
Beberapa hari kemudian.
Malam ini Evan tidak bisa tidur karena kepikiran terus soal Syria. Evan bahkan tidak menyangka jika suatu saat nanti dia akan bertemu kembali dengan Syria, dalam situasi yang bisa di katakan dapat membahayakannya.
Padahal malam ini suasananya sangat sejuk akibat dinginnya malam, di tambah gerimis kecil yang dapat menenangkan.Tapi sayang Evan masih belum bisa tidur sampai sekarang.
"Apa yang kakek katakan waktu itu ternyata benar!, Syria rupanya masuk ke dalam organisasi misterius yang ada hubungannya dengan peledakan-peledakan bom yang terjadi."
"Tapi..., jika aku ingat-ingat. sebelum aku berpisah dengannya dia sempat memberikan ku nomor ponselnya."
"Ah, itu dia!"
Saat ini Evan kembali ke rumahnya karena memang sudah selesai di renovasi. Evan baru pindah kemarin karena terlalu lelah sehabis liburan.
...****************...
Demi menemani malamnya yang sunyi Evan kini membaca buku, lanjutan dari bab yang sebelumnya ia baca. Lalu setelah di rasa mulai mengantuk Evan menyempatkan dirinya untuk pergi ke dapur, di sana ia sedang meminum susu hangat agar tidurnya nyenyak.
Saat Evan beranjak pergi dan meninggalkan dapur, tidak di sangka dia di kaget kan dengan kemunculan Lili yang tiba-tiba di hadapannya. Kesannya mengagetkan karena Lili muncul dari arah samping.
Jreng.
"Huh!!"
"Eh, kakak masih belum tidur?" ucap Lili sambil mengusap mata karena ada rasa kantuk.
"Justru aku yang harusnya tanya begitu!"
"Mmm, aku mau ke kamar mandi Kak..."
"Ouh."
Evan tetap diam, sedangkan Lili melanjutkan langkahnya dan masuk ke dapur.
"Kamu sebenarnya salah tempat Lili?"
Langkah Lili pun terhenti.
"Kamar mandi tempatnya di sana!" ucap Evan yang memberi tahu Lili kalau dia salah menuju tempat.
Mungkin saking ngantuk nya sehingga Lili salah masuk kamar dan mala akan masuk ke dapur market.
Lili mendengar apa yang Evan ucapkan. Namun Lili tidak berkata lagi.
Sampai di kamar Evan langsung berbaring di tempat tidurnya. Hingga akhirnya mata Evan terasa berat lalu ia pun tidur.
...****************...
POV Lili
Hari ini sangat melelahkan sekali, padahal aku sangat menikmatinya. Liburan bersama dengan teman-teman ke suatu tempat.
Sungguh, momen yang nggak bakalan aku lupain sampai kapanpun.
Tapi... setelah pulang liburan malamnya aku tidak bisa tidur. Mala aku yang memaksa agar mata ku cepat-cepat mengantuk.
__ADS_1
Karena aku gigih supaya tidur tidak melewati batas jadwal aku pun mengikuti kiat agar cepat tidur yang aku cari di mesin pencarian online.
tik.tik.tik.
Aku mengetik nya agak cepat sedikit. Lalu setelah aku telusuri akhirnya aku mendapatkannya, kiat cepat tidur.
Satu demi satu aku lakukan tapi nyatanya tidak ada yang berhasil membuatku mengantuk sama sekali. Padahal kan malam ini sangat nikmat untuk seseorang tidur, uuh... memikirkannya saja sudah bikin aku kesal.
Lalu muncul sebuah ide di kepalaku, yang bisa juga di katakan sebagai kenangan sih. Waktu itu aku tidur bersama Kakak, yang saat itu sedang terjadi hujan deras disertai petir.
Saat itu aku pergi ke kamar kakak hanya untuk menghilangkan rasa takutku kepada suara petir dan karena aku..., udahlah aku mala asyik-asyiknya bercerita.
Tidak kehabisan akal, aku pun melakukan hal yang sama seperti dulu hanya saja sekarang mungkin akan berbeda.
Aku lalu pergi ke kamar kakak, karena pintunya tidak di kunci aku pun langsung masuk saja. Tapi ketika aku membuka pintu kamar kakak tidak ada.
"Lho Kakak kok nga ada?"
Muncul perasaan canggung yang membuat ku jadi memutuskan untuk pergi, sebelum Kakak datang kemari.
Untuk menyelesaikan kiat terakhir, yaitu meminum susu sebelum tidur. Aku pun pergi ke dapur.
Dan tidak di sangka aku mala ketemu kakak di dapur.
Aku malu untuk mengatakan kepada kakak kalau aku tidak susah tidur, jadi aku berpura-pura mengantuk dan salah masuk tempat.
Setelah minum susu aku pun kembali, hingga beberapa menit berlalu. Tapi tetap saja mataku belum mengantuk sama sekali.
Sampai akhirnya aku tidur di kamar kakak.
...****************...
Di meja makan.
Di sana sudah ada Ayah dan Lili, terlihat mereka berdua sedang bercakap-cakap.
Dan terlihat juga pengurus rumah yang
lalu lalang menyajikan menu sarapan.
...****************...
Saat Evan bangun dia seakan menyadari sesuatu yang berbeda, Evan mencium bau parfum di kasurnya.
"Sepertinya aku mengenali bau parfum ini."
Selesai mandi dan berpakaian rapi Evan pun menuju ke meja makan. Ia sarapan bersama Ayah dan adiknya.
Di pinggir kolam renang Evan duduk di kursi yang telah di sediakan. Lalu di saat itu juga ada yang menelpon Evan. Evan pun menjawabnya.
"Ya, kek ada apa?"
"Untuk yang kakek bicara kemarin kamu masih mengingatnyakan!"
"Iya aku masih."
__ADS_1
"Ingat itu!, kakek melarang kamu untuk terlibat di organisasi misterius itu dan jangan mencari tau informasi lebih detail," tegas kakek Evan yang melarang cucunya untuk terlibat di misi kali ini.
"Iya kek aku mengerti!"
"Ya sudah kakek tutup dulu ya?"
"Ya kek."
Tut...Tut...
Kali ini Evan dilarang oleh kakeknya untuk terlibat di misi penumpasan organisasi misterius.
Alasannya karena, misi kali ini sangat berbahaya dibandingkan misi ketika di hutan Dark forest.
Lalu Evan mengirimkan pesan chat kepada Hyouga dan juga Ken.
Sedang mengetik tiba-tiba Lili datang dan mengangetkan Evan lagi. Karena dia menyentuh punggung Evan dari belakang.
"Ngapain Kak?"
"Biasa..., kakak hanya bersantai sebentar di sini," Evan menjawab Lili tapi Ia masih fokus ke layar ponselnya.
"Kak kita renang yuk..."
"Huh?"
"Uhm..., aku mau belajar renang kak!"
"Gitu ya, oke kakak akan memanggil pelatih renang sebentar!"
"Ngak usah kak!"
"Kenapa?, bukannya kamu mau belajar renang."
"Aku mau kakak yang ajarin," ucap Lili dengan ekspresi malu.
Mendengarnya Evan jadi merasa malu hingga membuat wajahnya memerah.
"Mana mungkin!, kita kan udah..."
"Please kak...!, aku ngak mau buang-buang uang hanya untuk menyewa pelatih renang," ucap Lili sambil menyentuh lengan Evan.
"Benar juga apa yang di katakan Lili!, menyewa pelatih renang sama saja dengan pemborosan. aku kan lumayan pandai dalam berenang," ucap Evan dalam hatinya.
"Baik kakak akan mengajarimu!, mumpung saat ini masih liburan."
"Ya udah aku ganti baju dulu!"
"Ya, silahkan."
Lili pergi meninggalkan Evan untuk berganti baju.
Setelah Lili pergi Evan berkata dalam hatinya.
"Meski agak memalukan tapi Lili adalah adikku aku harus memberikan dia ajaran yang baik."
__ADS_1
Beberapa menit kemudian.
Lili pun sudah berganti baju dan memakai pakaian renang.