Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Ketika Dalam Situasi Sulit Kita Harus Tenang Dan Berpikir (Revisi)


__ADS_3

Ken akhirnya memutuskan untuk kembali ke tenda, karena melihat hari yang mulai gelap tepatnya sudah jam 17:44 ia membawa beberapa buah yang di temukannya tadi serta membawa tanaman pengusir nyamuk yaitu tanaman lavender yang menghasilkan zat linaloor dan linyki yang tidak di sukai oleh nyamuk. Untuk manusia sendiri aroma lavender mala bisa menenangkan. "Aku kasih beberapa informasi biar menarik hehehe."


Sampai di tenda yang sudah di buat oleh Evan, Ken berjalan mengelilingi tenda tersebut sampai ia melihat dedaunan yang mana berisi ikan hasil tangkapan Evan dengan cara khasnya. Ken pun melihat ikan-ikan sungai itu yang namfak segar hanya saja ia belum melihat yang lain kembali jadi ia agak khawatir mengenai mereka.



Tak lama kemudian Hyouga kembali dari tugasnya, ia pun bertanya kepada Ken.


"Ken kamu sudah sampai disini dari tadi atau tidak?" ucap Hyouga yang langsung bertanya.


"Kurang lebih aku sudah sampai disini dan menunggu sekitar 6 menit, setelah itu kamu datang!"jawab Ken.


"Tapi Rail dan juga Evan belum kembali!, ya. sembari menunggu mereka kita persiapkan dulu ikan-ikan segar ini dan aku akan memasak jamur yang aku temukan menggunakan panci yang di berikan oleh kru helicopter itu!" ujar Hyouga.


"Ya, kita harus mempersiapkannya, aku harap mereka baik-baik saja,!" ucap Ken yang beranjak bangkit untuk membantu Hyouga.


Mereka berdua bekerja sesuai tugasnya masing-masing.


Saat itu Ken berkata kepada Hyouga.


"Btw kamu mendapatkan jamur sebanyak itu dari area yang lembab bukan?" ucap Ken.


"Menurutmu bagaimana aku bisa mendapat sebanyak ini, aku rasa di dalam hutan Dark forest selain menyimpan misteri di dalamnya, hutan ini juga kaya akan sumber makanan. bagi para petualang hutan ini sangat cocok untuk di eksplorasi, soalnya tadi aku menemukan berbagai jenis bahan makanan yang aku temukan disini, begitu!" ucap Hyouga sambil menata kayu untuk membuat api unggun.


"Wah, keren sekali nih hutan, bagi mereka yang awam tentang hutan ini pasti tidak terbayangkan hal tadi kan Hyouga?, hahaha setidaknya kita menjadi orang yang sudah mengetahui apa yang orang lain tidak mengetahuinya. oh ya aku juga mendapatkan beberapa buah di arah sana (sambil menunjukkan jarinya), banyak sekali buah-buahan yang beracun dan hampir saja aku memakan tadi. untungnya setelah menuju lebih jauh lagi ke arah sana aku mendapatkan buah-buahan yang layak di konsumsi hehehe," ucap Ken sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Baiklah kita sambung nanti obrolannya, kita selesaikan dulu tugas kita ini dulu!" perintah Hyouga kepada Ken.


...----------------...

__ADS_1


Sebelumnya, jam 17:20 Evan masih di kejar oleh para serigala yang terlihat ganas dengan air liur di giginya bahkan jika di lihat mereka sangat liar sekali, di situasi sekarang Evan terus berlari menuju tempat yang di prediksinya sebagai tempat kolonan babi hutan.


Evan berlari melewati pohon yang tumbang dan medan lain di perjalanannya, sampai ia pun sampai di tempat yang sudah di prediksinya.


"Aku rasa ini tempatnya!, aku bisa merasakan hawanya hehehe," ucap Evan dalam hati.


Dengan melempar cairan asap kearah yang di duga tempat kolonan babi hutan, Evan pun memulai trik Sainsnya, ia menggesekan kedua tangannya yang lama kelamaan keluar asap yang begitu banyak. Bersama dengan trik itu kolonan babi hutan pun muncul dan karena merasa terganggu kolonan babi hutan itu menuju ke arah Evan.


Evan melakukan trik Sains tersebut bertujuan untuk membutakan penglihatan babi hutan sementara supaya para kolonan babi hutan tersebut tidak melihat kumpulan serigala yang mengejar Evan.


Bersamaan dengan serangan dari kedua sisi Evan pun menghindar dengan lincahnya, saat para kolonan serigala maupun babi melewati asap yang di buat oleh Evan tadi, salah satu di antara kolonan babi ada yang bersuara ketakutan melihat para serigala di hadapannya, akan tetapi tidak semua kolonan babi hutan itu ketakutan. Beberapa dari setengahnya tetap menuju ke depan ke arah para gerombolan serigala, bahkan Evan melihat pertarungan sengit antar koloni yang dia sendiri belum pernah melihatnya.


Evan pun menjauh dari pertarungan antar koloni itu. Di tengah perjalanan pulang menuju tenda, Evan bertemu dengan Rail dia tampak pucat dan gelisah yang namfak di wajahnya. Bahkan kesan Evan yang bertemu dengannya merasa terkejut.


Rail melihat Evan seakan menangis bahagia, karena Evan bisa selamat dari segerombolan serigala yang mengejarnya.


Rail pun tak kuasa menahan tangisnya sampai ia memeluk Evan dengan erat.


Sesudahnya, Rail berbicara kepada Evan sambil berjalan menuju tenda.


"Evan aku sangat terkejut bisa melihat mu kembali dengan selamat, bahkan aku sendiri tidak bisa membayangkan seseorang yang di kejar oleh banyak serigala ganas yang mengejar di belakangnya bisa lolos dengan selamat tanpa luka sedikitpun, jujur saja aku sangat khawatir kepadamu!" ucap Rail mata.


"Untuk itu, aku sendiri juga tidak tahu entah kenapa bisa terjadi. aku hanya mengandalka instingku!" ucap Evan sambil menyangga kepalanya dengan kedua lengannya dan tersenyum.


"Kamu bahkan mempertaruhkan nyawa mu sendiri untuk bisa menyelamatkanku, dari lubuk hati ku yang paling dalam aku ucapkan terimakasih kepadamu!" ucap Rail berhenti sambil menatap Evan.


"Tidak apa-apa, aku hanya beruntung saja dengan situasi yang aku dapat, ketika pergi menyusulmu aku menemukan jejak yang di tinggalkan oleh babi hutan, anehnya jejak itu beriringan dengan jejak serigala, aku berspekulasi koloni babi hutan berada di tempat tersembunyi yang tidak di ketahui oleh kolonan serigala tadi, aku pun terus maju berharap mendapatkan petunjuk dan benar saja ada segerombolan serigala, lalu aku berpikir serigala itu dapat menjadi ancaman di tenda kita. aku pun mendapatkan ide untuk menjebaknya dan sangat kebetulan sekali aku melihat mu, jadi aku membantu mu terlebih dahulu dan memikirkan sebuah rencana!" jelas Evan.


"Kamu sangat pemikiran ya Evan?, hanya saja aku ingin tau bagaimana kamu bisa mengetahui tempat persembunyian koloni babi hutan itu?" tanya Rail menempelkan jarinya ke dagu, menunggu Evan menceritakannya.

__ADS_1


"Kalau itu sih..., aku tau karena buku yang aku baca. bisa di bilang bukunya bersampul hewan-hewan yang ada di hutan dan berjudul ragam informasi flora dan fauna!" ucap Evan.


"Ouh jadi begitu, oh ya maaf juga ya kalau aku merepotkan!, harusnya aku yang melindungi mu tadi."


"Tenang saja!, tidak masalah buat ku. tapi... kamu harus jujur kepadaku. Apakah kamu sebenarnya perempuan?" tanya Evan dengan tatapan serius.


Pasti kalian pun kaget kenapa Evan bisa berkata seperti itu, seperti yang Evan tanyakan kepada Rail sejak awal, maka bisa di katakan Evan sudah mengetahui bahwa Rail adalah perempuan yang menyamar menjadi laki-laki penganti kakaknya yang sudah tiada.


Senyum Rail memudar, ia bahkan diam untuk sesaat karena tidak tahu apa yang harus ia katakan selanjutnya. Beberapa saat kemudian ia pun mulai berbicara.


"Mmm, untuk itu..., bagaimana kamu tahu?" tanya Rail balik dengan suara keras.


"Sttts jangan terlalu keras berbicara, bisa saja para serigala itu datang lagi!" ucap Evan memperingati dengan senyum menggodanya.


"Humph, untuk itu aku tidak akan tertipu dengan kata-kata mu!" ucap Rail dengan kedua lengannya yang dilipat di dada.


"Kamu sangat cerdas rupanya. hmm, mengenai hal tadi kamu pasti sudah mengetahuinya bukan." ucap Evan sambil mengangkat kedua lengannya sejajar dengan pinggul.


"Haah(Sambil mengingat memory yang lalu)?"


Sewaktu Rail memeluk Evan dia terlihat seperti menunjukkan seorang wanita di tambah sisi perempuannya, hal tersebut membuat Evan mengetahui rahasia yang di sembunyikan Rail selama ini. Beberapa yang menjadi petunjuk.


"Baiklah untuk sekarang, bagaimana kalau kita bersihin dulu debu dan kotoran di tangan dan kaki kita, jika dilihat bajuku jadi berkeringat gara-gara lari tadi !" ucap Evan yang beranjak ke sungai yang dekat dengan-nya.


Evan melingkis lengan baju dan celananya lalu membersihkan debu yang menempel di lengan dan kakinya, ia juga menyuruh Rail untuk membersihkan lengan dan kakinya juga.


Sewaktu Evan membersihkan lengannya, ia berkata.


"Oh ya, kalau boleh tahu siapa nama aslimu?" tanya Evan.

__ADS_1


"Harusnya kamu sudah tahu semua tentang ku!"jawab Rail dengan raut sebel.


Evan tertawa dan tersenyum kearah Rail.


__ADS_2