Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Bersenang-senang Bersama Lili I


__ADS_3

Sepulang dari Sekolah seperti biasa Evan melakukan rutinitas sehari-harinya, tentu saja itu semua jika dia sedang mood. Setiap hari ia tidak melewatkan waktu luang sedikit pun, ia memanfaatkan waktu luang untuk belajar berbagai pengetahuan.


Sayangnya hari ini dia sedang tidak mood untuk melakukannya. Sembari duduk di kursi belajar Evan berkata sesuatu di dalam hatinya.


"Entah kenapa hari ini aku benar-benar tidak mood untuk belajar, tidak seperti biasanya, apa aku harus memaksakannya saja. tapi tunggu Rahel pernah berkata waktu itu kepadaku jika, "Sesuatu yang di paksakan itu kadang tidak baik bagimu Evan", mungkin seperti itu kalau tidak salah."


Ketika Evan melamun dan berpikir untuk melakukan suatu hal agar dirinya kembali seperti semula, terdengar suara Sein yang memanggilnya.


Tok...tok..


Sembari berkata kepada Evan.


"Tuan muda apa kamu ada di dalam, aku Sein ingin menyampaikan sesuatu?" ucapnya.


Dalam hati Evan berkata.


"Itu suara Sein, dia bilang ingin menyampaikan sesuatu, hmm pas sekali, aku harap sesuatu yang menarik agar mood ku bisa kembali," pikir Evan.


"Ya, aku ada di dalam Sein kau masuklah" ujar Evan dengan senyum tipisnya.


Krekk..


Sein pun masuk dan duduk di samping Evan dan berkata.


"Jadi gini tuan muda aku akan menyampaikan sesuatu kepadamu bahwa..."


Di tengah percakapan terdengar suara handphone Evan yang berbunyi, lalu ia pun mengangkatnya.


Rupanya suara panggilan itu dari Lili adiknya.


"Maaf Sein,"


"Iya tidak apa-apa,"


Dalam sambungan ponsel.


"Ya, ada apa?" ucap Evan tanpa ekspresi.


"Hai kakak" ucap Lili agak teriak.


Seketika ekspresi wajah Evan berubah, ia pun menjawab dengan nada seorang Kakak.


"Ouh, tunggu Lili!!,ah maaf aku tidak melihat namamu tadi aku langsung saja mengangkatnya. ngomong-ngomong ada apa kamu menelpon kakak siang ini?" tanya Evan.


"Humph, kakak selalu saja seperti itu tidak memperhatikan adiknya sama sekali!" Lili yang cemberut.


"Hehehe maaf,"


Dalam hati Evan berkata.


"Aku memang kakak yang buruk sih,"


...****************...


"Aku ingin kakak menemaniku siang ini!"


"Menemanimu, tunggu bukanya kamu ada les siang ini?" Evan kaget mendengar ucapan Lili barusan.


Sein yang menunggu Evan selesai berbicara di handphonenya, tetap duduk dengan tenang sambil mendengarkan percakapan mereka.


"Aku tau hari ini aku ada les, tetapi guru bilang hari ini les di tiadakan karena Sekolah sedang ada rapat!" jelas Lili menjelaskan perihal ia yang memiliki waktu luang.


"Kenapa mendadak sekali. Baik-baik aku faham, tapi kalau misalnya kamu membohongi kakak, kakak akan menghukum mu ya!" tegas Evan dengan nada meninggi.


"Aku jujur tahu.., bagaimana kakak mau nemenin aku kan?"


Dalam hati Evan berkata.


"Jika aku pikir-pikir lagi, hmm hari ini aku sih senggang, tunggu dulu bukanya jam 15:00 aku mau berlatih dengan Hyouga,"


"Sayang sekali aku tidak bisa menemani mu Lili!, karena aku memiliki janji dengan seseorang," Evan menjelaskannya.


Dengan nada meninggi dan keras Lili berkata.


"Aku tidak peduli, pokonya kakak harus datang jam 14:00 titik?" ucap Lili sambil menutup panggilannya.


"Hallo Lili, Lili, aduh dia mala menutupnya, bagaimana ya, apa aku akan pergi dengan adikku atau berlatih dengan Hyouga. jika aku pikirkan maka seperti ini, pertama aku selalu ikut berlatih bersama dengan Hyouga setiap hari Kamis dan Jum'at, dan yang kedua adikku mengajak aku untuk pergi dengannya itu pun karena aku jarang bertemu," gumam Evan.


Saat Evan sedang mencari solusi Sein berkata kepadanya.


"Tuan jika aku boleh menyarangkan tuan muda lebih baik pergi bersama Lili, tuan tahukan kalau waktu ini adalah waktu yang pas sekali, hari ini dia mengajak tuan untuk menemaninya seperti yang tuan tahu ini adalah pertama kalinya dia mengajak tuan muda lho!" ucap Sein dengan senyum simpul.


"Benar juga, ini pertama kalinya dia berinisiatif mengajakku untuk pergi bersama, bukanya kita selalu bertengkar ya. bagi kami itu adalah hal yang sepele, di waktu setelah selesai bertengkar kami bahkan menikmati pertengkaran itu, aku selalu menganggap dia sebagai adikku sendiri walau dia sebenarnya bukan adik kandungku. kenapa aku mala mengingat masa kecilku hahaha membuang waktu saja, baiklah aku tahu apa yang harus aku pilih sekarang" ucap Evan dalam hatinya.

__ADS_1


Sein yang melihat Evan senyum-senyum sendiri, ia pun berinisiatif untuk menepuk pundaknya sehingga..


Puk..


"Ahhahh"


Ya Evan pun terkejut di buatnya.


...----------------...


Setelah berdandan rapi dan menyiapkan rencana. Evan pun diantar Sein ke tempat yang sudah Lili tentukan.


Di dalam mobil


"Oh ya, Sein katamu ada tempat bermain yang baru buka kemarin?, apa yang aku katakan benar," Evan bertanya kepada Sein.


"Hehehe, tentu saja tuan benar, bukannya informasi itu aku yang memberi tau, aku lihat di sosial media bahwa tempat itu mirip Taman hiburan. ada banyak permainan, aksesoris, dan banyak lagi, bahkan hari ini akan di adakan kuis disana!" jawab Hyouga yang sedang fokus dalam menyetir.


"Hmm itu menarik!, dengan kuis itu mood belajarku pasti akan kembali hhhahaha" ucap Evan dengan tertawa yang membuat Sein teringat sesuatu.


"Tertawa Evan mirip seperti Iori Yagami saja. itu karena dia lagi tidak mood, hmm aku harus mencatatnya," ucap Hyouga dalam hatinya.


Di perjalanan, Evan memberi tahukan saran tempat kunjungannya kepada Lili. Dengan mengirimkannya lokasi tempat Taman hiburan itu.


Tak lama Evan pun sampai dan bertemu dengan Lili di tempat yang sudah dia janjikan.


Lilin yang melihat kakaknya spontan langsung memeluknya.


"Kakak...."


Berlari kecil ke arah Evan dengan kemudian Lili memeluknya


"Akhirnya kakak menempati janji, aku berpikir bahwa kakak tidak akan datang!" ucap Lili yang terlihat sedih sesaat.


"Ya kakak menempatinya, tapi bisakah kamu melepaskan pelukanmu, mereka terlihat sedang mengawasi kita?" ucap Evan.


Sambil melepaskan pelukannya Lili berkata.


"Humph, aku kan masih ingin memeluk kakak lebih lama lagi. baiklah ayo kita ketempat rekomendasi kakak?" ucap Lilin dengan ekspresi cemberut.


"Hei, apa kau marah Lili?, ketika kamu marah kamu benar-benar imut ya," ucap Evan yang menggodanya.


Terlihat pipi Lili yang memerah di buatnya.


"Uhm, dasar kakak, aku tidak mau bicara dengan mu lagi!" ucap Lili yang berlari masuk ke mobil duluan.


Setelah semuanya siap Evan pun masuk ke dalam mobil untuk segera pergi ke tempat rekomendasi yang di bilang Sein.


"Baik kita akan berangkat sekarang!" ujar Sein sambil melirik ke arah Evan.


Dalam hati Evan berkata.


"Kenapa dia menatapku seperti itu, tunggu itu tatapan untuk memberi.."


"Humph" ucap Lili yang masih malu karena hal tadi.


Perjalanan menuju ke Taman hiburan pun di mulai.


...----------------...


Di tempat pelatihan karate peninggalan kakek Hyouga.


"Cuaca hari sangat bagus sekali, tidak mendung dan tidak terlalu terik, mungkin ini adalah hari pelatihan yang sangat bagus!" ucap Ayah Hyouga sambil menengadah ke langit.


"Benar sekali, hari ini sangat bagus untuk berlatih Yah!" ucap Hyouga membalas perkataan ayahnya.


Tempat pelatihan karate ini dulunya milik kakeknya Hyouga, beliau dulu suka mendidik anak-anak untuk belajar beladiri. Kakek Hyouga


dulu adalah seorang pekerja kantoran, ya karena beliau sudah memasuki usia senjanya maka beliau berniat untuk pensiun dari Kantor.


Dengan uang pensiunannya yang cukup untuk usia tuanya nanti, beliau pun berencana membangun tempat pelatihan berupa tempat beladiri karate, yang tak jauh dari rumahnya. Setelah beliau membangun nya, beliau menerima murid-murid dari berbagai tempat. Dan beliau sangat di hormati oleh para tetangga-tetangganya, sampai beliau tutup usia. Mereka yang mengenal dekat Kakek Hyouga pun berdatangan mengiringi peristirahatan terakhirnya. Beliau memberikan wasiat kepada Ayah Hyouga agar menjaga tempat peninggalan Ayahnya ini yaitu Tempat Pelatihan Karate.


...****************...


Di dalam mobil yang sedang dalam perjalanan menuju ke Taman Hiburan.


Dalam hati Evan berkata.


"Hey, dari tadi kenapa Lili tidak berbicara sepatah katapun, apa dia baik-baik saja, hmm sebaiknya aku bertanya padanya saja, itu jauh lebih baik," ucap Evan dalam hatinya.


"Hey, Lilia" ucap Evan sambil memegang tangan Lili sesaat.


Tak disangka lili kaget.

__ADS_1


"Ahhh, mmm ah maaf aku sedang melamun tadi!" ucapnya sambil memalingkan muka.


Sein yang mendengarnya terlihat tersenyum samar, sedangkan Evan melihat Lili, siapa tau dia sedang sakit.


"Lili apa kamu baik-baik saja jika kamu sakit atau semacamnya kita pulang saja ya, mungkin lain waktu kita bisa berkunjung ke sana!" ujar Evan.


"Enggak!, aku ngk sakit kok aku cuma kelelahan sedikit gara-gara di Sekolah tadi!" ucap Lili.


Dalam hati lili berkata.


"Mana mungkin aku memberitahu ya kalau aku masih memikirkan kejadian tadi,"


"Syukurlah kalau kamu baik-baik, ngomong-ngomong bagaimana dengan Sekolahmu Lili?" Tanya Evan yang menatap kearah Lili.


"Aku di Sekolah baik-baik saja kok!" ucap Lili berkata cepat dan masih malu.


"Ouh, begitu yah," ucap Evan sambil mengelus kepalanya.


Dalam hati Lilia berkata.


"Kenapa dia membicarakan itu, humph"


Dalam hati Evan juga berkata.


"Ya ampun kenapa aku mala jadi canggung sekarang, dia itu adikku, sadarlah Evan!"


Lilia bertanya kepada Evan juga.


"Oh ya kak kamu sudah punya pacar belum?" ucap Lili yang memandang Evan dengan serius serta menunggu jawaban darinya.


Dalam hati Evan berkata.


"Aduh, kenapa Lili menanyakan hal itu aku jadi mala semakin canggung saja. ah sial, aku berharap Sein dapat mengemudikan mobilnya dengan cepat,"


POV Author


Beberapa saat Evan terdiam di tidak bisa berkata, entahlah hari ini Evan agak sedikit aneh, bagaimana pendapatmu pembaca.


Melihat Evan yang agak tidak seperti biasanya, dan Sein yang membantunya memberikan jawaban kepada Lili serta membicarakan topik lain dengannya.


"Kayaknya kakakmu itu orang yang pilih-pilih ya, dia pasti belum memilikinya!" ucap Sein.


Lili pun terdiam karena perkataan Sein tadi.


"Oh, ya ngomong-ngomong aku akan menyampaikan suatu hal dari tuan besar!" ucap Sein.


Serentak mereka menjawab bersama.


"Dari ayah"


"Dari ayah"


"Ya, tuan besar mengatakan bahwa beliau akan pergi ke luar negeri besok selama seminggu. jadi dia menyampaikan padaku perihal hal tersebut agar aku bisa menyampaikannya kepada kalian, dia bilang "Evan kamu jangan nakal ketika ayah tidak di rumah dan jangan membuat ibumu khawatir", dan untuk lili "Lili malaikat kecilku kamu baik-baik ya di rumah jangan lupa untuk makan dan blala"nah seperti itu!" ucap Sein yang sesaat tadi berperan sebagai ayahnya Evan.


"Hah, dia bahkan masih menganggap aku anak kecil!" ucap Evan yang mengerutkan dahi.


"Terimakasih, aku pasti akan menuruti perkataan ayah,"


"Hey, Sein kamu tadi persis seperti ayah saja, bahkan ekspresi dan suaramu?, itu bagus jadi omongan ayahku langsung meresap ke badanku saja," ucap Evan.


"Kakak ini ada-ada saja,"


"Maafkan aku, sebenarnya dia menyuruhku untuk merekam pesannya tadi!" ucap Sein.


Kedua terlihat kompak lagi dalam merespon


"Apa"


"Apa"


"Hehehe, maaf, oh ya kau harus dengar kan ini Tuan muda?" ucap Sein sambil menyodorkan headset kepadanya.


Dalam headset.


"Evan tetaplah semangat dalam belajarmu dan jangan lupa untuk istirahat"


Evan pun terdiam dalam pikirannya dia terlihat memikirkan sesuatu.


...****************...


"Ia yang mengerjakan lebih dari apa yang dibayar pada suatu saat akan dibayar lebih dari apa yang ia kerjakan” - Napoleon Hill.


...Jangan lupa like dan Coment ya serta Share ke temen-temen....

__ADS_1


...Kritik dan saran sangat membantu bagi Author...


...agar karya ini menjadi lebih baik lagi....


__ADS_2