
Di hutan Dark forest saat ini sedang ramai dikunjungi oleh para Arkeolog yang memastikan kebenaran mengenai bangunan bersejarah. Apalagi para ilmuwan yang sebagian dari mereka datang kesana cuma sekedar untuk mencari Fenomena alam yang terjadi di hutan Dark forest.
Sein dan timnya pun tak kalah ikut membantu disana, melalui petunjuk kemarin yang di berikan oleh Evan kepadanya. Hari ini ia kembali memecahkan misteri harta warisan peninggalan sang raja pertama.
Tayangan televisi juga banyak yang menayangkan berita terkini terkait bangunan bersejarah yang ada di hutan Dark forest. Salah satunya siaran televisi Semesta yang selalu menyiarkan berita-berita terhangat yang saat ini sedang menyiarkan tempat bersejarah tersebut.
...****************...
Pada jam 12:00 Evan mengobrol dengan Bas di Kantin paling ujung letaknya sangat strategis dan tidak seramai Kantin paling depan. Mereka membicarakan sesuatu, terlihat Bas yang memberikan Evan beberapa informasi.
Ken dan Hyouga belum datang jadi Evan membahasnya lebih awal tentang Kakaknya Bas, selagi menunggu kedatangan mereka berdua.
"Jadi dari informasi yang aku dapatkan semalam terus terang saja Kakakmu masih hidup dan saat ini dia pasti sedang mencari korbannya!" cetus Evan tentang Kakak Bas.
"Apa Kakakku masih hidup!, jika benar begitu aku pasti bisa menemuinya sepulang Sekolah. tapi apa maksud yang kamu bicarakan tadi di akhir kata?" tanya Bas dia agak senang mendengarkan berita barusan yang di sampaikan oleh Evan, namun agak kaget dengan perkataan Evan di akhir katanya.
"Maaf tentang itu, aku menduga Kakakmu adalah seorang pembunuh keji, aku berani mengatakannya karena beberapa teori ku yang tadi pagi aku temukan, aku mengabungkannya dengan informasi yang didapat dari pihak kepolisian pada sebuah kasus pembunuhan, ada satu hal yang pasti mengarahkan aku langsung kepada pelaku pembunuhan tersebut, yang dilakukan oleh Kakakmu, meski sulit untuk kau sendiri terima akan tetapi bukti lebih baik daripada sekedar dugaan. jadi hari ini kita akan mengungkapkannya!" ajak Evan di akhir katanya.
Bas terdiam untuk sesaat, dia seperti sedang memikirkan sesuatu dalam pikirannya.
"Kamu pasti tidak menduganya bukan, bahkan kamu lebih mempercayai kakakmu sekarang. aku tau ini sulit tapi kita hidup memang untuk menerima segala kenyataan, sebab kita yang menentukan alurnya sendiri hanya saja berbeda jalur!" tutur Evan seraya memandang langit.
"Kau benar, setiap manusia memiliki tanggung jawabnya sendiri-sendiri dan jika berita yang kau katakan benar maka aku harap kakakku bisa menebus segala kesalahannya, dengan bertanggung jawab!" jawab Bas.
"Baiklah, jam 2 sepulang Sekolah aku akan menjemputmu di jalan Hammer no.34!" ujar Evan.
"Jalan Hammer?, bukanya disana seperti tujuan kita, bukan tempatmu untuk menjemputmu, itu bahkan agak jauh dari rumahku!" tanya Bas.
"Ya, tapi bukannya kamu sedang berusaha keras untuk merasakan emosi dalam dirimu, maka datanglah kesana terlebih dulu?!" ucap Evan.
"Tentu saja, aku jadi bersemangat untuk sekarang," seru Bas.
"Sebenarnya apa rencana Ken supaya aku mengatakan itu?, apa dia ingin membenar kan bahwa dia memiliki kepribadian ganda," ucap Evan dalam hatinya.
...****************...
Sepulang dari Sekolah, tak lama Bas pergi ke jalan Hammer no. 34 . Jalan tersebut sangat sepi untuk dilewati dan ada sebuah geng yang berkuasa di sana yang menjadi momok menakutkan bagi mereka yang ingin melewatinya.
"Sudah lama sekali aku tidak berlari secepat ini, tapi demi dapat bertemu dengan kakak aku rela melakukan apapun!" ucap Bas dalam hatinya.
Bas berhenti dan melihat palang jalan sekitar.
Suasananya sangat sepi sunyi, hal tersebut dikarenakan sebagian dari perkotaan saat ini pernah terjadi wabah penyakit mengerikan. Itulah mengapa banyak rumah-rumah yang di tinggali oleh pemiliknya.
__ADS_1
"Sepi sekali disini, mungkin ini yang di katakan oleh mereka tentang kota kematian. tunggu, jika aku ingat jasad dari korban pembunuhan sering ditemukan di rumah-rumah kosong ini, itu berarti..." ucap Bas.
Tepat di belakang Bas ada rombongan geng.
"Hey, rupanya ada anak bau kencur yang berani datang ke sini seorang diri?" ucap Wakil ketua geng.
Bas membalikkan badannya dan berkata.
"Cih, memang kenapa kalau aku ada disini?" tanya balik Bas dengan tatapan tajam.
"Berani juga dia?" ucap salah satu anggota geng yang menatap teman di sebelahnya.
"Tentu saja kami meminta sesuatu darimu, berhubung daerah ini adalah wilayah kekuasaan kami, dan kau harus membayar biaya masuk?" tegas Ketua geng tersebut.
Geng tersebut bernama geng brutal dengan ciri khas lambang tinju dan api
...****************...
Sementara itu Evan dan yang lain menuju ke tempat Bas sekarang.
"Menurutmu untuk apa kau memasangkan GPS ke handphone Bas Ev?" tanya Ken sambil berlari.
"Aku rasa kita akan mengetahui sifat asli atau kepribadian lain darinya!" ucap Hyouga dia juga berlari.
"Apa kau percaya dengan ku Hyouga?" tanya Ken.
"Tentu saja tidak, itu hanya dugaan ku untuk sementara!" jawab Hyouga.
"Hhaa dasar kau," balas Ken sambil berlari.
...****************...
"Aku memiliki urusan penting disini dan untuk biaya itu, hahahaha kau pikir bisa semudah itu kau mendapatkan ya!" tegas Bas dia berubah menjadi sosok dirinya yang lain.
"Dasar, kalau begitu hajar dia!" ucap ketua geng.
Ketua geng pun menyuruh anak buahnya untuk menyerang Bas, yang dari tadi meremehkan ketua geng maupun anggota-anggota yang lain.
Saat para anggota geng mendekati Bas, mereka langsung menyerangnya.
Dengan sigap Bas mengelak tinju dan beberapa serangan dari mereka, lalu Bas menghajar keras mereka satu persatu.
__ADS_1
Bug...bug....bag...bug...
Satu persatu dari anggota geng ambruk.
"Sampah-sampah seperti kalian tidak pantas untuk berada disini hiyaaaa.."
Dash...dash....dash....
"Bos dia monster?" ucap wakil ketua geng dengan rahangnya yang menegun dan ketakutan melihat Bas yang sedang bertarung.
"Jika seperti ini terus rekan-rekan geng ku akan babak belur olehnya, kurasa dia harus di beri pelajaran sedikit," ucap ketua geng dalam hatinya.
...****************...
Tak lama pertarungan sengit itupun berakhir. Kemenangan berada di tangan Bas sekarang. Di samping itu terlihat banyak noda darah di tangan Bas, sementara saat ini Ketua geng di angkat olehnya.
"Kau menghambat waktu ku tadi, mestinya kau tahu sendiri akibatnya jika kau!" ucap Bas sembari bersiap akan memukul ketua geng.
Evan dan yang lain tepat waktu datang, sehingga dapat mencegah Bas yang akan memukul Ketua geng tersebut.
Melihat para anggota geng yang ambruk dengan darah di bagian wajahnya, membuat Hyouga dan Ken tertegun.
Saat itu pula Evan menyadarkan Bas agar dia tenang, sampai ia pun tenang. Evan mengatakan kepadanya sepatah kata.
"Sebenarnya tujuan kita kemari untuk mencari petunjuk di rumah kosong tempat korban pembunuhan di temukan, serta mencari tahu kebenaran Kakakmu Bas, tapi kau sudah menghilangkan ancaman pertama yang meresahkan ini, meskipun dengan cara demikian kau tetap membantu!" ucap Evan.
"Ini juga rencana Ken dia sengaja menyuruhmu kemari untuk melihat kepribadian mu!" ucap Hyouga.
Bas menyambungnya dan berkata.
"Apa semua ini sengaja dan Ken yang merencanakannya?, tapi jika saja aku tidak dapat melawan mereka maka..."
Ken menjawab memotong perkataan Bas dan berkata.
"Kukuku, aku sudah menyiapkan para bodyguard petarung handal dari awal, mereka mungkin saat ini sedang bersembunyi dan kau tidak mengetahuinya!" ucap Ken.
"Baliklah aku mengerti!, mari kita cari petunjuk yang mengarah langsung ke pelaku pembunuhan tersebut," ucap Bas dia kembali bersemangat.
"Terus gunanya mereka disini buat apa kalau tidak untuk membantunya, huh dasar Ken!" ucap Hyouga yang kesal dengan Ken dan para bodyguard nya.
Dan Evan tersenyum mendengarnya.
"Pyuh, akhirnya dia dapat menjadi pribadi lain yang berbeda dari sebelumnya. rencana Ken bukan hanya untuk mengetahui bahwa Bas memiliki kepribadian ganda, akan tetapi mengubahnya menjadi pribadi yang lain yang hanya satu tembakan dapat mempengaruhinya. Ken memang jenius. lalu saatnya giliran-ku," ucap Evan dalam hatinya dan tersenyum kecil pada saat itu.
__ADS_1