
Saat Evan masih berbincang-bincang dengan perempuan itu di dalam kamar. Tiba-tiba Rahel datang dan mencoba mengetuk pintu kamar.
Tidak ingin diketahui ada perempuan yang masuk ke kamarnya, Evan pun menyuruh perempuan itu untuk bersembunyi.
Evan pun membuka pintu.
Di hadapan Rahel, Evan bersikap tenang dan sewajarnya. Meski di dalam hatinya ia agak gusar.
Rahel mengatakan sesuatu kepada Evan, yaitu perihal mengenai janjinya untuk sarapan bersama dengannya.
Karena sudah janji Evan pun mengiyakan apa yang dikatakan Rahel.
"Apa kamu mencari sesuatu Evan?" tanya Rahel kepada Evan, karena Evan sempat melirik kesana kemari yang membuatnya curiga.
"Iya, aku dari tadi mencari...uhm.. dompet yaa, dompet!" ucap Evan gugup.
"Huh," Rahel beralih menatap Evan.
Seperti halnya ikut mencari barang yang Evan cari, Rahel melihat-lihat ke sudut kamar.
"Ayo kita cari sama-sama dompetnya, aku bantu cariin deh," ujar Rahel seakan antusias.
Tak disangka Rahel ikut membantu Evan mencari dompetnya yang hilang. Padahal hal tersebut adalah alasan yang di buat oleh Evan.
"Kenapa aku harus berasalan rapuh seperti itu," ucap Evan dalam hatinya, seperti menyesal dengan alasan yang telah di buatnya.
Rahel pun mencarinya dengan teliti di setiap sudut tempat. Barangkali ia dapat menemukannya.
Disaat Rahel masih mencarinya.
"Hel!, aku ingat jika dompetku hilang setelah aku pergi ke pemandian. aku yakin pasti dompet ku bukan hilang disini, melainkan di sana, di suatu tempat," ucap Evan yang membuat Rahel berhenti mencari.
"Bahkan aku sudah lumayan lama mencarinya di sini,"
Rahel terlihat diam mendengarkan ucapan Evan. Dan setelah itu.
"Ya udah kita sekalian aja, ayo..," ujar Rahel sambil menarik tangan Evan.
Evan meraih kunci yang berada di meja sebelah pintu. Lalu mengunci kamarnya dan pergi.
**
Sementara di tempat pemandian Bas dan Erik masih berendam di sana.
"Arg.., rasanya enak sekali melemaskan badan dan otot-otot disini. hem, sayang sekali Evan terlalu cepat pergi!" seraya bersandar di pinggiran kolam air panas.
Bas hanya mendengarnya dan tidak menghiraukannya.
"Ngomong-ngomong mengenai berita yang beredar, apa pendapatmu tentang itu Bas?"
"Huh, pendapat ku!" Bas menyahutnya.
__ADS_1
"Ya, kau kan sering update status di medsos!"
"Tsk..kau ini, aku tidak terlalu sering berselancar di dunia maya. kemarin malam memang kebetulan saja aku melihat ponsel, karena ada berita yang menjadi trending topik,"
"Mengenai pendapat ku tentang berita itu adalah..,"
"Hah,"
Di saat Evan dan Rahel menyapa orang yang hendak memasuki kamar. Evan jadi teringat jika di kamarnya masih ada perempuan itu.
Di dalam kamar Evan.
Perempuan itu rupanya bersembunyi di dalam lemari baju.
Karena hening tidak ada suara, ia pun membuka pintu lemari secara perlahan.
"Eh, kok nggak ada sih dia..," ia pun bingung.aa
Ia memalingkan wajahnya ke setiap sudut berharap menemukan Evan.
"Uuuh, kita kan ngak sedang main petak umpet!" den ekspresi sedikit kesal, terlihat juga bibirnya yang manyun.
Bahkan ia mencarinya di ruangan lain tapi Evan tidak ada disana, hingga ia memutuskan untuk pergi ke luar mencarinya.
Krecek.krecek...
Pintu kamar saat ini di kunci.
**
Ada quest dan hadiah menarik yang bisa di dapatkan jika pergi ke lantai 4.
Event yang diadakan karena spot wisata pantai saat ini masih di bersihkan karena hujan deras kemarin.
Sebagai kompensasi pihak hotel memberikan pelayanan ekstra untuk para tamu sebagai bayaran atas kesalahan para pihak hotel.
Serta diadakannya event dan kuis di lantai 4 adalah ide dari admin hotel.
Pengumuman melalui situs resmi hotel. pada jam 06:47.
"Apa kabar semua.., saya adalah Rior Admin hotel!!, hari ini kebetulan ada event menarik bagi para tamu hotel yang saat ini sedang beristirahat atau beraktivitas. Yaa saya minta maaf jika menganggu waktunya. ada banyak sekali hadiah yang akan di dapat jika anda berpartisipasi langsung. baiklah tanpa berbasa-basi saya akan tunggu kedatangan anda di lantai 4 ,"
Di kamar Sherly.
Ia yang sedang bermain gawai terhenti, karena pesan notifikasi pengumuman dari aplikasi hotel tersebut.
"Ada event hotel, kayaknya bakal menarik deh. uhm aku pengen ikut, tapi..sama siapa yaa," ia pun melamun dan berpikir.
Kembali kepada perempuan yang terkunci di kamar.
"Bukain...tolong!!" ucapnya berteriak berharap ada yang membukakan pintu.
__ADS_1
Perempuan itu sampai menggedor pintu beberapa kali.
Tak lama terdengar suara gaduh dari kamar lain.
Brugg...
Sebagai pertanda jika orang tersebut merasa terganggu dengan suara yang ia dengar tadi.
Perempuan itu pun berhenti membuat suara dan berteriak.
"Kenapa sih dengan tetangga sebelah huh..," seraya menekuk kedua lengannya ke dada.
Ada yang terlintas di pikiran perempuan itu, di kala situasinya sekarang. Ia berpikir jika saat ini adalah waktu yang pas untuknya untuk mengenal Evan lebih dalam.
Karena kamarnya sekarang bisa di sebut sebagai kamar Suite Room, jenis kamar paling mahal di hotel yang memiliki ukuran kamar tidur dan kamar mandi yang lebih luas serta lengkap apa yang ada di dalamnya.
Lantas perempuan itu mengambil tindakan untuk tinggal lebih lama lagi disana. Meski terkunci di dalam.
"Aku akan bersikap baik selagi darling keluar," ucapnya sambil menyentuh pipinya.
Di sebuah restoran di hotel berbintang kini menghadirkan tempat kuliner bagi para tamu.
Evan dan Rahel duduk disana sambil memesan menu makanan tanpa menunggu seorang pelayan datang. Pasalnya, cukup menggunakan smartphone maka mudah bagi para tamu untuk memesan menu. Yang hanya perlu meng-scan melalui barcode.
Nuansa interior restoran dibuat sangat mewah dan romantis. Desain khas klasik seperti di area makan sebuah istana tersaji. Deretan jendela dengan gaya klasik lengkung serta gorden mewah memenuhi ruang restoran.
Bahkan kesan kelas atas semakin bertambah ketika lampu gantung kristal menghiasi interior atap.
Deretan meja kursi makan klasik tersusun rapi membentuk suatu pola. Serta tambahan aksen bunga dalam vas pada setiap meja semakin menambah kesan romantis penuh makna. Semua itu semakin lengkap dengan aksen karpet berkelas untuk dekorasi lantai restoran.
Adapun lukisan karya di setiap langit-langitnya.
"Ini menyenangkan!, seperti membeli item di dalam game," ucap Evan yang membuat Rahel senyum-senyum sendiri.
Ken sudah merencanakan semuanya untuk hari ini, dia menyuruh teman-temannya agar dapat aktif di pagi hari. Bahkan bebas melakukan kegiatan apa saja, seperti ketika Evan dan yang lain makan di hotel. Tagihan tersebut akan di bebankan kepada Ken.
Tak lama makanan pesanan mereka berdua pun tiba.
Di antar kan dengan elegan dan sikap yang ramah di tunjukkan oleh pelayan.
Setelahnya ia pun membukukan badannya, lalu setelah itu ia pergi.
Tak hanya pengunjung hotel saja yang memilih untuk menyantap makanan di restoran hotel, tapi ada juga orang yang tidak menginap di hotel, namun mereka sengaja datang ke restoran hotel untuk menyantap aneka hidangan lezat yang disediakan.
Inilah alasan mengapa restoran hotel menjadi tempat nomor satu selain resto pantai.
Di sebelah baratnya ada pula penyajian yang di sebut sebagai Buffet. Sistem restoran yang menyajikan aneka menu makanan dan minuman yang bebas di ambil sesuai keinginan dan selera.
Di sana Hyouga dan Yuki sedang mengambil makanan dan minuman untuk sarapannya. Mereka berdua lebih memilih untuk menggunakan sistem resto tersebut.
Di sela-sela Evan menyantap makanannya.
__ADS_1
"Jika aku ingat-ingat, rupanya pihak hotel tidak memberi informasi tentang penangkapan kedua penjahat itu kepada para tamu," pikir Evan dalam hatinya.