Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Tanpa Bantuan Kalian Apa Jadinya


__ADS_3

Pada akhirnya Eri dan Rio berhasil membawa dua siswa dari kelas 12 I mereka bernama Hamza dan Liner. Mereka berdua di ketahui oleh Rio ketika Eri memeriksa murid saat itu dia sedang di periksa lalu Rio melihat ada yang aneh dari keduanya, dan dari gerak-geriknya mereka terlihat mencurigakan di kala mereka akan di periksa. Lebih lagi pada saat itu mereka meminta untuk izin untuk pergi ke kamar kecil pada saat di suruh maju ke depan. Butuh waktu lama bagi Eri dan Rio untuk mencari si pelaku, namun berkat tekad dan usaha keras mereka yang gigih, pelaku pun akhirnya di temukan.


Lalu di bawalah mereka berdua ke ruang BK.


Di waktu Eri dan Rio masuk ke kelas 12 A Tsuki sempat kesal. Pasalnya mereka bisa mengetahui cara kedua anak buah Kelin supaya dapat masuk ke dalam kelas 12 A dengan cara memasuki ventilasi. Padahal rencana tersebut adalah rencana darinya, Tsuki meluapkan kekesalannya dengan menghancurkan pulpen dengan sekali genggamannya.


Krektak..


"Wahh, dia hebat sekali!"kata salah seorang yang melihatnya.


"Tenang Tsuki tenang, bukanya ini hanya permulaan saja masih ada banyak lagi rencana yang belum aku lancarkan dan yang terpenting sekarang adalah aku harus bertemu dengan Kelin setelah bel istirahat berbunyi!"Ucap Tsuki dalam hatinya.


Di perjalanan menuju ke ruang BK Liner berbicara kepada Rio dan Eri, sedangkan Hamza hanya diam tetapi ia mendengarnya dengan semuanya jelas.


"Ternyata kalian berdua sangat pintar bisa menemukan kami si pelaku!"Ucap Liner.


"Jadi kalian baru mengakuinya?"Ucap Rio dengan pandangan sinis ke belakang.


"Kami tidak bisa mengelak lagi kalian pasti punya bukti yang lebih kuat, selain membawa kami ke ruang BK!"Ucap Liner.


Sementara Hamza yang berbadan besar dan berotot hanya diam saja.


"Aku bertanya kepada kalian, apa kalian sekarang menyesali perbuatan yang kalian lakukan?"Ucap Eri sedikit melirik ke belakang.


"Ya, aku menyesalinya kenapa pada saat itu aku melupakan hal yang dapat menjadi bukti bagi kalian, harusnya aku lebih teliti lagi agar tidak meninggalkan jejak satu pun!"Ucap Liner wajahnya seperti tidak menyesali akan perbuatannya.


"Ouh, jadi begitu baguslah kalian masih mempunyai rasa penyesalan!"Ucap Eri dengan ekspresi datar.


Sampai di ruang BK, mereka pun masuk kedalam ruangan. Disana Evan dan Sakamori masih terlihat sedang membahas sesuatu dengan pak Ayano yang tak lama pak Ayano pun mendekati dua orang pelaku seusai membahas hal penting mengenai kasus penuduhan.


Dengan berbagai bukti yang di tunjukkan oleh pak Ayano mereka berdua tidak bisa mengelak nya lagi, seakan jalan keluar mereka sudah di tutup rapat dengan bukti-bukti tersebut.


Ada hal yang membuat Evan kurang puas setelah menangkap si pelaku, hal itu mengacu kepada si pelaku tersebut. Pada saat Liner mengakui akan perbuatannya dia mengatakan semuanya tanpa ekspresi dan rasa penyesalan di raut wajahnya, karena itulah Evan merasa tidak puas dengan apa yang mereka akui.


Motif yang pak Ayano dapatkan dari penuduhan ini adalah rasa kebencian, Liner dan Hamza sangat membenci Evan. Itulah mengapa mereka berdua bisa melakukan perbuatan seperti itu, sementara untuk Hajiko dia hanya sebagai korban saja.

__ADS_1


Selesainya kasus ini membuat Evan menjadi lega pikiran yang menganggunya pun ikut lenyap. Sebenarnya di waktu tadi ketika pak Ayano akan memutuskan hukuman untuk mereka, Evan sempat memotong pembicaraannya.


"Pak menurutku mereka berdua bukanlah dalang di balik semua ini!"Ucap Evan kepada pak Ayano dengan berbisik.


"Apa yang kamu maksud dengan mereka bukan dalang yang sebenarnya, katakan?"Ucap pak Ayano dia sendiri agak penasaran.


"Aku hanya menduganya saja pak tidak ada maksud lain!"Ucap Evan.


"Hah, itu saja tapi kamu membuat bapak jadi penasaran dan kaget saja, baiklah bapak lanjutkan!"Ucap Pak Ayano seraya bersikap tegap bersiap untuk mengatakan hukuman kepada mereka berdua.


Nama baik Evan yang tadinya tercemar sekarang kembali bersih lagi, seusai pak Ayano mengumumkan pidato singkat melalui mic kepada seluruh siswa. Pidato itu pun berisi tentang kasus yang terjadi tadi, tepatnya di kelas 12 A pak Ayano juga mengatakan, jika kasus tadi hanya tuduhan yang dibuat-buat oleh seseorang dan orang tersebut pun sekarang sudah di tangkap, mereka berencana untuk dapat menjebak Evan. Semua siswa yang mendengarkan pidato itu pun kaget dan terkejut, ada pula dari siswa yang sangat senang setelah mendengar kabar tersebut dan ada juga yang tidak menginginkan kabar itu terjadi atau sebaliknya.


Semua siswa di kelas 12 pun tak kala ikut senang setelah mendengar kabar dari Sekolah tadi. Bukan cuma kelas 12 A saja yang senang setelah mendengar kabar tersebut, akan tetapi kelas lain pun ikut. Kabar gembira itu pun di sambut hangat oleh Rahel dan Sherly, Ken pun sama dia tersenyum menyeringai sembari berkata dalam hatinya.


"Rasakan itu, berani-beraninya ada orang yang melakukan tindakan penuduhan kepada Evan."


"Hey kamu sedang apa Ken di atas meja?"


Hyouga bahkan tak menyangka jika Evan akan menyelesaikan masalahnya itu dengan cepat, bahkan di hari ini.


"Aku tak menyangka kita dapat memecahkan kasus penuduhan ini dengan cepat, sungguh aku tak percaya!"Ucap Sakamori.


"Kerja sama adalah kuncinya, tidak perduli sebesar apa pun itu masalahmu jika kita menyelesaikannya secara bersama-sama maka permasalahanmu akan cepat terselesaikan!"


"Kata-kata bijak ketua akhirnya keluar juga aku menantikannya lho!"Ucap Evan dengan senyum diwajahnya.


"Iya, aku juga sama Evan, karena dari tadi dia terlihat sangat kesal dan muram!"Ucap Eri.


"Kenapa emangnya?"Tanya Evan.


"Jadi gini saat aku dan Rio memeriksa seluruh kelas 12 banyak siswa yang memilih untuk di periksa olehku, bukan kepadanya apa lagi kaum pria, hehehe aku kasian kepadanya!"Ucap Eri sambil tertawa kecil ke arah Rio.


"Awasnya kau Eri aku..!"Ucap Rio sambil mengacungkan tangannya seperti mengancam Eri, lalu setelah itu ia merogoh kantongnya.


"Hehehe, liat saja."Ucap Rio si ketua kelas sambil melihat daftar siswa kelas 12 A.

__ADS_1


"Kayaknya kamu sangat populer ya Eri, bisa di sambut hangat oleh para siswa kelas lain khususnya kelas 12 sungguh adalah hal yang luar biasa!"Ucap Evan masih menunjukkan senyumanya.


"Eh, Ngk kok aku tidak sepopuler itu!"Ucap Eri dengan ekspresi malu dan canggung.


Saat Eri menceritakan tentang Rio ternyata Sakamori juga diam-diam mengetawainya (ketua), dan secara kebetulan ketua mengetahuinya alhasil dia kembali merogoh kantong celananya lagi.


Di jam istirahat kedua Kelin dan Tsuki bertemu di atap gedung Sekolah, mereka membahas sesuatu bersama.


Anginnya cukup untuk membuat mereka berdua betah berlama-lama untuk disana.


Kelin yang memulai pembicaraannya.


"Apa kau puas dengan rencana mu itu L?"Tanya Kelin menoleh ke arahnya.


"Ya aku puas sekali, meskipun rencananya gagal!"Jawab singkat Tsuki


"Tapi untuk apa kau ingin bertemu dengan ku sekarang, apa untuk membahas kegagalanmu?"Ucap Kelin.


"Tidak, aku hanya meminta bantuan darimu sepulang Sekolah!"


"Apa kau mempunyai rencana lain, apa ada hubungannya dengan Evan?Tanya Kelin agak kesal.


" Iya "


"Hahaha, apa kau tidak berpikir Hamza dan Liner mereka sudah di skor oleh guru BK, untung saja mereka sangat setia kepadaku dan tidak memberi tahu siapa dalang sebenarnya!"


"Apa kamu merasakan kasian kepada mereka?Ucap singkat Tsuki.


"Kasian, cih sama sekali tidak!"Ucap Kelin sambil melihat ke arah angin berhembus.


Wushhh..


"Benar mereka hanya anak buah mu semata tidak lebih dari seorang teman, asalkan mereka setia kepadamu itu lebih baik dari seorang teman bukan?"Ucap Tsuki.


"Hahahaha, kau benar sekali, perkataan ini memang sedikit menjengkelkan tapi kau benar, dan kau cukup menyakinkan ku!"Ucap Kelin dengan tawanya.

__ADS_1


Dengan ini Tsuki kembali merencanakan rencananya, dan targetnya adalah Rahel.


__ADS_2