Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Semuanya Sudah Berlalu [Revisi]


__ADS_3

Segala sesuatu yang kita lakukan ada balasan dan pertanggungjawaban, hal itu merujuk kepada Kakak Bas dia harus bertanggung jawab untuk setiap nyawa yang ia bunuh. Meski di dunia hukumnya hanyalah hukum pidana dan sosial, namun apakah dia dapat berubah setelah melakukan semua ini.


Evan mendengarkan segala penjelasan dari Asami. Asami juga mengatakan jika hari ini dia sudah membunuh seseorang lagi, di dekat jembatan Grana.


Korbannya berusia 24 tahun seorang wanita, Evan sempat menanyakan kepada Asami kenapa dia sampai membunuhnya.


Asami saat itu menjawab jika wanita yang dia bunuh memiliki sifat agak sama dengan Ibunya, hal itu memicu Asami untuk membunuhnya. Sebelumnya Asami sempat mengawasi korbannya itu.


Alasan itu sangat tidak masuk akal, karena perbuatan Asami sangat melanggar hukum dengan membunuh nyawa manusia.


Evan menghela nafas, lalu berkata.


"Ceritamu tentang kisah hidup mu sangat mirip dengan seseorang, menurutmu siapakah dia?" tanya Evan.


"Mirip denganku?, hmm apa dia adalah adikku Bas," ucap Asami.


"Hehehe, benar adikmu juga menceritakan kisahnya kepada ku, dia sekarang ada disini dan ingin sekali bertemu denganmu!" ujar Evan.


"Bas adikku ada disini, apa dia benar-benar ingin bertemu denganku?" tanya Asami ia menatap Evan.


"Dia mencari mu selama ini, bukan sampai berhari-hari tapi bertahun-tahun. saat ini harapannya akan terbayarkan dengan hasil jerih payahnya!" ucap Evan.


"Aku sangat menyesal!, karena terlalu dalam rasa kebencian dan kehilangan dalam hidupku yang membuatku jadi melupakannya, meski dia adalah adik kandungku sendiri hiks.." ucap perempuan tadi menyesali segala perbuatannya.


Saat itu Evan mengirimkan pesan kepada pihak kepolisian untuk mengecek di lokasi jembatan Grana. Evan mengirimkan pesan tersebut kepada rekan Ayahnya yang bekerja sebagai polisi.


"Kamu tidak usah khawatir, Bas adalah orang yang baik, dia selama ini hidup mandiri, dia juga masih melanjutkan Sekolahnya!" ucap Evan.


"Kamu bahkan mengetahui banyak tentang Adikku, aku sendiri sebagai Kakaknya tidak mengetahuinya, Kakak macam apa aku ini!" ucap Asami dia menangis.


...****************...


Di kediaman keluarga Evan.


"Evan kenapa belum pulang-pulang dari tadi, memangnya dia pergi kemana Lili?" tanya Ayah Evan kepada Lili.

__ADS_1


"Hmm, katanya sih mau ke rumah teman barunya!" jawab Lili dengan suara lembutnya sambil ia memegang boneka beruang di tangannya.


"Ouh, sekarang sedang hujan, hujannya pun begitu lebat aku harap Evan baik-baik saja, oh ya tadi Ayah membawakan oleh-oleh untuk mu dan juga untuk Evan, apa kamu mau mencobanya duluan?" ucap Ayah Evan dengan senyum simpulnya.


"Nanti aja deh yah, aku bareng aja sama kakak!, kita bisa makan nanti bersama-sama, apalagi sama ayah juga, pasti menyenangkan. hmm, aku jadi keinget Ibu yah, kapan ya Ibu pulang?" tanya Lili.


"Kamu memang anak yang baik ya Lili, Ibu pulang minggu depan!" jawab Ayah Evan sambil menuju ke arah jendela.


...****************...


Ada suara langkah kaki menuju ke arah Evan sekarang.


Tap...tap...tap....(mereka menaiki tangga)


"Rupanya Hyouga dan Bas kesini!" ucap Evan dalam hatinya.


Sampai disana mereka berdua pun terkejut. Karena melihat Evan bersama dengan perempuan, kilatan cahaya dari petir yang membuat mereka dapat melihatnya.


"Evan kamu..., siapa dia dan dimana Ken?" tanya Bas.


"Tenang saja, aku dan Ken tidak apa-apa, sepertinya penelurusan kita hari ini membuahkan hasil!" ucap Evan yang masih berada di hadapan perempuan itu.


"Maka..., itu artinya misi kita kali ini selesai atau kamu mendapatkan petunjuk baru?" tanya Bas.


"Aku rasa wanita itu adalah si pembunuh keji itu, aku melihat ada darah di baju dan wajahnya saat kilatan cahaya tadi!" ucap Hyouga melihat ke arah perempuan tersebut.


"Jika benar, berarti perempuan itu adalah Kakakku?" ucap Bas yang membenarkan lagi dugaan Hyouga.


"Benar Bas, dia adalah Kakakmu kamu kemarilah kesini?" ucap Evan menoleh ke arahnya Bas dan menyuruhnya untuk mendekat.


Bas pun mendekat, Hyouga masih berdiri disana dia melihat ke arah jendela menyaksikan hujan yang begitu deras dan lebat.


"Hey, ngomong-ngomong Ken ada dimana dia belum menampakkan dirinya?" tanya Hyouga.


"Dia ada di gudang bawah, coba cek kesana Hyouga!" ucap Evan.

__ADS_1


"Hah, di gudang?" Hyouga agak bingung.


Lalu Hyouga pergi menuruni tangga dan menuju ke arah gudang.


...****************...


"Bas..., maaf Kakak sudah membuatmu menjadi menderita sampai sekarang, semua ini kakak lakukan karena kakak tidak terima ayah meninggalkan kita dengan cara yang seperti itu. kakak sendiri berubah dan menjadi pembunuh tanpa memiliki hati sekali pun, tapi entah kenapa setelah kakak berada disini dan bertemu dengan Evan dia mengingkatkan kakak akan suatu hal, dan mungkin kesalahan kakak ini tak akan pernah termaafkan. tapi... hanya ini yang bisa Kakak lakukan!" ucap Asami sambil merenung.


"Kak, meskipun kakak menjadi pembunuh keji pun kakak akan tetap menjadi kakakku. semuanya sudah terjadi, aku mala senang bisa bertemu dan melihat kakak lagi!, ini seperti sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. kak?, apa selama ini Kakak selalu mengalami masa-masa sulit, jika iya maka kita impas aku sendiri melaluinya juga," ucap Bas.


"Aku tidak menyangka Adikku berkata demikian dia lebih mengkhawatirkan aku daripada menyesal melihat kakaknya menjadi seorang pembunuh!" ucap Asami dalam hatinya.


"Kamu adalah Adikku yang terbaik dan satu-satunya, selama ini Kakak hidup dengan hasil uang curian!, selama ini kakak membunuh seseorang!, lalu mengambil sedikit harta bendanya untuk kakak gunakan sebagai kelangsungan hidup, lebih tepatnya mencukupi kebutuhan kakak sehari-hari. pada saat-saat itu kakak hanya mengingatmu sekilas lalu lenyap karena rasa kebencian kakak yang mendalam!, membunuh dan membunuh seseorang lah yang dapat membuat kakak menjadi tenang!, aku berharap jika rasa kebencian itu memudar setelah membunuh seseorang, namun nyatanya tidak, aku sendiri mala makin menyukainya. rasa kebencian itu tidak hilang namun berkurang dengan sendirinya setelah aku membunuh seseorang, aku sangat menyesali nya sekarang mungkin ini saatnya aku berhenti untuk melakukannya hiks..hiks!" ucap Asami ia kembali menangis sambil mengingat masa-masa nya sebagai pembunuh.



"Sudah kubilang kan kak semuanya sudah terjadi!, sekarang ini kakak bisa memulainya kembali seperti semula, kakak jangan menangis lagi ya, aku akan selalu di samping kakak!" ucap Bas.


Saat itu pun Evan melepas tali di tangan Asami, setelahnya Bas dan Kakaknya pun berpelukan. Terlihat keduanya mengeluarkan air mata.


"Bas menjadi dirinya sendiri sekarang aku bisa merasakannya," ucap Evan dalam hatinya.


...****************...


Beberapa menit yang lalu.


Di gudang.


Jdarr....


"Aku dimana sekarang, aduhh... kepalaku agak sakit!, jika aku ingat ada seseorang yang memukulku dari belakang. sial aku tidak mengetahui serangannya itu, dan disini gelap sekali," gumam Ken setelah bangun dari pingsannya, ia mencoba menyalakan Handphonenya untuk menyalakan flash.


Ken pun beranjak berdiri sambil menyalakan flash nya, lalu ia menyorot kannya ke arah sekitarnya.


Tak lama terdengar suara langkah kaki yang menuju ke arahnya.

__ADS_1


"Apa dia kembali untuk melakukan sesuatu kepadaku, kurasa aku harus bersiap sekarang," ucap Ken dalam hatinya.


__ADS_2