
Ada banyak hal menarik dan seru yang dapat Evan dan yang lain lakukan ketika Malam hari di pantai tiba. Apalagi jika menjalaninya bersama-sama maka menyenangkan untuk menikmatinya.
Pada jam 18:36, Ken bersama dengan Evan pergi menuju kamar tempat Evan inap.
Di perjalanan mereka berdua sempat berbincang.
"Apa rencana kita Malam hari ini Ev, kita kan bagaikan ketua di tengah-tengah murid!" ucap Ken dengan anggapannya.
"Rencana, mungkin bisa masuk ke salah satu yang aku sebutkan ini. pertama, kita bisa camping di sana, ya bersama-sama. terus..kita bisa bakar-bakar ikan juga, memainkan alat musik dan tidur beralaskan pasir, itu kayaknya seru juga," ujar Evan.
"Persis seperti keinginan mu saja ya," ucap Ken.
Evan diam sesaat lalu berbicara kembali.
"Eh, itu aktivitas umum yang biasa mereka-mereka lakukan di pantai Ken, ketika Malam hari!"
"Dan yang paling penting apa?, menurutmu. diantara apa yang aku sebutkan tadi,"
"Kebersamaan kah?" Ken mala bertanya balik.
"Bukan, maksudku aktivitasnya bukan makna di baliknya!"
"Ya terus!"
"Biar aku aku jelaskan!"
"Udara dingin yang dibawa oleh hembusan angin pantai terkadang membuat kita tidak betah berlama-lama berada di pantai saat malam hari. nah, untuk mengatasi hal itu, kita dapat menyalakan api unggun. untuk menjaga suhu tubuh kita agar tetap normal," jelas Evan.
" Hmm, boleh juga," sambil memikirkan kembali perkataan Evan barusan.
**
Sampai di depan pintu, Evan pun membukanya perlahan.
Krek....
"Wow, sepi sekali Ev disini," gumam Ken.
"Ya kan aku tinggal sendirian di kamar hotel ini!" jelas Evan.
"Benar juga sih, aku kan yang mengaturnya," setelah mengingat-ingat lagi.
"Nah itu, kau ingat!"
Evan dan Ken melewati meja makan tapi mereka tak menyangka jika disana di meja makan, ada begitu banyak sekali sajian makanan yang dapat menggugah selera mereka.
Kebetulan saja Evan dan Ken belum makan sejak tadi siang. Dan membuat mereka lapar setelah melihat sajian hidangan tersebut.
Evan hanya melototi makanan tersebut sambil mengingat sesuatu di pikirannya. Dan ternyata dia lupa jika di dalam kamarnya ada seseorang.
__ADS_1
Ken yang lapar pun langsung duduk saja tanpa peduli terhadap apapun, dan mengambil piring serta menaruh nasi beserta lauknya.
Lalu..
Terdengarlah suara perempuan dari balik kamar Evan.
Dan keluarlah Rose dari kamar yang mengenakan gaun tidur agak terbuka. Membuat Ken yang melihatnya pun kaget.
"Si..si..apa dia Ev?" seraya menghalangi sosok perempuan tersebut dengan kedua telapak tangannya.
"Tenang-tenang, aku akan jelaskan!"
Evan menjelaskan kepada Ken secara singkat, kenapa di kamarnya ada seorang cewek. Dan dia cantik pula.
Penjelasan Evan mengarahkan Ken kesatu titik sehingga tidak lebih dalam membicarakan tentang Rose.
Hingga Ken paham betul maksud dari perkataan Evan kepadanya.
Tapi sayangnya Ken pergi di akhir penjelasan Evan tadi. Alasannya karena ia mendapatkan panggilan dari Ayahnya untuk segera pergi menuju ruang rapat.
Ken hanya meninggalkan sepiring nasi dan makanan beserta lauk di dalamnya. Karena dia tidak sempat memakannya tadi.
Evan pun berkata kepada Rose jika ia akan mandi dikarenakan aktivitasnya tadi di pantai yang sangat menguras energi.
Rose mengangguk dan berjalan menuju suatu tempat.
Di dalam kamar mandi Evan memikirkan adiknya Lili di masa-masa liburan Sekolah ini.
Selesai mandi. Di depan kamar mandi, Evan terkejut melihat Rose yang sedang berdiri di depannya.
Sontak membuat Evan kaget. Sehingga Evan terpeleset masuk kedalam kamar mandi.
Ternyata Rose hendak memberikan Evan handuk baru, karena handuk yang Evan pakai, kebetulan sudah di pakai oleh Rose saat mandi siang tadi.
Rose pun khawatir pada saat itu. Ia hendak masuk untuk membantu Evan tapi dilema oleh pilihannya.
**
Di kamarnya Evan mencoba melemaskan punggungnya karena efek jatuh tadi. Sementara Rose gantian pergi mandi.
"Padahal ngak terasa sama sekali sih, tapi kenapa ya aku mala ingin melemaskan otot punggungku?" ucap Evan bermonolog sendiri.
Rose yang mengenakan baju tidur tadi membuat Evan berinisiatif untuk memberikannya sebuah jenis Baju tidur yang ia dapat dari hotel, yaitu Nightie. pakaian tidur yang memiliki motif seperti bordiran, cetakan, atau renda.
Rose pun terlihat feminim sekaligus elegan ketika memakainya.
"Gimana penampilan ku sekarang Ev?" ucap Rose menunggu jawaban dari Evan, berharap ia akan memujinya.
"Menurutku cocok sekali dengan postur tubuh mu Rose, kamu memang terlihat menarik ketika memakainya!"
__ADS_1
"Eh, beneran ngak nih?"
"Ya tentu, itu yang aku lihat,"
"Aku sebenarnya takut!"
"Takut kenapa?"
"Takut aku di makan kamu!"
"Sorry ya, aku tidak berpikiran ke arah itu," gumam Evan.
Membuat Rose berekspresi takjub.
Evan dan Rose pun makan bersama, sesekali Evan menulis pesan yang akan ia sampaikan kepada temannya untuk rencana Malam ini di pantai. Melalui aplikasi Ichat.
**
Pantai ini memiliki keindahan luar biasa terutama keunikan yang hanya bisa dilihat pada Malam hari. Deburan ombak di pinggir pantai pulau ini memberikan nuasa tersendiri bagi yang mendeskripsikannya.
Malam ini Evan dan yang lain sedang asyik melakukan berbagai aktivitas di pantai.
Seperti Hyouga yang sedang memainkan gitarnya dan Rafael sebagai penyanyinya.
Erik yang membangun tenda camping tanpa memerlukan bantuan.
Bas dan Yuki yang sedang membolak-balik ikan dan jagung bakar.
Airi dan Sherly yang sedang menjaga api unggun agar tidak padam.
Terakhir Rahel yang sedang membuat bumbu untuk ikan bakarnya. Dengan kecap dan irisan-irisan sayuran.
Berbeda dengan Evan ia sudah dari awal membantu mereka semua. Yang akhirnya membuatnya jadi menikmati keindahan Malam.
Malam ini lumayan cerah hanya ada sedikit dari awan yang terlihat. Evan juga sudah mengecek prediksi cuaca hari ini. Dan itu aman-aman saja.
Seringkali pesona pantai di malam hari membius setiap orang yang berada di sana. Semilir angin pantai yang dipadu dengan desiran pasir yang terkena ombak menjadi hal yang mengesankan.
Disitulah Evan mensyukuri segala anugerah Tuhan yang jarang kita syukuri.
Evan memandang ke arah gemerlap bintang seraya berkata.
"Garam akan terurai dan pasir akan mengikis. tapi, kenangan itu bertahan selamanya,"
"Keindahan air laut yang memantulkan cahaya rembulan dan bintang yang bersinar di langit, sungguh menjadikan Malam ini adalah Malam yang berkesan,"
Evan yang sedang menikmati indahnya gugusan bintang tiba-tiba di kejutkan dengan terdengarnya suara ponsel dari saku celananya.
Ternyata dari Lili adiknya. Dalam pembicaraannya lewat sambungan seluler tersebut, Lili seakan ingin dia ada disana. Lebih tepatnya tempat Evan sekarang. Karena Evan sempat mempoto gugusan bintang yang ia lihat lalu mengirimkannya kepada Lili.
__ADS_1
Ucapan hangat dan basa basi selalu saja Lili katakan kepada Kakaknya. Dan Lili selalu menutup panggilan berdasarkan kemauannya sendiri.