Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Melawan Guru Di Kuis Challenge


__ADS_3

Setelah Evan meninggalkan tempat Challenge kuis, karena alasannya untuk pergi ke Kamar kecil, membuat Lili jadi sendirian di sana, di tempat pasangan kuis masing-masing. Setelah itu host pun kembali melontarkan pertanyaan kuis dengan diiringi oleh klu yang di sampaikan oleh nya, ia pun membacakan soal kuis tersebut.


"Soal ini berhubungan dengan gambar yang akan di tunjukkan oleh tim kami,(Tak lama kemudian), baik ini dia lukisannya!" ucap host sambil membuka lukisan tersebut yang tertutup kain.


Dalam hati Lili berkata.


"Bukanya itu lukisan karya si pelukis yang terkenal itu, tapi siapanya namanya ya..."


"Yap, lukisan ini adalah lukisan yang sangat bersejarah serta memiliki nilai seni tersendiri. baiklah tidak perlu banyak basa-basi soalnya adalah" Di mana di dunia ini Mona Lisa karya Leonardo da Vinci?" ucap host.


Para peserta lain terlihat sedang fokus berpikir dan mengamati lukisan tersebut. Walaupun lukisan tersebut adalah tiruannya.


"Aku akan pikirkan baik-baik," ujarnya.


Tak lama ada yang mengacungkan tangan dan menjawabnya.


"Lukisan itu berada di Paris tempatnya di Perancis!" ucap salah satu peserta yang menjawab soal tersebut.


"Jawabannya benar tapi masih kurang sedikit lagi, baiklah jika ada yang menambahkan jawaban tadi dengan jawaban yang tepat kami akan memberikan 50 poin masing-masing!" ucap host melihat kearah peserta baris kanan dan kiri.


"Pertanyaan kuis ini sangat sulit, aku kira akan sangat mudah!" ucap salah satu peserta.


"Kamu tidak lihat di bronsur itu, disanan juga tertera kategori soalnya, bahkan aku yang melihat dan mempelajari apa yang ada di dalam kategori pun tidak bisa menjawab soal-soal dari tadi, menurutku soal ini memiliki level tersendiri namun di acak agar kita tidak menyadarinya!" ucap Bas yang rupanya ikut di Challenge kuis bersama temannya.


"Aku terlalu pusing untuk mengerti semua ucapanmu." balas temannya.


Dalam beberapa menit ada salah satu dari peserta yang menjawabnya, ia adalah seorang guru.


"Jawabannya "The Louvre, Paris, Prancis!" ucapnya.


Sambil melihat jawaban di kertas, host pun melangkah maju ke depan dan berkata.


"Tepat sekali jawabannya, karena pertanyaan ini memiliki rahasia tersembunyi maka nilainya jadi 100 poin, ya mungkin kalian para peserta kaget aku sendiri menyelipkan surat berisi poin, jadi selamat untuk peserta nomor dua!" ucap host.


"Tidak terduga ya bahkan jawaban dari soal ini mengarah langsung ke lukisan yang di buat oleh Leonardo da Vinci, jika di teliti lukisan itu namfak seperti lukisan pada jamannya. namun memiliki pesan tersembunyi di dalam lukisan tersebut yang sengaja dimasukkan di dalam lukisan karyanya oleh si pelukis!" jelas Bas.


"Iya-iya aku mengerti, kamu memang ahli dalam hal seluk beluk sejarah."


Pertanyaan selanjutnya pun akan segera di bacakan oleh host. Beberapa saat tadi host sedang minum di belakang.


"Jika kakak ada disini, apa kakak bisa menjawabnya dengan cepat, aku terlalu berharap bisa menjawabnya. baiklah aku akan berusaha sebisa mungkin untuk menjawab soal lainnya, aku tidak boleh mengecewakan kakak," ucap Lili dalam hatinya penuh semangat.


Ada dari peserta pasangan lain yang melirik Lili.


"Eh, bukannya dia pacar orang yang tadi, entah kenapa dia sangat bersemangat sekarang." ucapnya.


"Alasan kamu aja kan yang mau liat dia?"


...****************...


Evan yang tadi meninggalkan tempat Challenge pergi ke kamar menuju kecil, lalu setelah itu ia pun membeli beberapa makanan kecil.


Tampaknya Evan membeli daging domba yang di sate, ia pun duduk di salah satu tempat penjual sate tersebut yang sudah di sediakan.


"Bagaimana ya Lili yang di sana, dia mungkin sendirian di sana dan tidak ada yang menemani. aku sudah tau soal dari kuis itu akan sangat agak sulit untuk dia jawab, karena aku sudah mengetahui perencana soal-soal itu sendiri. baiklah aku harus segera menghabiskan makananku dan pergi ke sana lagi," ucap Evan dalam hati.


Tak lama Evan melihat seorang gadis. Dia terlihat sedang mengamati orang makan di dekat tempat penjual sate.


Evan pun melihat ekspresi dari matanya yang menahan rasa lapar, dan dia juga terlihat sedang memegang perutnya. Karena Evan tidak tega maka ia pun bangun dari tempat ia makan dan menghampiri gadis itu.


"Hai namaku Evan," ucap Evan dengan senyum ramah untuk berkenalan dengan gadis tersebut.


"Hai namaku Shella, uhm... ada apa ya?"


"Aku melihat mu dari tadi. apa kamu ingin makan bersamaku disana? ucap Evan.


"Eh, mengajakku makan bukanya kita baru berkenalan!" ucap Shella.


"Kamu pasti sedang kelaparan, aku terus terang saja jadi aku ingin mentraktirmu makan!" jelas Evan.

__ADS_1


"Ouh, kamu mengetahuinya ya. tapi... nanti aku akan membebanimu, jadi aku sarankan kamu menarik kembali perkataan mu tadi!" ucap Sheila.


Dalam hati Evan berkata.


"Dia sangat keras kepala, dia bahkan berkata seperti itu kepadaku yang mau mentraktirnya, dia mungkin masih sungkan, aku tidak akan menarik kembali perkataan ku tadi."


"Kebetulan aku memenangkan lotre jadi uangku saat ini sangat banyak, aku tidak tau untuk apa lagi aku habiskan, jadi bisakah kamu membantu ku untuk menghabiskan setengahnya?" ujar Evan sambil tersenyum dengan senyuman palsunya.


"Baliklah, aku akan ikut makan bersama mu!" ucap Sheila.


"Hehehe maafkan aku yang telah menipumu," ucap Evan dalam hatinya.


Evan pun melanjutkan makannya, sekarang ia bersama dengan gadis itu. Evan pun memesan makanan tambahan untuk gadis cantik tersebut.


...****************...


Di satu sisi Lili yang berusaha untuk menjawab soal demi soal yang di berikan oleh host, ia pun terlihat sangat kesulitan untuk menjawabnya.


Sementara seorang guru tadi berhasil menyamakan poinnya dengan nilai yang di dapatkan oleh Evan.


Dalam hati Lili berkata.


"Kakak di mana sih, jika begini terus peserta nomor dua itu akan menyikat poin kita saat ini," ucap Lili dalam hatinya.


"Sepertinya aku melupakan sesuatu dari tadi, bahkan aku mencoba untuk mengingatnya, tapi... apa ya?" ucap host yang berkata sendiri.


"Ah, benar aku melupakan pacar pasangan nomor 10 , jika diingat-ingat bukannya ia ijin ke kamar kecil, tetapi kenapa sampai sekarang dia belum terlihat!" ucap host sambil memastikannya.


Salah seorang peserta berkata kepada temannya.


"Benar juga yang di katakan oleh host dia sampai sekarang belum kembali apa dia sedang dalam masalah?" ucapnya.


"Kenapa kamu menanyakan itu kepadaku, mungkin saja dia makan terlalu banyak sehingga dia agak lama di toilet!" Pikirnya


"Benar juga, kamu sangat cerdas!" balasnya sambil tersenyum.


Bahkan ada yang berkata.


"Apa dia mengunakan sebuah trik untuk memenangkan kuis ini?"


Host pun menanyakan hal tadi kepada Lili, serta menyuruhnya untuk menelpon pacarnya.


"Eh, tapi aku bukan..." dengan wajah yang memerah.


"Baliklah bisakah kamu menelpon dia?, jika dia tidak segera kembali maka dengan berat hati kami akan mendiskualifikasi pasangan kamu!" tegas host.


"Iya, aku akan menelponnya!"


Evan yang mematikan handphone sebelumya, membuatnya tidak tahu bahwa Lili sekarang sedang menelponnya.


Lili pun mencoba menelponnya terus sampai berkali-kali, tetapi nomor yang di tujuh tidak dapat di hubungi, sembari berusaha agar host menunggunya sedikit lagi.


Tak lama kemudian Evan pun kembali. Dan Evan langsung saja meminta maaf kepada host setelah itu kembali ke tempat duduknya.


Lili berusaha menanyakan sebab kenapa kakaknya pergi terlalu lama, akan tetapi Evan mengabaikannya dan berkata bahwa sekarang bukan saatnya untuk bertanya, mendengar itu Lili pun terkejut dan terdiam.


"Mari kita lanjutkan!, soal ini berhubungan dengan permainan. baik berikut soalnya dan dengarkan aku "Permainan papan mana yang dimainkan dengan tim pemain yang mencoba untuk mengidentifikasi kata-kata spesifik, dari gambar rekan setim mereka?" terang host.


Terlihat Evan dengan cepat mengacungkan tangannya, bahkan seorang guru tadi kalah cepat dalam mengangkat tangannya.


"Jawabannya Pictionary."


"Baiklah tepat sekali, waw suatu hal yang mengejutkan bisa melihat mu kembali menjawab dengan sangat cepat. baik selamat untuk pasangan nomor sepuluh!" ucap host memuji pasangan nomor 10 dan melanjutkan kembali jalannya kuis.


Dalam hati Evan berkata.


"Rupanya orang itu adalah lawan yang hampir menyikat poinku, bahkan tadi Lili sempat mengatakan poin kita sekarang sama dengannya, harusnya aku akan menang jika soal selanjutnya terjawab dengan benar lagi."


Soal ini adalah soal ke sepuluh jadi jika tim nomor sepuluh berhasil menjawabnya dengan benar lagi maka akan jadi juara di kuis Challenge kali ini, tetapi jika peserta nomor sepuluh bisa menyamakan poinnya lagi maka kami akan memberikan soal tambahan!" ucap host.

__ADS_1


Salah seorang peserta berkata.


"Host kalau begini percuma kami membuang waktu untuk mengikuti kuis ini, bahkan mereka memiliki poin melebihi kami?" ucap salah seorang peserta dengan suara meninggi.


"Tenang sayang, kita mungkin tidak sepintar mereka jadi kamu bersabar ya?" ucap pasangan cewek menenangkan ke kasihnya.


"Untuk itu kami juga berpikir sama tapi apa boleh buat inilah yang terjadi di kuis Challenge, kedepanya kami akan merencanakan kembali progres kuis!" ujar host.


"Baiklah aku mengerti sekarang, maafkan aku sayang?" saling bertatap muka


"iya, gpp kok!"jawabnya


Para peserta lain terlihat Iri melihatnya sampai ada yang berkata.


"Hey, jangan mesra-mesraan di sini?" cetusnya.


Host menenangkan suasana kuis dan kembali membacakan soal.


" Soal terakhir!, apa cabang ilmu matematika yang mempelajari sudut, segitiga, serta fungsi seperti sin, cosin, dan tangen?" ucap host.


Evan hampir mengangkat tangannya hanya saja ia kalah cepat.


"Trigonometri," jawab seorang guru.


"Benar sekali, sekarang skor pasangan nomor dua sama dengan pasangan nomor sepuluh. ini artinya akan ada satu jawaban tambahan sebagai perebutan untuk kemenangan!" ujar host.


Teman guru itu berkata kepada temannya.


"Kamu bisa menjawabnya karena hari ini kamu mengajar bab itu kan?, sama seperti pertanyaan tadi. jadi kaya berhubungan gitu." ucap guru perempuan.


"Hehehe, kali ini aku beruntung, untuk selanjutnya aku akan mengunakan trik itu!"


"Jangan gegabah?"


Dalam hati ia berkata.


"Untung saja soal tadi berhubungan dengan pelajaran matematika yang aku ajarkan hari ini."


Evan pun fokus untuk menjawab soal berikutnya.


"Kakak terlihat sangat serius, aku tidak akan menganggunya, " ucap Lili dalam hatinya yang mencuri pandang untuk melihat Kakaknya.


"Soal berikutnya, mengapa air laut berwarna biru?" ucap host.


Dengan cepat seorang guru itu mengacungkan tangannya, hanya saja setelah itu ia berpikir sejenak dan belum menjawab.


"Baik, jawabannya.. ?" ucap host.


Dalam hati ia berkata.


"Sial, kenapa soal kali ini sangat sulit sekali..., aku guru matematika mana mungkin bisa menjawabnya dengan spesifik."


Karena terlalu gelisah seorang guru itu menjawabnya.


"Jawabannya karena air laut sudah dari asal di ciptakan berwarna biru!" jelas seorang guru tersebut.


Seketika para peserta lain tertawa mendengar jawaban guru itu dan host pun agak tersenyum.


"Maaf jawaban anda kurang tepat!, soal ini memang mudah, tapi agak harus melihat dari segi penalaran. karena jawaban pasangan nomor dua kurang tepat maka kami lempar ke pasangan nomor 10 ." ucap Host.


Evan pun menjawab dengan pengetahuan Sains nya.


"Hal ini terjadi karena air laut menyerap warna tertentu dalam spektrum cahaya Matahari,


dari semua warna yang terpancar dalam spektrum cahaya, air laut ternyata menyerap di bagian warna merah. Nah, karena air laut menyerap bagian merah di spektrum cahaya, warna yang ditebarkan oleh lautan justru warna sebaliknya, yakni biru dan hijau, bahwa merah adalah warna dengan gelombang terpanjang, sedangkan biru dan hijau merupakan gelombang yang jauh lebih pendek. jadi prinsipnya adalah, jika zat cair menyerap gelombang cahaya merah, maka ia akan membiaskan gelombang cahaya biru!" jelas Evan.


Para peserta lain terkejut mendengar jawaban Evan.


Akhirnya Kuis Challenge tersebut di menangkan oleh Evan dan Lili. Para peserta maupun penonton di sekitar bertepuk tangan karena kemenangan yang luar biasa ini.

__ADS_1


__ADS_2