Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Apa yang Sebenarnya Terjadi


__ADS_3

Evan membiarkan pedang Tsuki menancap di pohon begitu saja, Evan lebih fokus ke arah serangan Tsuki dan tidak mengambilnya.


Rupanya Evan mencoba menebak serangan Tsuki selanjutnya.


"Padahal pedangku bisa saja dia gunakan, tetapi dia membiarkannya begitu saja apa saking baiknya anak ini, jika benar maka aku akan menggunakan kartu trufku nanti."Ucap Tsuki dalam hatinya.


Tap..


Tsuki melompat lalu melakukan gerakan ninjanya sambil melesatkan suriken ke arah Evan.


Tep...tep...tep....wosh


Hampir saja suriken lemparan Tsuki mengenai wajah Evan.


"Baiklah, sekarang giliran-ku."Ucap Evan dalam hatinya.


"Tsk, dia menghindari semua serangan suriken ku."Ucap Tsuki dalam hatinya yang agak kesal.


Mereka berdua pun bertarung dengan tangan kosong, sungguh hal yang luar biasa bagi Evan


bisa melawan assassin lagi. Setelah sekian lama dia tidak melakukan misi berbahaya lagi.


Pada akhirnya Tsuki kalah telak, sekarang dia pun sudah dilumpuhkan oleh Evan dengan tangan yang sudah di ikat.


Saat itu Tsuki tersenyum menyeringai, lalu muncul dua orang lain dan yang satunya sambil mendorong Bas. Dia terlihat sudah di pukuli dengan muka lebam di wajahnya, serta tangan yang di ikat kencang.


Evan terbelalak melihat Bas temannya yang di jadikan sandera oleh mereka. Mata Evan menyaksikan sendiri betapa kejamnya mereka kepada Bas.


Evan tidak merasakan emosi yang berlebihan, mala ia berpikir bagaimana cara dia melepaskan Bas dari cengkeraman mereka.


"Menyerahlah sekarang, atau aku bunuh temanmu ini?"Ucap pria botak yang memegang pistol di tangannya.


"................." Evan terdiam.


"Baiklah, aku anggap kau sudah menyerah, Gen ikat dia?"perintah langsung pria tadi.


Pria yang satunya menghampiri Evan dengan tali di tangannya.


Sementara pria tadi masih menodong senjata api di kepala Bas, mungkin untuk pencegahan jika Evan melakukan hal yang mencurigakan.


Dengan rasa sakit di badannya Tsuki berusaha tetap tersadar, lalu ia berkata.

__ADS_1


"Ternyata dia lebih kuat dariku, gerakan dan teknik terbaikku mudah di baca seperti halnya sudah di counter olehnya, yang aku ingin tau dari dia sebenarnya bagaimana latihan yang dia lakukan sampai bisa sehebat itu. bukannya dia terlihat hanya murid biasa, namun bakatnya sangat berbeda jika di bandingkan dengan murid lain, aku bertaruh untuk itu." Ucap Tsuki dalam hatinya.


Evan menyodorkan kedua tangannya, lalu pria yang membawa tali mencoba mengikatnya.


Sinar matahari terlihat silau dari sudut pandang pria yang memegang pistol.


"Ngomong-ngomong tadi ada yang janggal pada saat aku melempar suriken, bukannya aku melempar 7 tapi kenapa yang terlihat di tanah cuma ada 6 tunggu apa mungkin."Ucap Tsuki dalam hatinya.


Tsuki seperti tersadar akan sesuatu, lalu ia berteriak.


"Dia memegang suriken di tangannya Flip hati-hati!"Ucap Tsuki dengan lantang.


Evan tersenyum ke arah pria yang hendak mengikat.


Ctak......


Pistol pria botak tadi terlempar jauh seperti Terbentur akan sesuatu, itu rupanya adalah suriken yang Evan lempar.


Dengan cepat Evan melangkah maju dan menghajar pria botak yang saat itu masih dalam kondisi tertegun.


Ada perlawanan dari pria botak itu, tapi Evan sudah membaca arah serangannya. Pria yang satunya pun membalikkan badannya dan mengambil sebilah pisau dari tempatnya yang berada di samping sabuknya.


Evan pun melepaskan ikatan tali yang mengikat Bas dengan pisau yang di pegang oleh pria tadi untuk menyerangnya.


Bas berusaha mengeluarkan suara dari badannya, entah itu lengan, leher, dan juga badan.


Krek..krekk...krek


"Aaargrh, rasanya lega sekali, sekarang aku harus memberi mereka pelajaran!"Ucap Bas yang kesal dan geram kepada mereka.


Evan mencegahnya dengan berkata.


"Tidak Bas, jika kau membalas mereka dengan kekerasan juga maka kau sama halnya dengan mereka!"Ucap Evan terus terang.


"Hey, bukanya kau tadi.."perkataan Bas sempat di potong oleh Tsuki.


"Yang dia katakan mala sebaliknya dengan apa yang dia ucapkan, dia bahkan mengalahkan-ku


sampai aku babak belur dengan rasa sakit yang amat mendalam!"Ucap Tsuki kesal dengan apa yang menimpanya dan juga perkataan Evan.


"Hehehe, itu membuktikan jika kau terlalu lemah dan tidak bisa bertarung, bukan begitu

__ADS_1


" L " atau aku panggil dengan nama Tsuki!"Ucap Evan terus terang.


Bas terlihat tidak percaya dengan apa yang Evan ucapkan.


"Tsuki, apa yang di katakan olehmu,apa dia.."Ucap Bas.


"Dia namanya Tsuki, murid dari kelasku sepertinya dia menyamar menjadi murid untuk dapat menjatuhkan-ku, dengan kedoknya dia melakukan hal-hal yang membuatku semakin terpojok dan dia juga berhubungan dengan pemimpin organisasi di hutan Dark forest yang di ketuahi oleh Peruchen!"Ucap Evan.


"Apa, bagaimana bisa kau mengetahui detilnya, bukanya selama ini aku melakukan semuanya dengan hati-hati?"Tanya Tsuki yang agak penasaran sedikit tentang Evan yang mengetahui informasinya.


"Aku mengetahuinya dari berbagai informasi yang aku dapat di tambah satu informasi yang di sampaikan Hyouga kepadaku, Hyouga berkata jika dia pernah mengenalmu, untuk yang lainnya aku tidak akan memberi tahu mu, lagi pula apa untungnya!"Ucap Evan.


Tsuki terlihat kesal dibuatnya.


Di sela-sela waktu tersebut ada seseorang yang menelpon Evan.


Evan mengangkatnya, lalu ia mendekati Tsuki dan mendekatkan handphonenya langsung ke telinga Tsuki.


Maafkan aku Mask dia menjebakku dan memaksa aku untuk membeberkan rahasia kita, dia mengancam akan membunuh adikku sama halnya melalui ponsel seperti ini, dengan suara kesakitan yang terdengar aku mau tidak mau harus menurutinya!"Ucap Shuo yang saat ini dia berada di penjara.


"Kau..., kenapa bisa selemah itu.., dari yang aku ketahui kau pasti tidak akan melakukan hal yang merugikan seperti ini, apa dengan adikmu kau bisa selemah itu?"Ucap Tsuki kesal.


"Bukan berarti aku lemah, dia...dia adalah iblis!"Ucap Shuo.


Tut....


Lalu Tsuki tertegun , bersamaan dengan Evan yang menutup sambungan panggilan tadi.


"Rupanya menarik sekali sekali pembicaraan kalian, apa boleh aku bergabung nanti, ya lebih tepatnya di penjara!"Ucap Evan dengan senyum senang bercampur menyeringai.


Lebih tepatnya Shou sudah sudah masuk dalam penjara sekitar 4 hari yang lalu. Itulah mengapa dia sendiri tidak mengabari Tsuki sama sekali, semenjak kasus kasus pembunuhan kepala Sekolah yang dilakukan oleh mereka berdua.


Tak lama polisi datang, dan langsung bergerak cepat meringkus para preman dan juga anak buah Kelin yang sudah tergiur dengan imbalan untuk melakukan hal keji kepada Evan.


Saat di amankan oleh polisi Tsuki masih membayangkan dalam pikirannya, perkataan terakhir Shou di ponsel tadi. Mengapa dia menyebut Evan adalah iblis, perkataan tersebut terbayang terus dalam pikiran Tsuki.


"Terimakasih untuk bantuannya Ev,aku tidak menyangka kau hebat dalam berkelahi, dan yang membuatku terkejut ialah pada saat kau melempar suriken tadi ke arah pistol yang di pegang oleh pria botak, kau memanfaatkan waktu, timing, dan juga kondisi!"Ucap Bas dia berterima kasih kepada Evan serta membicarakan hal yang menurutnya menakjubkan.


"Entahlah, aku hanya melakukannya seolah-seolah dalam kondisi hidup dan mati. mungkin itu sebabnya aku jadi kuat.


Walaupun Bas agak tidak yakin dengan perkataan Evan, tapi dia tetap berterima kasih kepada Evan.

__ADS_1


__ADS_2