
Di suatu tempat khusus.
Seorang pria sedang melakukan berbagai suatu percobaan untuk dapat menyelamatkan anaknya.
Melalui serangkaian tes kecil hingga bertahap-tahap.
Terkadang dia sendiri lupa untuk menengok dirinya, dia lebih memperhatikan anaknya ketimbang kondisi dirinya saat ini.
Meski belum ada hasil sama sekali dari percobaannya selama ini, akan tetapi dia tetap mencoba semaksimal mungkin untuk dapat menyelamatkan anaknya.
Pengorbanan sang Ayah memang tidak sebesar pengorbanan seorang ibu, namun beliau memilih untuk dapat berjuang sebisa mungkin.
Dengan segala perjuangannya yang tiada tara. Harapannya.
Apalagi selama ini dia melalui banyak sekali cerita dalam hidupnya. Seperti masa kecilnya dulu, kenangan selama ia menimba ilmu, dan tahap dia yang sudah memiliki keluarga. Semuanya memiliki ceritanya tersendiri.
Yang salah satunya adalah rasa kehilangan, Ya. Setiap insan yang bersatu pasti akan berpisah jua. Dalam konteksnya yang begitu luas.
Mundur ke 20 tahun dari sekarang.
"Ayah!!, berhentilah untuk menjenguk kakak selama ini. apa ayah lupa jika memiliki sebuah keluarga,"
Perkataan kritik di sampaikan oleh putrinya.
Membuatnya Ayah-nya diam dan merenung sejenak.
Kemudian di berbalik dan berjalan ke arah putrinya yang lalu memeluknya. Di saat-saat tersebut ia agak lama ia dalam memeluk putrinya itu.
__ADS_1
"Maafkan ayah yang selama ini lalai kepadamu, bahkan ibumu. ayah janji akan menguranginya."
"Yah..., bukan masalah jika ayah berhenti atau tidak!, ayah masih bisa terus berjuang asalkan perjuangan ayah seirama."
"Ya. kamu benar, memang seharusnya begitu dari awal."
"Seterusnya ayah janji!, akan memperbaiki semuanya."
"Rasanya hatiku menjadi senang seketika, bisa melihat ayah yang kembali pada jalan yang benar," ucap putrinya dalam hatinya, sambil tersenyum bahagia.
"Ayah janji?"
"Yah. ayah janji!" sebuah senyuman muncul menyertai bibirnya.
"Ayah..., teruslah bertahan dan berjuang meski segalanya membuat ayah berubah!"
...****************...
Putrinya mengalami sebuah insiden kecelakaan yang menewaskan dirinya.
Saat itu putrinya bersama dengan temannya sedang berlibur bersama. Mereka semua berkumpul dan janji akan bertemu di suatu tempat.
Naas kejadian yang tidak diinginkan terjadi, mobil pribadi yang di kendarai oleh supirnya menabrak pembatas jalan, sehingga mobil oleng kesisi kanan dan menabrak sebuah truk dari lajur berlawanan.
Kondisi mobil setelahnya ringsek dan terbakar, yang diawali oleh sebuah ledakan.
Kejadian tersebut membuatnya terpukul, bahkan menjadikan hari itu ia ingat sebagai kenangan terburuknya.
__ADS_1
Kata terakhir dari putrinya ketika akan pergi untuk selamanya adalah "Daah ayah..., aku akan akan pergi..."
Saat itu dia masih berada di dalam rumah sakit.
Bukan hanya ayahnya saja, tetapi juga Ibunya yang histeris ketika mendengar kabar putrinya yang mengalami kecelakaan dan bahkan membuatnya meninggalkan.
Kerabat dan temannya bahkan kaget mendengar kabar tersebut.
...****************...
Pemakamannya berlangsung haru dan pilu, ibunya tidak ada henti-hentinya menangis yang tak kuasa melepas kepergian putrinya.
Bahkan jasad putrinya di masukkan ke dalam peti, karena kondisi tubuhnya saat di temukan sudah...
Kejadian tersebut membekas dan membuat Ibunya trauma, bahkan berkepanjangan.
Suatu hari, suaminya mengetuk pintu kamar untuk mengecek kondisi dan keadaan istrinya di kamar.
Beberapa ketukan ia lontarkan namun tidak ada jawaban sama sekali dari dalam.
Hingga terpaksa ia harus mendobraknya.
Dan secara mengejutkan. Ia menemukan istrinya terikat oleh seprai di lehernya. Dengan kedua mata sayu dan sedikit ada air mata serta sebuah senyuman.
Saat itu juga istrinya ia nyatakan meninggal di tempat, karena ia memastikan istrinya melakukan percobaan bunuh.
Sedikit demi sedikit mental dirinya hampir kena, tapi ia ingat dengan perkataan putrinya.
__ADS_1