Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Tujuan Aslinya [Revisi]


__ADS_3

Evan menuju ke Kantin setelah membicarakan informasi yang dia dapat dari pembicaraannya dengan pak Gory kepada Sein. Sein sekarang ini sedang ada di hutan Dark forest. Tepatnya di bangunan yang di duga bekas kerajaan selat Hungaran, bersama dengan Arkeolog dan para ahli peneliti. Sein sendiri ikut membantu pekerjaan mereka supaya dapat menguak misteri maupun hal lain yang menyelimuti bangunan kerajaan Morliana.


Bangunan tersebut masih belum di pastikan apakah benar bangunan kerajaan Morliana atau bukan, penuturan tersebut menurut salah satu seorang arkeolog, namun ada beberapa arkeolog lain yang membantah. Sehingga terjadilah perdebatan adu argumen diantara mereka.


...****************...


Evan bertemu dengan Ken dan Hyouga mereka berdua menunggu Evan sejak tadi, dan ada Bas serta Erik di sana juga. Di salah satu meja tempat makan mereka semua berkumpul.


Ken rupanya tetap berangkat ke Sekolah, meski kondisi badannya masih sakit, sedangkan Hyouga sama dia tetap berangkat walaupun terdapat luka bekas misi penyelamatan kemarin.


Evan pun duduk di kursi yang sudah di khususkan oleh Ken untuk Evan tempati. Evan lalu duduk kemudian memesan makanan kesukaannya, dan sambil menunggu pesanan tersebut Evan mengobrol dengan mereka yang ada di meja tempatnya sekarang.


Hyouga lebih dulu memulai pembicaraan, jadi Evan mendengarkan apa yang Hyouga katakan.


"Evan, apa ada informasi terbaru mengenai ketua asli penjahat itu?, aku rasa dia sudah menjadi buronan polisi sekarang," tanya Hyouga.


"Sein sudah menyuruh timnya untuk mencari petunjuk dan jejaknya, sementara polisi juga mengamankan para penjaga yang ada disana, lalu mengorek informasi dari mereka semua dengan beberapa pertanyaan!" jawab Evan serta menjelaskannya kepada Hyouga.


Saat itu Erik dan Bas sedang membeli makanan dan minuman ke tempat sebelah.


"Apa kau tahu, bukan hanya Peruchen saja yang lolos dari hutan itu melainkan ada juga para ahli beladiri. aku sudah menanyakan kepada polisi tentang semua orang yang masuk ke dalam organisasi, lalu tercantum nama dari setiap keanggotaannya, hingga ada yang masih belum di ketahui keberadaannya sampai sekarang, dan orang-orang tersebut adalah si ahli beladiri!" ucap Hyouga.


"Aku jadi sangat tertarik dengan Peruchen dan ingin menanyakan sesuatu dengannya, seperti bertanya seputar bagaimana cara dia bisa mendapatkan partner-partner seperti itu," gumam Evan.


...****************...


Bel akhir berbunyi pertanda waktu belajar mengajar telah selesai, semua siswa pulang dengan apa yang ia dapatkan hari ini. Berupa ilmu yang di dapat selama di Sekolah, terkecuali bagi siswa-siswa berandalan. Mereka hanya pulang dengan ilmu pengetahuan dengan pemikiran yang berbeda.


Saat istirahat kedua Bas mengajak Evan dan yang lain untuk kerumahnya sepulang Sekolah, karena ada sesuatu yang ingin dia sendiri bicarakan kepada Evan dan yang lainnya.


Evan pulang bersama dengan supir pribadinya.


Di perjalanan pulang ia mendapatkan kabar dari Sein jika dia sudah berhasil menemukan petunjuk lain mengenai warisan sang raja.


Artinya raja memang sengaja menyembunyikan harta kerajaan dan memberikan salinan warisan kepada generasi penerusnya.


Hal yang Sein temukan adalah catatan kuno yang berisikan bahasa masa lampau kerajaan.


Evan hanya menyuruh Sein untuk menerjemahkan bahasa yang ada di dalam catatan tersebut.

__ADS_1


...****************...


Di dalam mobil.


"Tuan muda, apa harimu menyenangkan selama di Sekolah?" tanya supir pribadi Evan.


"Tentu saja pak, hariku sangat baik di sekolah!" jawab Evan.


"Syukurlah kalau begitu."


"Iya Pak."


Jam 14:34 Evan dan temannya pergi ke rumah Bas dengan mobil pribadi milik Evan.


Perjalanan menuju ke rumah Bas membutuhkan waktu yang lumayan singkat yaitu 12 menit dengan mobil.


Sampai disana mereka pun turun, Ken melihat rumah Bas yang amat besar dengan kedua pohon yang menutupi bagian atapnya.


Rumah Bas terlihat sangat berantakan di bagian depannya, entah mengapa bisa seperti itu.


Ken mengetuk pintu.


Tok...tok...tok....


Tak lama terdengar suara dari dalam rumah, seperti seseorang yang akan membukakan pintu.


Pintu pun terbuka lalu mereka semua masuk kedalam.


Di dalam rumah Bas ternyata agak sedikit berantakan, namun tidak separah di depannya. Lampu juga ada yang berkedip-kedip membuat kesan pertama Evan dan temannya untuk pertama kali ke rumah Bas tidak seperti yang di bayangkan.


Bas menjelaskan kepada Evan dan yang lainnya.


"Maaf aku lupa menganti lampu itu, dan maaf tadi aku agak lama membuka pintu!" ujar Bas sambil berjalan bersama Evan dan yang lain ke suatu ruangan, setelah menyuruh mereka masuk.


"Iya tidak apa-apa!" jawab Ken.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan rumah ini sehingga kondisinya seperti sekarang, dan juga di rumah Bas tidak ada orang lain selain dirinya," ucap Evan dalam hatinya.


Di ruang tamu.

__ADS_1


"Baiklah, selamat datang semuanya aku tidak menyangka semua akan datang, hmm, bagaimana dengan perjalanannya?" tanya Bas.


"Ya kami bersama-sama naik mobil pribadi milik Evan!" jawab Ken.


"Perjalanannya lumayan menguras waktu, dengan mobil pun sampai 12 menitan apalagi dengan kendaraan lain." Gumam Hyouga.


"Rumahku memang jauh dari SMA Oregami dan itulah kendalanya, waktu. ngomong-ngomong mobil pribadi, apa kau sendiri yang mengemudi Evan?" ucap Bas bertanya mengenai si pemudi mobil.


"Hahaha tidak, aku masih belum punya SIM, ya untuk saat ini, lagi pula aku punya supir pribadi!" ucap Evan.


Di meja tempat Evan sekarang terlihat banyak beberapa makanan kering, dan juga ada buah.


Dan di ruang tamu tersebut terasa dingin walau tanpa AC.


Mereka pun mengobrol bersama sampai jam 15:13 , lalu Bas menyampaikan maksud tujuannya mengundang Evan dan yang lain untuk datang kerumahnya.


"Jadi aku mengundang kalian kesini karena aku sedang membutuhkan bantuan dari kalian, 3 orang luar biasa!"


Ken agak kaget mendengar ucapan dari Bas tadi.


Hyouga juga sama hanya saja dia tidak menunjukkan ekspresi kagetnya, lalu ia berkata dalam hatinya.


"Benar-benar dia sama sekali berbeda dari dirinya yang di Sekolah waktu itu, apa dia menyembunyikan sifat aslinya?, tapi kenapa, dia menunjukkannya sekarang," ucap Hyouga.


Evan tersenyum kearah Bas dan berkata.


"Hehehe terimakasih untuk perkataan mu barusan, jadi jika kamu menyebut kami orang yang luar biasa berarti ada sesuatu yang kau ketahui dari kami?" ucap Evan.


"Jujur saja, aku tahu kalian ini siapa, aku juga tahu kalian yang terlibat dengan apa yang terjadi di hutan Dark forest!"


"Bagaimana kamu...upss." ucap Ken dan langsung menutup mulutnya yang hampir saja keceplosan.


"Apa saja yang kamu ketahui dari kami?" tanya Hyouga dengan ekspresi kesal.


"Hah, tentu saja misi penyelamatan kalian yang sangat heroik itu!" ucap Bas dengan nada agak tertawa sambil salah satu lengannya memegang rambutnya.


"Cih, jadi apa yang kau inginkan dari kami, dengan mengungkapkan hal itu?" ucap Hyouga dengan ekspresi marah, dia juga mengepprak meja.


Brakk.....

__ADS_1


"Tenang Hyouga ini rumahnya, sangat tidak sopan jika kau bertingkah seperti itu!" ucap Ken yang menasehati Hyouga, dia sendiri berada sebelahnya.


Saat itu Bas melihat ekspresi wajah Hyouga bercampur antara marah dan juga ekspresi dingin.


__ADS_2