Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Beberapa Hari yang Lalu


__ADS_3

Di sebuah kamar di dalam rumah sakit, terlihat seseorang yang sedang menceritakan kisah-kisah yang ia baca dari buku di depannya. Terlihat juga seorang lelaki muda yang terbaring di kasur tersebut, dia dalam kondisi tertidur.


Kabarnya dari salah satu suster di sana mengatakan, jika pria yang terlihat membacakan cerita atau kisah tadi memang sudah lama melakukannya, melakukan hal tersebut dengan membacakan buku. Layaknya rutinitas kesehariannya.


Lalu suster lain juga mengatakan bahwa pria itu selalu berada di sana sepanjang hari. Dengan membacakan kisah dari sebuah buku di genggamannya, dia berharap jika suatu hari nanti anaknya dapat bangun dari tidurnya.


...****************...


Hari itu Evan bertemu dengan kenalan Ayahnya ia bernama Hano Wiliam dari Perusahaan Welly Nex, tujuannya untuk mengajari Evan beberapa tentang ilmu persahaman di Perusahaan.


Evan lalu bertemu dengannya ia menatapnya sambil berjabat tangan dengan senyum diwajahnya.


Selang beberapa menit setelah mereka berdua berbicara sepatah kata, akhirnya..


Pak Hano langsung memberikan pemahaman kepada Evan mengenai persahaman. Pada akhirnya Evan fokus dengan apa yang Pak Hano sampaikan, lalu di suatu jeda Evan dengan baiknya mengulang apa yang beliau sampaikan tadi.


Karena Evan adalah sosok yang akan mewarisi Perusahaan Ayahnya kelak, jadi ia harus menyempatkan waktunya untuk belajar seluk beluk di bidang Perusahaan supaya Evan tidak kaget jika sudah waktunya.


Bukan hal mudah bagi Evan jika ia harus belajar di samping melakukan aktivitas Sekolahnya, apalagi Evan yang sering melakukan eksperimen Sains di laboratorium pribadinya.

__ADS_1


Dan menurutnya Ayahnya sedikit memaksakan dirinya untuk belajar di bidang Perusahaan. Hal itu membuat Evan agak sedikit mengurangi waktunya untuk melakukan eksperimen.


Di samping itu Evan menghilangkan bayang-bayang atau pikiran yang menganggunya dengan mendengarkan musik favorit serta menonton animasi di televisi maupun di smartphonenya.


"Akhirnya pikiranku kembali jernih lagi, padahal tadi agak kabur. pyuh mendengarkan musik ternyata sangat membantu menghilangkan stress maupun pikiran negatif." Ucap Evan yang sedang rebahan di tempat tidurnya.


Di tengah menikmati merdunya suara musik, terdengar suara handphone yang berbunyi di sampingnya.


"Hah.. rupanya ada telfon" baru menyadarinya.


Evan lalu menjawabnya.


"Tidak masalah, aku memang sedang senggang sekarang. ada yang bisa aku bantu?"


Tanya Evan.


"Enaknya pasti lagi rebahan, jadi gini aku butuh bantuan mu untuk melatih kadidat baru klub basket!"


"Memangnya kau sendiri kenapa biasanya kau yang mengajarinya?"

__ADS_1


"Yaa itu benar, tapi aku ada urusan lain Ev jadi aku harap kamu bisa membantuku!"


"Hmm, baik-baik aku akan membantumu tapi hari apa aku.."


"Untuk hari di hari Rabu sepulang Sekolah, btw hari Rabu nanti kamu ada waktu luang ngak?"


"Rabu ya.., kayaknya tidak!"


Evan bersedia membantu temannya Erik untuk menjadi pelatih sementara di klub basket, di hari Rabu sepulang dari Sekolah.


Musik pun kembali berputar.


Ada sebuah kabar dari laman yang Evan baca yang muncul dari notifikasi handphonenya.


Pesan berita dari notifikasi tersebut adalah " Ilmuwan Hebat Elemen Baru yang di Klaim Sebagai Elemen yang dapat Membuat Kita Melakukan Perjalanan Ruang dan Waktu!".


Berita itu sontak mengagetkan Evan sampai-sampai ia mematikan musik di handphonenya dan mencari kebenaran dari berita tersebut.


Setelah mencari petunjuk dari informasi tadi akhirnya Evan menemukan sebuah fakta, jika berita dari notifikasinya adalah berita benar dan bukan hoax.

__ADS_1


__ADS_2