
Masih di rumah Bas, mereka Evan dan temannya membicarakan sesuatu, namun semua hal yang mereka bicarakan sebelumnya menjadi kabur.
Bas memberi tahukan kepada Evan dan yang lain, alasan ia mengundang semua kemari.
Di tengah penjelasannya Hyouga marah kepada Bas, Hyouga menduga jika Bas memiliki maksud lain setelah dia mengatakan sendiri tentang Evan dan kawannya.
Pembicaraan Evan berlanjut.
"Tenang dirimu dulu Hyouga!, aku memang sedang membutuhkan bantuan dari kalian, biar aku ceritakan pelan-pelan supaya kalian semua faham. baik dengarkan baik-baik!" ujar Bas.
Flashback Masa Lalu yang Diceritakan oleh Bas
Keluargaku dari Figlad kota yang berbatasan dengan kota Westonia, aku saat itu masih kelas 2 SMP. Setelah aku kepindahan itu aku bersekolah di sini hingga sekarang, bersama dengan Kakakku juga dia bernama Hikari Asami umurnya 1 tahun lebih muda dariku, keluarga kami sangat harmonis hingga suatu hari Ayahku kehilangan pekerjaannya di sebuah Perusahaan besar.
Hal tersebut membuat Ayah berhenti bekerja untuk sementara waktu, hingga tak lama Ayah mendapatkan pekerjaan di sebuah toko dan restoran, namun hal yang tak terduga terjadi Ayahku melihat Ibu bersama dengan pria lain.
Mereka sedang makan di Restauran tempat Ayahku bekerja, saat itu Ayahku hanya membiarkannya dia mala lebih memilih tidak bekerja pada hari itu, ya mungkin saja dia tidak ingin di ketahui oleh Ibu.
Ayahku sendiri bekerja sebagai pelayan Restauran. Sepulangnya dari bekerja aku sering melihat Ayah menulis sesuatu di sebuah buku, entah itu buku apa aku juga tidak tau, yang pasti Ayah sering menulis di buku itu.
Hari-hari pun berlalu, setelah kejadian tersebut berlangsung lama Ayah dan Ibu sering saja bertengkar kadang mereka berbaikan lalu bertengkar lagi, hal itu terjadi berulang-ulang aku sendiri kadang di perlakukan kasar oleh Ibu namun Ayah melindungi ku saat itu. Kakak yang berusaha melerai pun juga kena tamparan dari Ibu, sampai aku kelas 1 SMA keluarga yang aku punya hanya 2 aku dan Kakakku saja.
"Lalu apa yang menyebabkan..." Ken langsung bertanya kepada Bas karena penasaran.
"Ibuku di bunuh oleh seseorang pada malam hari, dia temukan pagi harinya di dekat Taman di sebuah jalan. kematian Ibu membuat Ayahku depresi sehingga dia memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, dan saat itu aku menemukan Ayah tergantung di ruang tamu ini, lalu mengenai Kakakku dia menghilang setelah hal tersebut terjadi dia kabur dari rumah entah kemana, sampai saat ini Kakakku masih belum di ketahui keberadaannya. rasanya aku ingin sekali bisa bertemu dengannya lagi, terkadang ada satu pertanyaan di benakku, apakah dia masih hidup atau tidak. tapi aku nyakin jika dia masih hidup!" ucap Bas menjelaskan panjang lebar.
"Ceritamu sangat tragis, bahkan sesudah kedua orang tua mu meninggal Kakakmu juga menghilang," ucap Ken.
"Aku turut berduka atas kematian kedua orang tuamu," ucap Evan.
"Aku juga turut berduka," ucap Hyouga.
"Eh.., aku juga," ucap balik Ken.
__ADS_1
"Iya aku mengerti, jadi aku berharap kalian bisa membantuku untuk mencarinya!"
"Tapi apa kamu sendiri sudah melaporkannya kepada polisi?" Tanya Evan.
"Sudah, setelah 27 jam Kakakku di nyatakan hilang aku sendiri sudah melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian, namun 1 sampai 2 Minggu mereka tidak kunjung menemukan Kakakku!" ucap Bas masih dengan wajah tanpa ekspresi.
"Jadi sampai sekarang pun?" ucap Hyouga.
"Ya, hingga aku tidak tahu harus bagaimana lagi mencarinya, kota di negara ini sangat besar belum lagi jika dia tidak ada di negara ini." keluh Bas.
"Kurasa aku bisa membantumu mencari Kakakmu yang hilang!" Evan akhirnya memberikan jawaban pasti.
"Kasian sekali Bas dia seorang anak yatim piatu, di tambah lagi Kakaknya menghilang dari kehidupannya juga, pasti dia banyak memendam kesedihan di hatinya. sampai aku liat dia menceritakan kisahnya tanpa ekspresi sekali pun," ucap Ken dalam hatinya.
"Lalu siapa yang membayar dan mengelola biaya hidupmu selama ini?, apa ada sanak saudara yang mengurus mu," tanya Hyouga.
"Tidak ada sama sekali!, aku membiayai hidupku dengan menulis, maksudku dengan menjadi seorang penulis Novel, ya dengan uang kompensasi dari tempat Ayah bekerja, aku memanfaatkan semua itu!" ucap Bas.
...****************...
Di lantai atas Evan membicarakan sesuatu dengan Bas. Sementara yang lain, sedang mendiskusikan rencana untuk misi kali ini.
Evan mengatakan kepada Bas jika dia sudah mengetahui kenyataan dari apa yang ia harapkan, apakah dia sendiri akan berubah.
Saat itu Bas menatap ke arah Evan dengan sebuah buku di tangannya. Lalu ia berkata.
"Entahlah, manusia kadang bisa lepas dari jalur yang seharusnya, kadang hati maupun sifat atau yang lain dapat berupa kapan saja, dan jika hal itu mencoba menyerang ku maka aku sendiri akan memilih untuk melawannya!" ucap Bas.
"Kau memang orang yang baik Bas, aku sendiri salut kepadamu yang dapat menahan segala kesedihan maupun penderitaan dari yang kau alami selama ini, dan kau tetap bersabar!, aku rasa kedua orang tuamu akan bangga di sana!" ucap Evan.
"Bagiku, kesedihan dan penderitaan yang aku alami menjadikan sebuah pelajaran yang dapat aku ambil sisi baiknya, jujur saja setelah kedua orang tuaku meninggal aku tidak bisa merasakan apa itu keberadaan, aku lebih memilih menyendiri, sampai aku kelas 3 SMA ini. aku ingin sekali merasakan kebahagiaan, kesedihan, maupun hal lainnya, akan tetapi semua itu tidak bisa aku rasakan lagi aku. dan
__ADS_1
dengan meniru sifat seseorang aku pun mulai bercengkrama dengan yang lain, tapi kesenangan itu hanya sesaat saja dan tidak bisa menutup lubang di hatiku, hahaha rupanya aku terlalu banyak berbicara!" ucap Bas dengan ekspresi tertawa palsu di akhir perkataannya.
"Tidak apa-apa, aku senang mendengarkan curhatan mu itu!" ucap Evan.
Pembicaraan Evan dan Bas berlangsung agak lama di lantai atas.
Lalu ada sebuah pertanyaan dari mulut Evan, dia mengatakan.
"Tempat dulu kau tinggal sama dengan tempat Hyouga sebelumnya, aku rasa kau mengenal Hyouga Bas!" ucap Evan.
"Bagaimana jika aku memberitahumu maka kamu harus bersungguh-sungguh untuk membantuku, bagaimana?" ucap Bas.
Evan pun tersenyum lalu berkata.
"Aku hanya menanyakannya saja dan kau mala menambahkan, jadi kalau bisa katakan saja hal yang akan kamu beritahu, dan aku akan mencoba memahaminya!" ucap Evan.
Bas pun menceritakan kisahnya, kenapa ia bisa sangat kenal dengan Hyouga
...****************...
Di satu sisi Ken mengobrol dengan Hyouga.
"Menurut mu Kakak Bas masih hidup atau mati?" tanya Ken.
"Dasar kamu ini, tadi dia bilang jika polisi pun belum menemukannya sampai saat ini, aku rasa kemungkinan terburuknya. hmm, tapi bisa saja Kakaknya masih hidup!" ucap Hyouga.
"Kakaknya tadi bernama Hikari Asami, nama yang sangat bagus tapi aku belum pernah melihat wajahnya," gumam Ken.
"Ya, itu nama yang sangat bagus, tunggu dulu kau pernah mendengar pembunuh berantai yang sangat terampil itu kan Ken?" tanya Hyouga kepada Ken.
"Pembunuh yang terampil, maksudmu pembunuh yang di duga seorang wanita itu!, jika aku ingat dia banyak membunuh korbannya lalu dia menjahit mulutnya bukan?" ucap Ken.
"Jika kau ingat dia pertama kali membunuh korbannya pada tahun..."
__ADS_1
Ikuti cerita selanjutnya ya Readers, terimakasih udah mampir.