
Di waktu yang sama Hyouga bergegas menuju ke Sekolah dengan menggunakan sepedanya. Sementara Evan kini pergi menuju tempat perlombaan basket yang sebentar lagi akan segera di mulai, serta Ken yang bersiap untuk pertandingan basketnya.
Dengan kecepatan maksimal ia mempercepat ayunan pedal sepedanya agar melaju lebih cepat.
Membuat beberapa orang yang lalu lalang memperhatikan dan meneriakinya. Namun Hyouga hanya acuh dan mengabaikannya.
Berbeda di kawasan ibu-ibu sering rumpi.
Ada dari mereka yang mengumpatnya sambil mengangkat tangannya.
" Hey, hati-hati kalau berjalan!" ucap salah satu orang yang melihat Hyouga.
"Ah, maaf aku buru-buru" ucap Hyouga.
Dan begitu seterusnya, hingga ia melewati geng sepeda BMX di dekat tingkungan. Hyouga lalu melewatinya dengan santai dan kemudian ia kembali melaju dengan kecepatannya yang bagaikan angin.
"Wow, keren sekali dia, apa ada yang tau siapa namanya?" ucap salah satu anggota geng BMX penasaran setelah melihat aksi keren Hyouga dalam mengunakan sepedanya.
"Siapanya aku lupa, ah aku ingat dia Hyouga kelas 12 SMA dari sekolah Oregami. aku baru tau jika ia jago dalam bersepeda, mungkin nanti aku akan mengajaknya bergabung di geng BMX" ucap salah satu anggota geng BMX sambil melihat Hyouga yang sudah jauh dari pandangannya.
"Dia, sangat lincah dan cepat, bahkan tingkungan tajam seperti itu tidak ada apa-apanya!" ucap salah satu anggota geng BMX.
Tak lama kemudian, Hyouga pun sampai di Sekolah, sembari menaruh sepedanya di tempat parkir.
Seraya meletakkan sepedanya ia melihat sekitaran yang penuh dengan hiasan-hiasan ala festival yang membuatnya takjub.
Dengan berlari menuju ke tempat pendaftaran untuk lomba karate, akhirnya Hyouga pun tepat waktu berada di sana.
Sambil menahan nafasnya yang sudah terengah-engah Hyouga berkata kepada pengurus pendataran.
__ADS_1
"Huh..huh... Apa aku masih sempat untuk mendaftar?" ucap Hyouga, menunduk karena cape.
"Hey, sobat kau terlihat kecapean!, apa kau baru saja berlari menuju ke Sekolah?" ucap pengurus pendaftaran lomba karate.
"Ya, aku terburu-buru menuju ke Sekolah dengan menggunakan sepeda!" jawab Hyouga.
"Hmm, kawan kamu pasti baru berpikir untuk mendaftarkan diri untuk supaya dapat ikut do salah satu perlombaan bukan. itulah sebabnya kamu terburu-buru datang ke Sekolah, karena khawatir pendaftaran dari salah satu lomba akan di tutup. hmm, tapi sangat di sayangkan untuk usahamu saat ini!" ucap pengurus pendaftaran lomba karate.
"Kau terlalu banyak bicara. tunggu kau bilang sangat disayangkan apa itu artinya pendaftaran sudah ditutup?" ucap Hyouga kesal dengan penjelasan dari pengurus lomba.
"Yap, kami sudah menutup pendaftaran, karena sudah melebihi batas dari peserta lomba karate. maaf kan aku sobat!" ucap pengurus pendaftaran lomba karate.
"Apa kau tidak bisa memasukkan satu orang lagi?, pasti ada cara lain agar aku bisa ikut," ucap Hyouga, berharap pengurus lomba dapat membantunya.
"Kalau aku pikir memang ada!, satu jalan supaya kamu bisa ikut serta, akan tetapi sesuai dengan keberuntungan mu saat ini" ucap pengurus pendaftaran lomba karate.
"Baiklah aku tau sekarang, jika ada salah satu peserta yang sudah mendaftarkan dirinya ke lomba karate dan dia mengundurkan diri, maka aku bisa masuk untuk menggantikannya, karena pengaturan pertandingan sudah di atur sedemikian rupa!" ucap Hyouga.
"Baiklah, kita harus membagi tugas karena setahuku mereka di tempatkan di ruangan yang berbeda. kalau boleh tau siapa namamu?" ucap Hyouga.
"Aku hanya menunggu idemu saja!, aku heran kamu bisa tau tentang itu. baiklah panggil saja aku Bas!" ucap Bas sambil tersenyum.
"Bass ya.., akan aku ingat" ucapnya.
Mereka berdua berpisah untuk mencari tau kalau saja ada diantara peserta lomba karate yang hendak mengundurkan diri dari perlombaan karate, sebelum di perlombaan mulai.
Hyouga menuju ke ruang olahraga karena ia mendapat informasi bahwa salah satu dari peserta ada disana, sambil memasuki ruang olahraga Hyouga bertemu kawannya yang dulu tinggal di kelas.
Di kelas itu rupanya ada kawan lama Hyouga, ia pun menyapanya.
__ADS_1
"Hey Hyouga!!, kamu sedang mencari seseorang?" ucap Rafael kepada Hyouga sambil melambaikan tangannya.
"Apa kabar kawan lama, senang bisa melihatmu lagi!" ucap Hyouga sambil menepuk pundak temannya.
"Aku baik-baik saja, kamu juga masih seperti dulu ya Hyouga, ngomong-ngomong kamu mencari seseorang?" ucap Rafael dan bertanya kepada Hyouga.
"iya aku mencari seseorang, kebetulan aku bertemu denganmu, jadi apa kau tau siapa disini yang ikut serta dalam perlombaan karate?" ucap Hyouga sambil melihat ke dalam kelas.
"Hahaha, kau tidak menyadarinya Hyouga, orang yang kau cari adalah aku, karena aku mengikuti perlombaan karate!" ucap Rafael dengan gayanya.
Dalam hati Hyouga berkata.
"Ternyata hari keberuntungan berada di pihaku"
"Beberapa menit lagi perlombaan karate akan segera dimulai, aku ingin kau mengundurkan diri dari lomba karate segera!!, dan aku akan mengantikanmu," ucap Hyouga sambil berbisik.
"Apa, kenapa aku harus mengundurkan diri, aku sudah berlatih untuk perlombaan ini Hyouga?"
Rafael kaget mendengar ucapan Hyouga barusan.
Hyouga mencoba menyakinkan Rafael dengan membujuknya.
"Aku hanya ingin trophy nya saja!, hadiahnya kita bisa bagi berdua. bagaimana," ucap Hyouga.
"Hm, aku tau kalau kau jago beladiri dan aku nyakin kau pasti menang, tapi masalahnya aku mewakili kelasku saat ini!" ucap Rafael sambil melihat teman kelasnya yang dari tadi melihat kearahnya.
"Kalau itu, aku punya solusinya, asal kau menuruti perintahku!" ucap Hyouga.
Mereka berdua pun sepakat untuk bekerjasama
__ADS_1
melalui kesepakatan tadi, hanya saja setelah meninggalkan ruang olahraga. Hyouga yang melihat teman sekelasnya Rafael dari luar ruangan, mereka menatapnya seolah olah tatapan kebencian.