Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Yang Mengejutkan [Revisi]


__ADS_3

Hari ini cuacanya agak mendung akan tetapi Evan tetap saja menjalankan misinya seperti biasa. Di karenakan hari Kamis ini ada uji coba Sains di Sekolahnya, tak kala Evan berusaha mengejar waktu supaya dapat menyelesaikan misi kali ini dengan cepat.


Sekarang Evan dan yang lain menuju ke TKP pembunuhan, TKP bekas korban pertama yang di temukan di rumah kosong yang saat ini mereka datangi. Korban pembunuhan tersebut bernama Izumi Konoka berusia 20 tahun seorang Mahasiswa.


"Tepat disini korban ditemukan, dan dari info yang aku dapat si pelaku sempat mengejar korbannya yang akhirnya korban tertangkap, lalu di bunuh olehnya, setelah itupun di bawa kemari!" jelas Ken memberi tahu.


Evan memegang dagunya bersamaan dengan berpikir dan berkata.


"Benar sekali, korban ditemukan di ruangan ini, lebih tepatnya di sebuah sofa, entah mengapa sofa bekas korban masih tertata rapi disini, bahkan bertahun-tahun pun masih terlihat sama," pikir Evan.


"Apa kalian akan mencari petunjuknya disini, bukannya lebih baik kita menyelidiki kasus pembunuhan yang kemarin-kemarin, disini mungkin barang bukti dan petunjuk sudah di ambil oleh polisi!" sela Bas.


"Menurutku kasus pembunuhan pertama ini sangatlah menarik, aku rasa ada yang aneh walaupun di pembunuhan pertamanya mengenai sidik jari pelaku. biar ku perjelas, ada dua kesimpulan yang mengarah. pertama seorang yang baru pertama kali membunuh dalam hidupnya pasti akan melakukan sesuatu kelalaian artinya masih belum cukup hal untuk menutupi kejahatannya setelah membunuh korbannya, yang kedua jika saja si pelaku sudah merencanakan pembunuhan yang akan dilakukan olehnya sejak awal, maka setiap barang bukti dan kecurigaan lain yang mengarah kepadanya sudah teratasi!" ucap Evan penuh dengan arti.


"Lalu bagaiman dengan pembunuhan gadis berumur 20 tahun itu?" tanya Bas.


"Aku rasa pembunuhan pertama ini sangatlah strategis, aku menduga jika dia mengunakan cairan khusus yang dapat menghilangkan sidik jari di tubuh korban maupun di benda-benda, jadi kesimpulannya si pelaku sudah merencanakan pembunuhan pertamanya dari awal, polisi juga mengatakan barang buktinya cuma rambut, itu pun bukan dari rambut si pelaku maupun korbannya!" ucap Evan panjang lebar.


"Apa kamu yakin Ev?, pembunuhan di rumah ini adalah pembunuh pertamanya?" tanya Ken.


"Ya, karena sebelumnya tidak ada berita yang menyiarkan orang hilang sampai pembunuhan keji ini terjadi!" jawab Evan.


"Lalu kenapa kau menduga dia mengunakan sesuatu cairan untuk menghilangkan jejak sidik jarinya?" tanya kembali Bas.


"Dari hasil forensik di temukan!, suatu zat yang di duga dapat menghilangkan sidik jari, namun tidak terlalu berfungsi selalu, dan di setiap pembunuhan yang dilakukan si pelaku tidak ditemukan sidik jari pada korban maupun pada barang bukti yang pernah di temukan!" ucap Evan yang agak berusaha berpikir keras mencari sebuah kesimpulan.


"Ternyata dia lebih pintar dari yang kita kira, tapi kenapa ya sidik jarinya tidak dapat di temukan," gumam Ken.


Mendengar gumam Ken tadi Evan jadi kepikiran akan sesuatu.

__ADS_1


"Jadi seperti itu," ucap Evan dalam hatinya karena ia memahami sesuatu.


"Hey Bas, apa kamu pernah melihat Kakakmu menjatuhkan sebuah gelas maupun benda licin yang dia pegang?" tanya Evan.


Pertanyaan itu membuat Ken dan Bas bingung, sementara Hyouga terlihat datar dengan ekspresinya, dia sendiri mungkin sedang fokus.


"Evan mengapa kamu menanyakan hal seperti itu, apa ada hubungannya dengan kasus pembunuhan?" tanya Ken karena kebingungan.


Tapi Evan tidak menjawabnya. Lalu Bas berkata.


"Sebenarnya aku sering mendengar Kakak menjatuhkan sesuatu dulu, ketika kedua orang tuaku masih ada. sewaktu mencuci Kakak sering memecahkan gelas dan piring, hal tersebut membuat Ibu menyarankan agar kakak tidak mencuci piring lagi. saat setelah hal tersebut terjadi berulang-ulang dan kakak tidak mencuci piring lagi, Ibu jadi yang menggantikannya mencuci, tapi bukan hanya itu kadang Kakak pernah melakukan hal yang sama pada benda yang berbeda!" jawab Bas.


"Jadi apa kesimpulan yang kau dapat Evan?" tanya Hyouga dia menoleh ke arah Evan.


"Kalian taukan fungsi lain dari sidik jari itu apa?, selain digunakan untuk mengetahui identitas sidik jari juga dapat berfungsi untuk penambah gaya gesek ketika memegang suatu objek- objek dan identifikasi efektif seorang individu. dari hal tadi yang sudah di terangkan oleh Bas menunjukkan bahwa kakaknya kehilangan fungsi dari sidik jarinya yang membuatnya tidak memiliki sidik jari atau kehilangan gaya gesek pada saat memegang sesuatu!" jelas Evan.


"Tunggu itu berarti Kakakku yang selalu memecahkan gelas ada hubungannya dengan hal yang kau katakan tadi?" tanya Bas.


"Benar sekali, dengan adanya sidik jari seseorang bisa memegang benda lebih erat, itu sebabnya seseorang yang kehilangan sidik jarinya rentan jika memegang benda yang licin seperti gelas kaca, gelas bisa jatuh jika tidak ada tangan lain yang menyangganya atau lebih tepatnya kakakmu mengidap kelainan Adermatoglyphia dimana kelainan ini memungkinkan seseorang tidak memiliki sidik jari!" imbuh Evan.


Ken dan Hyouga pun terkejut.


"Bukannya seseorang memiliki banyak sidik jari apa dengan mengidap kelainan tersebut semua sidik jari di jari kita tidak ada sama sekali?" tanya Ken.


"Tergantung seberapa tinggi tingkat kelainan itu, tapi untuk kasus pembunuhan tersebut tidak di temukan sama sekali sidik jari yang mengarah ke pelaku dan dari informasi yang dikatakan Bas, menyimpulkan jika kakaknya tidak memiliki sidik jari di semua jarinya!" ucap Evan yang kembali ke topik awal.


"Aku tidak tahu mengapa kakak mengidap kelainan tersebut, yang aku tau waktu itu Ayah dan Ibu sangat khawatir kepadanya, lalu berniat akan membawa kakak ke rumah sakit, namun karena alasan Kakak membuat niatan kedua orang tua ku sirna!" ucap Bas.


"Harusnya kamu konsultasikan ke dokter!" saran Hyouga.

__ADS_1


"Hehehe, aku tidak menduganya!" sahut Bas.


"Baiklah, mengenai cairan yang di temukan pada saat hasil forensik itu memang benar cairan yang berfungsi untuk menghilangkan bekas sidik jari, namun si pelaku memanfaatkannya untuk menutupi identitasnya, dia hanya membawanya untuk digunakan sebagai suatu alibi!" ucap Evan.


"Hmm, masuk akal juga," ucap Ken sambil berpikir dalam hatinya.


"Bukannya tadi kamu mengejek Evan karena bertanya kepada Bas mengenai hal yang menjadi kesimpulan!" ejek Hyouga.


...****************...


Mereka pun kembali mencari petunjuk di tempat TKP tersebut. Walaupun sudah 4 tahun berlalu tapi mereka berharap masih dapat menemukan suatu petunjuk yang tertinggal.


Bas melihat dari jendela, terlihat awan Kumulonimbus yang sangat tebal dan akan terjadi hujan yang sangat deras, saat itu jam 15:25.


"Kawan, sebaiknya kita pulang terlebih dahulu, soalnya akan terjadi hujan, perkiraan ku hujannya akan deras!" saran Bas.


Tapi setelahnya Bas berkata demikian hujan pun turun.


Dresssshh...


Hujan turun begitu lebat disertai guntur.


Jdarrr..


"Ya sudah hujan, harusnya dari tadi kamu mengatakannya!" ucap Ken.


"Maaf, aku baru melihatnya jendela!" ucap Bas sambil menggaruk rambutnya yang tak gatal.


"Hujannya sangat deras!, kurasa cuaca tidak memihak kita," gumam Hyouga.

__ADS_1


__ADS_2