
Dengan mengikuti kuis Challenge tersebut Evan berharap bisa mengembalikan mood belajarnya lagi, meskipun dengan menghabiskan setengah hari ini di Taman Hiburan.
Host pembawa acara kuis Challenge sudah berada di atas panggung, tak kala ia pun menyapa para peserta yang antusias berpatisipasi di kuis Challenge ini.
Dengan beberapa kata yang di ucapkan untuk mengawali kuis tersebut host menginformasikan tata cara menjawab serta aturan terkait kuis tersebut. Dia juga mengatakan bahwa semakin cepat menjawab maka poin yang di dapat akan besar pula.
Host pun membacakan soal pertama yang berhubungan dengan sejarah.
Host pun membacakan soalnya pertamanya.
"Tahun berapa Titanic tenggelam di Samudra Atlantik pada 15 April, dalam pelayaran perdananya dari Southampton?" ucapnya yang melihat ke arah peserta.
Tanpa ragu Evan mengangkat tangannya diantara para peserta yang sedang berpikir, sebelum peserta yang berkata.
"Apa dia benar-benar tau," ucap salah seorang peserta dalam hatinya.
"1912," ucap Evan menjawab pertanyaan tersebut.
Host diam untuk sesaat, ia pun lalu berpaling dan melihat di kertas jawaban.
"Tepat sekali!, selamat buat pasangan nomor 10 kalian mendapatkan 100 poin."
Ketika Host sudah memberikan nilai, salah seorang peserta ada yang bertanya.
"Host saya boleh minta waktunya sebentar?"
"Boleh-boleh, ya katakan saja," seru host.
"Kenapa mereka mendapatkan nilai 100 untuk jawaban pertanyaan seperti itu, bukanya nilai juga tergantung dari level soalnya. bukan seberapa cepat ia menjawab?" cetus orang yang bertanya kepada host.
"Jadi seperti ini, dalam aturan sudah di jelaskan. kuis Challenge ini beriklan "siapa cepat dia menjawab dengan benar, maka ia akan menang", dalam arti jika kita menjawab soal yang entah itu sulit atau mudah tapi kita menjawab dengan tepat dan jawaban itu benar. maka kita selangkah menuju kemenangan tersebut, nah gitu. terimakasih buat pasangan no. 6 untuk pertanyaannya!" ucap host yang menunjuk ke peserta nomor 6 .
Peserta lain berkata.
"Ya, sekarang aku faham, aku tadi kurang teliti melihat bronsur iklannya. baik kita siap-siap untuk pertanyaan berikutnya!" ucapnya sambil menggenggam kedua tangannya dan mengangkat salah satu ke atas.
"Mmm aku juga," ucap pasangan perempuannya.
"Baik kita lanjut ke soal berikutnya!, pertanyaan ini berhubungan dengan pelajaran IPA yang membahas beberapa hewan yang hidup dalam kurun waktu tertentu. baik pertanyaannya, apa umur dari capung?" ucap host dengan lugas.
Evan pun langsung mengangkat tangannya dan menjawabnya.
"24 jam."
Para peserta yang lain pun melihat ke arah Evan.
"Jawabannya benar capung hidup dalam kurun waktu 24 jam, 100 poin untuk pasangan no.10."
__ADS_1
Kali ini juga para peserta lain di buat kagum untuk yang kedua kalinya, bahkan Lili yang di dekat Evan juga seperti itu.
"Kakak sangat pintar, bahkan ia menjawabnya hanya 2 detik setelah host membacakan soal, humph kalau begini terus aku yakin aku tidak sempat menjawab soal berikutnya. tapi... anehnya kakak sangat antusias sekali," ucap Lili dalam hatinya.
Peserta lain berkata.
"Hey, anak muda itu pintar sekali, bahkan aku sebagai guru pun tidak bisa menjawab secepat itu, dia memang anak yang cerdas," ucap seorang guru yang melihat dan memperhatikan Evan dari jauh.
Lili menarik lengan baju Evan, sambil berkata.
"Kak aku juga mau menjawab soal!, gantian dong..." ucap Lili yang memanyunkan bibirnya.
"Hmm, begini saja kakak akan membawa kita ke posisi aman dulu, nah baru itu kamu boleh menjawab sepuasnya bagaimana?" pungkas Evan.
"Humph, terserah kakak saja!" ucap Lili ngambek seraya memalingkan mukanya.
Evan pun kembali fokus sambil menantikan soal berikutnya.
"Baik, soal yang ketiga berhubungan dengan IPA namun dalam cabang fisika maupun Sains, dan ada dua buah soal untuk satu soal dalam setiap kategori ini. pertanyaannya, dengarkan baik-baik" Jika anda dapat memproses satu miliar atom per detik, berapa lama dalam bertahun-tahun untuk melakukan teleportasi pada manusia biasa?" ucap host.
kali ini Evan berpikir dulu dalam pikirannya.
"Di Bumi, kita punya perhitungan jam 1x24 jam. Tapi... jika alam semesta memiliki perhitungan jam juga, hitungan per detiknya bisa lebih cepat dari satu miliar triliun-triliun per detik, jadi Jika alam semesta benar-benar memiliki jam fundamental, ia harus berdetak lebih cepat dari satu miliar triliun-triliun kali per detik, berarti."
Evan pun mengacungkan tangannya serta menjawab.
Di samping Evan terlihat peserta yang menulis coretan di sebuah kertas, mungkin dia sedang menghitungnya.
"Yap, tepat sekali 200 Miliar tahun. karena soal ini adalah soal spesial maka kami akan memberikan sebuah hadiah kepada peserta yang menjawabnya dengan benar, yaitu buku mengenai Sains dan cabang-cabang nya lengkap, nanti di akhir kuis, selamat bagi peserta no.10!" ucap host sambil bersorak untuk peserta nomor 10 .
Ada beberapa peserta yang mengoceh sendiri dan berkata.
"Lagi-lagi."selamat peserta no.10", tadi aku hampir saja menemukan jawabannya. huh, lagi pula itu hanya buku saja paling cuma berharga murah!" ucapnya karena jengkel.
"Hey kau fokus untuk menjawab soal berikutnya, kau mau menang tidak. dan berhentilah mengoceh dari tadi Will?" tegas teman di sampingnya.
"Oke, aku akan fokus, kau juga dari tadi hanya berpikir terus!" balasnya.
Jam menunjukkan pukul 15:57.
"Karena durasi kita lanjut ke soal berikutnya. Apa molekul terbesar yang membentuk bagian dari tubuh manusia?" ucap host.
Evan menjawabnya.
"Kromosom 1"
"Hmm, jawaban yang bagus tapi itulah jawabannya!"
__ADS_1
Dalam hati Lili berkata.
"Hmm, kakak belum memberiku kesempatan untuk menjawab," dengan raut muka yang lesu.
Melihat Lili yang berwajah kusut Evan pun tidak tega, ia pun memikirkan sebuah rencana.
Host pun melanjutkan soal-soal kuisnya, hanya saja Evan beralasan ijin pergi ke Kamar kecil. Ia pun bertanya kepada host.
"Maaf host menganggu, boleh kah aku izin pergi Kamar kecil?" ucap Evan untuk izin kepada host.
"Tapi aturan kuis tidak memperbolehkan peserta meninggalkan tempat sebelum acara kuis selesai!" jelas host.
"Iya, aku membacanya jadi aku faham, aturan di buat untuk di taati meskipun begitu setiap aturan memiliki jalan keluarnya untuk lolos dari aturan tersebut, tanpa menggangu ketertiban yang lain. lagi pula aku tidak bisa melawan hajatku!" ucap Evan dengan makna perkataan alasan di dalamnya.
"Eh, ya tentu aku mengerti sebagai host, baiklah kamu boleh meninggalkan sebentar tempat kuis. dan juga aturan di buat untuk di langgar juga toh!" ucap host sambil tersenyum.
"Bahkan dia seperti sesosok pahlawan keadilan. hmm aku sangat bangga melihatnya!" ucap guru perempuan sebagai peserta kuis challenge.
"Kamu rupanya tertarik pada dia ya, apa mungkin?" ucap teman pasangannya.
"Aku hanya bangga saja memperhatikannya!" jawabnya.
"Oouh."
Host pun berkata seperti memberi nasihat.
"Hey, tapi apa kamu percaya menyerahkanya kepada pasanganmu cewek mu?" tanya host kepada Evan.
"Eh, aku bukan..!Ucap Lili dengan wajah memerah.
"Aku percaya dia mampu menjawab soal berikutnya!" ucap Evan sambil melirik ke arah Lili.
"Baiklah, karena kamu sudah bilang begitu." ucap host.
Dalam hati Host berkata.
"Dia sangat tenang menjawab maupun bertanya kepadaku, aku suka orang seperti dia(hostnya muda 19 tahun). hmm jika di lihat lagi di sangat tenang meninggalkan pacarnya, aku tadi liat dia memerah karena malu, hhaha dasar aku(jomblo)."
Evan pun meninggalkan tempat kuis dengan diiringi tatapan beragam darj peserta yang lain.
"Apa ini rencana kakak, apa mungkin dia serius karena mau ke Kamar kecil atau.., hmm aku kok jadi keberatan sekali dia meninggal kursinya," ucap Lili dalam hatinya.
"Baiklah, mari kita mulai ke soal selanjutnya!" ucap host.
Next chapter masih lanjut yang ini ya guys, Jangan lupa Like dan Coment serta Share.
🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1