diantara mereka berdua ada yang memikirkan sebuah kasus yang di mana dilakukan oleh seorang perempuan, itu pun masih dugaan. Kasus pembunuhan tersebut pertama kali terjadi pada tahun 2014.


Dimana di temukan jasad seorang gadis di sebuah rumah kosong. Wajah gadis itu telah di jahit pada bagian mulutnya, dan terdapat luka bekas pukulan senjata tumpul di kepalanya yang memungkinkan pelaku memukul korban setelah ia membunuhnya dan di temukan 2 tusukan di bagian dadanya.


Polisi mengidentifikasinya sebagai


Izumi Konoka yang berusia 20 tahun. Penyidik dari Kantor Sherif di kota Westonia yang di pimpin oleh Detektif Takayuki langsung mulai merekonstruksi jam-jam terakhir gadis malang itu.


Orang-orang yang terakhir melihat Izumi dalam keadaan hidup sempat bertemu dengannya. Selain itu ada petunjuk menjanjikan yang tertinggal dari penyerang korban yaitu sebuah rambut yang di temukan di mayat korban setelah di otopsi.


Anehnya ada sebuah bekas luka yang di duga sebagai upaya perlawan korban


karena korban sempat melawan pelaku, yang artinya sebelum korban di pukul dia sendiri berusaha untuk lari. Awalnya dia berjumpa dengan pelaku lalu kemudian pelaku melakukan sesuatu kepada korban sehingga korban melawannya dan lari menjauh.


Para detektif terus mendalami kasus pembunuhan tersebut, terutama pihak kepolisian yang mengelar olah TKP. Namun tidak ada petunjuk lain yang mengarah langsung ke pelaku pembunuhan gadis remaja itu, sehingga kasus pembunuhan tersebut di tutup.


Korban kedua pun sama dia temukan di sebuah rumah kosong umurnya 24 tahun dia seorang mahasiswa kedokteran. Wajah korban itu telah di pukuli hingga tak dapat di kenali lagi, tetapi ada tato unik yang dapat membantu polisi mengidentifikasinya dia bernama Max Graffer.


Korban kedua tersebut juga sama kasusnya di tutup, karena sulit menemukan barang bukti dan petunjuk yang mengarah ke pelaku.


Sampai saat ini pembunuhan misterius itu masih terjadi, dan sering terjadi di malam hari. Korban juga sudah mencapai 13 orang. Ada ciri khusus yang dapat di pastikan mereka di bunuh oleh orang yang sama yaitu jahitan rapi yang di temukan di mulut korban.


Ada sebuah artikel yang mengatakan jika gadis tersebut adalah seorang perempuan, bukti itu di perkuat melalui serangkaian tes pada rambut yang di temukan penyidik.


Tapi apa yang mereka dapatkan, rambut yang di identifikasi itu adalah milik para perempuan yang setelah di selidiki, rupanya bukan pelaku pemilik rambut pelakunya. Pelaku mungkin memainkan suatu trik dalam pembunuhannya.


Di ruang tamu.


"Korban selalu di temukan di rumah kosong, jadi aku rasa si pelaku sempat membawa korban ke rumah kosong itu setelah membunuhnya!" ucap Hyouga.


"Benar juga, korban selalu di temukan di rumah-rumah kosong, yang pasti pelaku membunuh korbannya di tempat yang berbeda, tapi aku rasa pihak kepolisian maupun detektif pasti sudah menyimpulkannya!" ucap Ken seraya menatap ke langit-langit.


"Walaupun begitu mereka masih belum menemukan suatu petunjuk, pelakunya pasti memiliki sebuah trik untuk menjebak polisi dan detektif, lalu pelaku berusaha menghilangkan barang bukti serta jejak lain," ucap Hyouga.

__ADS_1


"Tadi kau membahas tahun awal Pembunuhan kasus tersebut yang terjadi pada tahun 2014, jadi apa yang membuatmu menanyakan hal itu?" tanya Ken.


"Entahlah, aku hanya menanyakannya saja, lagi pula informasi tersebut sangatlah berguna!" gumam Hyouga.


"Ya informasi yang berguna bagimu sendiri!" ucap Ken sambil menunjukkan ekspresi marahnya.


...****************...


Akhirnya setelah mengobrol agak lama, Evan dan temannya pun pulang dari kediaman Bas.


Pada saat itu cuaca terlihat sangat mendung seperti akan turun hujan dalam waktu singkat.


Di depan rumah Bas, Hyouga bertanya langsung kepadanya yang saat itu Ken dan Evan sudah mendahuluinya.


"Bas apa cita-cita Kakakmu itu?" tanya Hyouga.


Bas ternganga ia terlihat memainkan matanya, namun dia menjawab pertanyaan Hyouga itu.


"Aku hanya ingin mengetahuinya saja untuk misi pencarian Kakakmu!" ucap Hyouga meyakinkan Bas.


"Menjahit ya, aku rasa cita-cita Kakakmu sesuai dengan bakatnya, baiklah aku pulang dulu!" ucap Hyouga.


"Baiklah, hati-hati di jalan, di sekitar sini ada geng yang sering beraktivitas aku sering melihatnya!" seru Bas.


Hyouga pun mengiyakan perkataan Bas tadi.


...****************...


Di dalam mobil pribadi.


"Hey Ev apa pendapatmu mengenai Bas?" tanya Ken yang duduk di belakang bersama Hyouga.


"Pendapatku mengenai Bas, hmm menurutku dia sangat ramah walaupun dia tadi membuat kita agak kesal dan salah faham, tapi aku yakin jika dia anak baik yang tersakiti!" pungkas Evan.

__ADS_1


"Anak baik yang tersakiti, halah kau itu, tapi aku menduga jika dia memiliki dua kepribadian. bagaimana menurutmu Hyouga?" cetus Ken mengalihkan pertanyaannya kepada Hyouga yang di sampingnya.


"Bukannya tadi dia sendiri bilang, jika dia melakukan itu untuk dapat merasakan..." balas Hyouga.


"Aku tau kalau itu, akan tetapi sifatnya berbeda saat dia mengantar kita pulang tadi!" ucap Ken.


"Itu mungkin hanya firasat mu saja Ken, atau mungkin.." ucap Evan, kalimat terakhir ia ucapkan dalam hati.


...****************...


Keesokan harinya Evan terlihat agak sedikit kelelahan, hal tersebut dikarenakan ia yang bergadang semalaman.


Selain mempelajari bab-bab Sains dia juga mencari informasi dari teman Ayahnya yang kebetulan seorang polisi. Evan mendapatkan informasi darinya mengenai identitas Hikami Asami dan juga beberapa petunjuk yang Evan temukan yaitu sebuah pengakuan dari beberapa saksi mata.


Evan berjalan keluar setelah turun dari mobil, lalu menuju ke Perpustakaan. Seperti biasa dia membaca buku sembari mencari beberapa artikel yang cocok untuk misinya kali ini.


Dan seperti biasa Evan selalu bertemu dengan teman sekelasnya Sherly. Hari ini jadwal pelajaran pertama adalah olahraga jadi Sherly mengenakan seragam olahraga sekarang.


"Hai, Evan hm.. kamu terlihat kecapean, apa kamu semalam begadang?" tanya Sherly sembari menatap Evan.


Sambil berjalan ke arah Perpustakaan.


"Benar, aku begadang semalaman Sher. ya kamis ini kan ada uji coba sains!" jawab Evan sambil menutup mulutnya karena menguap.


"Ara, kamu sangat rajin belajar ya Evan, tapi menurutku sebaiknya kamu harus menjaga kesehatanmu, karena itu yang nomor satu jika seseorang bisa melakukan apapun tapi dalam kondisi sakit, maka usahamu akan sia-sia!" tutur Sherly yang menatap Evan.


"Terimakasih Sher, aku mengerti kok maksud mu!, kamu seperti juri kuis teka-teki, yang aku tonton kemarin," ucap Evan yang terlihat menyangakan kedua tangannya ke leher setelahnya.


"Sama-sama, Huh?, kenapa aku bisa seperti juri kuis yang kamu tonton," tanya Sherly.


"Karena kamu tidak memberi tahukan sesuatu, sebelumnya orang lain menyadarinya!" cetus Evan dengan senyum tipis diwajahnya.


"Aaaa...(pipi Sherly memerah)"

__ADS_1


"Apa Evan tahu selama ini aku selalu...." ucap Sherly dalam hatinya.


__ADS_2