Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Sampaikan Apa yang Ada Dalam Hati


__ADS_3

Evan menemui ibunya di ruang tempat Rose di rawat, bukan hanya Hana saja melainkan Lili juga ada disana.


Seperti biasa Lili selalu bersikap ramah dan baik kepada siapapun, apalagi yang ia kira adalah orang baik terutama Rose.


Sikap Lili tersebut membuatnya mudah bergaul dan gampang akrab dengan seseorang dengan sendirinya.


...****************...


Karena Evan terburu-buru ia pun mempercepat langkahnya.


Tentu saja setelah memasuki ruangan, Evan di sambut dengan tatapan hangat dari mereka bertiga.


Evan duduk di sebuah kursi dan membicarakan perihal mengenai Ibunya yang menyuruhnya kemari.


Rupanya kedua orang tua Evan sudah bersepakat untuk menikahkan anaknya dengan anak kandung Iyumi 'Roselina'.


Buah-buahan berwadah nampan berada di atas meja, Evan yang melihatnya jadi tertuju ke arahnya.


Selagi berpikir karena ia sudah mengulur waktu.


Jawaban Evan sederhana dia mau menikah dengan Rose asalkan syarat yang dia mau terpenuhi.


Meski Evan masih bersekolah ataupun berstatus pelajar, Ibunya merencanakan hal demikian karena ada kondisi memprihatinkan di pihak lain.


...****************...


Cerita Iyumi selagi bersama dengan Hana ibunya Evan.

__ADS_1


Awalnya keduanya membicarakan tentang anaknya, hingga akhirnya Iyumi harus berterus terang dan berkata kepada Hana. Kalau ia memiliki penyakit kronis dalam dirinya.


Penyakit tersebut membuatnya berumur pendek, hanya untuk 5 tahun kedepan. Dan masih tersisa 1 tahun lagi.


Penyakit kronis tersebut tergolong kedalam salah satu penyakit yang sangat berbahaya yang sampai saat ini belum di temukan obat untuk menyembuhkannya.


Dokter ataupun pihak rumah sakit bilang kalau mereka hanya bisa memperpanjang umur saja.


Sebelum hari di mana penyakit tersebut semakin parah.


Harapan terakhir Iyumi adalah dapat melihat anaknya menikah. Meski belum ada kemungkinan jika ia selanjutnya dapat menimang cucu.


Untungnya Lili sedang asyik mengobrol bersama Rose, sehingga perkataan Evan dan Hana atau Ibunya tadi tidak di dengar keduanya.


...****************...


Dirinya bahkan sudah siap sejak lama karena ia selalu belajar dan optimis ketika waktu ujian ini. Namun ia tidak sombong dengan apa yang ia dimilikinya, dalam segi ilmu pengetahuan.


Beberapa bulan belakangan ini Evan selalu disibukkan dengan berbagai eksperimen di laboratoriumnya.


Biasanya selama seminggu hanya 3- 4 ekperimen, tapi sekarang ini berbeda dan lebih ada peningkatan. Bisa juga di katakan luar biasa karena Evan mampu melakukan eksperimen seminggu 3-10.


Penemuannya sangat unik dan jarang sekali di ketahui kebanyakan orang dalam pemikirannya.


Sekarang ini buku catatan tentang mimpi yang ia tulis di pindahkan. Pada sebuah Diary. Sudah ada 44 halaman dalam buku Diary tersebut.


...****************...

__ADS_1


Saat itu.


Di luar sekolah Evan melihat Rahel di gerbang yang keliatannya sedang menunggu sopir pribadinya, namun saat ia tahu Evan melihatnya dia seperti enggan menatap Evan. Terlihat dia membuang muka ketika Evan tertuju kearahnya.


Sebelumnya, Rahel sakit hati karena Evan membicarakan dirinya yang sudah menjadi tunangan orang lain.


Dan Sampai sekarang Rahel sangat sulit untuk di ajak bicara maupun ketemuan lagi, bisa dikatakan hubungan mereka sedang renggang.


Selama sebulan ini orang tua Evan maupun kakeknya melarang Evan bertindak layaknya Robin hood. Biasanya Evan akan melakukan misi-misi tingkat kecil sampai ada yang beresiko besar.


Tidak ada aksi hanya ada mimpi imajinasi.


...****************...


Ada waktu bagi Evan, Hyouga, Bas, dan Ken mengobrol untuk membahas sesuatu yang penting. Di sebuah cafe yang baru saja di buka. Ken menyarankan kemari agar dapat bonus pelanggan.


Berkenaan tentang masalah Evan.


Awalnya mereka ragu, tapi Evan terus menyakinkan mereka hingga akhirnya datanglah kesempatan baginya.


Evan menjelaskan secara rinci inti pembahasan ini.


Bukti yang Evan jelaskan cukup membuat ketiganya tercengang.


Sehingga mengubah pandangan mereka pada saat itu.


Evan mengatakan kalau ada sesuatu pemicu, dan ketika pemicu itu aktif atau sengaja bisa dan juga tidak. Maka dunia mimpinya berakhir.

__ADS_1


Selama sebulan ini pengamatan dan analisa Evan bukan cuma hipotesa belaka. Ada hasil yang menarik.


__ADS_2