
Malam semakin larut setelah mereka semua menikmati keindahan alam berupa pantai. Dengan sejuta panorama indahnya.
Di saat mereka menikmatinya, berbagai tawa dan canda serta senyum semua mereka luapkan.
Bahkan Bas pun kembali menunjukkan pribadi dirinya yang lain, karena itu.
Dua jam yang lalu.
"Ini bumbunya, udah aku siapin lengkap dengan irisan bawang dan tomat!" ucap Rahel kepada Sherly dan Airi sambil menyodorkan wadah, berisi kecap dan aneka sayuran seperti cabai, tomat, dan bawang merah.
"Eh, iya. makasih ya hel udah repot-repot lho," ucap Sherly yang merasa tidak enak kepada Rahel.
"Gapapa kok, aku mala senang bisa membantu. lagi pula.., kita kan jadi sama-sama memiliki peran masing-masing!"
"Aku setuju tuh sama yang Rahel bilang," cetus Airi sempat melirik Rahel. Dia sendiri masih menjaga api unggun, karena masih dalam tahap awal dan belum tetap apinya.
Kemudian Sherly menghampiri Bas dan Yuki, lalu memberikan wadah tersebut kepadanya.
**
Kembali kepada Erik yang kini sudah selesai dengan peran tugasnya, yaitu membangun tenda.
"Pengalaman menjadi anggota OSIS memang sangat bermanfaat sekali ya, dan bisa kita aplikasikan!"
Di dekatnya ada Rafael yang mendengarnya, hingga ia berhenti menyanyi sesaat dan berkata.
"Hey, bukanya yang seperti itu berhubungan dengan kepramukaan,"
"Oiya aku lupa!, sorry-sorry,"
Hyouga pun memetik gitarnya lagi dan memainkan senandung lagu lainnya.
***
Evan di kala itu masih mengobrol dengan Lili lewat sambungan ponsel.
Ada keinginan yang mengganjal di hati Evan saat ini. Dia ingin sekali berbaring di atas pasir nan bersih. Apalagi di gelapnya Malam yang sunyi ditemani oleh bintang dan rembulan.
"Bagaimana kabar Ibu Lili?"
"Ibu!, hmm, baik-baik aja sih. baru juga Ibu menelpon,"
"Syukurlah kalau ibu baik-baik saja, aku ikut senang!"
"btw.., beneran nih. kamu mau pergi bersama kakak lain waktu ke pantai?"
"Iya, mala aku udah nggak sabar pengen cepet-cepet pergi ke sana!"
Evan senyum.
Hingga Lili akhirnya menutup panggilannya. Dan tak lupa menyampaikan rasa sayang kepada Kakaknya.
Evan bangkit setelah berbaring cukup lama di atas pasir. Pas itu ia kepikiran teman-temannya.
__ADS_1
"Ya ampun aku lupa, kalau yang lain sedang menunggu pasti," ucapnya dalam hatin.
Tangannya menepuk baju dan celana karena ada pasir yang menempel.
Puk..puk...puk...
Setelahnya, Evan pun memutuskan untuk kembali berkumpul bersama dengan temannya.
Evan pun berjalan sesekali memandang langit.
Di waktu bersamaan ada cahaya yang turun
di ufuk horizon laut. Berupa bintang yang jatuh diantara kelap-kelip bintang. Namun Evan tidak mengetahuinya.
Sampai di sana Evan pun di sambut hangat oleh teman-temannya.
Karena di waktu Evan datang pas sekali dengan sajian yang telah selesai di siapkan.
Mereka pun akhirnya menyantap hidangan ikan bakar yang sangat mengiurkan, yang di lumuri oleh bumbu khas dan juga sambal tiram, namun terpisah.
Jagung bakar pun datang Yuki dan Bas yang membawanya. Meletakkannya di samping wadah ikan bakar beralaskan permadani.
Sayang sekali Ken tidak hadir dalam moment ini, ia masih saja berada di ruangan rapat. Membahas hal beragam yang berhubungan dengan bisnis hotel, karena waktu itu Evan sempat menyampaikan sesuatu pendapat kepadanya.
Canda ria seakan tak ada habisnya di waktu mereka semua menyantap makanan.
Apalagi setelah mereka semua selesai makan. Kehadiran Rafael di tengah-tengah mereka seperti mengundang tawa yang tak ada habisnya, dengan aksi kocak dan guyonan-guyonannya.
Di jam 22:00 sebagian dari mereka tidur di dalam tenda yang sudah berdiri tegak di tengah-tengah api unggun yang masih menyala, namun jaraknya sudah di sesuaikan agar tidak membahayakan. Beda dengan Bas dan Hyouga. Salah satu dari mereka ada yang tidak bisa tidur sehabis bersenang ria.
Bas berada di luar, sementara Hyouga di dalam tenda.
Sambil menepuk pundak Bas, Evan pun duduk di sampingnya, karena memang ada seonggok kayudisana dan lumayan juga untuk mereka berdua duduki.
"Tidak bisa tidur Bas?" Evan bertanya kepadanya.
Sambil menghela nafasnya Bas pun berkata.
"Yap, aku masih belum bisa tidur. kau tahu kenapa!"
"Apa itu?"
"Aku sedang memikirkan Kakakku di dalam sel!"
Evan agak menundukkan kepalanya sembari ia berucap.
"Bas, kamu harus tegar menghadapi ujian ini!"
Kemudian Evan memberikan motivasi kepada Bas agar dia sabar menunggu, sampai Kakaknya bebas dari penjara.
Evan lalu pergi meninggalkan Bas dan tempatnya bercamping.
Memasuki area dalam hotel Evan kaget, melihat ternyata disana masih ramai banyak tamu hotel yang sedang lalu lalang.
__ADS_1
Evan menaiki lift dan menuju lantai tempat ia inap.
Hingga sampai di depan pintu, dan ia langsung membukanya.
Namun lampu dalam kamarnya masih belum di matikan. Dan Evan berpikir jika Rose masih belum tidur.
Rose yang di awal mendengar suara pintu jadi bangkit dari kamar dan menuju ke sumber suara.
Evan di sambut hangat bagaikan seorang suami yang sudah pulang dari tempat kerjanya.
"Selamat datang Evan.." senyumannya bak gula.
Membuat Evan terdiam sesaat, namun ia berhasil melawannya. Evan batuk dan memulai ucapannya.
"Gini, kamu belum tidur Rose?"
"Belum.., aku ngak bisa tidur nih Evan!"
"Kenapa?, apa kau kebanyakan makan
"Enggak!!, bukan itu. hayo apa coba?"
"Uhm.....,"
Ting ..
Suara roti dari mesin pemanggang terdengar, seakan men jeda apa yang mereka bicarakan. Dan kebetulan sekali Rose sedang ingin makan roti.
Ia pun menoleh balik ke arah suaranya. Hingga Evan melihat ada noda merah di belakang gaun Rose.
"Ternyata itu yang membuatnya tidak bisa tidur," ucap Evan dalam hatinya yang tau perihal Rose yang tidak bisa tidur.
"Eh, udah siap tuh roti panggang nya. aku ambil dulu ya Evan!"
"Iya-iya silahkan,"
Rose pergi mengambil roti di Toaster pemanggang Roti serbaguna.
Tak lama Rose pun datang, sambil membawa nampan berisikan roti dan dua gelas susu.
Evan melihat nampan tersebut saat Rose menaruhnya
Rose pun duduk sambil memindahkan susu agar dekat dengan Evan.
"Sebenarnya kamu ngga usah repot-repot buatin aku susu segala sih Rose. aku sudah kenyang makan dan minum di sana!"
"Gini, susu kan membuat tubuh lebih rileks sehingga mengurangi gangguan tidur, karena kandungan tryptophan dan asam amino yang membuat tidur menjadi nyenyak!"
"Ah.. iya sih bener, kandungan susu dan manfaatnya ketika di minum sebelum tidur memang baik," Evan agak tak menduga apa yang barusan Rose katakan.
Pandangan Evan kini tertuju kepada ekspresi Rose yang nampak asli dan tidak berpura-pura.
"Ada apa?, apa ada sesuatu di wajahku hmm,"
__ADS_1
"Nggak-nggak, ngga ada apa-apa kok!"
Beberapa saat keduanya canggung.