
Jam menunjukkan pukul 19:00 makanan yang
disiapkan oleh mereka berdua Evan dan Sheila sudah siap untuk di hidangkan, melihat mereka berdua tengah membawa beberapa makanan untuk di taruh di meja makan, Lili yang melihatnya memutuskan untuk membantu.
Menurut Lili seharusnya Sheila lebih baik istirahat dan tidak melakukan pekerjaan seperti itu apa lagi tadi ia memasak makanan untuk makan malam. Untung saja Sheila di bantu Evan kalau tidak Lili pasti akan ngomel ke Kakaknya itu.
Mereka pun makan malam bersama, Lili yang hampir saja memesan makanan melalui online, memutuskan tidak jadi membelinya karena makan malam kali ini sudah disiapkan oleh Evan dan Sheila. Mereka pun makan dengan senyum tipisnya yang terlihat, bahkan mereka sempat membahas masalah yang terjadi ketika di dapur tadi, Lili pun tak tahan mendengar perkataan Evan tersebut karena menurutnya sangat lucu. Evan juga memiliki keterampilan memasak yang bagus terkadang ketika di rumah Lili selalu memaksa Kakaknya untuk membuatkannya makan malam, makan siang, dan yang lainnya.
Beberapa saat kemudian Sein datang, bukan untuk ikut makan malam bersama, melainkan akan menyampaikan sesuatu kepada Evan mengenai sosok yang di duga meledakan pabrik gas beberapa tahun yang lalu. Evan pun mengesampingkan penyampaian Sein tersebut ia berkata.
"Sein bisakah kita mengesampingkan itu dulu, kamu pasti belum makan malamkan?"Ucap Evan.
"Ya kamu benar aku belum makan malam, Baiklah maafkan aku yang telah menganggu makan malam mu Evan?"Ucap Sein
"Tidak apa-apa kok, mari kita makan bersama, Senior Sein!"Ucap Evan dengan dengan nada jahat.
"ya karena kamu memaksa aku akan ikut makan malam bersama!"Ucap Sein.
Dengan beberapa dorongan akhirnya Sein ikut makan malam bersama dengan mereka.
Keesokan harinya.
Di hari ini Evan berencana menyiapkan strateginya untuk menangkap penjahat keji itu, ia pun membawa buku yang berisi informasi pemahaman yang akan di bahasnya bersama dengan Hyouga dan Ken ketika di ruang klub.
Sheila yang tidak bersekolah memutuskan untuk tetap di villa dia berharap dapat membantu meringankan beban, meskipun beban seharusnya di pikul oleh pembantu di villa tersebut. Evan dan Lili yang mendengarnya Sheila berkata seperti itu, Akhirnya berkata kepada Sheila.
"Hmm, tidak usah Kak Sheila, semua pekerjaan rumah tangga maupun yang lain sudah menjadi kewajiban pembantu di villa, jadi kakak istirahat saja aku tidak tega membayangkannya lagi!"Ucap Lili dengan nada pelan dan mengecil.
Evan pun tak kala berkata kepadanya sebelum ia masuk ke mobil.
"Apa yang di katakan Lili itu ada benarnya juga, sebaiknya kamu istirahat dulu saja atau jika boleh aku ingin di buatkan menu makan siang untuk aku ketika pulang nanti hehe?"Ucap Evan dengan tawa kecilnya.
Mendengar Kakaknya yang bergumam Lili yang di samping Kakaknya tersebut langsung mencubitnya.
"Aaduh sakitt Lili"
"Humph Kakak yang memulainya!"Ucap Lili.
"aku hanya berkata saja, oh ya Sheila maaf tadi aku bercanda tetapi Lili Mala menganggap ya serius!"Ucap Evan sambil mengelus kepala.
"Humph"
"Tuh kan dia gambek!"Ucap Evan sambil menunjuk Lili dengan jarinya.
__ADS_1
"Aku mala senang melihat kalian yang sangat akrab, aku mala iri kepada kalian, hmm nanti aku buatin makanan makan siang deh!"Ucap Sheila.
Mereka berdua berkata secara bersamaan.
"Ehh"
Akhirnya Evan dan Lili berangkat ke Sekolah bersama dengan mobil pribadi yang di kendarai oleh supir.
...****************...
Waktu demi waktu pun berlalu dari jam 07:00 sampai jam 09:00 akhirnya bel Sekolah berbunyi, Evan sudah menyampaikan pesan kepada mereka berdua untuk menunggu di Klub. klub buatan Evan sebagai kedok tempat mereka berkumpul dan mengobrol pas istirahat
maupun sepulang Sekolah. Dengan anggota sekarang yang berjumlah tiga saja, itu karena
kegiatan di klub hanya membahas dan membuat catatan di kertas selebihnya tidak ada selembaran promosi untuk menambah anggota baru, Evan hanya mendaftarkannya saja.
Mereka bertiga pun berkumpul di klub dan mulai membahas rencana maupun strategi untuk misi penyelamatan anak-anak yang di culik.
Evan pun memulai pembicaraan.
" Jadi apa yang aku sampaikan kepada kalian lewat SMS tadi malam itu adalah fakta aku sudah memperkirakan dan mendetail informasi tersebut, hanya saja aku ingin kalian berdua memberikan suatu saran maupun strategi tambahan lewat pemikiran kalian, mengingat betapa pentingnya misi kita kali ini!"
Ken yang terlihat menyangga pipinya dengan salah satu lengannya masih memikirkan perkataan Evan tadi.
Ken memotong perkataan Hyouga.
"Kurasa benar yang dikatakan Evan kita harus menambahkan beberapa strategi lagi, Hyouga kau jelaskan keuntungan yang kita dapat dari strategi Evan tadi?"Ucap Ken yang menoleh ke arah Hyouga.
"Ku pikir kamu sudah tau, haa baiklah jadi seperti ini, dalam strategi Evan, penyerangan di lakukan di titik ini, yaitu titik buta musuh dan kenapa disebut titik buta karena berdasarkan informasi yang didapatkan oleh Evan, penjaga tidak menjaga titik ini!"Ucap Hyouga.
"Kenapa, kenapa mereka tidak menjaga titik ini bukanya setiap kawasan seperti itu mesti strategis?"Ucap Ken.
"Sebab area ini adalah tempat mereka menaruh jebakan!"Ucap Hyouga.
"Hei, bukannya sama saja kita mencari bahaya?"Tanya Ken.
"Tenang saja akan ada pemandu untuk perjalanan kita nanti!"Ucap Hyouga.
"Baiklah, masalah penyerangan sudah teratasi, tapi entah kenapa ada sesuatu yang mengganjal di hatiku, jika kita bayangkan mereka sudah melewati hutan dengan helikopter berulang kali, bahkan bertahun-tahun lho, apa kalian tidak menyadari sesuatu?"Ucap Ken.
Evan pun menjawab.
"Kamu pasti akan menanyakan itu, jadi mereka bisa jadi melakukan hubungan kerjasama dengan pihak lain, itu juga bisa menjadi kedok mereka supaya tidak di ketahui oleh pihak kepolisian, pada akhirnya polisi tidak sempat untuk mencurigai pengerakan mereka di tambah area hutan Dark forest itu sangat asri sekali dengan rimbunan pohon-pohonnya!"Ucap Evan.
__ADS_1
"Iya aku faham, hanya saja apa kita akan jalan kaki menuju rumah itu?"Ucap Ken.
"Hmm, pertanyaan bagus, kita akan menaiki helikopter hanya saja kita akan memutar arah dan turun di dekat lahan yang aku tandai ini yaitu Padang rumput express!"Ucap Evan.
"Semua sudah aku tanya, hanya itu saja dan maaf aku belum memikirkan strategi tambahan kawan-kawan!"Ucap Ken.
"Kau ini kadang berubah menjadi simpati begitu, tapi aku suka dengan beberapa pertanyaanmu itu, karena dengan bertanya kita tidak akan sesat di jalan, seperti kata pepatah" malu bertanya sesat di jalan!"Ucap Evan.
Mereka pun berbincang di dalam ruang klub sembari memakan bekal yang di bawahnya masing-masing.
Tak lama kemudian mereka didatangi oleh seorang perempuan yang cantik hanya saja agak terlihat dingin di raut wajahnya.
Dia pun berkata.
"Apa ini klub menulis?"Ucapnya
Evan menjawabnya.
"Ya, ini klub menulis apa ada yang bisa kami bantu!"
"Aku kesini untuk mendaftar untuk menjadi anggota klub!"Ucapnya.
Hyouga dan Ken pun terkejut hanya saja dengan ekspresi santai.
Dalam hati Ken berkata.
"Wah, dia sangat cantik aku harap dia benar-benar masuk klub."
Hyouga melirik Ken, karena melamun melihat perempuan itu.
Evan bertanya kepada calon anggota klubnya.
"Bisa beritahu kami siapa namamu dan dari kelas mana?"tanya Evan.
"Namaku Sharashi dan aku dari kelas 11 C !"Ucap Sharashi.
Nantikan kelanjutannya di Next chapter ya.
...****************...
Apa pun yang sedang kau lakukan, maka lakukanlah dengan sebaik mungkin.
Jangan lupa untuk like dan vote ya temen-temen, coment juga lho.
__ADS_1