Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Menjalankan Rencana [Revisi]


__ADS_3

Setelah melewati beberapa ruangan, Evan berjalan menuju ke arah jalan yang akan Syria lalui. Syria dan Nick di tugaskan oleh priyan supaya menghadapi ancaman itu sendiri dilakukan oleh Evan. Rupanya priyan mengetahui akan ada penyusup yang masuk ke dalam bangunan.


Nick berkata kepada Trep yang sebenarnya adalah Syria.


"Trep, menurutmu ancaman seperti apa yang ada di aula sana, sampai-sampai priyan menugaskan pasukan elite untuk menangkapnya?" sambil melihat pasukan lain mendahuluinya.


"Entahlah, mungkin saja para pemberontak yang mau mengambil alih tempat ini!" kata Syria.


"Hmm, ada benarnya juga."


Dalam hati Syria berkata.


"Siapa yang secara terang-terangan melakukan hal tersebut, apa itu ulah dari ketiga bocah itu atau salah satu di antara mereka, jika benar maka rencana awal akan jadi kacau sekarang."


Sementara Ken yang masih di luar menemukan area tempat dimana helicopter di simpan, sebelumnya Ken melewati area yang waktu itu dikatakan olehnya kalau tempat tersebut tidaklah strategis. Tempat di mana para penjaga berlatih serta uji coba bahan peledak. Benar saja yang di katakan nya waktu itu tempat pelatihan yang ia singgahi tidak strategis.


Ken melewati semua itu dengan mudah, dia melakukan teknik penyusupan ala tentara-tentara dengan meniru benda di sekitar dengan bayangan, dia juga berkamuflase memanfaatkan keadaan sekitar, karena dia masih melihat ada beberapa penjaga yang mengawasi jadi teknik tersebut bisa menangkal pandangan mereka.


...****************...


Di waktu lain Hyouga.


Karena Hyouga menjatuhkan ranting, Hyouga akhirnya di ketahui oleh penjaga dari bawah. Mereka menembaki Hyouga dengan senjata api yang di pegang olehnya.


Dalam hati Hyouga berkata.


"Aku terlalu ceroboh, sampai menjatuhkan ranting!!" geram Hyouga.


Dor..Dorrr..Dorr (Suara tembakan)


Dalam keadaan itu Hyouga mencoba menghindari tembakan dari bawah dengan melompat dari satu pohon ke pohon lain yang jaraknya berbeda-beda.


"Hey, dia ternyata sangat lincah serangan demi serangan dariku tidak mengenainya sama sekali!" ucap Salah satu penembak dengan ekspresi marah dan terkejut.


Ada seseorang yang mengamati Hyouga dari bawah, dia adalah seorang assassin. Melihat Hyouga yang dapat menghindari serangan tembakan dari penjaga di bawah, seorang assassin itu sangat terkejut sampai dia yang menyaksikan merasa bahwa dia menemukan lawan yang menarik.


"Tak di sangka di dalam hutan seperti ini ada penyusup yang memiliki kemampuan yang menakjubkan, dia akan menjadi lawan aku nanti" sambil mengamati gerak-gerik Hyouga dengan senyum licik.


Seorang assassin tersebut di juluki The Mask


dia selalu menutup muka dengan berbagai topeng di setiap misinya, sehingga mendapat julukan The Mask si wajah topeng.


Ia berkata kepada penjaga lain supaya melepaskan penyusup itu(Hyouga), karena dia ingin sendiri yang menangkapnya. Permintaan itu lalu di turuti oleh penjaga lain, mereka pun berhenti menembaki Hyouga.


Hyouga yang merasa tidak di tembaki lagi oleh para penjaga di bawah, ia pun berkata.


"Kenapa mereka berhenti menembak?, jika kehabisan peluru itu mustahil akan ada dari mereka yang masih sempat menembak, kecuali ada seorang yang memerintahkan mereka untuk berhenti menembak," pikir Hyouga dalam hati.


Dengan cepat The Mask menuju ke atas dengan pedang di tangannya.


Tap... tap...


Hyouga mengamati sekitar tempat ia sekarang, namun ketika hendak menoleh kebelakang dia mendapati serangan The Mask.


Lalu Hyouga dengan lihainya menghindari serangan pedang dari The Mask yang menghunus langsung ke arahnya tadi.


Swosh...


"Hehehe, dia sangat cepat, ternyata layak menjadi lawan ku," ucap The Mask dalam hati.


Hyouga pun menyeimbangkan badannya karena serangan tiba-tiba tadi. Dengan cepat pula The Mask melancarkan serangannya lagi, Hyouga yang sudah antisipasi memasang gerakan kuda-kuda Bersiap.

__ADS_1


Serangan demi serangan pun di arahkan oleh The Mask kearah Hyouga.


"Dia sangat cepat memainkan pedangnya, kurasa aku harus mencari celah," ucap Hyouga dalam hati seraya mengamati pergerakan musuh.


"Hahaha, kau adalah lawan yang membuat ku bisa merasakan pertarungan yang sesungguhnya!" ucap The Mask sambil tertawa.


"Menurutku apa pertarungan ini bisa dikatakan adil dengan lawan yang mengunakan pedang dan di samping itu lawannya hanya dengan tangan kosong?" ucap Hyouga sambil menghindari serangan pedang The Mask.


"Kau pintar juga ya, bagi ku keadilan di dunia ini sudah tidak ada lagi dan jika itu ada akan kah dapat bertahan lama, sekarang ini kehidupan manusia sedang dalam masa kehancuran!!" ucap The Mask dengan lantang.


Hyouga hanya terdiam, lalu ia berkata setelah menghindari serangan The Mask selanjutnya.


"Kau benar, keadilan itu tidak akan lama bertahan, tetapi karena hal itu keadilan lah yang akan selalu menang!" ucap Hyouga membalikkan perkataan The Mask.


Mendengar hal itu The Mask tersenyum seraya berkata.


"Kedengarannya tabu bagiku, hiyaaa."


Jrash(Suara pedang yang menghancurkan ranting-ranting)


"Hahahaha."


Hyouga melihat salah satu penembak jitu yang bersiap menembaknya dengan sniper.


"Keadaannya semakin menyulitkan ku di sana ada penembak jitu yang sudah bersiap menembak sementara seorang assassin terus menyerang dengan gila, kurasa aku harus mengalahkan dia dulu secepatnya!" ucap Hyouga dalam hatinya.


"Apa kau takut sampai tidak bisa berkata lagi hah?" kata The Mask.


Serangan The Mask pada akhirnya memberikan celah bagi Hyouga untuk membalas serangannya. Hyouga dengan cepat menyerang The Mask dengan kakinya yang ke atas, di samping itu ia mendorong tubuh The Mask dengan jurus karate-nya.


Penembak jitu itu pun melontarkan tembakan bidikannya.


"tembakan pada jarak 1 km. Jarak tembaknya mencapai 900 meter dengan kecepatan peluru keluar dari laras (muzzle velocity) 800 hingga 810 meter per detik, itu adalah sniper yang sangat berbahaya." ujar Hyouga


"Apakah tembakan tadi mengenainya?" tanya salah satu penjaga yang ada di bawah.


"Menurutku belum, aku sempat melihatnya menghindari peluru dan dia langsung bersembunyi di pohon itu, kita bisa saja langsung menyerangnya hanya saja menunggu perintah priyan!" ucap James yang menjelaskan secara rinci kepada penjaga lain.


"Sebenarnya siapa dia? kenapa bisa begitu lihai menghindari serangan The Mask maupun peluru tadi?" ucap K.L (nama samaran).


"Itu karena mereka semua payah, bahkan The Mask saja di kalahkan dengan mudah olehnya!" ucap Mesy kesal, perempuan yang ahli dalam bela diri.


Dalam keadaan tersebut Hyouga hanya bisa mengandalkan keberuntungannya, dan dia pun masih memperban luka goresan peluru di bahunya tersebut. Sementara The Mask yang tadi di dorongan dengan sekali serangan jatuh di ranting bawah lalu tertutup dedaunan. Hyouga pun tidak tahu apakah dia masih akan menyerangnya atau tidak.


"Ternyata dia pintar sekali mencari celah, aku akan melihatnya dulu sebentar," Dalam hati The Mask berkata.


"Dalam kondisi seperti ini aku harus mempertaruhkan semuanya dan jangan sampai lengah untuk yang kedua kalinya!, kurasa sudah cukup untuk pemanasan-nya," ucap Hyouga dalam hati.


Para penjaga dan penembak jitu sedang menunggu kemunculan Hyouga, sementara para ahli beladiri bersiap untuk segala situasi yang bisa saja terjadi.


...****************...


Waktu itu Sein berhasil mengalahkan 4 orang yang mengikutinya dan berhasil menyisahkan satu orang lagi yaitu Vin, dia selama ini hanya menyaksikan temannya bertarung melawan Sein saja.


Setelah semuanya yang mengeroyok di kalahkan. Sein mendekati Vin, lalu ia pun memegang erat bahan baju di bawah leher Vin.


"Sebaiknya kamu mengatakan dengan jujur siapa yang menyuruhmu?, jika tidak, aku sendiri yang akan membuatmu mengatakan!" ucap Sein yang mengancamnya.


"Baiklah, orang itu bernama Franlate seorang yang menjalankan bisnis rahasia di daerah ini!, dia juga memiliki koneksi dengan pembisnis yang menggunakan helicopter itu sebagai pembawa barang pesanan maupun persenjataan!" terang Vin dengan jelas.


"Tapi apa kamu mengetahui tempat atau markas pembisnis yang menggunakan helicopter itu?" tanya Sein kembali.

__ADS_1


"Aku sudah mengetahuinya!, itu karena aku adalah anak dari pembisnis yang bekerjasama dengan Ayahku!" jawab Vin.


"Jika benar, kenapa kamu berada di pihak lain dan tidak pada pihak mu yang seharusnya, apa kamu sedang merencanakan sesuatu?" ucap Sein meninggikan suaranya.


"Untuk itu, aku melakukannya karena mereka menahan Ayahku dia bernama Patansaa. sampai sekarang Ayahku di tahan disana untuk di pekerjakan sebagai otak untuk memajukan bisnis gelap, jika kamu ingin tau bos dari tempat mereka berasal dia bernama Peruchen dia sangat pintar bahkan memperalat Ayahku pada kejadian 12 Maret 2009 peledakan pabrik gas?" ucap Vin dengan ekspresi dan suasana hati yang berubah-ubah.


"Aku sebenarnya terkejut, dengan beberapa hal yang kamu beritahu, hanya saja aku harus memperhatikan beberapa hal tersebut, satu hal kenapa kamu memilih untuk memberitahu semua itu kepadaku, pasti bukan karena ancaman tadi bukan?" ujar Sein memainkan argumen.


"Tentu saja bukan, semua itu karena temanku dia mengetahui suatu rahasia dan memberi tahuku bahwa sekarang Evan dan temannya sedang menjalankan misi tingkat tinggi!"


Sein tertegun sambil berpikir dalam pikirannya.


Vin melanjutkan.


"Biar aku beritahu, sekarang mungkin mereka dalam bahaya dan jika kita tidak membantunya maka hal buruk bisa saja terjadi, sekali pun mereka adalah orang yang memiliki talenta luar biasa. dan alasan aku memberitahu kepadamu karena aku sudah tau tujuan kita sama, sekarang kita bisa bekerjasama untuk menangkap orang jahat itu!" ujar Vin dengan lugas dan kepercayaan diri.


"Ucapanmu terdengar menguntungkan bagi kedua belah pihak, jadi aku setuju kita bekerja sama menangkap penjahat itu, aku hanya tidak menyangka kamu memalsukan identitas anak dari keluarga Patansaa supaya dapat mengambil alih pasukan Franlate?" ucap Sein.


"Hehe, aku kira tidak akan ada yang mengetahui rencana ku tapi aku salah, selain itu aku juga menangkapnya juga bukan, lebih tepatnya mengiring Franlate ke penjara untuk menebus segala kejahatannya," balas Vin.


Mereka pun sekarang bekerjasama, lalu berencana mengambil alih pasukan Franlate. Selanjutnya pergi untuk membantu Evan dan yang lainnya secepat mungkin.


...****************...


Para penjaga yang sudah sampai di aula langsung menyerang Evan, Evan hanya menunggu mereka mendekatinya. Dengan seni bela diri yang di miliknya Evan mengelak serangan dari penjaga yang menyerangnya dengan cepat. Baginya itu adalah hal yang mudah sekali menyerang para penjaga yang mendekatinya, hingga semua penjaga di buat tumbang.


Di saat itu para penjaga yang membawa senjata di tangannya datang dan mengarahkan senjatanya kepada Evan hingga membuatnya Evan terdiam.


Tak kala priyan pun sampai di aula beserta para penjaga lainnya. Syria dan Nick pun juga ada di sana.


"Ternyata Evan yang membuat keributan di sini, tapi kenapa? bukannya rencananya tidak seperti ini, apa dia memiliki maksud lain?" ucap Syria dalam hati.


"Rupanya hanya seorang bocah ya, tetapi kamu mampu mengalahkan beberapa penjaga hanya dengan tangan kosong, sungguh luar biasa, kendati demikian sekarang kamu tidak bisa berbuat apa-apa lagi jadi aku akan memberimu dua pilihan. pertama menyerah dan menjadi pasukan khusus kami, segala yang kau mau apa pun itu bisa kami penuhi dan itu adalah pilihan yang bagus, kedua melawan, pilihan tersebut bisa kamu pilih hanya saja akan menyulitkan serta membahayakan mu!" ujar Priyan dengan senyuman di akhir katanya, dia memberikan pilihan kepada Evan.


Syria diam dan memperhatikan hal yang akan Evan lakukan selanjutnya.


"Delapan orang dengan senjata di tangannya!, kurasa aku harus meminum ramuan Sains ku," ucap Evan dalam hatinya.


"Baiklah, aku memilih melawan!" tegas Evan.


Dengan cepat ia meminum ramuan Sainsnya.


"Apa yang dia minum tadi?" ucap Priyan dalam hati.


Evan pun melangkah maju kedepan, supaya dapat menyerang penjaga bersenjata terlebih dahulu.


Dorr...Dorr...Dor... (Suara tembakan)


Peluru pun mengarah ke arah Evan, bersamaan dengan gerakan Evan tadi membuat Priyan terkejut di buatnya maupun para penjaga.


Peluru-peluru itu berhasil Evan hindari berkat ramuan Sains yang di minumnya, sebagian para penjaga ada yang tertegun ada juga yang bersiap untuk menembaki Evan lagi. Namun sayangnya Evan sudah dekat dengan mereka yang pada akhirnya Evan menghajar para penjaga yang akan menembakinya dengan berbagai teknik serangan.


Priyan agak cemas dia terus melihat Evan yang beraksi menghajar bawahannya.


"Menurut mu dia bisa bertahan lama tidak?" tanya Priyan kepada penjaga yang di sampingnya.


"Sepertinya..., aku menduga dia mengunakan semacam obat yang dapat membuatnya bisa melakukan aksi itu, aku 100% yakin akan ada dimana dia kehilangan kemampuan tersebut!" jawabnya sambil memperhatikan Evan bertarung.


"Tepat sekali, dia tidak akan lama bertahan. aku ingin kau menangkap dia hidup-hidup!, dia bisa menjadi aset yang sangat berharga," melihat ke arah Evan.


"Baiklah, aku akan mengunakan senjata bius, tetapi selanjutnya...?" ucapnya menoleh kebelakang.

__ADS_1


Penjaga bersenjata sudah di lumpuhkan oleh Evan dia pun menuju ke arah Priyan yang terlihat melangkahkan kaki maju kedepan.


__ADS_2