
Dalam hati Sheila berkata.
"Dia sangat pandai berspekulasi, dia bahkan tau aku kabur dari rumah itu dua hari yang lalu,
bagaimanapun juga aku harus memberi tahukan kepadanya yang sejujurnya."
"Iya, aku lolos dari mereka sudah 2 hari yang lalu. setelah itu aku mencari tempat berlindung agar mereka tidak menangkapku lagi atau menemukan ku!" ucap Sheila berterus terang.
"Tapi kamu mencari tempat berlindung di Taman Hiburan seperti ini, itu berarti kamu memanfaatkan kondisi keramaian ini. hmm, tapi kenapa ?" ucap Evan.
"karena sebelumnya aku hampir tertangkap lagi oleh mereka di perumahan, aku sebelumnya ada disana!" terang Sheila.
Ada sebuah cerita yang Evan ingin ceritakan kepada Sheila. Yang mungkin saja berhubungan langsung dengan penjahat itu. Namun Evan berubah pikiran dan tidak jadi untuk menceritakannya.
"Baiklah, aku mengerti tentang ceritamu itu. sebelumnya aku juga curiga sih, dulu ketika aku masih kecil, aah tidak usah di pikirkan. kita sudahi dulu obrolan ini, aku harus kembali ke tempat perlombaan kuis dan untuk mu aku menyarankan agar menunggu hingga aku selesai perlombaan kuis nanti, kamu tenang saja ada seseorang yang akan menjagamu kok!" ucap Evan dengan serius.
Dengan tatapan ramah Sheila berkata.
"Iya, aku percaya kepadamu, terimakasih ya...," ucap Sheila di selingi ucapan terimakasih dari mulutnya.
Dalam hati Evan berkata.
"Lagi-lagi aku mendapatkan tatapan itu lagi."
*
__ADS_1
Setelah semua berlalu, akhirnya Evan dan Lili selesai mengikuti perlombaan. Yang pada akhirnya Evan memutuskan untuk pulang dengan Lili dan juga Sheila yang ikut bersamanya untuk sementara. Dan tinggal di villa khusus Ayah Evan.
Dalam perjalanan menuju villa, beberapa perbincangan di antara mereka pun terjadi. Lili yang awalnya kaget dengan Kakaknya tau-tau
bersama dengan seorang gadis, sontak membuat Lili menjadi kaget dan terheran-heran.
Setelah mendengar cerita tentang kehidupan Sheila sejak kecil hingga sekarang. Membuat Lili jadi iba dan ingin membantunya.
**
Di ruang tamu dalam villa.
"Uhm, Lili aku minta maaf karena membuat mu menunggu lama di kuis Challenge, sebab aku sibuk dengan seseorang yang ingin aku bantu!" ucap Evan dengan nada lembut.
"Ya, tidak apa-apa Kak, aku sekarang mengerti kalau kamu melakukan semua itu untuk membuatku bahagia, tetapi aku sangat kaget ketika kamu membawa seorang wanita dan menceritakan semua tentang dirinya, apa kamu benar-benar akan membantunya?" tanya Lili dengan raut wajah lusuh dan sedikit cemberut.
Dalam hati Evan berkata.
"Hmm, jadi sekarang kamu memahaminya. kamu ternyata masih anak yang baik. lalu... untuk apa yang di katakan olehku ketika di perjalanan tadi itu adalah sebuah janji bukan ucapan semata. dan aku pasti akan menepati janjiku padanya!" ucap Evan yang keliatan bersemangat.
"Humph, Kakak sama saja seperti dulu yang suka menggodaku, tetapi sekarang aku bukanlah Lili yang dulu, Kakak pasti tau itu?" ucap Lili sambil melipat kedua lengannya ke dadanya.
"Ya kamu bukanlah Lili yang dulu, kamu sekarang sudah menjadi wanita yang cantik, bahkan seperti seorang malaikat kecil yang imut hehe!" ucap Evan dengan senyum simpulnya.
Seketika wajah Lili memerah hingga ia berkata dengan cepat.
__ADS_1
"Dasar Kakak, aku setuju denganmu yang mau
membantunya tetapi kamu bilang kamu akan melakukannya sendiri, itu seperti lelucon bagiku! " ucap Lili dengan suara meninggi.
"Kamu menganggap perkataan Kakak tadi adalah lelucon, hmm sebaiknya aku harus berpikir kembali!" ucap Evan.
"Kakak sebagai seorang Adik aku sangat menghawatirkan keselamatan Kakak, aku tidak ingin Kakak dalam bahaya seperti itu, jadi aku harap Kakak menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian, apa Kakak setuju dengan omonganku?" pungkas Lili kepada Evan.
"'Baliklah aku akan pikirkan itu lagi, lebih baik juga aku berada dalam bayang-bayang hahaha. setelah ini Kakak akan pergi dulu untuk menelpon!" ujar Evan.
Evan pun meninggalkan Lili di ruang tamu.
Setelah meninggalkan tempat, Lili berkata dalam pikirannya.
"Sesungguhnya apa maksud dari Kakak tadi. jika aku pikirkan kembali mungkin akan banyak artian dalam hal ini aku harus mencari tahu arti yang sesungguhnya."
Ketika Evan hendak menelpon ia bertemu dengan Sein yang sedang mencarinya, pas saja di waktu yang sama mereka bertemu yang akhirnya mereka berdua pun mengobrol di Taman sekitar vila.
***
Di bangku dekat Taman.
"Tuan, apa benar tuan akan melakukan penyelamatan kepada mereka yang di tahan dan melakukan sendiri?" tanya Sein.
"Aku ingin melakukannya sendiri tetapi aku sekarang berubah pikiran, aku akan melakukannya bersama dengan timku!" ucap Evan dengan percaya dirinya.
__ADS_1
"Tapi apa tuan sudah memikirkannya, itu sangat beresiko bagi tuan sendiri mereka mungkin saja memiliki senjata maupun sesuatu yang tak terduga, di tambah dengan tuan yang akan membawa mereka juga. Dan yang aku takutkan sesuatu akan terjadi kepada!" ucap Sein yang memperingatkan Evan dengan sungguh-sungguh.
Membuat Evan terdiam untuk sesaat.