Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Setelah Kesibukan Hari ini


__ADS_3

Waktu pulang dari Bar pun tiba dan setelah membantu Hyouga bekerja sambilan, Evan menyempatkan waktunya untuk berkunjung ke rumah Bas.


Walaupun agak sore tapi Evan berusaha mengayuh sepedanya agak cepat dari biasanya.


Sampai di rumah Bas, ia pun memasuki area halaman rumah kosong yang terlihat pohon tua besar.


Tok..tok..tok.


Evan mengetuk pintu rumah Bas. Selang beberapa waktu, ada respon dari dalam lalu Bas membuka pintu rumahnya.


Bas agak terkejut akan kedatangan Evan di sore hari. Namun ia pun menyambut ramah Evan, kemudian menyuruhnya masuk.


Evan langsung to the point saja atas kedatanganya.


"Sebenarnya aku mau memberitahu mu sesuatu Bas, tentang masalah waktu itu saat kamu di sandera oleh mereka!"Bas memberitahukan perihal masalah kemarin kepada Bas.


Evan duduk di sofa lama yang sekarang sudah di bersihkan oleh Bas, semenjak kemarin-kemarin di biarkan saja.


"Ya, masalah waktu itu jujur saja aku agak kesal


dengan mereka, apalagi pelakunya adalah teman Sekolah kita sendiri. menurutku Tsuki adalah mata-mata untuk mengetahui segala sesuatu tentang mu, aku yakin sekali!"


"Tsuki memang sengaja masuk Sekolah hanya untuk merusak nama baikku. lalu tentang hal yang ingin aku beritahu kepadamu adalah Tsuki dulunya bekerja sama dengan Kelin untuk melakukan aksinya, dan dia menjadikan Kelin sebagai kambing hitamnya juga. kau tahu, beberapa teman atau anak buahnya Kelin terperdaya oleh bujuk rayunya Tsuki!"


"Tapi kalau untuk itu sih aku sudah memahaminya Evan, Tsuki memang licik. tapi apa hanya itu saja yang kamu beritahu kepadaku?"


"Umh, sebenarnya masih ada lagi tapi berhubung hari sudah gelap jadi aku sudahi dulu. lewat online saja kita berbicara!"


"Oke, tapi tumben sekali kau mengunakan sepeda untuk datang kesini?"saat Evan beranjak bangun dari tempat duduknya, Bas bertanya.


"Aku membantu Hyouga di Bar!"


"..........." Bas.


Evan pun keluar dari Bas dan pulang karena hari sudah mulai gelap. Terlihat Bas yang mengantarnya hanya di gerbang rumah saja.


...****************...


Ayah Evan sedang duduk sambil menonton TV bersama Lili.


"Evan akhir-akhir ini sering pulang sore ya Lili?


"Hmm, iya nih. dia sama sekali tidak merubah kebiasaan buruknya!"


"Hah, kebiasaan buruk, apa dia pergi bersama temannya ke suatu tempat?"


"Tidak, pulang sore dan tidak memberitahukan kepadaku kemana dia akan pergi, itu adalah hal buruk!


"Iya juga, tapi papa yakin Evan sudah besar. dia bisa menjaga dirinya dengan baik, lagi pula mana mungkin Evan melakukan hal-hal berbahaya!"


"Humph, Ayah hanya belum tau kalau Evan sering kali melakukan misi berbahaya."Ucap Lili dalam hatinya.


"Oh ya, Ibu tidak jadi pulang. katanya masih ada pekerjaan yang harus dia urus, jadi maaf ya Lili?"

__ADS_1


"Eh, kenapa Ayah harus minta maaf, aku faham kok situasinya. Ibu pasti sedang sibuk sekarang!


"Putriku ternyata pengertian juga!"Gumam Ayah Evan.


...****************...


Di kamarnya Rahel. Jam 18:46


"Evan katanya hari ini sibuk membantu Hyouga di Bar, aku agak kesal saja dengan Evan. bukan masalah membantu Hyouga, tapi tempat ia bekerja. apalagi di bar..., khusus kaum muda disana banyak sekali anak-anak Sekolah yang datang!"


Drrtttt.....


Suara handphone Rahel berbunyi.


Lewat sambungan seluler.


"Hallo hel, apa kabar?


"Hallo juga Evan, aku baik-baik saja!"


"Maaf aku tidak membalas chat-tan mu, dikarenakan aku sedang sibuk saatnya itu!"


"Aku ngerti kok, pekerjaan di Bar bukan hanya melayani pengunjung saja, tapi masih ada hal lain yang harus kamu lakukan. yang penting sekarang kamu sudah menghubungiku Evan, aku sangat senang!"


Evan dan Rahel mengobrol bukan seperti seorang kekasih, melainkan mengobrol biasa.


Keduanya agak canggung akhir-akhir ini.


...****************...


"Ahh, akhirnya sampai di rumah juga, hari ini sangat melelahkan!"


Evan sampai dirumahnya di hari mulai sudah gelap.


"Tapi kenapa seperti ada hawa..."sambil menengok.


Dan ternyata itu adalah adiknya. Lili kembali menunjukkan sifat lain dirinya yang agak jauh berbeda dengan sifat aslinya.


"Sekarang beritahu aku kemana saja Kakak pergi hari ini?"


"Hey, apa harus menodongkan stun gun ketika berbicara dengan Kakakmu?


"Kakak harus menjawabnya.." agak kesal.


Melihat wajah adiknya yang kesal, Evan pun menceritakan kronologi hari ini dia pergi kemana.


"Baik, kakak hari ini pergi ke Bar!"dengan enteng saja Evan bicara.


"Apa, Kakak pergi ke Bar?"


"Iya, hari ini Kakak pergi ke Bar!"


Aura dari Lili terlihat.

__ADS_1


"Eh"


Lili saat itu kesal dan langsung pergi begitu saja, dengan ekspresi kesalnya.


...****************...


Di dalam penjara.


The Mask berbicara kepada Tsuki atau K.L


"Kamu mengunakan identitas ku sebagai kedokmu Tsuki?"


"Heh, itu hanya identitas palsu saja kenapa kau harus repot!"


"Identitas itu sudah melekat dalam diri ku kau tau, tapi aku kesal, kau menyalagunakan-nya!"


"Pfff, dasar orang aneh. asal kau tahu saja rencanaku dan Shou sudah di gagalkan oleh anak itu, dan sekarang aku berakhir di penjara, sial!"


"Pada akhirnya kejahatan akan kalah oleh kebenaran, kau tidak bisa mengelak lagi!"


"Identitas mu pembawa sial. tunggu bukannya kita sama-sama penjahat!


Saat itu The Mask tersenyum.


Mereka berdua pun kian akrab ketika di dalam penjara, walau ada beberapa hal yang membuat perteman mereka kacau.


...****************...


Hari itu Evan melakukan eksperimen Sains dengan temannya di laboratorium.


Bersama-sama ia dan temannya melakukan uji coba secara mendalam.


Karena Minggu ini adalah Minggu terakhir siswa belajar. Di karenakan Senin ini akan di laksanakan ujian tengah semester.


Evan sudah mengetahui akan hal tersebut, sehingga dia tenang ketika mengingat lagi. Evan sudah mempelajari materi ujian jauh hari. Jadi ia bisa berada di Sekolah Minggu ini, hanya untuk berada di ruangan laboratorium.


Bersama dengan temannya Starlight, pengujian Sains tersebut dilakukan secara hati-hati dan sudah di tinjau sebelumnya.


Seperti identifikasi masalah, perumusan masalah, mengumpulkan keterangan, menyusun Hipotesis, serta melakukan Eksperimen seperti yang Evan lakukan saat ini.


Di tahap akhir, Starlight menarik kesimpulan yang di dapat dari hasil eksperimen dan mencatat point.


Beberapa menit kemudian.


Ekperimen tersebut berlanjut dengan melakukan percobaan pada sebuah makhluk hidup.


Evan membawa tanaman yang dia ambil dari taman Sekolah saat jam istirahat tadi.


Satu demi satu tanaman yang dia bawa sudah di letakkan di tempat percobaan. Di saat itu, Evan tersenyum sesudahnya.


...****************...


Bagaimanakah kehidupan Sein di kala tidak ada tugas untuk di kerjakan.

__ADS_1


Di dalam mobil.


"Hoamm, hari-hari biasa memang mengantuk-kan. menunggu Evan pulang dan mengantarkannya ke rumah, dan itu kalau misi tak kunjung datang. sekali-kali kayaknya aku izin!"Ucap Sein yang bersandar di dalam mobil.


__ADS_2