
Di tengah perjalanan Evan pulang ke rumah, ia menyempatkan waktu di perjalanannya untuk membaca berita lama tentang sosok di balik peledakan pabrik gas pada tanggal 12 Maret 2009 lalu.
Hari ini Evan tidak di temani Sein ketika pulang, ia mala di jemput oleh supir pribadi.
Sekali-kali Evan berganti ulasan berita mengenai kasus itu sampai di sebuah berita dengan ulasan yang menyebut bahwa pelaku tersebut sudah beristri dan mempunyai 2 anak.
Evan pun dengan seriusnya mengingat serta menggaris bawahi informasi tersebut. Setelah selesai dengan beberapa ulasan, ia pun terus mencari beberapa informasi terkait kasus itu hingga mendapatkan bukti secuil. Dan Evan pun sampai di rumahnya.
Sesampainya di rumah, Evan bergegas turun dari mobil supaya beberapa aktivitasnya tidak menghambatnya untuk mempersiapkan segala persiapan menuju ke markas musuh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di rumah, Hyouga pun sama. Setelah sampai di rumahnya ia langsung mandi dan makan serta membicarakan sesuatu dengan ibunya.
Jam menunjukkan pukul 13:15 Hyouga selesai dengan semua persiapannya. Tak kala ia pun mencari ibunya dengan tas gendong yang masih di bawahnya. Terlihat pula ibunya sedang berada di Kebun belakang rumah, Hyouga pun menyapa ibunya dan berkata.
"Bu aku mau izin untuk menginap di rumah temanku boleh tidak?" ucap Hyouga meminta izin kepada ibunya.
"Menginap di rumah teman?, di rumah siapa Hyouga?" merasa khawatir dengan anaknya, Susi bertanya jelas kepada anaknya.
"Di rumah Evan Bu!, aku juga bersama dengan Ken temanku yang waktu itu datang kesini," jawab Hyouga dengan senyum palsu.
"Hmm boleh kok, akan tetapi jangan ngobrol sampai larut malam ya, ibu juga menyarankan kamu untuk menjaga tata Krama disana!" saran ibunya.
"Baik bu, hanya saja boleh tidak aku besok tidak berangkat Sekolah?" dengan senyuman di wajahnya.
"Apaa.!! kamu besok enggak berangkat Sekolah, kenapa?, coba kamu jelaskan kepada ibu. kalau tidak ibu ngak ngizinin kamu nginep!" tegas ibunya Hyouga dengan tatapan tajam matanya dengan ekspresi kesal.
Karena sudah pada tahap ini Hyouga pun menjelaskan kepada ibunya dengan alasan palsunya agar dapat di terima.
"Jadi aku besok di ajak Ayah (Presdir) Evan untuk mengunjungi Perpustakaan nasional di Den city
, bahkan beliau mengajak untuk ke Perusahaannyam. ibu taukan? jika aku menolak tawaran itu sama halnya dengan..." ucap Hyouga dengan perasaan bersalah karena kebohongannya.
"Apa benar yang kamu katakan? Ibu bahkan tidak percaya kamu bisa membuat ayah Evan tertarik kepadamu. hmm, ibu jadi membayangkan kalau kamu nanti bisa menjadi seorang Presdir," ucap Susi.
"Ibu terlalu memikirkannya ya, kalau ibu izinin aku untuk kesana mungkin harapan ibu bisa menjadi kenyataan!" ucap Hyouga sekaligus merayu ibunya lagi.
"Iya deh.., ibu izinin kamu. hanya saja kamu harus membawakan ibu dan ayah oleh-oleh ya?" ucap Susi dengan senyuman khasnya ala seorang ibu muda nan cantik.
__ADS_1
"Iya aku janji akan membawakan ibu dan ayah oleh-oleh, baiklah aku pamit dulu!" ucap Hyouga dan bersiap untuk pergi, sambil berpamitan dengan Ibunya.
"Iya, ibu doakan kamu supaya tidak ada halangan di sana dan sampai tujuan dengan selamat, pulang pun juga!" terlihat ekspresi bangga di wajah Susi.
Hyouga pun meninggalkan ibunya yang di Kebun. Susi melihat Hyouga seakan dia sudah menjadi dewasa bahkan dalam batinnya ia menangis bahagia.
Baru beberapa langkah meninggalkan ibunya yang di Kebun, Hyouga berkata.
"Oh ya!, pesan untuk ayah!" maaf aku tidak bisa menemaninya untuk main catur hari ini," kata Hyouga.
"Iya, ibu akan sampaikan," jawab Susi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di waktu lain Sein menyelidiki helicopter yang di duga akan pergi menuju markas penjahat.
Dengan hati-hati ia pun mengintai dari kejauhan. Terlihat helicopter itu membawa bahan pokok serta makanan maupun minuman. Sambil melihat dengan seksama ternyata mereka memalsukan tujuannya, dengan tujuan palsu ke Pizza city.
Sein pun menyimpulkan itulah kenapa mereka tidak dapat curigai oleh polisi hanya saja dia masih belum tau mengenai mereka yang dengan tujuan ke Pizza city, dengan melalui jalur yang melewati hutan Dark forest. Hutan yang terkenal dengan keangkerannya dan banyak sekali hewan buasnya.
Dari kejauhan, helicopter mereka pun berangkat, Sein pun pergi ke tempat yang tadi mereka langgan kan, sementara kawan Sein mencari helicopter untuk pergi ke Padang rumput.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mereka bertiga pun terhubung di handphone masing-masing, sambil menuju tempat pertemuan mereka bertiga mengobrol.
Dalam sambungan telepon mereka bertiga berbicara.
"Apa kabar kawan!, sudah siap dengan misi kita kali ini?"
"Apa kabar juga, aku sangat bersemangat sekali untuk melakukan misi ini, bahkan aku sudah mempersiapkan sesuatu segala sesuatu untuk nanti!" jawab Ken dengan suara khasnya yang bersemangat.
"Baiklah!, kamu ternyata sudah siap dengan segala kemungkinan Ken. aku jadi salut dengan mu yang tetap santai dengan misi tingkat tinggi ini!" ucap Evan kepada Ken.
"Hahaha aku sangat bersemangat, karena disana juga kita akan bertemu dengan gadis-gadis bukan?" ucap Ken menghibur diri.
"Eh, kau ada benarnya juga!" ucap Evan yang sebenarnya ia tersenyum.
__ADS_1
"Harusnya aku sudah mengetahui dari awal," ucap Hyouga baru saja ikut dalam perbincangan.
"Kau baru bicara Hyouga?, aku ingin tau apa persiapan mu di misi kali ini?" tanya Evan kepada Hyouga sekaligus meledeknya.
Sambil menarik nafas Hyouga berkata.
"Aku hanya membawa tas yang berisi bekal makanan dan alat lainnya!" jawab Hyouga.
"Sungguh!, kau hanya bawa itu Hyouga?" tanya Evan kembali.
"Iya, karena aku tidak ingin lupa dengan jam makan ku!" kata Hyouga.
"Cukup baik sekali kamu ya Hyouga. pasti karena ibu mu bukan?" gumam Ken.
Hyouga terdiam.
"Sudahlah, aku akan memberi tahu kalian tentang tempat itu yang ternyata menurut Sheila ada banyak sekali ruangan, bahkan tempat yang kita anggap seperti tempat ketidakadilan mala seperti istana dalam hutan!" jelas Evan.
Ken dan Hyouga terkejut mendengarnya.
"Tunggu!, jika disana banyak ruangan itu berarti dia sudah membuat itu dari jauh hari atau setelah dia kabur dari kasus itu bukan?" ujar Hyouga.
Sebelumnya Evan sudah menjelaskan tentang ingatan masa kecilnya yang berhubungan dengan seseorang yang menjadi pemimpin di rumah itu (istana dalam hutan).
"Iya, aku jadi bingung kenapa dia bisa membangun rumah yang semegah itu. dan yang membuatku pusing adalah, dia membuat itu semua di dalam hutan yang sangat rimbun, jika kita liat dari segi kemampuan maka dia adalah orang dengan pemikiran cerdas, bayangkan saja. kita membuat rumah dalam hutan, cara membangun itu semua di mulai dari nol kan?, apakah dia mengangkut material bangunan dan yang lainnya?" jelas Ken.
"Ternyata kamu juga berpikiran sedemikian itu Ken, aku juga sama bagiku dia tidak mungkin membangun itu semua, bahkan jika bersama-sama dengan bantuan dari orang lain maka mereka pasti menolak, karena pada saat itu dia sudah menjadi buronan polisi. hanya saja apakah benar pria itu adalah orang yang meledakan pabrik gas Evan?, bukannya aku meragukan mu hanya saja kau tau sendiri kan di hutan Dark forest seperti apa jika kita masuk terlalu dalam kesana?" ujar Hyouga.
"Akan ada banyak hewan buas yang menyerangnya, maksud ku kemungkinan dia selamat sangatlah kecil kecuali dia memiliki rahasia tersendiri. Untuk pertanyaan Ken menurutku tidak mungkin dia mengangkut material ke hutan, aku juga sudah menemukan info bahwa apa yang Sheila beri tahu kepadaku tentang ciri pemimpin itu, sangat sama dengan orang dalam kasus peledakan bahkan dia mengakuinya sendiri. serta informasi mengenai orang tersebut yang sudah memiliki sebuah keluarga dengan dua anak laki-laki dan perempuan mereka juga tergolong sebagai keluarga berpenghasilan sedang. dan jika aku kaitkan dengan dia yang membawa material ke dalam hutan, aku sebut itu salah!, karena tidak mungkin orang seperti dia bisa menyanggupi berbagai pengeluaran saat itu untuk membeli atau membayar bahan material dan segalanya. dia juga dikabarkan membuang ponselnya ketika sudah di nyatakan menghilang, informasi terakhir yang aku dapat bahwa dia adalah seorang pegulat profesional hanya saja tidak terlalu terkenal, ya itu informasi yang aku dapat, apa kalian berpendapat lain atau sudah menemukan informasi lain tentangnya?"
"Aku mendapat informasi dari keluarga orang tersebut tentang motif yang melatar belakanginya untuk meledakan pabrik gas, aku mencarinya di beberapa artikel untuk nama keluarga, pelaku bernama Patansaa, istrinya bernama Wanda helian, anak pertama laki-laki bernama Railsan sedangkan anak perempuannya bernama Sheila!" balas Ken.
Evan kaget mendengar nama Shelia yang masuk kedalam keluarga pelaku tersebut dan itu berarti apa yang di katakan oleh Sheila selama ini benar, hanya saja dia menutupi hal tersebut.
Evan menanyakan kembali dengan tegas kepada Ken dengan informasi yang ia dapatkan.
"Kau bilang Sheila masuk ke dalam keluarga si pelaku?, apa tidak salah. bukanya dia masuk ke panti asuhan setelah kejadian itu?" tanya Evan kepada Ken.
"Benar sekali dia saat itu memang masuk ke panti asuhan hanya saja dia diadopsi oleh seseorang setelahnya. intinya dia diambil kembali oleh ayahnya, kamu pasti terkejut kan Evan?, maaf aku tidak memberitahukan mu sebelumnya karena aku mendapatkan informasi itu dari hasil penyelidikan dadakan ku!" jawab Ken.
__ADS_1
Mereka pun akhirnya memutuskan sambungan karena sudah sampai di tempat pertemuan.