
Sepulang Sekolah anggota klub menulis berkumpul di ruangannya. Anggotanya sekarang bertambah satu orang lagi yaitu Bas, setelah Evan kemarin datang ke kelas Bas, dia membicarakan tentang klubnya, Bas seakan tertarik dengan kata promosi yang Evan lontarkan lalu Bas menerimanya dan ikut bergabung di klub menulis, alasannya karena Bas sudah keluar dari klub lain sebelumnya, hal tersebut dikarenakan dia tidak sempat mengikuti klub-klub yang membuang waktu berharganya. Bisa di bilang waktu Bas untuk menulis novel di rumah.
"Hari ini agak mendung ya, mungkin bisa saja hujan akan turun!" ucap Ken yang memandang langit dari jendela.
"Ya mungkin saja, kelembapan udara cukup terasa sebagai pertanda akan turunya hujan, padahal bulan ini harusnya musim panas!" ucap Evan dia juga memandang langit.
Sharashi dan Hyouga, mereka berdua sedang mengambil buku lama dari perpustakaan.
Sedangkan Bas dia sudah duluan memulai aktivitas Klub dengan menulis novelnya.
"Ev, apa kau tau selama ini yang membuat mu jadi sorotan minggu-minggu ini?" Ken bertanya kepada Evan.
Langit tampak cemberut dan mulai mengeluarkan guntur sedang.
"Mengenai itu, aku tidak ingin mengurusnya Ken, biarkan saja dia melakukan apa saja kepadaku dengan cara dan usahanya!" Jawabnya dengan raut biasa saja.
"Heh, ternyata kamu orang sangat santai seperti biasa Ev, bisa jadi dia akan melakukan sesuatu hal lagi, jika masalah tidak di cabut dari akarnya dia pasti akan melakukannya lagi dan lagi, aku rasa ini sudah yang ketiga kalinya!" ucap Ken memperingati Evan.
"Kukuku, bukannya aku santai dengan semua yang telah terjadi maupun yang akan datang, aku cuma menunggu waktu yang pas untuk memberi waktu baginya, menyesali perbuatannya!" ucap Evan biasa dengan senyum khasnya.
"Kau lucu, mana mungkin dia menyesali perbuatannya, hhhahaha!" Ken tertawa puas di buatnya.
Bas yang sudah menyelesaikan beberapa dari Novelnya, memutuskan izin pulang terlebih dahulu karena cuaca semakin mendung.
"Kalian terlihat sangat antusias mengobrol, btw aku mau izin pulang dulu, sebentar lagi turun hujan!" ucap Bas sambil memasukkan buku catatannya kedalam tas.
"Kami membahas mengenai orang yang memiliki niat jahat kepada Evan!" ucap Ken terus terang.
"Ouh, bagaimana aku boleh pulang, dan kalian juga sama, liat mendung-nya semakin menebal!" ucap Bas.
"Dia bersikap berbeda dari yang sebelumnya, ternyata kepribadian lain dalam dirinya masih ada, walaupun sedikit tapi aku akan mengawasinya." ucap Ken dalam hatinya.
"Kamu boleh pulang duluan Bas, aku juga akan mengatakan hal yang sama sepertimu kepada anggota lain, sayangnya mereka masih di ruang Perpustakaan, dan juga aku sarankan agar kamu pulang dengan menaiki kendaraan umum!" ucap Evan sambil menasehati Bas.
"Oke, terimakasih banyak, saranmu akan kuingat!" ucap Bas seraya berbalik badan dan menuju ke pintu.
Bas pun turun menuruni anak tangga, dia langsung saja cepat-cepat bergerak sampai meloncati anak tangga untuk mempercepat langkahnya.
Ketika di luar Bas sempat memandang langit, sambil berjalan ia membuka payung yang dia pinjam dari penjaga Sekolah.
Tak lama, hujan pun turun dengan derasnya. Bas masih berjalan pulang menuju rumahnya, dia sama sekali tidak berniat untuk naik kendaraan umum. Lantas dia jalan kaki di pemukiman penduduk untuk sampai lebih cepat kerumahnya, dengan jalan pintas yang biasa ia lewati.
__ADS_1
...****************...
"Ya... ternyata hujan deras, masih jam 14:11 pula!" ucap Ken.
"Tapi enak lho kalau belajar di hujan-hujan gini, suara rintikan air hujan dapat menenangkan pikiran maupun membantu relaksasi!" ucap Sharashi.
"Benar, suara hujan dapat memberikan energi positif bagi beberapa orang, emosi positif ini muncul karena aroma hujan membuat indera penciuman berinteraksi dengan memori-memori indah di masa lalu, jika kita padukan dengan proses belajar maka akan lebih baik lagi!" ucap Evan.
"Tapi itu berhubungan dengan kondisi emosional seseorang, itulah mengapa banyak orang yang mengaitkannya!" imbuh Hyouga.
"Ritme suara hujan juga terdengar seperti lagu pengantar tidur yang dapat membantu seseorang untuk lelap lebih cepat, ya itu kalau hujan dengan intensitas yang baik, lalu masuknya bunyi hujan ke dalam otak dapat membuat pikiran jadi rileks, proses ini juga menghasilkan gelombang alfa, yang sangat dekat dengan keadaan otak manusia saat tidur!" ucap panjang Evan.
Sharashi terdiam namun masih terlihat mendengarkan Evan.
"Oh ya aku ingat, Suara hujan masuk dalam kategori white noise, white noise sendiri adalah hasil kombinasi frekuensi suara yang membantu untuk menutupi kebisingan lain dari luar, bisa membuat orang cepat tidur, jenis suara ini kerap digunakan dalam menangani pasien insomnia, hujan memang memiliki banyak manfaat di segala segi ya?" ujar Ken.
"Kalian terlalu lama mengobrol sampai lupa dengan Sharashi yang kebingungan!" ucap Hyouga.
"Eh!!" Ken menengoknya.
"Maaf!!" Ucap Evan.
"Ngk papa kok,"
Di waktu ketika Evan dan yang lain mengobrol tentang manfaat hujan, Bas ternyata bertemu dengan seseorang di tengah jalan dan dia adalah Tsuki.
Tsuki awalnya mengajak Bas supaya menjadi tangan kanannya dalam menjatuhkan Evan, namun Bas menolaknya mentah-mentah.
"Untuk apa aku menjadi tangan kananmu, dan juga Evan adalah sahabat bagiku!" ucap Bas sambil memegang payung di tangannya.
"Sahabat, apa orang yang membuat Kakakmu masuk penjara bisa di sebut sahabat!" ucap Tsuki dia memakai masker penutup wajah.
"Siapa kau sebenarnya dan bagaimana kau bisa tahu jika Kakakku masuk penjara, apa kau adalah orang yang selama ini membuat masalah kepada Evan, jika memang benar maka aku akan memberi pelajaran kepadamu sekarang!" ucap Bas agak kesal.
"Kalau iya memang kenapa, apa kau dapat menghentikanku. sekarang aku beri kau pilihan, jadi tangan kananku lalu aku akan memberikan kepadamu apa yang kau mau atau kau bisa menolaknya?" Ucap Tsuki dengan lagak berlebih.
"Orang ini sebenarnya mempunyai maksud tertentu, sampai bertemu denganku di tengah hujan begini, dia pasti mengawasiku sejak lama." ucap Bas dalam hatinya.
"Bagaimana apa kau sudah memutuskan untuk menjadi tangan kananku?" ucap Tsuki.
"Jangan harap, aku bahkan tidak sudi bersama orang sepertimu!" sembari ia menaruh tasnya di tempat teduh.
__ADS_1
"Cukup basa-basinya, mari kita selesaikan sekarang?" Ucap Bas.
"Hehehe, kau memilih jalan yang sulit ya!" gumam Tsuki.
Bas menuju ke arahnya dan melakukan tinju cepat ke wajahnya.
wosh...
Tsuki menghindari serangan Bas.
"Dia menhindar-nya dengan cepat " ucap dalam hatinya.
Lalu dari samping Tsuki menendang perut Bas sehingga ia nampak kesakitan. Tapi Bas tetap berdiri setelahnya.
"Sial, aku terlalu ceroboh." ucapnya dalam hatinya.
Tsuki berdiri dan menatap Bas dia seperti menunggu serangan dari Bas selanjutnya. Tsuki tersenyum menyeringai di balik maskernya.
Tap .. tap .. tap
Bas kembali melancarkan serangannya yang membuat mereka berdua pun berkelahi di tengah hujan yang semakin deras.
Sesekali Bas mendapatkan pukulan telak ke arah wajahnya. Begitu juga dengan Tsuki sebagai lawannya, dia nampak kesusahan melawan Bas.
Bas sekarang mencoba mencari kesempatan untuk dapat melumpuhkannya dia bergerak dengan dinamis melawan Tsuki.
Sampai dimana Bas melakukan tendangan roll ke arah Tsuki, setelah berputar badan.
"Uhuk.., kau kuat juga rupanya, aku terlalu meremehkan orang seperti mu!" ucap Tsuki.
"Membosankan, aku kira kau cukup hebat untuk menyuruhku menjadi tangan kanan mu, nyatanya kau hanya seorang pencun..."
Tap...bug...
"Cepat sekali serangannya, sampai aku tidak dapat memprediksinya."Ucap Tsuki dalam hatinya.
"Baiklah, aku mengerti maksudmu kau akan mengatakan jika aku adalah seorang pecundang dan pembual saja, dan tidak percaya sama sekali jika aku akan memberikan apa yang kamu mau dariku, jujur saja kau sangat kuat, sayangnya kau terlalu berambisi, dan juga, aku tadi hanya berpura-pura terkena pukulan dan tendangan darimu, itu untuk memastikan seberapa kuatnya dirimu!" ucap Tsuki.
Bas sudah terkapar pingsan di sebuah tempat yang amat sepi, ketika hujan berlangsung. Lalu Tsuki membawanya.
"Dan dengan belajar di tengah hujan seperti ini kita dapat menyerap lebih banyak materi pelajaran!" ucap Ken.
__ADS_1
"Bau dari hujan juga sangat unik, walaupun bau itu berasal dari tanah yang kering!" imbuh Ken.