
Sekarang ini Evan bersama dengan temannya Bas, Hyouga serta Sein. Yang ikut untuk membantu Evan. Mereka berangkat menuju tempat pertemuan rahasia. Mereka berempat pergi ke tempat tujuan dengan menaiki sebuah mobil, yang di kendarai oleh Sein.
Selama di perjalanan, mereka membicarakan berbagai spekulasi tentang orang tersebut. Namun dalam perspektif dari pengamatan Hyouga, lalu Bas yang meninjaunya.
Ada beberapa kemungkinan yang akan terjadi jika saja mereka sampai di sana nanti. Hyouga berpendapat bahwasanya mereka bisa saja di sergap oleh mereka secara langsung maupun sembunyi-sembunyi.
Menurut Bas mereka tidak mungkin akan membahayakan Evan karena mereka tau siapa Evan sebenarnya. Pendapat Bas tersebut lebih mengarah ke tujuan dari orang yang mengundang Evan kesana.
"Misalnya kita terjebak dalam situasi di mana kita tidak bisa melakukan apa-apa, mungkin itu adalah akhir!" cetus Sein yang ikut mencairkan suasana di mobil.
"Sebenarnya perkataan Sein adalah petunjuk. jadi gini, kita lebih baik ikuti alur mereka bercerita, lalu setelah itu kita cari kesempatan untuk menyerang balik." cetus Bas.
Evan tidak menyahutnya, tapi ia mendengarkan Bas berbicara. Karena dia sendiri sedang fokus dengan karya Sainsnya.
Seperti waktu itu, Evan membawa ramuan Sains khusus untuk membantu misinya kali. Bedanya, sekarang ramuan Sains Evan sudah di sempurnakan olehnya.
Di depan terlihat ada palang yang memberikan arah serta larangan. Lalu mobil mereka masuk ke arah jalan yang sudah lama tidak di lalui lagi, sebab jalannya berliku.
Di pertengahan perjalanan mereka sudah tidak bicara lagi. Mereka seakan diam dan sedang merenung di dalam pikirannya.
Terlihat jalan tersebut sangatlah kotor dan juga lembab. Di sekelilingnya juga banyak pohon-pohon yang besar rindang dengan akarnya menjuntai. Memberikan kesan mistis sekaligus ngeri.
Anehnya, jalan tersebut masih samar-samar pernah di lalui dan jejaknya belum lama terbuat. Mungkin saja bisa menjadi petunjuk tentang keberadaan orang yang melewatinya lebih dulu, di bandingkan dengan Evan.
"Sepertinya jalan ini baru saja ada yang melaluinya?" kata Hyouga yang pandangan tertujuh ke arah jalan.
"Benar!, kita bisa melihatnya dari bekas ban kendaraan yang sudah melewati jalan ini!" sahut Sein.
"Mungkin saja bekas kendaraan tersebut berasal dari salah satu mobil suruhan orang yang mengundangmu Ev?" ucap Bas.
"Bisa jadi, karena dari bekasnya bisa aku perkirakan, kalau ada lebih dari satu mobil yang sudah melewatinya!" ujar Evan menyambung apa yang di katakan oleh Bas.
**
Akhirnya mereka sampai. Dan di sana sudah ada orang yang menyambut kedatangan mereka. Perawakannya pun gagah dan kelihatan berwibawa.
Bahkan dia sempat membukakan pintu mobil yang membuatnya terkesan seperti orang baik atau juga pelayan khusus.
Namun tidak membuat Evan tergoda akan keramahannya tersebut. Evan mala semakin curiga dan lebih berhati-hati.
Semuanya keluar dari mobil kecuali Bas yang sengaja bersembunyi di dalam. Karena ada ruang khusus untuknya bersembunyi. Dan orang yang menyambut tadi belum mengetahui keberadaan Bas.
__ADS_1
Tatapan Hyouga saat ini berubah menjadi tatapan serius, atau bisa di sebut sebagai mode on Hyouga.
***
Setelah mereka mengikuti orang tersebut yang ternyata berhenti di depan sebuah villa.
Saat itu juga pandangan mereka di buat takjub melihat pemandangan sekitaran dengan berbagai tatanan unik, berupa tanaman hias yang sengaja di sulap menjadi hiasan.
"Apa ini!, bukannya seharusnya...," ucap Sein dalam hatinya.
"Bagaimana mungkin?, di tempat yang bisa saja di sebut sebagai hutan ini terdapat villa megah tersembunyi," ucap Hyouga dalam hatinya.
"Kenapa ada villa di tempat seperti ini?" ucap Evan dalam hatinya.
Dan beberapa saat.
Ada 4 orang yang datang dari dalam villa yang menuju tempat mereka. Dan satu di antara 4 orang tersebut berpakaian berbeda. Style nya clasik dan elegan.
Evan yang melihatnya dari jauh seperti halnya mengenal orang tersebut. Hingga membuat Evan terbelalak ketika orang tersebut hampir sampai.
****
"Aku ucapkan selamat untuk cucu kesayangan ku!" ucapnya.
"Ya, aku adalah kakek mu Evan!" jelasnya.
Perkataan orang tersebut membuat Sein dan Bas termangu. Sementara Evan sedang mengamatinya lebih detail.
Dan ternyata memang benar perkataan orang tersebut. Dia adalah Kakek Evan pemilik Perusahaan terkenal di negara S. Umur Kakek Evan sekarang ini sudah menginjak ke 57 tahun.
Entah apa yang membuatnya memainkan drama agar Evan datang ke tempatnya. Yang Evan sendiri baru tahu dan melihatnya.
Kemudian Kakek Evan menyampaikan alasannya mengundang Evan kemari. Serta meminta maaf jika ada sedikit bumbu untuk alasan kedatangannya.
Pada jam 08:30 di sebuah ruangan khusus di dalam villa tersebut. Kakek Evan mengobrol bersama dengan Evan, sedangkan Hyouga dan Sein menunggu di luar ruangan.
"Apa yang membuat Kakek melakukan hal seperti ini?" tanya Evan kepada Kakeknya mengenai perihal alasan kakeknya memainkan drama untuk mengundang Evan kemari.
"Sebenarnya Kakek sengaja memainkan sebuah drama agar kamu dapat waspada!"
"Apa itu saja?, tidak ada yang lain."
__ADS_1
"Satu lagi!, ada sebuah kejadian yang dimana mengakibatkan banyak sekali korban jiwa berjatuhan."
Evan masih diam setelah mendengarnya.
"Kamu tau pelakunya siapa?, dia adalah orang yang ikut ketika misi di hutan Dark forest. Syria!, dialah orangnya."
"Apa!!, mana mungkin."
Setelah mendengar perkataan kakeknya barusan Evan kaget seakan tak percaya, dari apa
"Informasi ini di dapatkan oleh tim khusus yang bertugas mencari informasi dalang dibalik peledakan bom waktu itu. tapi sayangnya tim yang aku kirim sudah tidak bernyawa lagi!"
"Mereka di temukan di tempat yang berbeda dan di bunuh dengan cara yang berbeda juga!"
"Tapi kenapa informasi tersebut berhubungan dengan Syria apa hubungannya?"
"Ya, Syria berperan penting sebagai salah satu anggota kelompok peledak bom tersebut!"
Sekali lagi Evan di buat kaget.
"Dari mana kakek mengetahuinya?, bukannya orang suruhan kakek tewas, atau mungkin mereka yang selamat lalu..."
"Aksi setia mereka yang membuat kakek tau!"
******
Sementara itu di luar ruangan.
"Menurutmu ini pasti sangat mencengangkan bukan?" ucap Hyouga yang sedang melihat ke arah Taman.
"Ya, aku memang sedikit kesal untuk sekarang ini. karena seharusnya... aku berada
di kantor!" jawab Sein.
"Kukuku kasian sekali."
Setelah beberapa saat mereka berdua menunggu akhirnya, Evan keluar juga. Namun dengan ekspresi wajah yang berbeda.
"Ada dengan Evan?, apa dia baru saja di tegur oleh kakeknya," ucap Bas dalam hatinya.
Saat ini Evan belum mengatakan kepada Hyouga tentang Syria. Evan lebih memilih menyampaikannya di waktu yang pas.
__ADS_1
Untuk menyambut kedatangan Evan dan teman-temannya, Kakek Evan menghadirkan koki terlatih ke dalam villa mewahnya.
Dengan jamuan makan ala restoran- restoran terkenal di dunia.