Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Di Hujan yang Cukup Lebat [Revisi]


__ADS_3

Suara guntur membuat benda di sekitar seakan bergetar, bahkan kilatan cahayanya bisa di jadikan sebuah penerangan. Saat itu Ken bersembunyi di suatu celah, bertujuan untuk menciduk siapa yang mendekatinya.


Suara langkah kaki pun semakin dekat dengan keberadaan Ken saat ini, dan ketika sudah saatnya Ken mengarahkan genggaman tangannya ke arah seseorang tersebut.


Bag!


Seseorang tersebut menangkisnya, dan ia berkata.


"Hey, Ken jangan main-main aku kesini untuk mengecek mu. ternyata kamu sudah bangun ya?" jelas Hyouga.


"Tunggu kau adalah Hyouga aku kira kau orang lain yang hendak memukulku!" ucap Ken.


"Tadi memang ada yang memukulmu dari belakang bukan?, orang tersebut adalah seorang wanita dan dia sudah di tangkap oleh Evan sekarang," ujar Hyouga.


"Apa!!, wanita, bagaimana mungkin aku bisa lengah pada saat itu?" ucapnya bertanya kepada dirinya sendiri.


"Kamu bisa pikirkan itu nanti, lebih baik sekarang kita ke lantai atas?" perintah Hyouga.


"Baiklah, aku harap dia wanita yang cantik agar aku tidak menghukumnya!" ucap Ken sambil berjalan mengikuti Hyouga dari belakang.


Sebuah pesan singkat.


Evan mendapatkan sebuah pesan jika ada seorang mayat yang di temukan polisi di dekat jembatan. Kondisinya pun mengenaskan dia di jahit di bagian mulutnya, namun teman Ayah Evan yang bekerja sebagai polisi dan Detektif menemukan sebuah kertas di saku korban bertuliskan "Terakhir".


"Kemungkinan akan terjadi hal yang tidak diinginkan!, aku rasa ini ada hubungannya dengan kakaknya Bas," ucap Evan dalam hatinya, ia juga beranggapan.


Di tengah perjalanan, rupanya Lili pergi bersama bodyguardnya dan menyusul Evan. Dia tahu jika Evan pergi ke suatu tempat.


Ayah Evan tidak mengetahui jika Lili pergi diam-diam. Dia sendiri sedang asyik membaca buku di ruangan pribadinya sambil menunggu kepulangan Evan.


"Kakak, beraninya pergi ketempat seperti itu, padahal bahaya bisa saja terjadi kapan saja!, kalau aku tau lebih awal aku ngak bakal ngijinin. humph," ucap Lili kesal.


Supirnya kaget melirik Lili dengan ekspresi cemberut di wajahnya.


Ada 3 mobil yang menuju ke tempat Evan sekarang.


...****************...


Sampai di sana Ken mencoba melihat wajah perempuan yang memukulnya.


Dengan lampu flash dia agak menyorot kan Handphone ke arah Bas dan Kakaknya.


"Jadi dia yang telah memukulku!, aku tidak menyangka dia sangat cantik, tapi kenapa ada bercak darah di wajah dan bajunya?" ucap Ken yang saat itu berada di samping Hyouga.


"Dasar!, di pikiran mu hanya ada wanita cantik saja, dia adalah kakaknya Bas yang selama ini dia cari, dan berhenti menyorotkan flash ke arahnya?" ucap Hyouga dengan senyum menyeringainya.


"Berarti dia adalah pembunuh keji itu?" tanya balik Ken.

__ADS_1


"Tepat sekali!" ucap Evan.


"Huh!, aku tidak menyangka padahal dia orangnya cantik," gumam Ken dengan ekspresi murung.


...****************...


Waktunya mereka semua pergi keluar dari rumah kosong tersebut. Dan Evan sudah menelpon salah satu bodyguard nya yang lain, untuk datang kesana ketempat Evan sekarang supaya dapat menjemputnya segera.


"Baiklah kita tunggu dulu, sampai mereka sampai?" ujar Evan kepada yang lain.


"Ouh, pasti para bodyguardnya Evan!" ucap Ken melipat kedua lengannya ke dada.



Akhirnya Lili sampai di sana dia juga membawa tas yang berisikan peralatan medis dan benda lain di dalamnya. Dia juga membawa alat kejut listrik di tangannya untuk berjaga-jaga, dan juga payung agar bajunya tidak basah.


Saat itu Evan sedang ada di depan pintu rumah kosong tersebut.


Dari kejauhan Evan melihat seorang gadis yang berjalan ke arahnya.


"Lah, itu seorang gadis?, apa yang dia lakukan disini, hmm jika aku liat dia seperti menuju kemari," ucap Evan melihat dari kejauhan gadis itu dan mengamatinya, Evan tidak mengetahuinya jika gadis tersebut adalah Lili.


Di ruang tamu.


"Maaf ya tadi aku memukul mu, aku minta maaf sekali!" ucap Asami dia duduk di sofa yang telah di bersihkan.


"Tapi sepertinya kamu tadi berdarah ya?, tadi aku memukul mu keras sekali," tanya Asami yang sempat khawatir dan melihat dari bawah sampai ke atas badan Ken.


"Ini cuma luka biasa, aku bisa menahannya!" jawab Ken.


Hyouga yang mendengar dan menyaksikan tingkah laku Ken, membuatnya jadi berkata dalam hatinya.


"Grrr, dasar Ken dia mala mesra-mesraan!"


Saat itu juga, Asami mendekat ke arah Ken dia mencoba meraih rambutnya. Lalu ia pun menyentuh kepala Ken sambil melihat luka di kepalanya, walaupun dengan penerangan dari cahaya kilat dan lampu Flash handphone.


"Aku rasa Ken menikmatinya, hah biarkan saja dia," ucap Hyouga dalam hatinya dia agak jengkel dan kesal.


...****************...


Evan pun bertemu dengan Lili dia kaget bukan kepayang.


"Lili kenapa kamu ada disini?" ucap Evan kaget sambil menatapnya.


Lili memandang Evan, tak lama terbentuk sebuah ekspresi cemberut di wajahnya dan ia pun menjewer telinga Evan.


"Ahhh..ah sakit Lili!" ucap Evan yang merasa sakit.

__ADS_1


"Ini hukuman Kakak karena membohongiku, lain kali aku bakal lebih jeli lagi kepada Kakak!" ucap Lili mengomeli kakaknya, dia terus memandangi Evan dengan wajahnya yang cemberut.


"Baik-baik, kakak tidak akan mengulanginya lagi, tolong lepaskan tanganmu dari telingaku!" ujar Evan.


"Humph Kakak sudah sering melakukannya, apa kakak tau kenapa aku bisa sampai ada disini?" ucap Lili sambil melepaskan tangannya yang tadi menjewer telinga Evan.


"Hmm, jika aku ingat waktu itu kamu pernah ...ah kamu pasti mengunakan GPS di handphone ya, untuk melacak ku bukan?" tanya balik Evan, sekaligus menjawab pertanyaan Lili.


"Eh, Kakak sudah tau rupanya!, hmm aku juga bawa sesuatu di tas," ucap Lili.


"Kebetulan tadi Ken terluka di bagian kepalanya, apa kamu membawa obat merah dan juga plester?" tanya Evan.


"Kenapa Kakak tidak bilang dari tadi ayo kita kesana cepat!" ucap Lili yang langsung bergegas masuk kedalam.


"Eh, ternyata dia sangat pengertian," gumam Evan.


Tak lama para bodyguard pun menyusul Lili, mereka juga ada yang bercakap-cakap dengan Evan di luar.


Akhirnya mereka semua pun pergi meninggalkan rumah kosong tadi, dengan menggunakan mobil para bodyguard menyuruh mereka semua untuk masuk ke dalam.


...****************...


Ayah Evan sewaktu itu keluar dari ruang baca, ia mencari Lili dan memanggilnya. Namun Lili belum kunjung datang.


"Kemana ya Lili?, dia tidak kemari sama sekali. baiklah, aku mau mencicipi kue itu dulu," ucap Ayah Evan bergegas menuju ke dapur.


Sudah mencari begitu lama kue yang dia cari belum di temukan. Lalu ada pembantu yang mengatakan.


"Tuan, tadi nona membawa kue yang Tuan beli!, dia mengatakan kalau Tuan harus membelinya lagi," ujar si pembantu.


"Kenapa bisa begitu?, ngomong-ngomong Lili pergi kemana, ini sudah hampir senja," tanya Ayah Evan.


"Katanya nona pergi ke tempat Tuan muda!" jawabnya.


"Biarkan saja!, tapi ada bodyguard kan yang ikut bersamanya?" tanya Ayah Evan sambil memakan kue kering buatan pembantu.


"Iya, nona pergi dengan para bodyguardnya!" jawab si pembantu.


...****************...


Sama halnya dengan kedua orang tua Hyouga, Ibu Ken juga khawatir mengenai keberadaan anaknya.


"Hyouga belum pulang-pulang, kira-kira dimana dia ya Bu?" tanya Ayah Hyouga.


"Mana Ibu tau, tadi katanya Hyouga mau pergi ke tempat teman barunya!, Ibu juga khawatir tau... kepada Hyouga, tapi karena Hyouga bukan anak kecil lagi jadi ibu bisa tenang," ucap Ibu Hyouga.


"Benar juga, Hyouga sekarang bukan anak kecil lagi!, aku harap dia baik-baik saja dan cepat pulang," ucap Ayah Hyouga.

__ADS_1


__ADS_2