Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Epilog


__ADS_3

POV Evan


Aku telah menemukan tujuan ku kali ini, ketika aku melihatnya. Tidak ku sangka dia masih ada di hadapanku dengan senyuman manis. Apa aku salah, karena dulu mengecewakannya?


Aku tidak menyangka gadis yang aku beri tumpangan ini adalah Rose, dia saat ini tampak muda. Sekilas mirip anak kuliahan dari buku yang dia bawa. Tapi belum seratus persen membuatku nyakin.


"Apa aku boleh ikut, uhm... sebenarnya aku lagi berhemat biar nggak pakai kendaraan umum!"


Dia ternyata masih sama seperti dulu, saat aku bertemu dengannya untuk pertama kali dalam mimpi, sepertinya, ini adalah anugerah karena aku bisa bertemu dengannya.


"Ehem, boleh boleh... tapi penawaran apa yang akan kamu berikan kepadaku?"


"Bagaimana kalau aku memberi mu sebuah kecupan!?"


"Huh...??"


"Heheh nggak kok, aku bercanda. Aku akan memberimu kue yang aku buat sendiri, gimana!?"


"Ya... boleh saja, tapi seperti apa kuenya? Sini tunjukkan!"


Aku lalu melajukan mobilku sedikit cepat karena hari yang sudah mulai petang. Rose, dia kelihatannya akan menunjukkan kue yang dia buat kepadaku.


"Nih, kue yang aku buat. Walaupun sisa dua tapi enak kok!"


"Hey... berarti aku makan sisaan dong?"


"...."


"Sini, biar aku cicipi!"


"Eh...?"


"Hmm, ternyata rasanya masih sama."


Kebetulan atau memang mimpiku masih berlanjut, kue ini... rasanya bahkan sama dengan buatannya dulu.


"Apa ada yang salah, aku membuatnya dengan penuh cinta!"


"Ah-hahah."

__ADS_1


Kemampuan itu, aku masih ingat dia yang suka menggodaku.


"Hmmm?"


"Kamu habis pulang kuliah?"


"Iyaa, aku pulangnya sendirian!"


"Dia mala curhat," ucapku dalam hati sambil mengendarai mobil, dan sesekali melirik mengobrol dengannya.


"Oh, ya. Namaku Rose... "


"Ya ya, aku sudah tau namamu."


"Serius, kok bisa?"


Aku sedikit tersipu karena Rose dekat denganku, wajahnya mendekat seolah tak ragu, apa dia ini sedang menggodaku. Padahal untuk sebuah hal yang dia pertanyakan.


"Liat kartu di lehermu!"


"Hm?"


"Dia sama sekali tidak ada yang berubah ya?" ucapku bermonolog dalam hati.


Ku gigit lagi kue yang dibawa Rose, sampai aku habiskan tanpa sisa.


"Kamu kelaparan ya?"


"Ups!!"


"Pertanyaan apa itu!? Tidak sopan sekali," ucapku dalam hati.


"Gini, kalau kamu mengacau lagi aku akan turunkan kamu ya!


"Eh, jangan jangan. Aku tutup mulut sekarang deh... "


"Baguslah kalau kamu mengerti."


Terjebak dalam diri remaja yang padahal aku ini sudah dewasa, sangat menyenangkan. Apalagi pengetahuan yang aku dapat dalam mimpi masih saja aku ingat.

__ADS_1


Meski hatiku terasa sakit karena rasa penyesalan itu, ya. Saat aku mencintai mimpiku itu. Terkadang terlalu menyukai mimpi tidaklah baik( ketika saat tidur dan bermimpi), di bandingkan mimpi untuk menggapai impian.


Semoga saja pertemuanku ini adalah awal dari segalanya, aku tidak tidak akan lengah dengan rintangan yang di depan. Kali ini aku akan konsisten untuk kedepanya.


"Nama kamu...?"


"Panggil saja aku Evan. Senang berkenalan denganmu!"


"Aku juga senang..."


•••


Sampai dirumahnya ternyata Rose sudah tertidur pulas di mobilku. Tentu saja aku tidak akan membangunkannya, yang pasti ini adalah suatu trik biar hubunganku dengannya makin dekat.


"Maaf, saya adalah pacarnya Rose! Kebetulan saya menjemputnya dan dia tertidur saat perjalanan!"


Ibunya bahkan masih aku kenali seperti dalam mimpi, dia tidak tua. Mala terlihat cantik dengan daster yang sederhana.


Aku kini mengendong Rose masuk ke rumahnya, makanya ibunya terus-terusan melihat ke arahku. Walaupun aku tidak tahu tapi aku merasakan tatapannya.


"Uhm, kamu mau itu kan, Evan?"


"Ya, ampun dia ini. Tanganku mala di pegang dengan erat lagi!"


"Eh??"


Rose beranjak bangun dan tiba-tiba menciumiku.


Sepertinya aku sudah kalah, dia memiliki tenaga yang sangat kuat. Lolos darinya seakan sulit menurutku. Ya, sudah. Tidak apa. Yang penting suatu hari nanti aku akan menjalin hubungan dengannya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Sekali lagi terimakasih yang sudah mampir dan baca sampai sini, Author sangat berterimakasih kepada para Readers.


__ADS_2