
Sebisa mungkin anggota klub menulis mempromosikan karyanya kepada khalayak untuk mengapresiasikan diri mereka, dengan hasil karyanya di pameran yang di adakan di Sekolah.
Ken sudah mempromosikan karya-karya klub menulis ke klub membaca dengan kata manis yang ia lontarkan dan hal lain mengenai sebab akibat, sehingga anggota klub membaca yang berjumlah 15 orang tertarik untuk berkunjung ke klub menulis. Butuh waktu bagi Ken untuk merayu para wanita di sana.
"Aku juga memberi diskon kepada kalian jika membeli 3 karya novelku sekaligus, ada juga diskon menarik lainnya, tunggu apa lagi datanglah ke klub menulis?"Ucap Ken yang bersemangat mempromosikan karya klubnya.
"Eh, aku suka yang diskon-diskon!"
"Aku juga, apalagi diskonnya gede banget!"
"Yuk buruan, kita berkunjung ke klub menulis?"
"Hehehe, klub membaca semua anggotanya perempuan, dan perempuan adalah makhluk yang mudah di bujuk jika berkenan kan dengan diskon, kesempatan bagus."Ucap Ken dalam hatinya.
Di waktu lain Hyouga dan Sharashi menjaga stan di lapangan Sekolah, sekalian mempromosikan karya klubnya dengan kata-kata meninggi dengan kesan menarik.
Sudah 10 orang yang membeli dan kebanyakan yang cuma melihat-lihat saja. Tapi Sharashi tetap semangat dan tetap tersenyum saat bertatap muka dengan pelanggan maupun pengunjung yang datang ke stannya.
Hyouga juga ikut membantu seperti menjajakan dagangannya kepada konsumen dan hal itu pun menarik minat pengunjung.
Mereka berdua pun sangat sibuk dengan para pengunjung dan pelanggan yang datang, sampai tidak ada waktu untuk mengobrol.
...****************...
Di ruang klub Evan sudah mengantongi uang yang lumayan banyak dari penjualan novel, komik, dan cerpen. Di tambah dengan catatan inspiratif yang Evan jual, kebanyakan laku terjual sampai hanya saja tersisa beberapa buah saja.
"pyuh, lelahnya hari ini, aku baru merasakan lelahnya berjualan huh dan sekarang tinggal 2 novel, 1 komik, lalu 2 cerpen milik Sharashi, karyaku semuanya sudah laku terjual dan jika di pikir-pikir lagi ikut berpatisipasi di pameran hasil klub memang sangat menguntungkan dan ngak ada ruginya sama sekali!"Ucap Evan.
Sementara itu, Tsuki berada di Kantin memikirkan sebuah ide untuk dapat menjatuhkan Evan. Rencananya kemarin gagal total, karena sekali lagi rencananya di gagalkan oleh kehadiran Evan yang ikut campur dalam rencananya.
5 pria yang di tangkap kemarin sudah diselidiki pihak kepolisian lebih lanjut. Dari pengakuan mereka berlima, mereka di suruhan oleh seseorang untuk menjebak target dan setelah sukses dengan tugasnya mereka akan di bayar lagi dengan jumlah yang besar.
__ADS_1
Yang sangat di sayangkan adalah mereka tidak mengetahui siapa orang yang menyuruhnya, sehingga polisi berusaha mendalami kasus tersebut yang mengarah langsung ke orang yang menugaskan mereka berlima.
Jam pun menunjukkan pukul 13:23 yang sebentar lagi bel Sekolah akan berbunyi. Pertanda berakhirnya aktivitas pembelajaran, serta berakhirnya pameran hasil klub tahun ini.
Kemeriahan tahun ini menjadikan kenangan tersendiri untuk pameran klub tahun depan.
Sepulang Sekolah Evan dan temannya berkumpul di klub menulis.
Uang bersih yang didapat dari penjualan karya klub hari ini lumayan banyak, dan dapat digunakan untuk keperluan klub maupun keperluan pribadi.
Hyouga menghitung uang dengan teliti di meja stan, dengan mencatatnya di sebuah buku catatan, menghitung hasil bersih dari penjualan tersebut. Pulpennya di letakkan di atas telinganya terlihat Hyouga dengan tampang serius, ketika menghitung jumlah penghasilan.
Sedangkan Ken menyiapkan wadah untuk makanan yang dia beli secara patungan atau bersama-sama menyisihkan uang penjualan karya dari mereka, untuk membeli makanan dengan porsi besar yang tak lain mereka akan makan bersama di ruang klub.
Evan menyarankan sisa lain dari penjualan tadi, di sumbangkan ke tempat panti asuhan yang letaknya tak jauh dari Sekolah. Mendengar saran dari Evan anggota klub menulis pun sepakat dengan saran Evan tersebut.
...****************...
Sepulang dari kegiatan klub Evan memutuskan untuk berkunjung ke rumah Rahel, sopirnya pun mengantarkan Evan sampai kerumahnya.
Evan hari ini mengajak Rahel untuk pergi ke pantai bersamanya, tujuan Evan adalah supaya Rahel dapat melupakan kejadian kemarin yang menimpa dirinya dengan kenangan indah di pantai.
Sebelumya Evan dan Rahel sempat mengunjungi cafe, mereka disana mengobrol banyak hal yang saat itu Rahel terlihat ceriah mendengar apa yang Evan ucapkan. Kemudian sesudahnya, mereka melanjutkan perjalanan lagi untuk pergi ke pantai dan matahari nampak meredupkan sinarnya yang berwarna kuning keemasan.
Evan membawa kamera yang dia beli di toko elektronik dekat cafe.
Tak lama mereka berdua pun sampai di tujuan.
Lautan musim panas yang lestari, langit biru yang luas udara yang sempurna.
__ADS_1
Hembusan angin laut yang asin membalut tubuhmu, tepat di tengah lautan Pasifik di mana kau tak merasakan panasnya pertengahan musim panas yang terik.
Evan berjalan bersama Rahel di bibir bantai, mereka lari-lari kecil ketika sampai disana dan Evan yang pertama kali memulainya. Sesekali mereka melihat ke arah ombak yang seakan menghilangkan rasa penat di badannya, keduanya sangat berseri-seri dilihat dari wajah dan senyuman serta tawa kecil yang muncul secara tiba-tiba.
Seumpama Evan mengajak Rahel untuk ke pergi pantai supaya dapat mengukir kenangan, kenangan indah bersama dengan sejuta cerita.
Puas bersenang-senang, mereka pun istirahat.
Evan ternyata membawa makanan dan minuman dari cafe tadi, lalu membungkusnya.
Saat itu Rahel duduk dan melihat matahari yang terbenam, pandangan beralih sewaktu dia mendengar suara yang di timbulkan dari gesekan wadah makanan cepat saji. Evan membukanya sedikit demi sedikit.
"Eh, kamu membawa makanan dari cafe tadi Evan!"Ucap Rahel.
"Iya, itu sebabnya aku agak lama masuk ke mobil, seperti yang kamu lihat, ini adalah hamburger yang aku beli dari cafe tadi khusus buatmu!"Ucap Evan.
"Hah buatku, tapi cuma satu Evan, gpp kamu berikan ke aku?"Ucap Rahel menanyakan lagi sambil menatap Evan.
"Tidak apa-apa, aku sudah makan disana!"
"Mmm, ya udah aku makan ya?"Ucap Rahel.
"Iya " Ucap Evan dengan senyuman.
Sebelum memakan hamburger dari Evan, Rahel sempat bertanya kepada Evan.
"Hmm Evan, tadi kamu kan agak lama di cafe setelah aku masuk ke mobil, apa jangan-jangan kamu pergi ke dapur cafe dan membuat hamburger ini?"Ucap Rahel.
"Eh ternyata terbongkar juga ya pada akhirnya, benar sekali aku yang membuatnya tadi, jadi kamu harus menghabiskannya, karena aku sudah membuatnya dengan susah payah!"Ucap Evan.
Rahel pun tersipu sambil mengangguk, lalu memakan hamburger yang sudah di pegangnya.
__ADS_1
Hingga saat Rahel akan memakannya lagi Rahel mengetahui Evan yang sudah bersiap untuk memotretnya.