
Setelah memenangkan kuis Challenge tersebut, Evan dan Lili naik ke panggung untuk history kuis pertama untuk pertama kalinya, serta sebagai perantara hadiah yang mereka dapat ketika memenangkan kuis Challenge.
Di dampingi oleh host yang bercakap-cakap dengan mereka berdua di atas panggung, host pun tak lupa memberi mereka beberapa arahan.
Host menyuruh Evan maupun Lili untuk memberikan tanggapannya mengenai kuis Challenge yang mereka lalui hingga menjadi pemenang.
Dengan jujur Evan mengatakannya kepada para peserta maupun penonton yang menyaksikan jalannya kuis, ia mengatakan bahwa kuis Challenge pertama ini sangat luar biasa, karena mampu menarik para pengunjung Taman Hiburan. Hanya saja menurut Evan sendiri soal untuk kuis Challenge kedepanya harus di koreksi lagi sebelum di gunakan sebagai soal untuk di jawab oleh peserta.
Saat itu juga tim kreatif langsung turun tangan dan mencatat pendapat Evan tersebut.
Pada akhirnya sampai pada di tahap pemberian hadiah kejuaraan kuis kepada pasangan pemenang.
*
Gadis yang tadi Evan bantu saat ini sedang menunggunya, alasannya karena Evan yang menyuruh. Agar dia menunggunya setelah acara kuis selesai.
__ADS_1
Tak lama akhirnya mereka turun dari panggung dan bergegas kembali ke mobil sementara. Hadiah kuis tersebut yang berupa uang maupun item lainnya yang akan di antar ke langsung rumah Evan oleh tim kuis tersebut.
Lili yang melihat Evan ketika turun, berkata dalam hatinya.
"Apa yang sedang kakak cari sih, apa ada seseorang yang ingin dia temui ya."
Sambil melihat Evan yang terlihat sedang mencari seseorang, tak lama akhirnya Lili melihat Evan sedang bertemu dengan seorang gadis yang terlihat sangat cantik namun pakaian yang dikenakannya agak kusam dan sedikit kotor.
Gadis itu adalah gadis yang tadi Evan bantu dia bernama Sheila, Evan memintanya untuk menunggunya ketika acara kuis sudah selesai.
Sebelum Evan kembali lagi ke tempat kuis ia sempat mengajak gobrol gadis tersebut yang terlihat seumuran dengannya. Memalui beberapa obrolan Evan terkejut mengenai apa yang gadis itu ceritakan, hal tersebut yang pada akhirnya membuat Evan harus berpikir untuk menyiapkan beberapa rencana supaya bisa
membantu mereka (para anak maupun gadis) yang di perlakukan secara tidak manusiawi oleh para penjahat itu.
Sheila berkata mengenai pengalamannya ketika
__ADS_1
di rumah itu.
"Umurku sekarang 17 tahun, aku sudah ada di sana sejak umur 14 tahun, dan aku sangat bersyukur bisa kabur dari rumah yang aku sebut seperti neraka. itu karena beberapa hal yang aku alami ketika aku masih kecil di sana!" ucap Sheila yang terlihat sedih.
"Tunggu kamu berakhir di sana karena apa, bisa ceritakan secara detail saja?" tanya Evan.
"Aku adalah anak yatim piatu, dulu aku di asuh oleh nenek hanya saja setelah beliau meninggal aku pun tinggal di rumah tetangga. namun pada suatu hari ada mobil yang mendatangi rumah tetangga yang merawatku, tak lama keluarlah dua orang dari dalam mobil. waktu itu keliatan sekali jika mereka akan bertamu. mereka ternyata datang dengan tujuan untuk mengadopsiku, mereka juga mengatakan bahwa mereka adalah keluarga kaya yang tidak mempunyai anak jadi itulah sebabnya, mereka datang ke desa karena hal tersebut..!" jelas Shela.
"Baiklah, dari ceritamu tadi aku katakan bahwa mereka hanya berkedok sebagai pengadopsi anak, tetapi sesungguhnya mereka memanfaatkan kedok itu untuk melakukan perdagangan anak bukan?" ujar Evan.
"Iya benar, ketika aku sampai di rumahnya terlihat banyak anak-anak lain seperti ku yang terlihat dengan tatapan sangat dingin ketika aku melihatnya!" ucap Sheila.
"Kamu bilang mereka melakukan perdagangan anak bukan?, tetapi kenapa kamu sendiri masih berada di rumah tersebut sampai saat ini. jika aku pikirkan lagi kamu baru lolos dari rumah itu kurang dari 2 hari kan?" cetus Evan.
Mereka berdua pun melanjutkan perbincangannya.
__ADS_1