Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Apa Sebenarnya yang Terjadi


__ADS_3

Terdengar suara langkah kaki seseorang yang datang ke arah Evan. Dia rupanya adalah Lili yang sudah berganti pakaian.


Lili memanggil Evan dari arah belakang, yang


membuat Evan menoleh dan melihatnya. Saat itu Evan terkejut melihat Lili sudah berganti pakaian dan sudah ada di depannya.


"Kamu sudah berganti!, hmm, cepat sekali," ucap Evan.


"Iya nih, aku udah siap untuk di ajari oleh kakak!" balas Lili, wajahnya pun menatap manis.


"Baiklah!, kakak akan ajari kamu berenang dengan sungguh-sungguh!" jawab Evan dengan muka serius.


Pada awalnya Evan agak canggung untuk mengajari adiknya berenang. Tapi karena sisi kakaknya tergugah, Evan pun akhirnya bersemangat.


Mengajari Lili berenang dari dasar-dasarnya, seperti teknik mengapung, pernapasan dan juga meluncur serta lain sebagainya.


Semua itu Evan terangkan kepada Lili.


Perlahan tapi pasti Lili berusaha untuk menuju kolam yang lebih dalam dengan permukaan air setinggi ketiak atau bahu. Sambil berjalan-jalan ia pun membiasakan dirinya di air.


Lama kelamaan Lili pun semakin nyaman ketika berada di air, hingga Evan memutuskan untuk mengajarinya lebih lanjut ke tahap selanjutnya. Sampai selesai.


Di kala mengajari Lili berenang banyak sekali momen dan hal lain yang Evan rekam dalam memorinya.


...****************...

__ADS_1


Siang itu Hyouga berkunjung ke rumah Evan dan mengobrol bersama.


Mereka hanya mengobrol sebentar membicarakan informasi tentang organisasi misterius.


Yang tampaknya polisi sedang bertindak ekstra untuk menyelesaikan atau menumpas organisasi tersebut dari akarnya.


Hal itu juga yang membuat Evan menjadi lega sekaligus dia tidak harus terlibat dalam misi-misi lagi. Yang sebenarnya hal tersebut adalah salah satu harapan Evan, yaitu menolong sesama.


Meski hanya sebentar, Evan masih sempat membahas tentang kejadian semalam kepada


Hyouga. Lebih tepatnya hal yang membuat Evan agak shock.


Evan pun pelan-pelan menceritakannya.


Semalam ketika Evan sedang berada di dapur untuk menyajikan segelas susu. Lengannya tak sengaja terkena pisau. Meski hanya luka kecil luka tersebut biasanya bisa membuat orang lain akan ngilu.


Tapi yang membuat Evan shock bukanlah dari


ketidaksengajaan nya, melainkan rasa sakit.


Karena Evan menyadari jika lengahnya tidak merasakan sakit sama sekali. Mungkin biasa-biasa saja, tapi setelah Evan mendapatkan ide untuk mengujinya. Hal tak terduga pun terungkap.


Hingga Hyouga yang mendengarnya sama sekali tidak terlalu percaya dengan apa yang Evan katakan.


"Sepertinya hal itu bisa di kita cari tahu!, dengan mengetesnya sekali lagi," saran Hyouga.

__ADS_1


"Ya. benar sekali," ucap Evan yang langsung setuju dengan saran Hyouga tersebut.


Meski belum terbukti tapi Evan tetap mencobanya. Beserta Hyouga yang ikut menemani Evan di ruang laboratorium.


Pertama-tama Evan mencari tahu tentang hal


yang dialaminya. Dari segi Sains.


Setelah memahaminya, Evan pun memulai percobaan tes pada dirinya.


Sementara di kolam renang Lili masih saja belum menyudahi belajarnya. Karena saat itu Evan mengatakan sesuatu yang membuatnya jadi salah paham.


Di saat itu Evan dan Hyouga terkejut, setelah melihat dengan jelas hasil percobaan yang sudah mereka berdua lakukan. Dan juga menjawab teori yang Evan asal ucapkan.


...****************...


Saat itu juga Evan mencoba menenangkan dirinya, sembari menghirup udara dalam-dalam dan menghembuskan nya lewat hidung.


Sama halnya dengan Hyouga dia juga menenangkan dirinya sendiri dengan berpikir positif.


"Mengejutkan sekali ternyata Hyouga, jika


selama ini aku sedang bermimpi!"


"Lantas kalau begitu, siapakah diantara kita yang sedang bermimpi sekarang?"

__ADS_1


Ucapan serta pertanyaan Evan membuat Hyouga bingung dan berpikir untuk mencari tahu jawabannya.


__ADS_2