Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Masih Tanda Tanya


__ADS_3

Di Kantin yang sangat ramai rupanya dari tadi Erik dan Xiang mo mencari-cari Evan. Baru setelah beberapa saat mencarinya, akhirnya ia bertemu dengan Evan yang sedang bersama dengan dua temannya yaitu Ken dan Hyouga. Sebelumnya Erik melihat mereka bertiga yang sedang makan di Kantin, lalu Erik pun mencoba menghampirinya.


"Yo, boleh aku dan adikku bergabung?" tanya Erik.


"Tentu saja Erik!" langsung di jawab oleh Evan.


Setelah Erik duduk Ken sempat melihat Xiang mo yang ikut bersama Erik, lalu tanpa ragu Ken berkata.


"Tumben sekali kamu mengajak Xiang mo,"


Mendengar ucapan Ken, Erik agak grogi di buatnya. Apalagi Ken menatap tajam Erik.


"Haha, biasa sajalah. jangan menatapku begitu,"


Beberapa saat.


"Kayaknya kau ini ingin mengatakan sesuatu kepada Evan," terang Hyouga.


"Sepertinya.." mengecilkan suaranya.


Dalam pikiran Erik, Hyouga sama seperti biasa. Dia dapat menyimpulkan sesuatu hal dengan menganalisanya terlebih dahulu.


Sehingga kemungkinan Hyouga dapat menyimpulkan maksud kedatangan Erik.


Karena tujuannya sudah di tebak Erik langsung saja membicarakan perihal yang akan ia sampaikan kepada Evan.


Tujuannya untuk membahas latihan basket pada waktu itu, Erik menilai Evan sangat baik dalam melatih murid didikannya.


"Aku sudah melihat skill dan keahlian mu dalam bermain basket Ev, kau juga faham aturan dan berbagai pengetahuan seputar basket. jadi aku kesini untuk mengajakmu bergabung ke klub basket," jelas Erik kepada Evan.


Hyouga diam memahami perkataan Erik, sedangkan Ken agak kaget mendengarnya.


"Terimakasih untuk pujiannya. bukannya aku tidak mau hanya saja waktu ku sangat padat nantinya,"


"Tapi kau kan bisa ikut kapan saja, lagi pula selesai ujian kan ada liburan. Kamu sebaiknya pikirkan lagi," imbuh Erik.


" Ya.. kau benar liburan memang memberi ku banyak waktu untuk berpikir. tapi tetap saja, aku minta maaf," ucap Evan dengan berat hati.


"Baiklah.. aku mengerti, padahal kamu punya potensi Evan," Erik berusaha membujuk Evan lagi.


Bukan hanya basa-basi saja Erik ternyata mencoba untuk mengajak Evan masuk ke klubnya, klub basket. Tapi dengan berat


hati Evan menolak ajakan Erik tersebut.


Apalagi Evan memiliki jadwal yang padat setelah ujian nanti. Jadi ia harus mengantisipasi apa yang dapat menganggu jadwal padatnya.

__ADS_1


Evan menelan makanannya, lalu ia berkata.


"Gini Erik, ada yang membuatku bertanya-tanya. sebenarnya kau dan Xiang mo adalah Kakak adik kan?" tanya Evan untuk menjawab rasa penasarannya.


"Hehe, benar aku dan Xiang mo adalah saudara kami pasti terlihat mirip kan?" tanya balik Erik di akhir katanya.


"Ya, kalian menurutku agak mirip, mungkin bisa di bilang saudara kandung kembar,"


"Keliatannya," agak menundukkan kepalanya.


Sebenarnya Xiang mo dan Erik bukan saudara kandung melainkan saudara tiri beda Ibu.


...----------------...


Pada akhirnya Erik pun pergi setelah menyampaikan sesuatu kepada Evan dan ngobrol bersama dengan yang lainnya.


Beberapa menit lagi bel Sekolah berbunyi.


Hyouga sepertinya penasaran dengan perkataan Evan barusan ketika menolak ajakan Erik. Evan beralasan karena sibuk nantinya, dan kata-kata itu membuat Hyouga ingin bertanya kepadanya.


Saat itu Ken tidak ada, dia sudah duluan masuk kelas karena teman sekelasnya datang.


"Ev, apa kesibukan mu sangat menghambat jika saja kau bergabung di klub basket?" tanya Hyouga.


"Tentu, aku cuma mengatasinya!" jawab Evan.


"Kamu berusaha memancingku ya. baiklah aku sibuk di waktu liburan karena urusan Sains, aku ingin cepat-cepat menyelesaikannya," ujar Evan.


"Tapi bukannya setelah kau selesai cepat masih ada waktu senggang,"


"Aku menggunakannya untuk..." Evan berhenti berkata.


Sementara di waktu yang kurang pas Ken datang lagi, karena ada yang tertinggal sewaktu dia pergi tadi.


"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Ken.


Evan hanya tersenyum dan tidak melanjutkannya.


Hingga hari demi hari sampai ujian selesai. Evan bertemu dengan seorang Professor panggilan dari Ayahnya.


Sekarang sudah 4 hari semenjak hari pertama liburan Sekolah.


Evan mengundang seorang Professor untuk berbicara kepadanya tentang penemuan yang telah dia temukan.


"Tuan muda bisa tanyakan apa saja kepadaku," ujar Professor.

__ADS_1


"Aku ingin tau soal penemuan mu Profesor. jika bersedia bisakah anda jelaskan detailnya, maksudku penemuan anda?" tanya Evan secara formal.


"Begitu ya, kalau saya bersedia saja. hmm tuan muda juga jangan terlalu formal kepada saya, biasa saja," ucap santai Profesor.


Profesor Smith memang orangnya humoris dia tidak membebani orang yang dia temui. Kadang kala ia menunjukkan sifat humorisnya untuk mencairkan suasana.


Pada temuannya ia mengklaim telah menemukan elemen ruang waktu. Jika di garis bawahi temuannya lebih merujuk pada elemen pembangun mesin waktu, dan elemen itulah yang akan di kombinasikan pada saat penggunaannya.


Beritanya tersebar luas ketika ia di liput oleh seorang wartawan.


Namun penemuannya itu hanya sekedar lewat saja, seperti angin lalu. Penemuan tersebut seakan hanya sesuatu yang viral, lalu hilang begitu saja.


Pasalnya ahli berpendapat untuk mengklaim suatu penemuan harus di dasari data logis untuk membenarkan apa yang di katakan olehnya ( Profesor Smith).


Profesor lalu menunjukkan datanya kepada ilmuwan di sebuah Laboratorium Star Sains New.


Di sana datanya di cek dan diteliti lebih lanjut.


Akhirnya setelah membutuhkan waktu yang cukup lama, Ilmuwan pun berpendapat jika temuannya tidak terlalu penting.


Datanya sangat rumit dan tidak kompleks serta berhubungan dengan hukum alam atau lebih tepatnya. Data Profesor Smith melawan hukum alam.


Media sosial pun ramai membicarakan berita kelanjutan temuan tersebut. Rata-rata mengatakan jika mereka mendukung penemuan Profesor dengan berharap kepadanya.


Beda dengan beberapa persen dari mereka yang mengatakan Profesor menciptakan sesuatu, namun tidak dapat di lihat (bohongan).


...----------------...


"Baiklah, jika saya berpendapat temuan anda ini bukanlah sebuah alat tapi melainkan sebuah data tentang penemuan anda," menegaskan kembali.


"Ah..iya, aku sendiri juga akan mengatakannya tapi tuan muda sangat pintar menganalisa. sebuah data mengenai elemen ruang waktu yang telah aku pelajari, tuan bisa liat data rinci ini," ucap Profesor, lalu menyodorkan suatu data kepada Evan.


Evan melihatnya.


Setelah itu ia pun berbincang lama dengan Profesor. Di penghujung pertemuannya Evan dan Profesor berada di depan air mancur sambil membahas tentang konsep ruang waktu.


"Kamu tau tuan muda?, ruang waktu itu bisa saja ada dan sebaliknya. kebanyakan orang berkata begitu tapi menurutku ruang waktu waktu itu misterius,"


"Apa artinya ruang waktu tidak bisa di jelaskan dengan Sains?" tanya Evan.


"Ya begitulah, dataku juga hanya hasil pengandaian dan butuh uji coba!"


Mendengar ucapan Profesor membuat Evan terkejut.


"Kenapa aku berpikir jika Profesor tidak konsisten dengan penemuannya, dia mala ingin membuktikan jika temuannya itu benar," ucap Evan dalam hatinya.

__ADS_1


Evan pun berniat untuk membantu Profesor.


__ADS_2