
Perpisahan di SMA Oregami berlangsung hingga siang hari, tepatnya pada pukul 12:40 dan sangat meriah sekali. Bahkan semua murid kelas 12 terlihat antusias dalam momen perpisahan tersebut.
Namun di balik kemeriahan itu, Evan tidak hadir disana. Seperti halnya meninggalkan sebuah momen yang bersejarah serta bermakna abadi. Dan ia melewatkannya begitu saja.
Flashback on
Setelah Evan pergi meninggalkan tempat dimana ia membereskan orang itu beserta rekan-rekannya yang lain. Ia langsung saja kembali menuju area Sekolah. Takutnya ada guru yang melihatnya berkeliaran.
Tapi setelah di pikiran kembali, ia akhirnya lebih memilih untuk bolos hari ini. Di bandingkan untuk ikut serta dalam momen perpisahan Sekolah atau acara perpisahan.
Kemudian ia berbalik dan pergi ke arah sebaliknya. Meninggalkan tas di kelas dan sebuah janji kepada seseorang sebelumnya.
Hingga ia sampai di titik pertemuan dengan supirnya. Yang lalu pergi membawanya menuju ke tempat Rose berada, karena hari ini adalah hari dimana Rose akan rawat jalan(di rumah sakit). Evan mengingat bahwa jam 09:30 Rose akan di panggil.
__ADS_1
Selain sibuk dengan beberapa urusan Evan juga bekerja keras demi kesembuhan Rose. Berjuang dengan semaksimal membuat suatu terobosan terbaru dalam penemuannya.
Akhir-akhir ini kondisi Rose membaik, namun kondisi tulang kaki di dalamnya sangat memprihatinkan. Pasalnya kedua kakinya seakan membusuk.
Operasi waktu itu berjalan sempurna, hanya saja operasi tersebut terlalu di paksakan "menurut Dokter yang memeriksa kondisi Rose". Belakangan ini memang kondisi Rose membaik terutama psikisnya, namun Dokter dan psikiater pernah berpesan kepada Evan sewaktu ada waktu senggang, keduanya berbicara dan membahas hal tentang Rose.
Bahwa seandainya Rose mengetahui akan kondisi dirinya yang amat di sesalkan. Maka bisa saja mental dan jiwanya akan terganggu. Kata-kata tersebut di perkuat dari hasil pemeriksaan. Rose selama ini memaksakan dirinya untuk beraktivitas.
Lalu di jam 08:30 Rose meninggalkan kediaman Evan bersama Ibunya dan juga Lili yang ikut mendampingi Rose. Lili rupanya sudah begitu sangat akrab dengan keberadaan Rose, ia bahkan sudah menganggap Rose adalah seorang Kakak.
Tapi sopir pribadi mereka baru berangkat di jam 08:45, karena di jeda untuk persiapan Rose dan juga Lili.
Perjalanan mereka
__ADS_1
Namun naasnya kecelakaan terjadi, dan menimpa mobil yang membawa mereka. Kronologi kejadian bermula ketika truk tangki bensin melaju kencan dari jalurnya, tetapi karena si pengemudi mengantuk laju truk tersebut jadi oleng ke sisi jalan sebaliknya.
Tak disangka dan kebetulan saja, truk menabrak dan melindas beberapa mobil, karena arah truk berlawanan. Kecelakaan tersebut bahkan menewaskan banyak sekali orang, terutama mobil pribadi yang membawa Rose dan Lili. Yang tak luput terkena imbasnya.
Hari ini adalah hari berdarah, sebutan yang cocok untuk menggambarkan kondisi yang begitu mengerikan dan mencengkam yang terjadi di jalan raya.
Dari mobil yang terbakar, terpental, beberapa orang tertabrak, terlindas truk, mobil saling bertabrakan, dan hancur lebur.
Bahkan darah bisa terlihat di mana-mana ketika kejadian mengerikan tersebut di akhiri dengan berhentinya truk tangki tersebut.
Kini Evan dalam perjalanan menuju ke rumah sakit dan berharap Rose sudah ada di sana lebih dulu. Namun ada sebuah panggilan yang Evan dapat di perjalanannya itu.
Panggilan yang Evan dapat saat dalam perjalanan adalah panggilan mengangetkan sekaligus kabar pilu.
__ADS_1