
Kembali kepada klub Evan yaitu klub menulis, hari ini mereka kedatangan wanita cantik dari kelas 11 C. Atau lebih tepatnya disebut adik kelas dari mereka bertiga, apalagi hari ini adalah hari dimana Evan membahas strategi untuk misi penyelamatan. Entah dia mendengarnya atau tidak, akan tetapi dari ekspresi dia sangat polos dengan wajah dingin yang terpampang di wajahnya.
Perkenalan gadis itu dengan anggota Klub Evan di lanjutkan, sebagai ketua Evan bertugas untuk mengurus anggota baru itu.
Evan berkata dengan tatapan serius.
"Apa yang membuat kamu ingin bergabung di klub menulis ini?" tanya Evan.
"Mm, aku hanya ingin menambah minat menulisku saja!" ucap Sharashi dengan kedua lengan yang di lipat di dada.
Dalam hati Ken berkata.
"Dia sangat cantik, bahkan aku pikir kita baru saja bertemu, tapi kenapa dia menunjukkan ekspresi seperti itu(Tsundere)."
"Baiklah, aku mengerti motivasi mu untuk gabung ke klub ini, hanya saja kami sekarang tidak memiliki anggota perempuan dan jika kamu ikut aku khawatir nanti akan sulit bagimu untuk beradaptasi di lingkungan klub ini!" tegas Evan yang terus terang kepadanya.
"Kalau hal itu yang menjadi penghalang aku ikut, mungkin aku tidak akan kesini sekarang!" balas Sharashi.
"Tunggu!, hm kamu sudah tau di klub ini hanya ada kita bertiga dan semuanya laki-laki?" tanya Evan.
"Benar sekali, aku sudah memperhatikan kalian dari jauh, aku bahkan sering melihat kalian dari jendela pintu itu serta beberapa hal lainnya!" ucap Sharashi sambil menunjuk jarinya ke arah pintu.
Ken pun berkata setelahnya.
"Pasti kamu suka dengan hal-hal yang berbau misteri kan, lebih tepatnya kamu suka dengan buku seperti itu?" ucap Ken.
"Hah?, apaan sih aku ngk ngerti?" kata Sharashi.
"Hey Ken kau membahas apa?" Evan juga terlihat tidak faham.
"Abaikan saja aku Ev, kamu pasti tidak mengerti!" gumam Ken sambil menghela nafas.
"Baik, aku akan memastikan sekali lagi, apa kamu benar-benar ingin masuk ke Klub ini?" tegas Evan kembali.
"Pokoknya aku bersungguh-sungguh ingin gabung di klub menulis!" ucap Sharashi dengan nada meninggi.
"Baiklah.., apa boleh buat. kamu di terima sekarang!ucap Evan.
"Sungguh!, terimakasih senpaii.." dengan nada lembut.
"Hhah, tidak udah sungkan." kata Ken sambil tersenyum.
Beberapa menit.
"Aku sih setuju kalau dia ikut di klub ini, bukannya jarang sekali, kesempatan kita untuk mendapat anggota dari kelas 11!" ucap Ken yang berbisik kepada Hyouga di sampingnya.
"Menurutku boleh saja, tapi klub ini bukannya kedok kita dalam menjadi tempat yang nyaman untuk berkumpul. aku tidak tau, jika saja.. akan menarik satu orang!" ucap Ken dengan suara kecil.
Sharashi melihat mereka yang berbisik yang membuatnya jadi canggung, karena Ken dan Hyouga sempat melihat Sharashi untuk beberapa kali. Evan yang melihatnya berkata.
"Abaikan saja mereka Sharashi, mereka kadang suka menggosip, oh ya untuk hari ini klub tidak bertugas!" ucap Evan dengan senyum khasnya.
"Hah?, kenapa?, padahal aku sedang semangat sekali" ucap Sharashi yang berubah ekspresi.
"Bukannya aku tidak menghargai semangat mu itu Sharashi, hanya saja kami sedang ada urusan!" jelas Evan.
Ken menegaskan kepada Sharashi alasan klub menulis tidak bertugas untuk sementara.
__ADS_1
"Benar apa yang di katakan Evan Sharashi hari ini adalah hari yang sangat penting!" ucap Ken sambil menggaruk kepala.
"Kenapa sih, padahal aku ini kan sudah menjadi anggota klub menulis. jadi jika ada sesuatu dengan kalian bukanya aku wajib ikut membantu!" kata Sharashi yang keliatannya bersungguh-sungguh dengan omongannya.
"Hmm, ada benarnya juga dia," ucap Hyouga.
"Benarkan apa yang di katakan kakak itu!" ucap Sharashi.
"Hah kakak?" ucap Hyouga dengan ekspresi terkejutnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beberapa menit berlalu tidak terasa kalau waktu istirahat akan segera berakhir. Tak kala mereka melanjutkan percakapannya sebelum bel berbunyi.
"Tapi urusan kami ini tidak ada hubungannya dengan Klub sama sekali, bahkan urusan kami sangat berbahaya!" ucap Evan yang langsung terus terang kepada Sharashi.
"Apa sangat berbahaya?" ucap Sharashi yang terkejut.
"Kamu terus terang sekali ya Evan.." gumam Ken.
"Aku hanya jujur saja!" jawab Evan.
"Tapi kalau boleh tau kenapa urusan kalian sangat berbahaya?" tanya Sharashi.
"Hmm, bagaimana ya?" ucap Evan.
Dalam hati Hyouga berkata.
"Apa Evan akan dengan mudah memberitahukannya tentang misi penyelamatan itu."
Evan belum mengatakan sesuatu tentang hal yang di tanyakan Sharashi kepadanya hingga.
Tiba-tiba bel Sekolah berbunyi, pertanda jam istirahat pertama telah berakhir. Dengan berbunyi nya bel Sekolah terrsebut membuat Evan tidak jadi untuk membocorkan misi penyelamatannya itu, ia langsung saja mengakhiri pertemuan ini.
"Ah sayang sekali bel Sekolah berbunyi, maaf aku harus kembali ke Kelas segera. dan untuk aktivitas Klub, mungkin hari Senin akan mulai aktif kembali!" ucap Evan, dalam hatinya ia lega.
"Padahal aku ingin tau sekali.., kalau begitu aku juga akan kembali ke Kelas!" ucap Sharashi.
"Hahaha, sayang sekali. kita tidak bisa ngumpul lebih lama lagi!" ucap Evan dengan senyumannya, dia ber-basa basi sedikit.
"Iya aku jadi kesal, padahal saat ini aku sangat bersemangat, oke aku ke Kelas dulu ya, sampai jumpa!" ucap Sharashi dengan senyum manisnya.
"hehehe, iya." ucap Evan.
"Jumpa lagi Sharashi," ucap Ken sambil melambai kepadanya.
"Sampai jumpa juga.." ucap Hyouga dengan ekspresi kakunya, dia terpaksa melakukan hal itu.
Dalam hati Hyouga berkata.
"Dia sangat pandai memainkan ekspresi!"
Sharashi akhirnya kembali ke Kelas segera, sesaat setelah bel Sekolah berbunyi. Evan dan yang lainnya pun bergegas juga untuk kembali ke Kelas, hanya saja ketika Evan keluar pintu klub, Hyouga berkata kepadanya.
"Untuk yang tadi kamu tidak bermaksud memberitahukan tentang misi penyelamatan kita kan Evan, justru kamu memainkan trik lama tadi. aku bahkan hampir tersenyum, trik itu bisa berhasil kepada Sharashi tadi!" ucap Hyouga dengan senyum di antara perkataannya.
"Aku sudah menduga kamu akan mengetahuinya, apa kamu juga Ken?" tanya Evan kepada Ken setelahnya.
__ADS_1
"Aku juga berpikir bahwa kamu tidak bersungguh-sungguh untuk memberitahukanya!" balas Ken.
"Hmm ya udah, aku ke kelas dulu, sampai jumpa nanti siang di Kantin!" ucap Evan sambil melambaikan satu tangannya dari arah belakang.
"Oke,"
"Aku menunggumu," sahut Ken.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sepulang Sekolah mereka sempat mengobrol di depan gerbang. Tak lama mereka pun berpisah dan akan bertemu lagi nanti di tempat yang sudah di janjikan. Bersama-sama mereka bertiga mencurahkan apa yang ada di dalam pikirannya untuk dapat membuat misi ini menjadi lebih mudah dan sempurna.
Seperti sebelumnya, mereka melakukan misi untuk menangkap seorang yang membocorkan aset penting Perusahaan. Dengan ide-ide dari semuanya niscaya misi kali ini pun dapat berjalan dengan lancar, meski ada beberapa faktor yang Evan katakan itu bisa saja terjadi kalau mereka bertiga lengah.
Di balik apa yang mereka bertiga bicarakan, ternyata Bas sudah mendengar percakapan mereka itu mengenai misi penyelamatan, ia pun dengan santainya berjalan mendekati mereka bertiga dan berkata.
"Hai kalian apa kabar, kalian pasti mengenalku kan?" sapa Bas.
"Ya, aku mengenalmu. kalau tidak salah kau Bas dari kelas 12 I , dan juga kita pernah makan bersama waktu selesai perlombaan Sekolah!" sahut Hyouga.
"Aku mengenalmu, hanya saja mungkin ini baru yang kedua kalinya, kayaknya sih gitu!" ucap Ken.
"Hahaha, tidak apa," ucapnya.
"Baik, senang bisa bertemu denganmu Bas!"
"Ternyata kamu masih mengingatnya ya Hyouga, dan juga aku sekalian ingin mengucapkan terimakasih kepadamu yang sudah mentraktir ku waktu itu!" ucap Bas menjelaskan maksud tujuannya.
"Oh, tentu aku sudah berjanji waktu itu kan, aku tidak akan mengingkari ya!" ucap Hyouga.
"Seperti biasa.., ouh ya, kau Ken kelas 12 F yang ada di klub Erik kan?, jika diamati kalian bertiga adalah orang-orang yang luar biasa!" ucapnya memuji Ken.
Dalam hati Evan berkata.
"Dia terlihat sangat santai ketika memberitahu itu, hanya saja apa maksud dia mengatakan kami luar biasa, apa mungkin dia mengetahui hal yang di bicarakan kami."
Evan pun berkata kepada Bas.
"Maaf Bas, aku dan teman-teman ku sekarang ada urusan jadi maaf saja kami tidak bisa lama-lama untuk berbicara denganmu, mungkin lain kali kita dapat bertemu dan mengobrol bersama. aku dan yang lain ada di klub menulis. apa ada yang bisa aku bantu untuk sekarang?" Ucap Evan.
"Maaf ya aku tidak tau kalau kalian sedang ada urusan!, aku tidak enak jadinya. baiklah, aku pulang duluan!" ucap Bas sembari melangkah meninggalkan mereka bertiga.
Dalam pikirannya Evan menduga dia mendengar apa yang di bicarakan olehnya dan temannya, tetapi dengan gambaran tersebut Evan masih belum yakin bahwa dia hanya bertemu dan menyapa mereka saja.
"Ouh ya Hyouga, aku melihat tadi kamu sangat akrab dengannya apa gara-gara kamu sudah mengenalnya sejak lama?" tanya Ken yang agak penasaran.
"Hmm tidak sih, untuk keakraban sedikit dengan nya aku pun baru mengenalnya ketika di perlombaan Sekolah, ya dia sangat baik kepadaku, dia membantuku dalam perlombaan karate waktu itu dan dia pun sangat cerdas. aku tahu ketika mengamati ya!" jawab Hyouga.
"Oouh, hanya saja aku melihat mu seperti mengenal dia sudah sejak lama!, kau tau kan dari segi mananya?" ucap Ken.
Hanya saja Evan memotong pembicaraan mereka.
"Hey hey kalian, bukanya kita sekarang fokus ya untuk itu!"Ucap Evan.
"Hehehe maaf aku jadi bersemangat membahas masalah tadi," ucap Ken dengan senyum simpulnya.
Mereka pun berpisah dan pulang kerumahnya masing-masing untuk menyiapkan diri melakukan misinya kali ini.
__ADS_1
...****************...
Usaha dan keberanian tidak cukup tanpa tujuan dan arah perencanaan. - John F. Kennedy.