
Evan masih di ruang BK dan tidak ikut mata pelajaran ketiganya, karena sedang dalam proses konseling.
"Itu bisa dianggap point penting jika Evan tidak menaruhnya setelah jam pelajaran pertama!"Ucap Pak Nobu.
"Maaf pak, yang aku tau setelah jam pelajaran pertama selesai dan di ganti dengan pelajaran olahraga, lalu sesudah semua siswa sudah semua mengenakan baju olahraga, kelas sudah di tutup sampai jam istirahat!"Ucap Evan.
"Lalu saya sendiri baru masuk kelas lagi saat bel berbunyi dan akan menuju ke kelas!"Ucap Evan.
"Hmm, baik sepertinya kita butuh sanksi dan juga pelapor serta siswa yang menemukan minuman keras itu atau yang membuka tasmu, pak Nobu bisakah bapak memanggil mereka?"Ucap Pak Ayano.
"Iya, pak kebetulan saya sedang akan mengajar di kelas B!"Ucap pak Nobu.
...****************...
Beberapa menit kemudian, sanksi, pelapor dan juga penemu sudah di panggil ke ruang BK.
Ada Sakamori dari kelas 12 A sebagai siswa yang menemukan minuman alkohol di tas Evan.
Lalu ada Rio dari kelas 12 A sebagai sanksi bersama dengan Eri.
Terakhir si pelapor dari kelas 12 F Hajiko.
Karena mereka sudah ada disana Evan berkesempatan untuk membela diri dengan bebas menanyakan sesuatu hal kepada mereka yang di panggil.
"Baik, pertama aku akan bertanya kepada para sanksi, jika pada pukul 09:54 kalian mencium bau alkohol berarti pada saat itu kalian masih belum menyadari bahwa alkohol ada di tasku bukan?"Ucap Evan.
Eri langsung menjawabnya.
"Kurang lebih 20 menit aku baru menyadarinya, saat itu kelas kembali di buka dan yang membuka adalah Rio, lalu setelah aku dan Rio masuklah Sakamori yang sampai di kelas dan duduk di bangku sebelah Evan!"Ucap Eri.
__ADS_1
"Memang benar saya sendiri yang membuka pintu kelas, yang pada saat itu kelas masih sepi setelah di buka, lalu tak lama di jam 09:54 saya juga mencium bau alkohol padahal pertama aku masuk kelas hanya samar-samar saja aku mencium bau alkohol sama sekali!"Ucap Rio.
"Penjelasan kalian memastikan bahwa Evan tidak bersalah, karena pada jam 09:30 kurang lebih begitu Evan belum ada di kelas dan jika Evan menaruhnya pada saat itu maka pasti di antara kalian ada yang mengetahui jika Evan masuk kelas!"Ucap Pak Ayano.
"Iya, pak aku juga memastikan Evan tidak bersalah dia pasti di jebak oleh seseorang, aku dari awal masuk kelas sampai bel tidak melihat Evan!"Ucap Sakamori.
Pak Ayano serta guru konseling lain sedang membicarakan sesuatu hal di ruangan.
setelah keluar mereka mendapatkan kesimpulan, jika Evan tidak bersalah. Sebelumnya saat Pak Nobu memanggil mereka Evan sudah menjelaskan rencananya kepada pak Ayano.
Kesimpulan tersebut di dapat dari waktu si pelapor.
Saat itu Evan bertanya lagi kepada Sakamori pukul berapa dia membuka tas, Sakamori berkata pada pukul 10:00 dan Evan bertanya kepada pelapor kapan dia melaporkan bahwa Evan membawa barang tersebut. Dia menjawabnya pada pukul 09:58.
Dari jawaban tersebut guru konseling memastikan lagi bahwa, Evan sudah di jebak oleh seseorang dan kunci dari penjebakan itu merujuk kepada si pelapor. Dia tidak mengetahui tas tersebut berisi minuman beralkohol pada saat dia belum melapor, di tambah dia juga tidak mencium sama sekali bau alkohol di dekat tempat duduk Evan, karena dia sendiri tidak masuk ke kelas di hanya mendapatkan kabar pada jam 09:55 jika ada seseorang siswa dari kelas Evan yang keluar setelah mencium bau sesuatu.
Pada saat melapor di jam 09:58 dia menjelaskan secara rinci detailnya kepada pak Ayano. Padahal pada saat ia melapor, Sakamori belum membuka tas Evan yang berisi minuman alkohol tersebut.
Namun dia menyangkalnya dia berkata jika dia tidak menaruh minuman keras itu, bagaimana dia melakukannya. Pokoknya dia menjelaskannya dengan dalih yang tidak dapat di lawan.
Evan berkata kepadanya.
"Mungkin kamu bukanlah yang menaruh minuman alkohol itu kedalam tasku!"Ucap Evan.
"Benar sekali, mana mungkin aku yang menaruhnya!"Ucap Hajiko si pelapor.
"Iya, tapi kamu berhubungan dengan si pelaku yang merupakan otak di balik tindakanmu itu, sudah jelas apa yang pak Ayano bilang, deduksi yang merujuk kepadamu pasti menuntun kita langsung ke pelaku sebenarnya, bagaimana apa kamu mau mengatakan yang sebenarnya?Ucap Evan.
"Mana mungkin aku mengatakannya, Kelin pasti akan melakukan sesuatu kepadaku, dalam hal ini aku harus pandai memainkan siasat."Ucap Hajiko dalam hatinya.
__ADS_1
Saat itu Bu Chi memeriksa CCTV dan terungkap bukti darinya, waktu pelapor ketika menjelaskan isi tas Evan tidak sesuai dengan jam Sakamori membuka tas. Saat itu pelapor berlari menuju ruang BK.
Hajiko pun seakan terpuruk dalam tindakannya itu, dia pun diam dan tidak berkata lagi.
"Sekarang tinggal mencari tahu siapa yang menyuruhmu melakukan tindakan ini, coba kamu beritahu?"Ucap pak Nobu.
"Sial, pada saat ini siasat tidak akan mempengaruhinya ini adalah kesalahan ku, karena terlalu terburu-buru untuk melapor sampai melupakan hal kecil itu, aku ingat Kelin berkata " Jika rencana ini berhasil dan tetap di ketahui tapi semua sudah kau lakukan dengan baik, maka aku akan bertanggung jawab, namun jika berhasil dan ada sedikit jejak yang di tinggalkan oleh mu, maka aku tidak akan ikut campur, ingat jika kamu melaporkannya langsung ke guru maka aku akan..." baiklah aku akan mengakuinya saja jika aku yang menaruhnya, sial aku pasti di skor "Ucap Hajiko dalam hatinya.
"Hey, apa kamu mendengarkan ku, jawab jangan diam saja!"Ucap pak Nobu.
"Iyaa..pak, saya mengaku jika saya yang menaruh minuman alkohol ke dalam tas Evan!"Ucapnya dengan nada agak meninggi dan wajah sedikit berkeringat.
"Tunggu, kapan kamu menaruhnya kunci kelas kan hanya aku dan Hani yang tau, di jam aku masuk sampai jam 10:00 kamu juga tidak ada di dalam kelas A!"Ucap Rio.
"Kecuali dia sempat meminjam kunci kepada Hani untuk membuka kelas saat jam pelajaran olahraga, kurasa kita harus bertanya langsung ke Hani?"Ucap Sakamori.
Dari awal Evan memang membiarkan Hajiko supaya dia terus berbohong. Pak Ayano juga mengetahui strategi Evan itu.
Dan beberapa menit kemudian, Hani datang untuk menjelaskan semuanya. Lalu dia mengaku tidak pernah meminjamkan kunci kepada kelas lain pada saat jam olahraga.
Sebelumnya Hajiko sempat berbohong jika dia meminjam kunci dari Hani untuk membuka pintu kelas. Bagaimanapun dia tetap tersudutkan, karena terlalu cepat untuk mengambil keputusan.
"Dasar ternyata kamu berkomplot dengan si pelaku untuk menjebak Evan!"Ucap Rio dengan ekspresi marah dan hampir melayangkan pukulan kepada Hajiko.
Pak Nobu pun menenangkan Rio, sekarang kebohongan Hajiko sudah di ketahui semua orang yang ada di ruang BK yang menyaksikan.
"Dia adalah korban dari si pelaku, mungkin saja dia ancam akan sesuatu sehingga mengharuskan dia untuk tetap mengelak tuduhan yang merujuk kepadanya, kebohongannya juga menggambarkan saksi bisu!"Ucap Evan.
Evan memutuskan untuk mencari otak di balik penuduhan kepadanya, bersama dengan Sakamori, Rio, dan juga Eri.
__ADS_1
Hajiko pun tetap di ruangan BK menunggu dan di periksa lebih dalam lagi oleh guru BK.