
Beberapa hari kemudian.
Evan yang sudah belajar di malam harinya untuk ujian besok, bersiap berganti baju agar dapat pergi ke luar di dinginnya malam.
Tak lupa ia memakai sweater supaya rasa dingin yang ia rasakan di luar dapat berkurang. Sementara jam menunjukkan pukul 21:08 waktu Evan harusnya beristirahat.
Sein di minta untuk pergi bersamanya, tanpa berpikir panjang Evan lalu menyuruhnya cepat-cepat menyiapkan mobil.
Di jendela kamarnya Evan melihat keluar malam yang begitu gelap sebab tertutup awan mendung, sehabis hujan tadi.
Lili tidak mengetahui jika Kakaknya pergi, karena ia sudah tidur lebih dulu darinya.
"Aku masih kepikiran waktu Lili berkata kepadaku, jika waktu itu Rahel menunggu ku dengan sangat sabarnya. lalu karena lelah dia sampai pulang ke rumah dan menitipkan salam kepada Lili,"
"Meskipun sudah beberapa hari, tapi aku masih merasa tidak enak dengannya, mungkin nanti aku yang akan berkunjung kerumahnya"
Sein pun masuk ke kamar Evan, sembari memberi tahukan kepadanya jika mobil di depan sudah siap dan stand by menunggunya.
Evan lalu tersenyum ke arah Sein setelahnya. karena hasil kerjanya yang cekatan.
Kini hutan Dark forest menjadi hutan yang dilindungi oleh badan-badan terkemuka, karena terdapat peninggalan sejarah penting yang sangat berharga.
Arkeolog dan para ahli lainnya banyak yang mengunjungi hutan Dark forest demi melihat bukti sejarah kelam itu.
Beritanya pun masih eksis sampai sekarang.
Berbeda dengan Evan, Ken di malam ujiannya hanya bersantai atau rebahan di tempat tidurnya sambil makan roti berselai kacang. Dan sebuah laptop di atas perutnya yang bukan sebagai perantara belajar, melainkan laptop itu ia gunakan untuk bermain game.
Namun di rumahnya Hyouga sangat giat dalam belajar. Dia ingin sekali mendapatkan nilai sempurna dan memuaskan di ujian kali ini, demi mendapatkan sebuah beasiswa di luar negeri.
* Di kantor kepolisian *
Evan sedang memberikan informasi tentang Kelin yang di duga bekerja sama dengan pelaku yang berhubungan dengan pembunuhan kepala Sekolah.
Evan dan Bas pun menjadi sanksi pada peristiwa tersebut, tetapi Evan lebih menekankan peristiwa yang sewaktu Bas di tangkap oleh mereka.
Beberapa pertanyaan di lontarkan kepada Evan, karena sebelumnya Evan sudah memastikan kronologi kejadiannya.
Proses itu pun memakan waktu setengah jam lamanya. Namun tak terasa jika Evan sudah lama berada di sana, karena disana ia suguhkan dengan minuman hangat dan juga beberapa obrolan ringan dari teman Ayahnya.
"Teman Ayah sangat ramah kepadaku, dia bahkan tidak menunjukkan sifat aslinya ketika dia mengintrogasi," pikir Evan dalam hatinya.
__ADS_1
Selesai menyampaikan kesaksian dan hal penting lainnya. Evan lalu izin untuk pulang karena malam yang sudah semakin larut. Apalagi dinginnya malam yang semakin menjadi.
Sebelumnya Sein hanya tinggal di dalam mobil dan tidak ikut masuk ke kantor karena suatu alasan. Sangat di sayangkan sekali Sein tidak masuk kedalam.
Evan pun keluar dari kantor polisi dan pamit kepada polisi yang ada disana.
"Apa penyelidikan tadi dapat membantu mereka menemukan fakta lain, dari kasus pembunuhan waktu lalu Sein!"
"Hmm, menurutku pihak kepolisian butuh informasi lebih banyak sebelum kasus tersebut benar-benar di tutup!"
"Iya, kau benar juga. apalagi Kelin dan kawannya di ancam masuk kedalam penjara akibat bekerja sama dengan mereka,"
"Ada sebab dan akibat, mereka menurutku terlalu muda untuk masuk ke penjara," ucap Sein.
Keesokan harinya Evan masuk ke ruang tempat ujian.
Hari Senin di ruangan C.
Evan datang pagi sekali dan sambil nunggu waktu ujiannya, ia seperti biasa berada di Perpustakaan dengan Sherly sembari belajar sedikit mapel.
Ujian kali ini sangat rapi dan tertib, suasananya pun tidak seramai ujian bulan lalu.
Hingga bel Sekolah berbunyi dan para pengawas mulai masuk ke ruangannya.
Starlight kelihatannya sangat tidak sabar menunggu pengawas memberikan soal ujian kepadanya, sehingga ia pun beberapa kali di tegur oleh pengawas.
Beda dengan Rahel yang sejak tadi tenang menunggu kertas soal ujian selesai di bagikan.
"Pagi tadi aku tidak sempat untuk menyapa Rahel karena jaraknya yang jauh. dia rupanya sangat tenang menghadapi ujian kali ini, namun kenapa raut wajahnya seperti...," ucap Evan melamun dalam batinnya.
Sampai Evan pun harus di tegur sama halnya dengan Starlight, oleh pengawas yang di ada depannya. Evan pun membalas rasa malunya dengan senyuman.
Di ujian Metematika
Evan fokus menyelesaikan soal matematika dengan menulis rumus-rumus yang ia hafal di kertas yang telah di siapkan. Lalu melakukan hitung-hitungan dengan cepat.
Sampai dia sendiri tidak sadar jika ia adalah orang pertama yang selesai di ujian matematika. Tapi Evan memilih untuk tidak mengatakannya dan lanjut mengoreksi lembar jawaban.
Di ujian Bahasa Indonesia.
Soalnya pun tidak serumit matematika, melainkan lebih ke arah kebahasaan Indonesia yang memuat enam bab sekaligus.
__ADS_1
Sama seperti ujian mapel matematika, Evan mengerjakannya dengan cepat dan teliti.
Lalu di ujian selanjutnya Evan memilih untuk lebih lambat dalam mengerjakan soal ujiannya.
Mata ujian IPA.
Sampai waktu jam istirahat tiba Evan pergi bersama kedua temannya ke Kantin. Hari ini sudah tiga mapel pelajaran yang selesai dan tinggal satu mapel lagi.
Sambil merangkul pundak Evan, Ken berkata.
"Bagaimana soal ujiannya Ev?, apa ada yang sulit," tanya Ken.
"Lumayan sih menurutku, tidak sulit-sulit amat!" jawab Evan.
"Hehe.."
"Ada apa?"
"Tidak ada, aku hanya berpikir jika kau sangat pintar," gumam Ken.
Hyouga yang berada di belakang pun berkata.
"Apa hubungannya dengan pembahasan tadi," campur Hyouga.
"Dasar kau ini Hyouga, selalu saja menganggap serius suatu pembicaraannya. padahal kau tau sendiri kan, maksud dari perkataan ku," jelas Ken kepada Hyouga.
"Sudah-sudah, kalian lebih baik menggunakannya pada saat ujian," ucap Evan berusaha melerai mereka.
Ken dan Hyouga pun terdiam. Sambil mencari tahu apa maksud perkataan Evan, pada kalimat 'menggunakannya pada saat ujian.
Sampai di Kantin, Evan hanya memesan satu minuman dan roti kesukaannya. Hyouga pesan mie goreng, sementara Ken makan nasi putih beserta lauknya, seperti gorengan, daging ,dan lauk lain.
Di sela-sela waktu Evan makan, ia di jumpai Erik dan juga Xiang mo yang sengaja mencarinya. Evan lalu menunda memakan rotinya.
"Ada apa Erik, kau seperti sedang mencari ku. ya tahu karena dari kejauhan kau seperti mencari seseorang di tengah kerumunan," ujar Evan.
"Tepat sekali, aku memang datang kesini untuk mencari mu. eh ada Ken dan Hyouga apa kabar kalian berdua?" karena melihat Ken dan Hyouga Erik lalu menyapanya.
"Ouh, kabar..ku babaik," ucap Ken sambil mengunyah makanannya.
"Baik Erik,"
__ADS_1
"Hehehe, kau telan dulu makanan mu Ken?" imbuh Erik sambil menasehati Ken.