Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Bermimpi


__ADS_3

Di malam hari Evan terbangun dari tidurnya, dia bermimpi tentang kenangan pahit di masa kecil. Masih terbayang jelas mimpi Evan barusan, yang kemudian ia mencoba tuk tidur kembali.


Sudah seminggu lebih Evan tidak belajar les dengan guru yang Ayah Evan sewa untuk datang ke rumah. Evan lebih memilih untuk belajar sendiri, bahkan Ayah Evan tidak melarangnya mala ia senang jika anaknya dapat tumbuh dengan sendirinya, sama halnya dengan belajar mandiri.


Sebenarnya Ayah Evan tau jika Evan selalu belajar dengan giat di setiap harinya, informasi tersebut di dapat dari Lili yang mengintip Kakaknya ketika waktu belajarnya datang, walaupun kadang Evan belajar di waktu yang tidak tepat, kadang Lili sering bertanya kepadanya seputar materi pelajaran. Lalu Evan membantunya belajar.


Lili sering mengobrol dengan Ayahnya dan menceritakan semua tentang apa yang Evan lakukan, baik di Sekolah maupun selama di luar Sekolah. Sampai-sampai gadis yang dekat dengan Evan sering kali menjadi topik hangat selama pembicaraan mereka di telfon.


Di dalam kamarnya, Evan membuat kerangka materi, sebut saja kisi-kisi. Tapi berbeda dengan Sekolah-sekolah lain, di SMA Oregami setiap menjelang ujian siswanya sama sekali tidak di beri kisi-kisi hal tersebut karena sudah peraturan dari Sekolah. Dan sudah berlangsung lama, hebatnya setiap tahun, lulusan siswa yang lulus dari SMA Oregami mendapatkan nilai-nilai yang memuaskan, walaupun tidak semuanya tapi nilai akademis seluruh siswanya sangat bagus.


Perusahaan bahkan menantikan kedatangan siswa lulusan dari SMA Oregami. Dan berhubung ada beberapa Perusahaan baru yang sedang berkembang, memungkinkan peluang kerja siswa SMA Oregami setelah lulus semakin besar.


Dan untuk Hyouga, sekarang ini dia bekerja paruh waktu di sebuah swalayan dekat stasiun kereta. Alasan Hyouga melakukan pekerjaan sampingan itu, karena keinginannya untuk dapat hidup mandiri di tengah perekonomian yang semakin membelit ini.


Ujian semester pertama sebentar lagi akan di laksanakan. Biasanya seluruh siswa di SMA Oregami menutup jadwal aktivitas Klub sementara, di karenakan ujian yang akan datang.


Namun beda halnya dengan Evan, klub menulis akan tetap berjalan walaupun ujian tak lama akan dilaksanakan. Evan memanfaatkannya untuk dapat belajar bersama selama di ruang klub, seperti menghafal dan sebagainya.


Lalu untuk orang yang menargetkan Rahel, Evan sudah mengetahui siapa dia sebenarnya dan mengapa dia melakukan hal itu kepada Rahel. Evan sengaja untuk bertindak diam dan tidak mengupas masalah waktu itu.


Semenjak meninggalnya kepala Sekolah beberapa kebijakan di ubah atau di revisi kembali, sesuai dengan kebijakan dari kepala Sekolah baru. Kebijakan tersebut sudah berjalan dua Minggu ini. Tujuan dari pengubahan kebijakan, di karenakan kepala Sekolah baru yang memiliki visi dan misi berbeda dengan kepala Sekolah lama, untuk dapat menambah kemampuan berpikir siswa dan menambah nilai plus(nilai tambah) mereka.


Pada awalnya kebijakan tersebut menuai pro-kontra di kalangan para guru honorer, argumen serta opini mereka di keluarkan ketika sidang rapat berlangsung. Pada akhirnya melalui kesepakatan bersama, kebijakan dari kepala Sekolah baru pun di terapkan.


Perdebatan tersebut secara tidak sengaja di dengar oleh Evan yang saat itu dia sedang menuju ruang laboratorium. Kala mendengarnya, langkah Evan terhenti. Lalu ia mendengarkan perdebatan yang ada di dalam dan dengan santainya Evan terus berada di depan ruang rapat tersebut, sampai Evan lupa tujuannya dari awal.


Kembali ke Malam di mana Evan belajar, yang sebelumnya ia makan malam bersama dengan Ayah dan adiknya. Setelah makan malam dan gosok gigi Evan selalu meluangkan waktunya untuk belajar, apalagi menjelang ujian semester pertama.

__ADS_1


Di kamarnya Evan membaca dan mempelajari materi yang ia ringkas, selama pembelajaran di Sekolah berlangsung. Lalu ia menyalinnya lagi ke dalam catatan khusus, yaitu catatan pedoman belajarnya. Dari catatan itulah Evan mempelajari inti dari apa yang di bahas dalam sebuah mata pelajaran.


Ada sebuah ketukan pintu yang di dengar Evan sesaat setelah beristirahat dari belajarnya.


Tok...tok..tok..


"Eh, siapa itu" Ucap Evan dalam hatinya, yang saat itu dia sedang bersandar di kursinya belajarnya.


"Maaf aku menganggu Kak, apa Kakak punya waktu sebentar?" ucap Lili.


"Ouh, ternyata Lili aku kira Sein, suara ketukannya sangat mirip." ucap Evan dalam hatinya.


"Iya, tunggu sebentar Kakak akan buka pintunya?" ucap Evan.


Evan membuka pintu kamarnya.


"Kamu ternyata cocok sekali ya dengan baju tidur ini, sangat imut lho!" ucap Evan dengan sedikit senyuman di wajahnya.


Pipi Lili memerah di buatnya.


"Itu- itu aku membelinya lewat online, hmm aku kesini karena butuh bantuan Kakak untuk mengajari aku rumus matematika ini!" sambil menyodorkan buku tulisnya kepada Evan.


"Huh, ini materi matematika aljabar pengurangan dan penjumlahan, bukannya ini terlihat sangat.."


"Aku ingin cepat-cepat memahaminya Kak, bisa ya?" ucap Lili dengan wajah polosnya.


Oh ya, adikku Lili memang sering bersikap begitu dia seperti memiliki kepribadian ganda menurutku. Mengapa, ya karena dari sifatnya saja sudah terlihat dia bisa berubah menjadi seorang adik yang imut dan ramah ataupun adik yang tsundere dan sedikit nakal.

__ADS_1


Bagaimana pun juga dia adalah adikku, jadi aku harus membantunya belajar. Padahal aku ingat sendiri pernah mengajarkan materi ini kepadanya, mungkin dia lupa.


Di ruang belajar khusus.


"Pertama-tama kamu harus mengerti apa itu Aljabar!, Aljabar atau Algebra merupakan salah satu cabang dalam ilmu matematika yang sangat luas cakupannya, sedangkan aljabar itu sendiri diartikan sebagai cabang ilmu dalam matematika yang mempelajari simbol matematika dan aturan aturan yang digunakan untuk memanipulasi simbol tersebut." ucap Evan menjelaskan pengertian Aljabar.


"Contohnya seperti apa Kak?" Lili bertanya sambil memiringkan kepalanya.


"Jadi seperti ini bentuknya, kx ± c, dengan: kx \= suku, k \= koefisien, x \= variabel, dan c konstanta. Jika ada bentuk aljabar 3x + 5, berarti 3 berperan sebagai koefisien, x sebagai variabel, dan 5 sebagai konstanta. Nah, untuk 3x berperan sebagai suku berpangkat 1. Suku adalah gabungan antara koefisien dan variabel. Jika variabel x nya berpangkat dua, maka sukunya adalah suku dua, contoh 2x2 + 3!" ucap Evan panjang lebar.


"Terlalu kepanjangan Kak, aku hanya mengerti sedikit bisa Kakak terangkan sekali lagi, aku rasa aku harus lebih dekat dengan Kakak!" ucap Lili.


"Baiklah, aku akan menerangkannya sekali lagi jadi dengarkan baik-baik, bila perlu kamu mencatatnya?" ucap Evan.


Lili pun menganggukan kepalanya.


Sampai jam 21:00 Lili pun akhirnya bisa memahami apa itu Aljabar dan seluruh bentuk-bentuknya. Evan juga memberikan rumus khusus untuk mengerjakan soal-soal aljabar dengan mudah.


"Kamu besok Sekolah kan, kenapa kamu tidak tidur lebih awal?" sambil melirik.


"Kamu juga besok Sekolah juga kan Kak, tidak adil jika cuma kamu yang begadang!" ucap Lili agak marah melihat Evan.


"Kenapa Lili seakan marah kepadaku, dia juga terlihat agak ngambek," ucap Evan dalam hatinya.


"Aku sudah dewasa jadi tidak masalah tidur agak maleman dikit, lagi pula kamu masih kecil jadi harus tidur lebih awal agar dapat tumbuh dengan baik!" ucap Evan.


Tak lama setelah Evan berhenti berbicara, ada aura kemarahan yang ia rasakan.

__ADS_1


__ADS_2