
Di waktu lain, karena Rail memutuskan sendiri untuk mencari hewan buruan, ia sekarang ini menuju ke arah selatan. Dengan membawa belati di dalam kantong celananya ia berencana mencari target buruan yang tidak terlalu berbahaya.
Rail memiliki tinggi badan yang pendek untuk seorang pria, di misi ini ia terlihat memakai masker di setiap waktu serta dia berkata dengan suara yang rendah seperti halnya di buat-buat dan ia memakai sebuah topi buatannya sendiri. Rail adalah teman dekat Sein hanya saja dia jarang bertemu dan memperhatikannya entah kenapa Sein mengatakan kepada Evan, waktu di sambungan telepon bahwa ia adalah teman dekatnya.
Kembali ke cerita, beberapa menit ia berjalan langkahnya terhenti karena mendengar sesuatu di dalam semak-semak yang terlihat rapat.
Srakk..srakk(Suara di semak-semak karena gesekan sesuatu)
Dengan mengerutkan bagian matanya Rail pun menunggu sesaat dan jika itu menunjukkan suatu ancaman maka ia akan bersiap menghadapinya.
Srakk... srak...srak(suara di semak-semak semakin kencang)
Hingga tiba-tiba terdengar suara raungan dan munculah serigala dari semak-semak itu. Ternyata suara di semak-semak itu adalah ulah serigala yang sedang bertarung mencari mangsa buruannya, hal itu juga yang membuat semak-semak tadi menjadi bergerak.
Pada awalnya wajah Rail terlihat tertegun namun berubah sesaat dengan raut emosi, serta salah satu lengannya mendekati tempat ia menyimpan belati. Dengan kaki yang di lebarkan sedikit dan belati yang sudah di ambil dari kantongnya, Rail bersiap dengan segala kondisi yang mungkin saja terjadi, ia pun melihat serigala itu yang berjalan kearahnya dengan tatapan tajam kepadanya seperti Rail adalah mangsa selanjutnya.
Rail pun berkata dalam hatinya.
"Jika saja serigala ini menyerang ku mungkin pada saat itu aku akan melakukannya, yaitu trik penyelamatan diri dari serangan serigala, sekarang aku harus tenang dan jangan panik!"
Perlahan Rail pun mundur sambil menjaga kontak mata dengan serigala itu, sampai ia pun melakukan semua langkah-langkah untuk menghindari diri dari serigala.
Namun semua itu sia-sia, serigala di hutan Dark forest sangatlah berbeda bahkan trik melawannya pun tidak ampuh sama sekali. Jemarinya terasa membeku dan mati rasa.
Rail pun panik yang akhirnya serigala itu datang kepadanya dengan cepat sambil meloncat ke arahnya, rahangnya pun menegun di buatnya.
Di waktu itu entah kenapa Rail hanya berdiam diri menunggu serangan dari seringala itu datang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di waktu lain, setelah Evan mendapatkan ikan yang banyak di sungai ia memutuskan pergi ke arah selatan untuk melihat kemampuan yang dimiliki oleh teman dekat Sein yaitu Rail. Evan pergi ke selatan arah Rail pergi hanya saja Evan lewat jalur lain. Tanpa berpikir panjang dia mantapkan langkahnya.
Tak lama Evan kaget melihat ada serigala di dekat pohon yang sedang memakan buruannya.
__ADS_1
Evan berkata dalam hatinya.
"Serigala adalah hewan predator yang sangat kuat dan berbahaya. Biasanya, hewan ini tidak menyerang manusia, tetapi jika kalian atau aku yang dalam situasi seperti ini harus bersiap-siap untuk menghadapi situasi terburuk jika berada dalam wilayah serigala, kemungkinan ada serigala lain di dekatnya, meskipun serigala berpergian sendiri, serigala selalu berburu secara bergerombol!"
Evan pun bergerak tanpa suara supaya dapat menjauh dari seringala itu, anehnya ia mendapat sebuah ide berbahaya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kembali dimana keadaan Rail yang sedang terancam, terlihat Evan yang muncul dari arah samping tengah. Dengan cepat Evan menendang perut serigala itu yang membuatnya terpental agak jauh dari tempat ia menendangnya. Sebelumnya serigala tadi sudah meloncat ke arah Rail.
Dash...(Suara Evan menendang serigala )
Rail terkejut melihat kedatangan Evan.
"Evan??" ucapnya.
Serigala tersebut terlihat tersungkur hanya saja serigala itu beranjak bangkit kembali, setelah menerima serangan yang dilakukan Evan tadi.
"Cih, dia sangat kuat ternyata!, hal itu yang membuatnya berbeda," dalam hati Evan berkata.
"Apa kamu baik-baik saja Rail?"tanya Evan yang masih melihat ke arah serigala.
"Aku baik-baik saja, terimakasih sudah datang!" jawab Rail dengan suara pelan.
"Syukurlah kalau kamu baik-baik saja, btw ucapan terimakasih mu terlalu cepat!" ucap Evan.
"......"(Rail)
Serigala itu kembali pulih dan menyerang untuk kedua kalinya, Evan pun menghindari serangan dari serigala itu sambil mencari celah melawan baliknya.
Dalam keadaan itu Rail berinisiatif untuk membantu Evan akan tetapi Evan berkata kepadanya.
" Pergi dari sini Rail?, akan ada segerombolan serigala yang menuju kemari!" ucap Evan sambil menghindari serangan dari serigala itu.
__ADS_1
"Tidak!, aku akan membantu mu!" Rail yang memaksa tidak mau pergi meninggalkan Evan, ia sempat termangu mendengar bahwa ada segerombolan serigala menuju ke arahnya.
"Kalau kamu tidak pergi sekarang kamu mala akan merepotkanku nanti!, intinya aku memiliki sebuah rencana. jadi aku harap kamu bisa percaya kepadaku Rail!" jelas Evan yang masih berhadapan dengan serigala di depannya.
Wosh...
"Wow, lincah sekali serigala ini, aku ingin saja membunuhnya tapi aku sendiri tidak tega. ah lebih baik aku mencari cara lain saja!" ucap Evan dalam hatinya.
Rail pun memikirkannya kembali, dan pada akhirnya ia pun pergi dari tempat Evan melawan seekor serigala itu. Tapi Rail tidak sungguh-sungguh meninggalkan, Evan ia mala berpikir akan membantunya kembali. Sekarang ini dia sedang bersembunyi di suatu tempat.
Tak lama serigala lain datang setelah Evan mengalahkan serigala yang menyerangnya. Dari arah barat serigala itu datang secara bergerombol dengan jumlah yang sangat banyak, dalam situasi itu Evan tidak gentar sedikitpun ia mala tersenyum dan berkata.
"Ini akan menjadi hal yang menarik," ucapnya menyeringai.
Rupanya Rail melihat segerombolan serigala itu dari atas pohon. Dia pun terkejut melihat Evan yang menunggu para serigala itu datang kepadanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hyouga bertugas mencari kayu bakar untuk membuat api unggun di dekat tenda, sekalian dia juga mencari beberapa bahan makanan yang bisa diolah. Selain jago dalam berkelahi Hyouga juga pandai di Sekolah, bahkan nilai ujiannya bagus-bagus, di samping semua itu Hyouga sangat giat belajar di rumah sama halnya Evan hanya saja berbeda dari yang kita kira.
Di tengah perjalanan mencari kayu bakar Hyouga melihat jamur yang berada di area lembab. Tak kala ia pun menghampiri tempat itu, lalu ia berjongkok untuk melihat jamur tersebut dari dekat. Yang ternyata jamur tersebut adalah jamur bulan dengan nama latin "Gymnopus so" jenis jamur liar yang aman di konsumsi dan paling istimewa.
Jamur bulan tumbuh dalam musim penghujan berkembang biak secara berkelompok di tanah lembab atau akar tanaman, jamur ini punya tudung putih atau kecoklatan serta putih bersih.
Hyouga pun mengetahuinya dan berencana membawa jamur itu untuk di masak setelah mendapat kayu bakar nanti di tengah perjalanan pulang ke tenda. Dia juga menemukan jenis jamur lainnya yang dapat di konsumsi seperti jamur enoki "Flammulina Velutipos", jamur kuping "Auricularia Judae", dan jamur tiram "Pleutopus Ostreatus" Bahkan banyak sekali bahan makanan lain yang di temukan oleh Hyouga di area lembab itu.
Di waktu yang sama dengan Hyouga, Ken sudah pulang ke tenda dengan beberapa buah yang di bawahnya.
Ken rupanya masih sempat menemukan sesuatu untuk di bawa pulang.
"Di sini sangat sepi?, apa mungkin mereka masih menjalankan tugasnya ya. sekarang aku jadi yang pertama kayaknya," gumam Ken.
__ADS_1
Ken melihat sekitaran area tenda dan menemukan ikan yang di selimuti dedaunan.