Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Melanjutkan Misi Penyelamatan di Hutan Dark Forest I Hal yang mengejutkan


__ADS_3

Semua berjalan lancar, rencana Evan sudah selangkah di jalankan oleh temannya. Ken pun memulai rencananya. Sembari berjalan ia berkata.


"Tempat mereka sangat strategis!, jadi aku pikir akan aman jika kita bergerak secara sembunyi-sembunyi. kita bisa memanfaatkan keadaan sekitar untuk bisa masuk dan bersembunyi di rumah penjahat itu, hmm sebisa mungkin kalian dapat melewatinya. untuk Syria apa kamu keberatan dengan rencana ku ini?, jika iya kamu bisa bersama-sama denganku memasukinya!" ucap Ken menjelaskan strategi rencananya.


Dalam hati Hyouga berkata.


"Apakah dia mencari kesempatan, dasar Ken!, di saat begini masih saja!" ucap Hyouga dalam hatinya.


Syria pun menjawab.


"Maaf aku bisa menjalankan misi ini sendiri!" ucap Syria yang langsung menjawab sambil melipat kedua lengannya ke dada dan membuang muka setelah menatap Ken.


"Kamu serius?, aku hanya takut akan terjadi sesuatu kepadamu," gumam Ken, karena merasa khawatir kepada Syrian


"Jangan pikir dengan aku membuka kedok ku ini dapat menghilangkan kesan pertama ku!" ucap Syria yang membalikkan badannya setelah berbicara, dilanjutkan dengan ekspresi cemberut.


"Baiklah, kita jalankan rencana Ken, meski aku tidak setuju namun rencananya ada benarnya juga, aku akan pergi ke arah sana sekarang!, kalian harus berhati-hati ya bye..." ucap Hyouga seraya pergi meninggalkan mereka berdua.


"Sulit juga ternyata membuat rencana ini dapat berjalan dengan baik." ucap Ken dalam hatinya.


"Terimakasih kasih Hyouga, kurasa kamu tidak butuh kata tadi, semoga berhasil!" ucap Ken yang agak berteriak kepada Hyouga.


Mendengar Ken yang berteriak Syria respek dan menutup mulut Ken, agar tidak kedengaran suaranya oleh orang lain.


"Mmm..., lepaskan a...ku..!" ucap Ken memaksanya.


"Makannya jangan berisik!" ujar Syria.


Ken pun mengangguk faham, namun wajahnya terlihat memerah.


Hyouga mendengarnya dan mengangkat satu lengannya, dia terlihat memberi pesan dengan jarinya.


Dalam hati Ken berkata.


"Sifat Syria berubah cepat!, saat sarapan tadi dia sangat ramah, tetapi sekarang berbeda dari sebelumnya. hmm mungkin dia begitu karena saking seriusnya menjalankan misi penyelamatan ini."


Ken akhirnya berpisah dengan Syria.


...****************...

__ADS_1


Sementara itu, Evan yang sudah berada di sekitar area markas musuh langsung mengendap-endap memasuki kawasan selanjutnya. Ia pun sangat berhati-hati dan waspada. Bahkan Evan selalu melihat sekitaran, takutnya ada seseorang yang melihatnya atau mungkin saja ada CCTV yang terpasang.


...****************...


Evan pun melanjutkan langkahnya, terlihat di depan ada beberapa penjaga. Dan di sana juga ada anjing penjaga di dekat mereka, melihat itu Evan berhenti dan berpikir sejenak.


Evan berkata dalam hati.


"Ada dua penjaga di depan dan satu anjing di dekatnya!, kira-kira untuk melewati mereka mungkin aku harus mengalihkan perhatian mereka terlebih dahulu. oh ya, tempat ini sangat pas sekali karena di kelilingi oleh pepohonan, dan kurasa kali ini keberuntungan berada di pihaku."


Evan melihat ular di ranting pohon, dengan melihatnya saja ia mendapat satu ide untuk mengalihkan perhatian para penjaga.


Dalam pikirannya, Evan akan menggunakan ular itu sebagai umpan.


"Untung saja aku membuat ketapel tadi!" ucap Evan yang mengecilkan suaranya.


Evan sempat membuat ketapel saat dalam perjalanan.


Dengan membidik ular tersebut di bagian perutnya, Evan pun menarik pegas ketapelnya.


Ctak..(suara batu yang terlontar).


Keberuntungan pun sekarang berpihak pada Evan, tembakannya mengenai ular tersebut, dan membuat ular itu terpental serta menimpa kedua penjaga itu.


"Ini saatnya aku bergerak, aku harus secepatnya!" ucap Evan dalam hatinya.


Evan pun bergerak maju ke depan, ia bersembunyi dan berdiam lalu bergerak lagi setelah kedua penjaga lengah.


Tak selang beberapa menit, Evan pun masuk ke area selanjutnya, sementara penjaga tadi terlihat membunuh ular tersebut dan berkata.


"Aneh sekali!, ular ini seakan terbang, dan tadi aku mendengar suara ranting patah, apa mungkin ada penyusup disini?" ujar salah satu penjaga.


"Pikiranmu itu terlalu rumit!, kamu tidak lihat ular ini adalah jenis ular yang bisa melompat dari jarak tertentu!" ucap penjaga.


"Dan untuk suara rantingnya?" tanya rekan penjaga.


"Itu pasti akibat loncatan ular tersebut, tetapi saat loncat kondisi rantingnya sudah semestinya akan patah, suara itupun bisa terjadi!" jawab rekannya menjelaskan masalah ular tadi.


Mendengar ucapan mereka Evan pun berkata dalam hatinya.

__ADS_1


"Kurasa salah satu dari mereka membantuku, jadi... aku tidak harus menggunakan cara itu. memang benar-benar ya?, keberuntungan saat ini berada di pihaku."


Evan melanjutkan langkahnya kedepan. Tak di sangka setelah melewati semak-semak yang menutupi tempat itu, Evan kaget bukan kepayang melihat markas musuh yang di kiranya hanya rumah ternyata adalah bangunan besar yang sangat mewah dengan nuasa seperti kerajaan.


"Gila, tempat apa ini sebenarnya?, apa ini markas mereka?, jika benar kenapa markas mereka ditutupi pohon besar yang menjulang tinggi? atap maupun sekitaran seperti di buat dengan sengaja, aku bahkan tidak menyangka markas mereka ternyata sebesar ini. sekiranya aku harus memberi tahu Ken,"bucap Evan sambil sesegera merogoh ponsel di kantongnya.


...****************...


Sebelumnya Evan sudah menyiapkan alat untuk berkomunikasi, dan di gunakan saat akan menjalankan misi, karena mereka harus berbagi informasi satu sama lain. Ponselnya di sesuaikan dan di modifikasi.


Karena dari mereka semua dapat memahami pesan morse, Evan pertama mengirimkan pesan tersebut kepada Ken.


Tak..tak...tak...tak (suara tombol yang di pencet namun dengan mengeluarkan suara kecil)


...****************...


Di waktu lain, Ken yang berjalan mengendap-endap mendengar bunyi pesan morse tersebut dengan arti.


"Ken!, ini aku Evan, sekarang aku sudah sampai di area ketiga dan aku melihat markasnya! ternyata yang membuatnya tidak terlihat di pencarian map adalah tempatnya yang di tutupi oleh tanaman merambat dari pohon ke pohon lain, serta markas itu bukan rumah melainkan seperti bangunan kerajaan yang besar dan megah baiklah untuk sekarang aku sudahi dulu!"


Ken pun berpikir, sampai ia memikirkan bahwa bangunan yang di jadikan markas itu adalah bangunan bersejarah yang sudah lama di tinggalkan dan menjadi sebuah markas, karena sudah di ketahui keberadaannya(di temukan).


Dalam hati Ken berkata.


"Dan sepertinya Evan dalam kondisi yang sangat harus berhati-hati dan waspada!, dari pesannya aku memahami. dia juga ada menyampaikan pesan tersembunyi dalam beberapa ketikan di akhir, hmm sepertinya maksud Evan adalah aku harus menyampaikannya pesan tersebut kepada yang lain, artinya apa yang Evan sampaikan kepadaku harus di teruskan!, dasar Evan dia sampai segitunya."


Ken pun melanjutkan langkahnya sambil memberi tau yang lain karena dia masih di area yang aman.


...****************...


Di tempat pengintaian, Hyouga rupanya sudah memasuki area kedua di bagian lain bangunan itu. Sambil mengamati para penjaga, Hyouga juga memilih jalur atas untuk melewatinya, yaitu di atas pohon.


"Pohon dan jarak rantingnya ada yang jauh, aku harus berhati-hati dan menemukan jalur yang pas," ucap Hyouga dalam hatinya.


Suara pesan morse pun berbunyi, membuat Hyouga berdiam di tempat dan mencoba memahaminya.


Sinar matahari terlihat begitu cerah, namun terlihat ada awan yang bergerak yang akan menutupi matahari di beberapa saat maupun menit. Sehingga sinar seakan berganti-ganti kadang cahaya yang mengarah(menyinari) menjadi gelap seketika dan kemudian terang kembali.


Di bawah ada penjaga yang sedang berpatroli, menjaga dari sudut ke sudut. Sampai ada yang hampir mengetahui keberadaan Hyouga. Penjaga itu berfirasat bahwa ada seseorang di atas. Namun karena Hyouga menyadarinya juga, ia pun memanfaatkan keadaan alam dengan bergerak menuju pada sinar matahari yang hilang karena tertutup awan.

__ADS_1


Pada akhirnya penjaga itu berpikir bahwa yang tadi dia liat adalah kera, ia menyimpulkannya begitu karena sering melihat kera yang ada di pohon setiap hari.


__ADS_2