
Serangan itu membuat Kelly mengeluarkan jurus andalannya dengan cepat ia maju ke depan, menyerang semua musuh yang menghalangi pertempurannya melawan raja iblis.
Seketika para monster-monster itu berhasil di lumpuhkan oleh Kelly. Di suatu momen karena Kelly lengah, ia pun terkena hantaman serangan raja iblis dari arah samping. Sampai ia pun kaget dan melihat badannya yang telah hancur.
*
"Kamu Sangat menyukai komik seperti itu ya Hyouga?" tanya Ken yang duduk di kursi kelas Hyouga, dia juga sempat mencuri pandang demi melihat komik yang di baca Hyouga.
"Action adalah genre kesukaanku!" jawabnya singkat.
"Bagus sekali itu genre yang menarik sih menurutku, btw dari tadi aku tidak melihat Evan, apa kau tau dimana dia sekarang. hmm, kalau tidak bersama dengan Rahel pasti dia ada perpustakaan sekarang," pikir Ken.
"Menurutku dia dia ada laboratorium, karena pagi tadi aku melihatnya menunjukkan cairan ekperimen dan dia akan melakukan uji coba mengenai penemuannya!" jelas Hyouga sambil mengamati halaman di buku komiknya.
"Ouh jadi dia di lab, hmm Evan sangat bersungguh-sungguh dalam mencapai cita-citanya ya!" ucap Ken.
**
Di ruangan laboratorium, terlihat Evan yang sangat serius mencampur cairan demi cairan menjadi satu. Dia pasti sedang mencoba bereksperimen disana.
Bukan hanya Evan saja yang ada di laboratorium tetapi banyak juga orang yang melakukan eksperimen di laboratorium, hanya saja Evan memilih tempat eksperimennya yang tidak terlalu mencolok.
Hari ini Sekolah agak bebas di karenakan para guru ada yang sibuk ikut rapat. Dan karena di kelas bebas tidak ada guru, Evan jadi pergi ke lab setelah menyelesaikan tugas dari guru mapelnya.
"Baiklah, selesai sudah eksperimenku ini, selanjutnya aku akan membuat es batu instan. hmm, seperti nya aku harus membutuhkan alat dan bahan lainnya,"
Kali ini Evan akan melakukan percobaan sains dengan membuat es batu instan. Caranya kita memasukkan botol plastik soda atau air mineral ke dalam freezer selama beberapa menit agar es dingin. Es ini harus masih cair saat kita membawanya keluar dan yang kedua kita karus memutar tutupnya, maka cairan itu langsung berubah menjadi es batu.
Prosesnya luar biasa untuk diperhatikan tapi sulit untuk diulang. Ini adalah ilustrasi bagus tentang bagaimana cairan super dingin membeku bahkan pada suhu di bawah titik beku mereka. Kita memerlukan beberapa es, garam, dan beberapa botol plastik murni yang belum dibuka untuk mencoba demo sains ini, kita juga membutuhkan termometer.
langkah pertama
Isi wadah besar dengan es batu yang telah di hancurkan menjadi bagian kecil-kecil.
__ADS_1
langkah kedua
Masukan dua botol plastik yang dingin jauh ke dalam es. Jaga agar tetap dekat dengan pusat mangkuk tapi tetap dikelilingi dan dikubur dalam es sebanyak mungkin.
langkah ketiga
Tambahkan beberapa gram garam kasar ke permukaan es batu.
langkah keempat
Masukkan termometer ke dalam es di antara botol. Pantau suhu. Selama setengah jam berikutnya, suhu akan turun perlahan. Tambahkan es dan garam ke wadah sesuai kebutuhan agar botol tetap terkubur di dalamnya. Perhatikan termometer sampai pada suhu yang kita inginkan.
langkah kelima
Suhu dalam mangkuk perlu turun menjadi -8 ℃. Jika suhu air menjadi terlalu dingin, mungkin airnya membeku sebelum waktunya.
langkah terakhir
Jika kalian masih belum mengerti simak penjelasannya berikut!
Kita menggunakan garam dan es untuk menurunkan suhu dalam campuran dingin di bawah titik beku normal air. Ini disebut "titik beku depresi." Air garam yang sangat dingin ini dapat digunakan untuk mendinginkan sampel air, soda dan lainnya di bawah titik beku normal untuk menemukan mana dari mereka yang bisa menjadi super dingin.
"Butuh waktu setengah jam untukku melakukan percobaan ini, meski bisa di bilang inisangat melelahkan, tapi apa boleh buat ini adalah langkah yang baik untuk masa depan cita-citaku. agar suatu saat nanti aku akan terbiasa. hmm bukannya di rumah aku melakukannya berjam-jam ya, hahaha dasar aku,"
Setelah melakukan percobaan tersebut Evan keluar dari lab serta membawa botol tersebut untuk di tunjukkannya kepada Ken dan Hyouga.
***
Sekarang Evan sangat populer di Sekolah, itu karena ia yang sangat mahir dalam bermain basket di perlombaan sekolah kemarin. Setiap melewati jalan di koridor, ada saja para siswa maupun siswi yang menyapanya, serta mengajak dirinya untuk berfoto bersama. Hal itu membuat Evan merasa tidak enak. Dalam pikirannya dia berkata.
"Mungkin besok aku harus memakai sweater ketika keluar kelas atau juga masker," pikir Evan.
Jam menunjukkan pukul 09:12 .
__ADS_1
Evan duduk di sebuah taman yang ada di sekolah, ia berniat untuk menelpon Hyouga dan Ken. Kamu pasti penasaran seberapa besar SMA Origami kan?
Jawabannya sangat luas, megah, dan indah. Itu saja yang bisa aku gambarkan.
Tak di sangka ada seseorang yang menghampiri Evan, dia adalah Cinta dari kelas 12 A , kelas Evan sendiri. Di pun menyapa Evan dengan senyumannya. Evan saat itu pas selesai menelpon temannya, jadi melihat Cinta yang menyapanya. Lalu ia pun menyapa balik Cinta.
"Hai, Evan boleh aku duduk?"
"Ouh, hai juga Cinta, iya boleh kok, silahkan!"
"Tadi kamu kelihatannya sedang menelepon ya?" Cinta menatap ke arah Evan dan bertanya kepadanya.
"Iya, Cin aku tadi sedang berbicara dengan teman ku lewat sambungan seluler!, btw kamu tidak menyampaikan kepadaku kan, kalau di kelas ada guru?" ujar Evan.
"Enggak ada kok, aku kesini cuma mau mencari udara segar aja, lagi pula di kelas terus rasanya bosan!" ujar Cinta membahas keluh kesahnya.
"Benar juga, aku kadang seperti itu!, apalagi sekarang Sekolah sedang bebas," ucap Evan.
"Iya, hmm..kamu sekarang populer ya Evan (tersenyum kearahnya), di kalangan semua kelas, kalau boleh aku ingin berfoto denganmu?" ucap Cinta sambil mendekatkan dirinya.
"Hahaha itu hanyalah anggapan mereka saja, aku tidak sepopuler itu, boleh kok sebelum aku pergi!" ucap Evan dengan senyumannya yang mengembang.
"Yaa, padahal aku ingin membicarakan sesuatu denganmu. baiklah kita berfoto dulu sekarang!"
****
Evan pun meninggalkan Taman setelah berfoto dengan Cinta. Sebelum pergi Evan menyuruhnya untuk masuk kelas saja, ia khawatir ada guru yang akan menegurnya.
Sambil melihat Evan pergi menjauh darinya Cinta berkata.
"Mmm, Evan adalah tipe cowok idamanku, aku harap dia belum punya pacar supaya aku bisa lebih mudah untuk bersama dengannya. jika aku pikirkan lagi aku tidak sanggup untuk memikirkan wajah malunya tadi," ucapnya seraya memegang kedua pipinya yang memerah.
Tak disangka Evan meninggalkan plastik yang berisi botol eksperimennya, Cinta pun mengambilnya dan berniat untuk pergi ke Kantin untuk mengembalikan barang Evan yang ketinggalan tersebut.
__ADS_1