
Penembak itu pun berhasil di lumpuhkan oleh Evan, akan tetapi karena Evan memaksa untuk melumpuhkannya. Dia jadi tertembak di bagian dada.
Syria yang melihat Evan tertembak langsung menuju kearahnya untuk melihatnya dari dekat. Sementara
Priyan masih tergeletak di lantai, dia pun terlihat senang dalam pikirannya meski tatapannya tersebut tidak dapat menunjukkan ekspresi yang sesungguhnya.
Para penjaga yang sudah Priyan siapkan sudah di kalahkan oleh Evan dan Syria.
Syria lalu mendekati Evan dan berkata.
"Evan, bicaralah padaku, kamu tidak terluka parah kan?" ucap Syria lembut sambil terisak dan menyangakan tubuh Evan di kedua pahanya
"Aku baik-baik, kamu tidak usah khawatir!" ucap Evan yang menatap Syria dengan sisa tenaganya.
"Kamu tertembak, bagaimana aku tidak khawatir..." Ada perasaan sangat takut dalam diri Syria sekarang.
Evan berkata.
"Syria aku tidak tahu betapa cantiknya dirimu dari dekat, bahkan aku mengira kau adalah malaikat," lirih kata Evan.
"Kamu jangan bercanda di situasi seperti ini Evan!" Syria agak meninggikan nadanya, dengan ekspresi kesal dan khawatir.
"Tenang saja Syria!, aku sudah memprediksi ini dari awal. Jadi aku secara sengaja memakai baju anti peluru sebelum itu," jelas Evan kepada Syria, menjelaskannya kepada Syria lalu tersenyum setelahnya. berharap Syria dapat tenang kembali.
"Hah?"
Setelah mengetahuinya Syria pun terlihat malu.
Beberapa menit kemudian.
Evan dan Syria serta Nick menuju ke ruang selanjutnya, yaitu tempat yang dapat terhubung dengan jaringan.
Sementara Ken sudah membereskan semua penjaga yang ada di area helicopter tempat dia sekarang.
"Ternyata misi kali sangat mudah sekali, bahkan penjaga bersenjata yang ada disini sudah semua aku lumpuhkan dengan strategi itu, hahahaha," gumam Ken sambil tertawa puas.
Ken pun mengikat semua penjaga yang pingsan di sana.
Ken mengalahkan para penjaga dengan strateginya yaitu menggunakan serangan yang di mulai dengan asap. Serangannya mengarah kesana kemari sampai area yang di jaga oleh para penjaga tersebut tertutup oleh asap dari serangan Ken. Lalu ia menyusup ke dalam asap tersebut dan mengalahkan para penjaga yang ada dalam kepulan asap, Ken hanya membuatnya pingsan saja.
Pada situasi tersebut Ken menjadi pihak yang di untungkan, karena dia yang memegang alurnya para penjaga dalam kepulan asap tersebut.
...****************...
Mesy pun sudah Hyouga tangani, tinggal K.L yang sekarang berhadapan dengan The Mask. Hyouga pun bertanya-tanya mengapa The Mask mala membantunya, serta berniat untuk meninggalkan organisasi dan bermaksud akan mengikuti Hyouga.
__ADS_1
Untuk menjawab pertanyaan tersebut ia pun bertanya kepada Mesy.
"Menurut mu apakah The Mask sungguh-sungguh akan membantu ku?, meski begitu. dia pasti punya maksud lain bukan?" ucap Hyouga yang bertanya kepada Mesy yang berada di sampingnya dalam posisi terikat.
"Menurutku, dia hanya memastikan mu saja, mana mungkin dia akan berniat mengkhianati teman-temannya, dan kalau pun dia benar-benar ingin meninggalkan tempat ini dia pasti akan memberitahu kita terlebih dahulu!" ucap Mesy menjelaskan mengapa The Mask membantu Hyouga, dia sendiri nyakin jika The Mask tidak akan pergi dari organisasi.
"Kalian berteman bukan, tetapi kenapa mereka terlihat seperti sungguh-sungguh dalam bertarung?" tanya Hyouga yang dalam keadaan duduk.
"Mereka memang seperti itu setiap waktu!" jawab Mesy singkat.
"Kenapa?" Hyouga semakin penasaran.
"Karena mereka adalah rival, K.L lebih mudah dari The Mask hanya selang 1 tahun darinya, dulu sejak kecil The Mask dan K.L berteman mereka selalu bermain bersama hingga suatu hari setelah pulang dari Sekolah dia sedang berlatih gerakan ninja. Lalu tiba-tiba dia mendapati informasi bahwa kedua orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan. Saat itu kedua orangtuanya sedang pergi menuju ke Kantor Perusahaan Ayahnya.
Sontak dia kaget, hingga tepat di pemakaman kedua orang tuanya The Mask datang untuk mengucapkan bela sungkawa. Namun K.L Mala mengusirnya, hal tersebut karena pada saat di perjalanan kedua orang tua K.L sempat bertemu dengan The Mask.
Dan pada saat itu K.L menyalahkan kematian kedua orang tuanya kepada The Mask, hingga saat ini dia pun masih..." jelas Mesy sambil menjelaskan masa lalu K.L. dan ada air mata yang menetes di matanya.
"Sepertinya ada kesalahan fahaman di antara mereka berdua, hanya saja hal tersebut belum di ungkapkan secara langsung, itu mungkin karena emosi K.L pada saat itu sehingga membuat The Mask agak enggan untuk membantahnya," pungkas Hyouga.
Dengan gerakan ninja yang K.L pelajari dia pun menyerang The Mask dengannya. Dia juga mengunakan teknik pedang yang di ajari oleh Masternya. Menyerang musuh yang bagaikan kilat.
Dalam serangannya tadi The Mask mendapati tangannya dengan kondisi berdarah di bagian atas bahu.
Swosh... swosh... swosh
K.L terlihat menjulurkan lidahnya, dengan raut wajah yang mengejek The Mask.
Pada saat bersamaan keduanya melancarkan serangan pedangnya dengan cepat
Ting-ting-ting
Situasi pun memanas, mereka mendapati beberapa luka di badannya.
Sebelumnya, Mesy sudah mengatakan kepada mereka berdua supaya berhenti bertarung. Tapi perkataan Mesy tadi hanya dia anggap angin lalu saja.
Dalam pertarungan tersebut K.L sangat bersemangat untuk mengalahkan The Mask, bahkan sampai dia melupakan keberadaan Hyouga yang masih duduk dan melihat keduanya bertarung.
Efek dari ramuan Sains milik Evan dapat menyebabkan kelelahan ketika meminum ramuan tersebut, setelah melakukan hal yang di luar batas manusia. Dalam situasi yang terjadi saat ini, Hyouga memanfaatkannya sebaik mungkin supaya staminanya dapat pulih kembali.
Batas-batas tersebut membuat efek kelelahan peminumnya berbeda-beda. Namun Hyouga tadi menggunakan batasan yang ekstrim, sehingga sekarang dia merasa kelelahan secara berlebih dalam dirinya.
Hyouga kembali berkata kepada Mesy.
"Lalu apa yang membuatnya sangat membenci The Mask, dan bagaimanakah The Mask bisa selamat dari dalam mobil ketika kecelakaan itu terjadi?" tanya Hyouga.
__ADS_1
"Entahlah, The Mask tidak memberitahukan itu kepada K.L maupun aku sendiri, walaupun pada saat itu dia sudah menjadi saksi atas kematian kedua orang tua K.L dia mungkin merahasiakan sesuatu. baiklah aku sudah menceritakan kisahnya kepadamu, serta semua tentang K.L , sekarang giliran aku yang bertanya!" ujar Mesy.
"Oke, tetapi aku tidak memiliki waktu banyak sekarang!" singkat Hyouga menjawab dengan tatapan serius kepada Mesy.
Mesy memalingkan mukanya, dan berkata.
"Kenapa kamu menyusup ke markas kami?" tanya Mesy.
"Untuk mengalahkan kejahatan!" Hyouga menunjukkan senyumannya kepada Mesy di akhir katanya.
Mendengar ucapan Hyouga, Mesy pun teringat akan masa lalunya ketika kakaknya pergi untuk melakukan tugas peryergapan terhadap para ******* kelas tinggi.
...**************...
Flashback Masa kecil Mesy
Saat setelah akan pergi meninggalkan Mesy kakaknya sempat berkata kepadanya.
"Mesy kakak akan pergi sekarang!, kamu harus jaga dirimu baik-baik ya disini!" dengan nada lembut sambil membelai rambut Mesy yang pada saat itu dia masih berumur 5 tahun.
Jelas pada saat kakaknya mengatakan hal tersebut, Mesy menangis.
"Hiks...hiks...hiks... enggak kak aku ngak ngijinin Kakak pergi, di sana hiks... pasti sangat berbahaya aku khawatir Kakak akan kenapa-kenapa!" sambil menangis tersedu-sedu dan mengusap air mata di pipinya sesekali.
"Tenang Mesy, Kakak akan sangat berhati-hati disana!, dan Kakak janji akan membawakan mu kabar gembira," janjinya sambil tersenyum simpul dan masih membelai rambut Mesy.
Beberapa hari kemudian Mesy mendapati kabar gembira dari markas tempat kakaknya bekerja.
Mendengar kabar tersebut membuatnya Mesy menjadi girang, dia bahkan berlari menuju ke arah tempat telepon berbunyi.
Saat itu Kakeknya yang mengangkat telepon. Beliau sendiri tidak mengetahui jika Mesy ada tepat di belakangnya.
Di awal kata, Komandan militer berkata kepada Kakeknya kalau ada kabar bagus dari tempat Kakak Mesy bekerja. Kabar tersebut mengatakan kalau misi militer tersebut berjalan dengan lancar. Mesy pun tersenyum mendengarnya.
Namun ada satu kabar yang kurang mengenakkan yang membuat Kakek Mesy tertegun. Bahwasanya Saudara Merly Kakaknya Mesy, gugur dalam misi militer tersebut.
Mendengar hal itu, membuat hati Mesy bercampur aduk, lalu ia pun berteriak, sehingga Kakeknya terkejut kalau Mesy mendengar kabar dari Komandan tadi. Senyumannya yang manis pun memudar.
Dia bahkan mengingat kata-kata terakhir ketika Kakaknya akan pergi, karena sebelumnya Mesy mengajukan pertanyaan kepadanya.
"Kenapa Kakak sangat suka mengambil resiko demi membantu kepentingan orang lain?" dengan ekspresi wajah cemberut.
"Tentu saja, karena untuk mengalahkan kejahatan!" ucap Kakak Mesy.
...****************...
__ADS_1
Selanjutnya, Mesy memohon kepada Hyouga supaya dapat memisahkan mereka berdua. Dia sendiri khawatir jika pertarungan tersebut terus berlanjut.